Anda di halaman 1dari 46

Peserta dapat Menyusun Business Plan /Proposal

Usaha untuk Rencana Usaha nya masing-masing

Menjelaskan Konsep Penyusunan Proposal, dan Penyiapan Data


untuk Penyusunan Proposal Usaha

Memahami Teknis Peyusunan Proposal dengan Otline yang


Benar

Mengapresiasikan Gambaran Usahanya melalui Penelusuran


Aspek-aspek Pendukungnya
Konsep Proposal Rencana Usaha

Simulasi Proses Produksi

Menyusun Kebutuhan Sarana


dan Prasarana Usaha dalam
Proposal
• adalah rencana yang
dituangkan dalam bentuk
rancangan kerja,
• Dalam membuat suatu
Rencana Usaha perlu
dilakukan suatu penilaian
kelayakan usaha yang
sangat diperlukan
Proposal

Rencana Usaha Baru


(akan dilaksanakan)
Penilaian

Usaha Lama
(sudah dan sedang dilaksanakan
dalam rangka pemberian kredit)

Pengelola usaha
Para pengambil
Calon Investor keputusan (decision
maker dalam pembinaan
Kreditur lebih lanjut)
Pembina
• Studi kelayakan adalah suatu
telaah berdasarkan kriteria
tertentu untuk menentukan
suatu pilihan usaha yang layak
dan usaha yang layak untuk
memperoleh kredit, serta layak
bina.
• Kriteria tersebut dijadikan
sebagai dasar untuk
menentukan jenis usaha yang
paling layak untuk dilakukan,
memilih alternatif usaha baru
yang pontensial untuk
dilaksanakan,
• Kelayakan usaha dalam
memperoleh kredit dan
pembinaan.
Arti Penting Studi Kelayakan

• Dengan adanya studi kelayakan dapat


diketahui usaha mana yang paling layak dan
menguntungkan diantara berbagai
kemungkinan tersebut.
• Studi kelayakan juga berguna bagi pemilik
modal (dapat berupa bank, BUMN, pribadi,
atau lembaga lain) untuk menilai apakah
usaha yang diajukan kepada mereka
memang layak untuk dibiayai.
• Khusus bagi pemerintah provinsi Jawa Barat
dalam kegiatan pencetakan 100 Ribu
Wirausaha Baru, studi kelayakan berguna
untuk menilai apakah kegiatan usaha yang
akan dilakukan calon binaan memang layak
untuk diberi pinjaman modal atau dibina
lebih lanjut.
• Anggapan umum bahwa para konsultanlah yang
mampu membuat studi kelayakan, pada kenyataanya
tidak demikian.
• Setiap manajer atau pengelola dan pembina UKM
seharusnya dapat membuat studi kelayakan.
• Perbedaan latar belakang orang akan menghasilkan
perbedaan kualitas studi kelayakan yang disusunnya.
• Sebuah studi kelayakan dapat dikatakan “baik”, bila
mampu menggambarkan keadaan yang sebenarnya
dari kemungkinan berjalannya usaha.
• Sebuah studi kelayakan yang baik tidaklah harus
menghasilkan kesimpulan bahwa usaha itu
“menguntungkan” atau “layak”.
• Sebuah studi kelayakan menyangkut beberapa aspek,
karena itu seorang penyusun studi kelayakan dituntut
untuk memiliki berbagai kemampuan di bidang
ekonomi, sosial, manajemen, keuangan dan
sebagainya.
• Penguasan ilmu-ilmu itu tidak berarti seseorang harus
“ahli”. Sering kali “pengalaman” merupakan faktor yang
sangat menentukan, selain penguasaan dasar lainnya.
KEBUTUHAN DATA UNTUK MENILAI
KELAYAKAN USAHA
• Data adalah ciri suatu obyek,
yang merupakan input penting Data mengenai UKM umumnya
bagi penyusunan kelayakan menyebar pada berbagai sumber dan
usaha. Data mengenai UKM bervariasi jenisnya.
umumnya menyebar pada
berbagai sumber dan bervariasi
jenisnya.
• Langkah awal dalam penyiapan Identifikasi atau penelusuran data
penilaian suatu proyek adalah
melakukan identifikasi atau
penelusuran dan pengumpulan Pengumpulan data yang diperlukan.
data yang diperlukan.
• Setelah data dikumpulkan,
kemudian dilakukan analisa. Analisa Data Pendukung
Apabila dalam analisa ternyata
ada kekurangan dari data yang
diperlukan,
• Maka tidak tertutup Pengecekan kembali Data
kemungkinan untuk dilakukan
pengecekan kembali (re check).
No Macam Data Jenis Data
1. Data keadaan umum UKK Sekunder
2. Data aspek yuridis Sekunder
3. Data aspek pemasaran Sekunder, Primer
4. Data aspek organisasi dan Manajemen Sekunder
5. Data aspek teknis Sekunder, Primer
6. Data aspek finansial Sekunder, Primer
7. Data aspek ekonomi dan sosial Sekunder, Primer
INFORMAN RESPONDEN
yaitu orang atau badan yang dapat
memberikan informasi dan yaitu orang atau badan yang
mengetahui seluk beluk dari objek dapat menerangkan tentang
yang diperlukan datanya atau dirinya atau sesuatu hal yang
sesuatu hal yang berkaitan secara berkaitan langsung dengan
tidak langsung dengan dirinya. kepentingannya. Misalnya
Misalnya pengurus yang dapat anggota, konsumen/
menerangkan langsung tentang pelanggan.
fungsi manajer, pengurus dan
sebagainya

