Anda di halaman 1dari 28

Production of Bioactive Chitosan

Oligosaccharides and Their Potential


Use as Nutraceuticals

Venny agustin
Introduction
antibacterial, antifungal, and
antiviral properties make them
Chitosan and its particularly useful
derivatives for biomedical applications

applications in many
fields such as food
1. cosmetics
2.biomedicine
3.agriculture, and
wastewater
management.
Chitin chitosan

• Chitosan secara komersial didapatkan dari


deacetylation dari kitin, urutan kedua biopolimer alami paling
berlimpah di bumi setelah selulosa.
• Chitin merupakan kompenen struktural utama pada eksokeleton dari
krustacea, serangga, dan dinding sel dari fungi yang diidentifikasi sebagai
polimer dari N-acetylglucosamin.

• Karena itu chitosan , N-deacetylated bentuk dari chitin, dapat dinamai


sebagai polimer dari β-1,4 dihubungkan dengan unit d-glucosamine
• Chitin tidak larut air
• Chitosan dapat larut pada air dengan pH asam
• COSs (chitosan oligosakarida) produk hidrolisa
dari chitosan dengan mudah larut dalam air karena
panjang rantai nya yg pendek dan AA bebas dari unit
D-Glucosamin
• Pengembangan dari produksi COSs dengan metode
enzimatis dan beberapa aktivitas biologi yang
berkontribusi memperbaiki nilai nya sebagai
nutrasetikal dan bahan pangan fungsional
COSs (chitosan oligosakarida)

• Edible • coatings
films

Nutrition
food areas

Biomedical
applications COss

PREVENT THE QUALITY AND TEXTURE OF


FOODS
CHITOSAN OLIGOSACCHARIDES: A POTENTIAL
SOURCE FOR NUTRACEUTICALS

• Chitin chitosan diketahui memiliki sifat fungsional yang penting di beberapa


aplikasinya sebagai neutrasetikal yang terbatas karena sifat absorbsi nya yang
rendah pada usus manusia.
• Hal ini karena enzim seperti chitinase atau chitosanase diperlukan untuk
memecah chitin dan chitosan menjadi molekul dengan rantai pendek agar
dapat diabsorbsi pada jalur pencernaan manusia
• Lalu karena material dari chitin yakni yang insoluble dan viskositasnya yang
tinggi pada pH netral bertindak sebagai penghalang untuk absorbsinya
didalam tubuh
CHITOSAN OLIGOSACCHARIDES: A POTENTIAL
SOURCE FOR NUTRACEUTICALS

• Chitin dan chitosan secara in vitro dan in vivo mampu berikatan dengan
lemak dan dengan cara mencegah absorbsi lemak dari usus
• Meskipun begitu efek menguntungkan seperti antihipertensi, hypocolestrol,

1 dan weight-loss, kelasi dari beberapa ion logam dari sumber makanan
menjadi kurang menguntungkan untuk nutrisi manusia

• Identifikasi dari sifat COSs sangat menarik karena mereka dapat dengan
mudah diserap melalui aliran darah.
• Observasi membenarkan bahwa penggunaan COSs menguntungkan dari

2 sifat biologinya., termasuk meningkatkan resistensi tubuh terhadap penyakit


(Okamoto et al., 2003; Tokoro et al., 1989)
CHITOSAN OLIGOSACCHARIDES: A POTENTIAL
SOURCE FOR NUTRACEUTICALS

COSs

P
R
O
Setiap tahun volume dari D
eksokeleton dari crab dibuang U
sebagai limbah K
S
Menurut FAO hasil panen crustacea I
secara global meningkat, lebih dari
40% dari tangkapan digunakan Aman dan Nontoksik
untuk prosessing
PRODUCTION OF BIOACTIVE CHITOSAN
OLIGOSACCHARIDES

• DP (degree of polymerization) merupakan senyawa bioaktif yang


krusial dari COSs
• COSs dengan DP yang relatif tinggi (5-7 unit D-Glukosamin)
menjadi concern pada kasus ini
• Produksi COSs baik secara kimia dan hidrolisis enzimatis dapat
digunakan. Pada metode kimia, COSs diproduksi dengan hidrolisis
parsial dari chitosan dengan konsentrasi HCL.
• Bagaimanapun hasil menunjukkan bahwa hidrolisis kimia memiliki
produksi yang rendah dari COSs
• COSs dengan hidrolisis asam tidak cocok untuk konsumsi manusia
karena dapat memproduksi komponen toksik selama hidrolisis
(Uchida et al., 1989)
• Hidrolisis enzimatis dari chitosan untuk memproduksi COSs menjadi lebih
disukai pada beberapa dekade terakhir.
• Asalnya hidrolisis enzimatis yang diangkut ke dalam batch reactors, (Izume et
al., 1987)

