Anda di halaman 1dari 16

HIDANGAN TELUR

Inggar Ayu Putri Handayani

17511244028
1. Pengertian Telur

Telur adalah hasil reproduksi dari hewan


yang berbentuk bulat atau oval berisi
embrio yang sedang berkembang dan
dilindungi kulit (shell).
2. Jenis – Jenis Telur
Berikut adalah jenis – jenis telur yang dihasilkan dari
hewan yang berbeda dengan ukuran maupun maupun
ciri – ciri yang berbeda, antara lain adalah :
a. Telur ayam ras
Kulitnya berwarna putih atau coklat dengan berat
50 – 60 gr/butir.
2. Jenis – Jenis Telur

b. Telur bebek
 Kulitnya berwarna hiaju kebiruan dengan berat 65
gr/butir.
 Banyak mengandung lemak dna lebih berbau
amis daripada lain.
2. Jenis – Jenis Telur

c. Telur angsa
Kulitnya berwarna putih pucat dengan berat berkisar 80 –
100 gr/butir.

d. Telur puyuh
Kulitnya berwarna putih kehijauan bertutul hitam atau putih
kecoklatan bertutul hitam, dengan berat 15-20 gr/butir.
3. Komponen Telur
Sebutir telur terdiri atas bagian kulit, putih telur dan kuning telur.
Berikut penjelasan tentang komponen telur, yaitu :
1. KulitTelur
Berat kulit telur 12% dari berat total mengandung zat kapur
yang tembus terhadap udara, air dan bau.

2. Putih telur
 Putih telur (albumen) merupakan cairan kental dan jernih
yang memiliki prosentase 58% dari keseluruhan berat
telur.
 Mengandung protein 7% dan protein lainnya.
 Albumen akan larut dalam air dingin dan membeu pada
suhu 70 derajat celcius.
3. Komponen Telur
3. Kuning telur
 Memiliki berat total 30% dari berat telur.
 Menggumpal bila dipanaskan.
 Mengandung lemak, vitamin, lacitin, nuclain,
chorestin dan mineral.
Struktur Telur
4. Penilaian kualitas telur di
Indonesia

Ada beberapa teknik dalam memilih telur yang masih baik


yaitu:
 Kulit telur masih baik dan tidak retak.
 Jika dilihat/diteropong di sinar matahari, telur tampak
jernih.
 Telur akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air.
 Telur tidak berbunyi jika digoyang-goyang.
 Kuning telur masih bulat dan terletak di tengah-tengah bila
dipecah.
 Telur tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap.
5. Penyimpanan Telur

a. Penyimpanan suhu kamar.


 Disimpan dalam keadaan berkulit dan tanpa dicuci.
 Dijauhkan dari bahan berbau tajam.

b. Penyimpanan suhu dingin.


 Disimpan pada refrigerator pada suhu 5 derajat celcius.
 Tanpa dicuci.
 Diletakkan dengan bagian rongga udara menghadap bawah.
 Dijauhkan dari makanan berbau tajam.
6. Teknik Pengolahan Telur

a. Boiling
 Waktu perebusan 10 menit.
 Menggunakan api simmer.
 Untuk mencegah telur terlalu matang langsung direndam
dalam air dingin.
Ada tiga tingkat kematangan telur saat direbus :
• Setengah mentah (soft boiled egg) selama 3 menit.
• Setengah matang (medium boiled egg) selama 5 menit.
• Matang (hard boiled egg) selama 10 menit.
6. Teknik Pengolahan Telur
b. Poaching
 Memasak telur dengan air berbumbu (cuka100 ml dan 1 sdm garam/1 liter air).
 Digunakan menggunakan panci cekung.
 Untuk mempertahankan bentuk, digunakan ladle untuk mem-poaching.

c. Friying
Teknik memasak dengan menggunakan panas minyak. Ada 3 macam minyak yang
digunakan, yaitu:
 Deep friying
Biasa dilakukan untuk menggoreng telur yang diberi lapisan (coating). Digunakan
pan cekung agar matang merata.
 Sauteing
Ada dua teknik sauteing yaitu :
• Scrambling
Teknik memasak telur dengan mencampur cairan (air, minyak, susu) dengan
perbandingan 1 sdm cairan dan satu butir telur sambil diaduk membentuk
serpihan pada saat menumis.
• Omelette
Teknik memasak telur dengan menggumpalkan dibiarkan tanpa diaduk
membentuk lembaran padat kemudian digulung.
6. Teknik Pengolahan Telur
 Shallow friying
Minyak yang digunakan tidak sampai merendam seluruh
permukaan telur, caranya memanaskan 2-3 sdm minyak dalam
penggorengan. Ada beberapa macam hasil masakan dari teknik
memasak yaitu :
• Sunny side up (telur mata sapi). Telur mata sapi bagian
kuningnya mentah dan tidak dibalik.
• Turn over, yaitu telur mata sapi yang dibalik dalam proses
menggorengnya.
• Blinded, telur mata sapi yang bagian kuningnya disiram
dengan minyak panas saat menggoreng.
d. Shirring
Perpaduan dari teknik pemasakan secara friying dan baking.
7. Olahan Telur Pada Hidangan Indonesia
7. Olahan Telur Pada Hidangan Kontinental
TERIMAKASIH