Anda di halaman 1dari 14

Ekonomi Pangan

“Sistem Pangan dan Gizi


serta Permasalahan Pangan dan Gizi”
KELOMPOK 1
• Agustina Ariani NIM P07131216090
• Devia Gustiana Maulida NIM P07131216099
• Hesty Retno Sari NIM P07131216108
• Laila Sholehah NIM P07131216111
• Muhammad Zailani NIM P07131216117
• Nurul Eka Wahyuni NIM P07131216125
• Rizqia Sri Indah Alina NIM P07131216129
• Viviana Ika Lestari NIM P07131216133
• Wilis Agustina NIM P07131216134
A. Sistem Pangan dan Gizi
Kosep Dasar
- Sistem merupakan rangkaian komponen yang saling terkait
menuju suatu tujuan yang sama.
- Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang
dapat dijadikan makanan.
- Gizi (Nutrition) merupakan proses organisme menggunakan
makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses
digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme
dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk
mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi
normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Lanjutan . . .
- Sistem pangan dan gizi adalah suatu rangkaian masukan, proses,
dan keluaran sejak pangan masih dalam tahap produksi sampai
dengan tahap akhir, yaitu pemanfaatannya dalam tubuh manusia
yang diwujudkan oleh status gizi.
- Sistem Pangan dan Gizi mempunyai tujuan meningkatkan dan
mempertahankan status gizi masyarakat dalam keadaan optimal.
Dalam sistem pangan dan gizi ada 4 komponen yaitu penyediaan
pangan, distribusi pangan, konsumsi makanan, dan utilisasi
makanan.
Pendekatan Sistem Dalam Pangan dan Gizi

Pembangunan pangan dan gizi melibatkan banyak pelaku, meliputi


berbagai aspek dan mencakup interaksi antar wilayah. Oleh sebab itu,
pemantapan pembangunan pangan dan gizi hanya dapat diwujudkan melalui
suatu kerjasama kolektif dari seluruh pihak yang terkait (Stakebolders).
Kinerja para pihak tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi
sosial, politik dan keamanan, pelayanan prasarana publik sidang transportasi,
perhubungan, telekomunikasi, dan pemodalan, pelayanan kesehatan dan
pendidikan, pengembangan teknologi, perlindungan serta kelestarian
sunberdaya alam dan lingkungan.
Mengingat luasnya substansi, faktor-faktor yang berpengaruh serta
banyaknya pelaku yang terlibat dalam pembangunan pangan dan gizi maka
diperlukan pendekatan sistem yang dikenal sebagai sistem pangan dan Gizi.
Komponen atau Subsistem Pangan dan Gizi

Ada empat komponen dari Sistem Pangan dan Gizi, yaitu:


1. Penyediaan Pangan, terdiri atas :
• Produksi bahan pangan
• Pasca panen
• Perdagangan bahan pangan
• Teknologi pangan
2. Distribusi Pangan
3. Konsumsi Makanan
4. Utilitas atau Penggunaan Makanan
Kepentingan dan Manfaat dari Sistem Pangan dan Gizi

Menurut Departemen Pertanian kepentingan dan manfaat dari sistem


pangan dan gizi yaitu :
1. Pengelola Program Kepala Daerah
Sebagai dasar menetapkan kebijakan penanggulangan masalah pangan
dan gizi dalam:
• Menentukan daerah prioritas
• Merumuskan tindakan pencegahan terhadap ancaman krisis pangan
dan gizi
• Mengalokasikan sumberdaya secara lebih efektif dan efisien
• Mengkoordinasikan program lintas sector
Lanjutan . . .
2. Pengelola Program
• Penetapan lokasi dan sasaran
• Menyusun kegiatan terpadu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
sector
• Proses pemantauan pelaksanaan
• Melaksanakan kerjasama lintas sector
• Mengevaluasi pelaksanaan program

3. Masyarakat
• Kemungkinan kejadian krisis pangan di masyarakat dapat dicegah
• Ketahanan pangan ditingkat rumah tangga menigkat
• Melindungi golongan rawan dari keadaan yang dapat memperburuk
status gizi
B. Permasalahan Pangan dan Gizi