DOKUMEN ATAU CATATAN


PENTING LAINNYA
Observasi Angket
mengadakan pengamatan langsung terhadap mengajukan sejumlah pertanyaan
objek yang akan dihimpun datanya yang harus diisi langsung oleh
respondennya.
Wawancara
teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan mengajukan sejumlah pertanyaan
langsung (dengan panduan kuesioner
yang telah disiapkan) kepada informan
atau responden.

Studi Pustaka
dengan membaca atau menelah literatur yang
berkaitan dengan permasalahan yang dicari
datanya.
Diagram : Kaitan Jenis, Sumber dan Teknik
Pengumpulan Data.

Primer Jenis Data Sekunder

- Informasi - Studi Dokumen


Sumber Data
- Responden - Catatan

- Observasi - Angket
- Wawancara Teknik - Studi
- Angket Pengumpulan Pustaka/Dokumen
• Jumlah Pengelola
• Volume usaha
• Perkembangan modal
• Laba yang diperoleh setiap tahun
• Jenis kegiatan usaha
• Jumlah penduduk dimana ukk berada
• Mata pencaharian utama penduduk
• Tingkat pendidikan rata-rata
• Sarana pendidikan
• Pasar
• Sarana komunikasi dan transportasi
• Hasil utama daerah.
Data yang diperlukan menyangkut
Aspek Yuridis
Akte tanah, IMB untuk gedung, akte
jual beli untuk tanah dan gedung BPKB
(Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)
dan surat-surat harta tetap lainnya.

Beberapa surat ijin yang diperoleh dari


instansi yang terkait dalam kegiatan
usaha, seperti : ijin prinsip dari BKPMD
(Badan Koordinasi Penanaman Modal
Daerah), ijin dari PEMDA, SIUP dan
sejenisnya.
Data yang diperlukan menyangkut
Aspek Pemasaran
• Potensi pasar (jumlah
pembeli, wilayah pemasaran,
dan sebagainnya)
• Daftar perkembangan harga
barang-barang yang
menyangkut komoditi yang
akan dijadikan jenis usaha
• Rantai pemasaran yang
telah ada
• Daftar perkembangan
permintaan pasar
• Daftar perkembangan
penawaran pasar
Data yang Diperlukan Menyangkut

 Struktur organisasi dan karyawan


yang telah ada
 Daftar identifikasi kebutuhan
tenaga kerja
 Rancangan rincian tugas dan
fungsi (job description) dari
masing-masing tenaga kerja yang
dibutuhkan
Data Menyangkut

 Lokasi usaha
 Kemungkinan ada
tidaknya bahan-bahan
bangunan/produksi
yang diperlukan
 Murah tidaknya harga
bahan-bahan tersebut
 Bagaimana kondisi
sarana dan prasarana
yang diperlukan
(bangunan, mesin,
kendaraan dan
peralatan lainnya).
Data yang menyangkut
• Rincian biaya investasi
dan modal kerja
• Rincian biaya tetap dan
biaya variabel yang
diperlukan untuk setiap
kegiatan usaha
(operasional)
• Sumber modal yang
sudah ada
• Laporan R/L
• Penyusunan cash flow
Data yang diperlukan untuk

• Sumbangan proyek bagi


penerimaan daerah dan
nasional
• Penyerapan tenaga kerja
• Pemanfaatan bahan baku
setempat
• Peningkatan standar
hidup masyarakat
setempat
Analisis data dan informasi yang sudah
diperoleh dapat dilaksanakan dengan
langkah melakukan analisa kelayakan
dari berbagai aspek terhadap usaha
yang akan dijalankan
Status Hukum Lokasi Usaha
• Masalah tanah merupakan salah satu masalah
yang rawan, karena banyak menimbulkan
sengketa. Karena itu, perlu mengetahui dengan
jelas bagaimana status tanah yang akan dijadikan
lokasi usaha.
Status Hukum Rekanan Usaha
• Apabila usaha dilakukan bersama dengan badan
usaha lain (baik perusahaan swasta, perusahaan
negara, maupun koperasi), perlu meneliti
bagaimana status hukum badan usaha tersebut.
Status Hukum Modal dan Pemilik Modal
• Aspek Yuridis kinerja yang ditetapkan BUMN
Pembina
• Analisa organisasi dan manajemen dimaksudkan untuk
menilai apakah UKKM memiliki kemampuan untuk
mengelola usaha yang akan dijalankan. Dalam hal ini
harus dijelaskan siapa yang akan mengelola usaha dan
bagaimana usaha ini akan dikelola.