Memecah
ikatan
chitosanase substrat glikosidik
dari chitosan

• Metode batch ini memiliki kerugian seperti rendahnya hasil produksi dan
tingginya cost yang berhubungan dengan besar kuantitas yang digunakan dari
mahalnya enzim chitosanase.
• Kemudian ditemukan perbedaan perbedaan enzim yang juga dapat
digunakan untuk hidrolisis chitosan. Contohnya lysozyme dan
chitinase dapat bertindak secara parsial pada N-acetylated chitosan
dengan mengenali residu N-acetylglucosamine pada chitosan
sequence (Aiba et al., 1993;1994)
• Karena inefisien produksi panjang rantai dari COSs yang diinginkan,
metode ini tidak dapat diaplikasikan pada produksi senyawa bioaktif
COSs pada skala besar , dengan demikian terbatasnya potensi COSs
sebagai nutrasetikal.
• Pada 1998, metode baru untuk
menghasilkan COSs dengan DP
yang tinggi menggunakan kolom
reaktor dengan immobilisasi enzim Kecepatan
telah diperkenalkan (Jeon et al., reaksi rendah
1998)
• Karena itu reaktor sistem enzim Afinitas Produksi
dengan UF (ultrafiltration) reaktor rendah COSs rendah
membran diuji untuk
menghasilkan COSs dengan DP
dan hasil produksi yang tinggi
(Jeon et al., 2000) Immobilisasi
enzim
• Kondisi optimum untuk memproduksi proporsi COSs yang relatif
tinggi ditentukan dengan perubahan temperatur reaksi, waktu
inkubasi, kecepatan penyebaran, dan jumlah gula yang tereduksi
yang mengindikasikan tingkat dari hidrolisis.
• Reaktor sistem dapat menghidrolisis paling sedikit 11 batch dari
substrat untuk jumlah yang sama dari enzim yang digunakan pada
batch reaktor dan efektif untuk produksi dari oligosakarida rantai
panjang.
• Produksi yang berkelanjutan dari COSs ditemukan mungkin
dengan kombinasi dari 2 metode (reaktor kolom yang
diimobilasasi enzim dengan UF membran reaktor dan sistem baru
yang dikenal sebagai dual reaktor sistem) (Jeon et al., 2000)
Dual reactor system

• Pada sistem ini produksi dari COSs


menjadi 2 step
• Step pertama, chitosan dihidrolisis
secara parsial dengan immobilisasi
enzim pada kolom reaktor dan
disuplai ke enzim reaktor pada UF
membran reaktor sistem untuk
produksi COSs.
• Seperti yang diharapkan, viskositas
yang rendah dari hidrolisis parsial
chitosan tidak membuat masalah
pencemaran.
• Metode ini umumnya digunakan
untuk memproduksi perbedaan
ukuran molekul COSs.
• Pada metode ini sistem enzim kompleks telah digunakan untuk
memproduksi COSs
• Kuroiwa et al (2003) kondisi optimum untuk produksi pentamer
dan heksamer dari COSs menggunakan enzim reaktor. Sebagai
tambahan pada metode enzimatis, beberapa pendekatan lain
seperti chemo-enzimatis sintesis dari chitosan oligomer telah
diidentifikasi untuk menghasilkan bioaktif COSs.
BIOLOGICAL ACTIVITIES OF CHITOSAN
OLIGOSACCHARIDES

Anti Anti Anti Radical


scavenging
coagulant
bacterial tumor

• Berat molekul dan panjang rantai yang secara umum menunjukkan DP


dan DA yang dipertimbangkan sebagai prinsip karakteristik dari COSs
yang berhubungan dengan aktivitas biologinya.
Antibacterial activity

• Chitosan mampu menghambat pertumbuhan beberapa


mikroorganisme termasuk beberapa bakteri strain.
• Grup amino kationik dalam bentuk polyelectrolyte kompleks
secara negatif menyerang grup carboxylic anion yang ada pada
dinding sel dari bakteri, dengan demikian menghambat
pertumbuhan dan fungsinya.
• Sebagai tambahan, aktivitas antibakteri dari COSs ditunjukkan
dengan baik tergantung dari Dpnya.
• Identifikasi aktivitas antibakteri dari COSs , 3 fraksi dari COSs
dengan perbedaan berat molekul disiapkan dengan dual reaktor
sistem dan diuji melawan bakteri gram negatif, gram positif, dan
BAL strain (Jeon et al., 1998;2001).
• COSs dengan berat molekul lebih besar dari 1 kDa cocok untuk aktivitas
antibakteri, efek menghambat berdasarkan tipe dari bakterinya.
• COSs memperlihatkan lebih efektif melawan bakteri gram
positif dibandingkan bakteri gram negatif. Menariknya COSs lebih
efektif melawan bakteri pathogen yang berhubungan dengan
penyakit manusia.
• Streptococcus mutans, yang menstimulasi pembusukkan gigi,
dihambat dengan 0,1% COSs. Dan Staphylococcus aureus
penyebab dari jerawat pada kulit manusia, dihambat 93-100%
dengan konsentrasi yang sama. Pada kasus ini bakteri gram
negatif, semua fraksi dari COSs secara efektif menghambat
Salmonella typhi penyebab tifus.
• Aktivitas antibakteri dari hetero-COSs tergantung pada DA dan
ukuran molekul.
• Hetero-COSs mengikuti pola yang sama dalam menghambat sama
seperti COSs pada sebelumnya.
• Treatmen dengan semua hetero-COSs dapat mengurangi
pertumbuhan bakteri secara signifikan. Bagaimanapun berat
molekul tinggi dari hetero-COSs lebih efektif dalam menghambat
pertumbuhan bakteri.
• 75% DA hetero-COSs menyumbangkan aktivitas antibakteri yang
lebih baik dibandingkan 50 dan 90% deacetylated oligomer.
Antitumor activity

