Anda di halaman 1dari 24

Nama anggota:

Nur’Adina 1601011155
Nur Annisa Surbakti 1601011156
Novi Darmayani
Rosindah Butar-butar
Roy Alpian Harahap

Kelompok 10
Kelas : S1 Farmasi 7C

Dosen : Nafis Sastrawinata S.Farm,M.si,Apt


APA ITU RACUN ?
Racun adalah zat atau senyawa yang
dapat masuk ke dalam tubuh dengan
berbagai cara yang menghambat respon
pada sistem biologis sehingga dapat
menyebabkan gangguan kesehatan,
penyakit, bahkan kematian.
 Tanaman pangan seperti sayuran dan
buah-buahan memiliki kandungan
nutrien, vitamin, dan mineral yang
berguna bagi kesehatan manusia.
Meskipun demikian, beberapa jenis
sayuran dan buah-buahan dapat
mengandung racun alami yang
berpotensi membahayakan kesehatan
manusia.
 Racun alami adalah zat yang secara
alami terdapat pada tumbuhan, dan
sebenarnya merupakan salah satu
mekanisme dari tumbuhan tersebut
untuk melawan serangan jamur,
serangga, serta predator.
KLASIFIKASI TOKSIN
TUMBUHAN

BERDASARKAN BERDASARKAN
METABOLIT UTAMA MEKANISME KERJANYA

ALKALOID, GLIKOSIDA, RIP TOXINS


ASAM OXALIK, RESIN,
MINERAL, NITRAT,
SELENIUM, GRASS
TETANI
RIP TIPE I RIP TIPE II
1. Alkaloid

Alkaloid adalah senyawa kompleks yang mengandung


Nitrogen (N) dalam bentuk garam atau asam. Pada banyak kasus
keracunan pada binatang alkaloid menghasilkan reaksi fisiologi
yang kuat pada binatang terutama pada system saraf. Toksin ini
dapat menghasilkan reaksi akut atau kronis. Alkaloid ditemukan
secara luas padaa banyak jenis tanaman, termasuk tembakau.
Nicotine adalah toksin utama dari tanaman ini.
Astragalus atau locoweed adalah tanaman lain yang mengandung
racun alkaloid yang menyebabkan keracunan yang khas. Locos
sangat beracun dalam semua tingkat pertumbuhan bahkan ketika
kering. Mengkonsumsinya, tergantung pada spesiesnya dapat
nenyebabkan koma atau keracunan kronis yang secara umum
berakhir dengan kematian.
2. Glikosida
Toksin glikosida terdiri dari senyawa yang besar. Asam
hidrosianida adalah yang paling umum. Meracuni binatang
dengan menghalangi pelepasan oksigen dari sel darah merah ke
sel jaringan. Tanaman yang mengandung HCN termasuk
Johnsongrass. Bahaya dari racun HCN dalam Johnsongrass
semakin menoingkat apabila tanaman ini telah berbunga.

3. Asam Oxalik
Asam oxalic adalah toksin utama dari grup asam organic.
Asam ini seringkali menyebabkan kolik, depresi, koma dan
seringkali berakhir dengan kematian karena kerusakan
ginjal. Diet tinggi kalsium dapat mencegah keracunan oleh
asam oxalic.
4. Resins
Resin dan resinoid menrusak system saraf dan jaringan otot. Gejala dari
keracunan resin sangat bervariasi. Milkweeds adalah conntoh dari tanaman
beracun yang mengandung toksin resin. Taanaman ini mengandung toksin
glikosida dan resin yang mana tetap ada walaupun tanaman mongering. Ini
menyebabkan ia beracun pada semua tahap pertumbuhan.

5. Mineral
Beberapa mineral dapat menyebabkan keracunan apabila tanaman yang
menghasilkannya di konsumsi. Di Arizona di khusukan pada nitrogen dan
selenium.

6. Nitrat
Kadar nitrat yang tinggi pada tanaman umumnya menyebabkan keracunan.
Kuda merupakan hewan yang paling sering keracunan oleh tanaman yang
mengandung nitrat tinggi. Kematian biasanya relative cepat apabila tanaman
dengan kadar nitrat tinggi dikonsumsi. Spesies yang dapat bmengakumulasi
kadar toksin nitrat cukup banyak, misalnya carelesweed, pigweed dan thistle
rusia.
7. Selenium
Tanaman yang tumbuh di tanah yang mengandung lebih dari 2
ppm selenium dapat mengakumulasi tingkat keracunan dari selenium.
Mengkonsumsi tanaman ini oleh makhluk hidup dapat menyebabkan
keracunan akut atau kronis.Tanaman yang mengakumulasi selenium
terdiri dari dua jenis. Jenis obligat merupakan jenis mutlak
membutuhkan selenium dalam pertumbuhannya dan pertumbuhannya
tergantung dari kadar selenium dalam tanah. jenis fakultatif selenium
adalah tanaman yang dapat mengakumulasi selenium tetapi
pertumbuhannya tidak tergantung oleh selenium.