• Jenis Permasalahan Pangan


Permasalahan pangan didefinisikan sebagai suatu kondisi
ketidakmampuan untuk memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk
hidup sehat dan beraktivitas dengan baik untuk sementara waktu dalam
jangka panjang. Ada dua jenis permasalahan pangan, yaitu :
- Bersifat kronis
Yaitu kondisi kurang pangan (untuk tingkat rumah tangga berarti
kepemilikan pangan lebih sedikit daripada kebutuhan dan untuk
tingkat individu konsumsi pangan lebih rendah dari pada kebutuhan
biologis) yang terjadi sepanjang waktu.
- Bersifat sementara.
Yaitu permasalahan pangan musiman. Permasalahan ini terjadi karena
adanya keterbatasan ketersediaan pangan oleh rumah tangga,
terutama masyarakat yang berada di pedesaan.
• Jenis-jenis Masalah Gizi Makro dan Mikro

Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama


yaitu kurang gizi makro dan kurang gizi mikro. Kekurangan
zat gizi makro (kekurangan atau ketidak seimbangan asupan
energi dan protein) umumnya disertai dengan kekurangan
zat gizi mikro (vitamin dan mineral).

Sementara itu, Indonesia juga masih menghadapi empat


masalah gizi, yaitu kurang kalori protein dan obesitas
(masalah gizi ganda), kurang Vitamin A, gangguan akibat
kurang iodium (GAKI), anemia zat besi.
• Determinan Masalah Pangan

Ada tiga hal penting yang mempengaruhi tingkat permasalahan pangan, yaitu:
– Kemampuan penyediaan pangan kepada individu/rumah
– Kemampuan individu / rumah tangga untuk mendapatkan pangan
– Proses distribusi dan pertukaran pangan yang tersedia dengan sumber daya
yang dimiliki oleh individu/rumah tangga.

Namun, permasalahan pangan tidak hanya ditentukan oleh tiga pilar tersebut,
ada sejumlah faktor lain yaitu sebagai berikut:
- Sumber Daya Lahan
- Infrastruktur
- Teknologi dan Sumber Daya Manusia
- Energi
- Modal
- Lingkungan Fisik/Iklim
• Determinan Masalah Gizi

- Faktor manusia
Seperti usia, Jenis kelamin, Ras, Sosial ekonomi, penyakit terdahulu, Cara
Hidup, Hereditas, Nutrisi, Imunitas.
- Faktor sumber/ Agen
Kondisi penjamu yang mengalami kekurangan ataupun kelebihan nutrisi
sehingga menyebabkan munculnya penyakit
- Faktor lingkungan (fisik, biologis, sosial, ekonomi, bencana alam)
- Seperti daerah dimana buah & sayur tidak selalu tersedia, tumbuhan yang
mengandung zat gizi sebagai tempat bermukim vector, Penduduk yang padat,
dll
- Ketersediaan bahan makanan yang kurang
Krisis Ekonomi dan Kegagalan produksi pertanian, Ketersediaan bahan makanan
yang kurang ditingkat rumah tangga/individu
- Penyakit Infeksi
Infeksi derajat apapun dapat memperburuk keadaan gizi.
KESIMPULAN

- Sistem pangan dan gizi merupakan suatu rangkaian masukan, proses, dan
keluaran sejak pangan masih dalam tahap produksi sampai dengan tahap akhir
yang bertujuan meningkatkan dan mempertahankan status gizi masyarakat dalam
keadaan optimal.
- Dalam sistem pangan dan gizi ada 4 komponen yaitu penyediaan pangan, distribusi
pangan, konsumsi makanan, dan utilisasi makanan atau penyerapan makanan.
- Permasalahan pangan merupakan suatu kondisi ketidakmampuan untuk
memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk hidup sehat dan beraktivitas
dengan baik untuk sementara waktu dalam jangka panjang.
- Ada dua jenis permasalahan pangan, yaitu yang bersifat kronis (kondisi kurang
pangan yang terjadi disepanjang waktu) dan bersifat sementara (permasalahan
pangan musiman).
TERIMA KASIH