• Chitosan dan COSs dapat menghambat pertumbuhan sel tumor


dengan menggunakan efek immuno-enhancing
• Beberapa studi mengatakan bahwa aktivitas antitumor bukan
karena membunuh langsung sel tumor tetapi mungkin karena
meningkatkan produksi dari lymphokines Tokoro et al (1988).
• Studi in vivo mengatakan hexamer dari COSs yang diberi pada tikus
menunjukan hasil signifikan efek antimetastatis pada karsinoma
paru-paru Tsukada et al (1990)
• Aktivitas antitumor dari COSs tergantung pada karakteristik
struktural seperti DA dan berat molekulnya.
• Studi mengidentifikasi aktivitas antitumor dari perbedaan berat
molekul COSs yang disiapkan menggunakan UF membran reaktor
sistem
• Studi menunjukkan BM COSs range 1,5-5,5 kDa secara efektif
menghambat pertumbuhan sarcoma 180 solid (S180) atau Uterine
cervix carcinoma No.14 (U14) sel tumor pada tikus menurut Jeon
et al (2002).
• Dosis optimum dari COSs (89% DA) untuk menghambat tumor
kira-kira 50mg/kg/day yang mana menghasilkan 66.6 dan 73.6%
penghambatan tumor S180 dan U14 pada tikus.
• Kandungan antitumor menggunakan efek
pada sistem imun untuk menstimulasi
leukosit, sel sitotoksik T, dan sell killer
yang secara alami.
• Studi pada aktivitastumor dari chitosan
dan turunannya memperlihatkan sebagian
DA chitin dan carboxymethylchitin dengan
tingkat substitusi yang tepat efektif dalam
mengontrol jenis cel tumor menurut
Nishimura et al (1986).
RADICAL SCAVENGING ACTIVITY

Hidroksil superoksida
• COSs dan hetero-COSs menunjukkan
sifat radical scavenging tergantung
pada DA dan berat molekulnya.
• Berat molekul rendah dari COSs (1-3
kDa) menangkap radikal yang berbeda
dengan teknik menangkap putaran
elektron menggunakan ESR
spektroskopi.
• Tingginya DA (90%) COSs lebih efektif
untuk menangkap DPPH, hidroksil,
superoksida dan carbon-centered
radikal.
• Khususnya radikal hidroksil salah
satunya merupakan radikal bebas paling
reaktif yang melibatkan oksidasi dari
biomolekul seperti lipid, dan protein
secara efektif.

Carbon centered radical


OTHER BIOLOGICAL ACTIVITIES

• COSs dan hetero-COSs antikoagulan


• Sifat dari COSs sebagai antikoagulan bergantung pada DA. Untuk
aktivitas antifungi, chitosan lebih efektif dibandingkan oligomer.
Bagaimanapun berat molekul yang tinggi dari COSs memiliki sifat
menghambat yang lebih baik pada beberapa spesies fungi
dibandingkan dengan berat molekul rendah dan medium dari
COSs.
• Pada studi, COSs ditemukan sbg antikoagulan dan penghambat
aktivitas ACE tanpa memperhatikan berat molekulnya.
• COSs dengan DA (50%) lebih baik dalam menghambat ACE
dibandingkan dengan bentuk deacetylated.
SAFETY OF COSs
• Walaupun COSs memiliki sifat biologis
yang kuat secara in vitro, informasi
yang masih sedikit dengan sitotoksik
dan bioavaibilitynya di dalam tubuh
manusia.
• Eksperimen pada subakut toksisitas
dari COSs pada SD rats menunjukkan
bahwa COSs tidak menginduksi
mortalitas, atau perubahan darah
secara kimia, analisa pada urine, dan
berat badan dari rats menurut Kim et
al (2001).
• Dapat diasumsikan bahwa COSs tidak
mempengaruhi toksisitas akut dan
efek samping pada manusia. Intake
dari COSs tidak menyebabkan efek
samping yang tidak diinginkan paling
tidak pada hewan.
THANKYOU