• Studi kelayakan harus memberikan penjelasan tentang


bagaimana proses produksi dilakukan, temasuk
didalamnya apa yang diperlukan dalam kegiatan usaha
dan tenaga pengelolanya. Informasi pertama yang
diperlukan adalah data tentang penentuan lokasi usaha,
luas tanah yang dibutuhkan, luas bangunan dan
sebagainya.

• Informasi kedua menyangkut kebutuhan peralatan


yang diperlukan dan infomasi ketiga mengenai
kebutuhan tenaga kerja yang akan mengelola usaha
baik jumlah maupun kualitasnya.
• Dalam studi kelayakan Analisa
pasar sering diberikan bobot yang
sangat penting sebelum analisa-
analisa lain dilakukan. Hal ini
disebabkan karena pemasaran
adalah salah satu fungsi kritis dari
kegiatan usahanya.

• Analisa pasar sangat diperlukan,


apakah produk yang dihasilkan
mampu diserap dan diminati oleh
pasar yang pada gilirannya
menciptakan pendapatan untuk
menutupi seluruh pengeluarannya.
dalam studi kelayakan mencakup :
• Besarnya permintaan terhadap barang
atau jasa yang akan dihasilkan.
• Besarnya penawaran terhadap barang
atau jasa yang akan dihasilkan tersebut di
masyarkat dan atau yang telah dihasilkan
oleh pihak lain (pesaing).
• Besarnya peluang (pangsa pasar) yang
akan direbut, yaitu selisih antara
permintaan dan penawaran yang
mungkin diraih.
• Kecenderungan harga produk yang akan
dihasilkan.
• Kebijakan dan strategi pemasaran yang
akan diambil.
• Studi kelayakan harus memberi penjelasan
tentang bagaimana proses produksi
(kegiatan usaha) dilakukan, termasuk
didalamnya apa yang akan diperlukan dalam
kegiatan usaha. Ada empat informasi penting
yang biasanya perlu ditonjolkan dalam analisa
teknis ini, yaitu :
• Informasi tentang penentuan lokasi usaha,
luas tanah yang dibutuhkan, luas bagunan
dan sebagainya.
• Informasi kebutuhan peralatan yang
diperlukan
• Informasi kebutuhan bahan baku untuk
proses produksi, dan
• Informasi tentang kebutuhan bahan
pembantu untuk proses produksi, seperti :
bahan bakar, minyak pelumas, kayu bakar,
bahan kimia dan sebagainya.
• Secara mudah, analisa finansial dapat dikatakan
sebagai analisa yang bertujuan mengetahui perkiraan
rugi laba dan arus kas perusahaan.
• Dari segi finansial suatu usaha dikatakan layak apabila
selama umur ekonomis usaha (proyek), penerimaan
lebih besar dari seluruh pengeluaraannya.
Menghitung kebutuhan investasi baik untuk :
• Investasi untuk aktiva tetap
• Investasi untuk modal kerja
Anggaran sumber dan penggunaan dana
• Arus kas (Cash Flow)
• Perkiraan biaya produksi dan operasional
• Laporan hasil usaha proforma (Rugi/laba
proforma)
• Perhitungan beban cicilan dan bunga kredit
• Aliran kas masuk dan kas keluar
• Analisa kelancaran dengan kriteria investasi
• Kriteria undiscounted (ROI, BEP)
• Kriteria discounted (B/C ratio, NPV, dan IRR)
Analisa sosial dan ekonomi yang sering dilakukan
untuk melihat besarnya kontribusi proyek dan
efeknya terhadap :
• Penerimaan daerah dan nasional
• Cadangan devisa
• Sektor-sektor yang terkait
• Konsumen
• Tenaga kerja
• Pemanfaatan bahan baku
setempat (lokal)
• Perkembangan masyarakat
dimana proyek berada
• Peningkatan standar atau
mutu kehidupan
masyarakat setempat
COVER / HALAMAN DEPAN
• JUDUL : Proposal Rencana Usaha
• LOGO : Apabila Ada Cantumkan
(Gambaran/Lambang Usaha Anda)
• NAMA PERUSAHAAN : UKM ……………..
• NAMA PRODUK/JASA/JENIS PRODUK : Contoh
: Keriping Singkong Asoy
• NAMA PEMILIK : Nama Calon Wirausaha
RENI RENATA
Jl. Siliwangi no 24 Bandung
EMo
Telepon 08152352080
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang :
• Alasan mengapa memilih usaha tersebut;
• Secara singkat menggambarkan situasi lingkungan yang bersangkutan
dengan usaha;
• Pengalaman pengusahanya yang menyangkut dengan usaha tersebut.