8. Grass tetani
Grass tetani adalah kelainan nutrisi yang disebabkan oleh
berkurangnya kadar magnesium darah. Akibat dari tetany grass
pada binatang adalah pengurangan kadar magnesium serum yang
sampai saat ini tidak diketahui penyebabnya. Tetani daapat
dicegah dengan pemberian magnesium seperti dolomitic
limestone atau magnesium oksida. Penanganan pada binatang
yang keracunan dengan injeksi garam magnesium dapat
menghindarkan dari kematian.
Berdasarkan Mekanisme
Kerjanya

RIP TOXINS (Ribosom Tipe I: protein tunggal, dapat menginaktifkan


inactivating Proteins) ribosom tapi bersifat tidak toksik karena tidak
terbagi dari 2 tipe yaitu memiliki kemampuan untuk melakukan kontak
dengan sel eukariotik

RIP tipe 2: merupakan heterodimer, terdapat dalam makanan


seperti dalam benih gandum dan biji berley. RIP tipe 2
merupakan sitotoksin karena salah satu rantainya berperan
sebagai lektin, terikat dengan galakosida pada permukaan sel
eukariotik dan memicu uptake toksin dengan cara endositosa.
Berikut contoh rip tipe II:

Ricin (Ricinus Abrin (Abrus


communis) precatorius)
FAKTOR DALAM (INTRINSIK) FAKTOR LUAR (LINGKUNGAN)

 yaitu suatu keadaan  yaitu keadaan dimana


dimana tumbuhan tersebut secara genetik tumbuhan
secara genetik mempunyai tidak mengandung unsur
atau mampu memproduksi anti nutrisi tersebut, tetapi
anti nutrisi tersebut dalam karena pengaruh luar yang
organ tubuhnya. berlebihan atau mendesak,
zat yang tidak diinginkan
mungkin masuk dalam
organ tubuhnya.

Contohnya adalah terdapatnya Se berlebihan pada tanaman yang


mengakumulasi Se dalam protein misalnya pada Astralagus sp.
Sebagian besar racun atau anti nutrisi umumnya
diperoleh dari hasil metabolisme sekunder tanaman.

Hasil metabolisme sekunder dibagi dua


berdasarkan berat molekulnya
* berat molekul kurang dari 100, •Berat molekulnya tinggi yaitu
Contoh: pigmen pinol, antosin, selulosa,
alkohol, asam-asam alifatik, sterol, Contoh : pektin, gum, resin,
terpen, lilin fosfatida, inositol, karet, tannin dan lignin

Tanaman yang mengandung metabolit sekunder


umumnya mengeluarkannya dengan cara pencucian air hujan
(daun dan kulit), penguapan dari daun (contoh kamfer),
ekskresi aksudat pada akar (contoh alang-alang) dan
dekomposisi pada bagian tanaman itu sendiri.
 Berbau tidak sedap.
 Tumbuhan bergetah pekat/susu, berwarna mencolok,
berbulu, permukaan kasar, berwarna mengkilat, berduri,
dan berdaun kasar atau liat.
 Tumbuhan beracun biasanya memiliki buah yang berwarna
putih atau kuning.
 Buah dari tumbuhan beracun biasanya jika dimakan akan
terasa pahit dan berlendir, hal tersebut dikarenakan dalam
buah itu terdapat kandungan racun yang dapat
membahayakan makhluk hidup lainnya.
 Tumbuhan beracun hidup menyendiri dan terpisah dari
tumbuh - tumbuhan yang tidak beracun.
1. SENYAWA BERACUN ALAMIAH

Sejumlah jenis bahan makanan sudah


mengandung bahan beracun secara alamiah
sejak asalnya. Racun ini berupa ikatan organik
yang disintesa (hasil metabolisme) bahan
makanan, baik makanan nabati maupun bahan
makanan hewani, seperti jenis ikan tertentu,
kerang-kerangan dan sebagainya.
Contoh racun alami pada tanaman dan gejala
keracunannya

Racun Terdapat pada tanaman Gejala keracunan


Fitohemaglutinin Kacang merah Mual, muntah, nyeri
perut,diare.
Glikosida sianogenik Singkong, rebung, biji buah- Penyempitan saluran
buahan(apel, aprikot, pir,plum, nafas,mual, muntah, sakit
ceri, peach) kepala.
Glikoalkaloid Kentang, tomat hijau Rasa terbakar di mulut,
sakitperut, mual,muntah.
Kumarin Parsnip, seledri Sakit perut, nyeri pada
kulitjika terkena sinar
matahari.
Kukurbitasin Zucchini Muntah, kram perut,
diare,pingsan.
Asam oksalat Bayam, rhubarb, teh Kram, mual, muntah, sakit
kepala.
Adapun jenis-jenis senyawa beracun alamiah dan
pencegahannya yaitu :

1) Kentang

 Racun alami yang dikandung kentang termasuk


dalam golongan glikoalkaloid dengan dua macam
racun utama yaitu solanin dan chaconine. Kadar
glikoalkaloid yang tinggi dapat menimbulkan rasa
seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual dan
muntah.

 Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya


kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum
dikonsumsi.
2) Bayam

Bayam bisa bersifat meracuni akibat asam


oksalat yang banyak terkandung dalam
bayam .

Asam oksalat yang terlalu besar dapat


mengakibatkan:
 Defisiensi nutrient, terutama kalsium
 Mengiritasi saluran pencernaan, terutama
lambung, karena asam kuat
 Berperan dalam pembentukan batu ginjal
3) Singkong

 Kandungan sianida dalam singkong sangat


bervariasi. Kadar sianida rata-rata dalam
singkong manis dibawah 50 mg/kg berat asal,
sedangkan singkong pahit diatas 50 mg/kg.
 Menurut FAO, singkong dengan kadar 50 mg/kg
masih aman untuk dikonsumsi manusia.
Singkong mengandung racun linamarin dan
lotaustralin, yang keduanya termasuk golongan
glikosida sianogenik.
Gejala keracunan sianida, antara lain :
 penyempitan saluran nafas
 mual, muntah, sakit kepala,
 kasus berat dapat menimbulkan kematian
Cara mencegah keracunan :
 Dengan perlakuan sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong
dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, dikupas
lalu direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa
hari, dicuci lalu dimasak sempurna baik dibakar atau direbus
sehingga linamarin banyak yang rusak dan hidrogen
sianidanya ikut terbuang keluar sehingga tinggal sekitar 10-
40 mg/kg.
 Akan mudah hilang oleh penggodokan, asal tidak ditutup
rapat.
 Dengan pemanasan, enzim yang bertanggung jawab
terhadap pemecahan linamarin menjadi inaktif sehingga
hidrogen sianida tidak dapat terbentuk.
4) Jengkol dan Petai China

 Didalam biji jengkol terkandung asam jengkolat (Jen-colid


acid).
 Racun jengkol dapat dikurangi dengan cara perebusan,
perendaman dengan air, atau membuang mata lembaganya
karena kandungan racun terbesar ada pada bagian ini.

 Pada petai china mengandung senyawa beracun mimosin.


 Cara menghilangkan atau menurunkan senyawa beracun
mimosin pada petai cina dilakukan dengan merendam
petai cina dengan air pada suhu 70oC (24 jam) atau pada
100oC selam 4 menit. Dengan cara tersebut kandungan
mimosin dapat diturunkan dari 4,5% menjadi 0,2% atau
penurunan sebanyak 95%
Misal, kentang dan wortel yang berwarna agak kehijau –
hijauan. Warna kehijau – hijauan ini disebabkan oleh racun
glycoalkaloid. Jika kita memakan kentang yang telah
berwarna kehijau – hijauan tersebut maka racun yang
terkandung dalam kentang akan masuk ke dalam tubuh kita
dan menyebabkan keracunan.

Racun dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui indra


pembau. Misalnya bunga bangkai (Raflesia Arnoldi).Jika
kita menjumpai tumbuhan tersebut dan terlalu mencium
baunya,maka akan menyebabkan kita pusing

Tumbuhan beracun yang terpapar melalui permukaan kulit


dan dapat meresap ke dalam kulit akan mengakibatkan
rasa gatal.Rasa gatal tersebut dikarenakan tumbuhan itu
memiliki bulu - bulu halus yang bila tersentuh oleh kulit kita
akan menempel pada kulit dan mengakibatkan gatal.
Penanggulangan keracunan akibat tanaman sebaiknya dilakukan
sesegera mungkin setelah gejala tampak untuk mengurangi akibat
buruk yang lebih jauh. Berikut adalah cara menangani sesuai
keluhannya :
 Jika iritasi terjadi pada kulit, maka segera bilas dengan air yang
mengalir segera, jauhkan dari paparan sinar matahari dan garukan.
 Jika tertelan, maka sebaiknya minum banyak air, atau jika baru
terjadi dan memungkinkan sebaiknya dimuntahkan untuk
mengeluarkan racunnya. Minum zat penawar racun seperti air
kelapa, susu dan pil arang.
 Jika kondisi semakin parah, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit.
Jika terjadi pada hewan ternak atau kesayangan, sebaiknya segera
bawa ke dokter hewan.
SANKYU...