1.2. Identifikasi Jenis Usaha :


• Spesifikasi Produk ;
• Jenis Produk .

1.3. Lokasi Usaha :


• Tempat Produksi dan/ tempat pemasaran ;
• Alasan dan Ukuran tempat usaha;
• Peta, Gambar(Lokasi), Foto Tempat, Foto Spanduk(jika ada), Foto Plan
• Identifikasi Produk Anda Sedetail mungkin
• Apa Kelebihan Produk Anda yang tidak
dimiliki Produk Orang lain
• Apa Keunikan Produk Anda
• Apa yang Menginspirasi Produk Anda Saat Ini
• Tuliskan di Kertas Plano
• Jelaskan/Ekpose di depan Pesaing-pesaing
Anda
BAB II. PEMILIHAN RENCANA USAHA
2.1 Alasan Dasar Pemilihan Fokus Usaha :
• Pengalaman, Keinginan, Impian, Keahlian ;
• Peluang Pasar ;
• Kalangan Konsumen ;
• Peluang Memperluas Pasar ;
• Peluang Pendapatan;
• Meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan ;
• Pengertian Sosial Membuka Lowongan kerja ;
• Kelebihan Produk, Ciri khas, Keunikan, Nilai Ekonomis,
Permintaan Pasar.

2.2 Prospek Usaha :


• Perhitungan Target Konsumen dan Strategi Produksi;
• Strategi Promosi;
2.3 Aspek Produksi :
• Peralatan dan Alasan ;
• Bahan Baku ;
• Asal Usul Bahan Baku;
• Penjelasan Teknis Cara Produksi : Proses Produksi
• AZ Proses Produksi

2.4 Aspek Manajemen :


• Market Reserch/Bahan Baku ;
• Tenaga Kerja ;
• Pembukuan Akuntansi yang Profesional ;
• Pemasaran dan strategi marketing ;
• Distribusi (pilihan solusi transportasi).
• Simulasi Tugas Mandiri :
• Buat Tahapan Proses Produksi di Usaha yang
sedang Saudara Rintis A sampai Z
• Buat secara Sistematis
PATTERN
(Pembuatan
MENGUKUR BADAN
Pola)

PENGEMASAN

Pasang
Kancing/Risleting
BAB III. RENCANA PEMBIAYAAN USAHA
3.1 Analisa Biaya Usaha :
- Biaya Market Research ;
- Biaya Mesin dan Peralatan ;
- Biaya Bahan Baku untuk Produksi ;
- Biaya Bahan Konsumsi (Gas dll untuk Kuliner) ;
- Biaya Kemasan ;
- Biaya Operasional Komunikasi Pembukuan Kantor ;
- Biaya Transportasi ;
- Biaya Tenaga Kerja ;
- Biaya Lokasi Usaha (jika Ada) ;
- Identifikasi Biaya Produksi satuan, harian, mingguan, bulanan,
tahunan ;
- Break event point.
BAB IV. REKOMENDASI
4.1 Harapan Pelaksanaan Usaha :
• Perencanaan Pelaksanaan awal (besar produksi, penjualan dan pendapatan)
• Perencanaan 6 bulan-1 tahun ( besar produksi, penjualan dan pendapatan) ;
• Perencanaan 1 tahun kedepan ( besar Produksi, pembesaran tempat produksi
dan penjualan, peningkatan jumlah penjualan dan pendapatan ) ;
• Peningkatan Kualitas Produk, Kemasan, dan Jumlah Produk.

4.2 Contoh/Foto Produk

4.3 Profil Calon Wirausaha :


• Pengalaman dan Kemampuan ;
• Garis besar tentang Keinginan menjalankan usaha tersebut ;
• Biodata Diri + Pas Foto Calon Wirausaha Baru.
LATIHAN PENYUSUNAN
PROPOSAL USAHA WIRAUSAHA BARU
• Selamat Berjuang Membangun Inspirasi, Menciptakan
Kreativitas, Menggapai Kesuksesan Besar yang Menanti anda
• Mengawali menjadi Wirausaha Baru yang Produktif, Berdaya
Saing dan Menjadi Pelopor Perubahan Jawa Barat