Anda di halaman 1dari 46

AKUNTANSI FORENSIK

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Materi Sebelum UTS

Pengantar akuntansi forensik


Mengapa akuntansi forensik
Lingkup akuntansi forensik
Atribut akuntansi forensik
Standar audit investigatif
Tatanan kelembagaan
Korupsi

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Fraud 1

Fraud 2

Mencegah Fraud

Materi Setelah UTS

Mendeteksi Fraud
Profil pelaku, korban dan perbuatan fraud
Komputer forensik
Investigatif dan audit investigatif

COLORING THE GLOBAL FUTURE


KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

Mampu memahami menganalisis dan menjelaskan


penerapan disiplin ilmu akuntansi yang luas,
termasuk auditing pada masalah hukum untuk
penyelesaian hukum di dalam atau di luar
pengadilan

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Aturan main kelas/penilaian
 Kehadiran 80% minimal 20% Paper:
 Paper 30%
Teori
 Partisipasi kelas Kasus
 Penyajian 20% Refrensi
 Penguasaan 30%

 Alpa jika tidak hadir


 Ijin sakit, duka, tugas kantor, keluarga ada surat ijin
 Ijin dibatasi hanya 2 x pertemuan, ijin selanjutnya diakui
sebagai alpa

Pengantar Auditing rev Sept 2016 5


COLORING THE GLOBAL FUTURE
Mengapa Mahasiswa mempelajari mata kuliah
Auditing /Akuntansi forensic ?.

 Mengapa harus mengambil jurusan akuntansi, ekspektasi


apa yang diharap
 Materi pokok yang dipelajari pada Prodi S1- akuntansi
 Ilmu fundamental apa yang harus dikuasai oleh seorang
akuntan & auditor

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Accountancy

Accounting Auditing
Supporting
Genaral Financial Audit
1. Financial Accounting
2. Management Accounting Managemnt audit
3. Accounting Information 1. Taxes
system
2. Management Goverment audit
4. Accounting Theory
3. Economic
4. Statistics
5. Bahasa & English Fraud & Forensik audit
5. Fiducury & Fund Accounting
6.Government accounting 6. etc
EDP Audit
7. Syariah accounting

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Career experience vs
income expectation
Fresh 3 yrs 5 yrs Income B > A
graduate Position B > A
A
Company

Change career
B
KAP
Income B < A
Position B < A

8
COLORING THE GLOBAL FUTURE
Proses tingkat pemahaman ilmu
Ilmu yang harus dikuasai oleh auditor Auditing
Accounting Theory
Management accounting

Advance accounting

Cost accounting

Accounting Information system

Intermediate accounting

Accounting principles

9
COLORING THE GLOBAL FUTURE
Setelah lulus S1 SE mau
jadi apa ?
Karyawan
Karyawan
dengan
Karyawan
biasa
sedikit skill professional

Accountancy

Accounting Auditing

Akuntan Auditor

10
COLORING THE GLOBAL FUTURE
COLORING THE GLOBAL FUTURE
Forensic Accounting

FORENSIC ACCOUNTING

Akuntansi forensic adalah akuntansi sebagai alat bantuan yang berhubungan


dengan kasus hukum (pengadilan)
Labfor = laboratorium forensik

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Forensic Accounting

ACCOUNTING FRAUD HUKUM

AUDIT INVESTIGASI

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Beda proses akuntansi dan proses audit

Accounting process

evidence Journal Financial F/S


Gen Ledger
entry statement analysis
Manual Sub G/L Computer

Audit process

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Pengertian/Definisi Akuntansi Forensik
 Forensik, menurut Merriam Webster’s Collegiate Dictionary (edisi ke 10) dapat diartikan ”berkenaan dengan pengadialan” atau
”berkenaan dengan penerapan pengetahuan ilmiah pada masalah hukum”. Oleh karena itu akuntasi forensik dapat diartikan
penggunaaan ilmu akuntansi untuk kepentingan hukum.

Menurut D. Larry Crumbley, editor-in-chief dari Journal of Forensic Accounting (JFA), mengatakan secara sederhana, akuntansi
forensik adalah akuntansi yang akurat (cocok) untuk tujuan hukum. Artinya, akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah
perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judicial atau administratif”.

Bologna dan Liquist (1995) mendefinisikan akuntansi forensik sebagai aplikasi kecakapan finansial dan sebuah mentalitas
penyelidikan terhadap isu-isu yang tak terpecahkan, yang dijalankan di dalam konteks rules of evidence.
 Sedangkan Hopwood, Leiner, & Young (2008) mendefinisikan Akuntansi Forensik adalah aplikasi keterampilan investigasi dan
analitik yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah keuangan melalui cara-cara yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan oleh pengadilan atau hukum. Dengan demikian investigasi dan analisis yang dilakukan harus sesuai dengan standar
yang ditetapkan oleh pengadilan atau hukum yang memiliki yurisdiksi yang kuat.

Hopwood, Leiner, & Young (2008), menyatakan bahwa Akuntan Forensik adalah Akuntan yang menjalankan kegiatan evaluasi
dan penyelidikan, dari hasil tersebut dapat digunakan di dalam pengadilan hukum. Meskipun demikian Akuntan forensik juga
mempraktekkan keahlian khusus dalam bidang akuntansi, auditing, keuangan, metode-metode kuantitatif, bidang-bidang
tertentu dalam hukum, penelitian, dan keterampilan investigatif dalam mengumpulkan bukti, menganalisis, dan mengevaluasi
materi bukti dan menginterpretasi serta mengkomunikasikan hasil dari temuan tersebut.
 https://milamashuri.wordpress.com/seminar-akuntansi/akuntansi-forensik-di-indonesia/

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Pengertian/Definisi tansi Forensik

Akuntansi forensic adalah penerapan disiplin akuntansi dalam arti luas,


termasuk auditing, pada masalah hokum untuk penyelesaian hokum di
dalam atu di luar pengadilan

Akuntansi forensic adalah penerapan disiplin akuntansi dalam arti luas,


termasuk auditing, pada masalah hokum untuk penyelesaian hokum di
sector public maupun privat

Tuanakotta, Bagan 1, halaman 4, 2010

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Penerapan Akuntansi Forensik
• Penyelesaian sengketa individu
• Di perusahaan swasta dengan berbagai bentuk hukum
• Di yang sebagian atau seluruhnya dimiliki Negara, baik di pusat maupun
didaerah (BUMN/BUMD)
• Di Departemen/kementrian, pemerintah pusat/daerah, MPR, DPR/DPRD
dan lembaga Negara lainnya

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Penerapan Akuntansi Forensik
Kasus sector public dan privat dalam satu urusan

BPK Bank
Audit Investigatif
(Auditor Century
investigative) TBk

Pansus hak angket


Hasil pemeriksaan skandal Bank Century

Laporan Hasil
Pemeriksaan DPR
Investigasi Disampaikan ke user

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Bidang spesialis penerapan forensic selain
bidang akuntansi

Tuanakotta, Bagan 1, halaman 6-7, 2010

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Akuntan forensic dikaitkan dengan pengadilan

KUHP 179 ayat 1


Setiap orang yang dimita pendapatnya
sebagai ahli kedokteran kehakiman atau
dokter atau ahli lainnya wajib memberikan
keterangan ahli demi keadilan

Saksi ahli/
Expert witness

Saksi ahli lainnya : didalamnya termasuk akuntan dan team


pelaksana audit investigatif

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Akuntan forensic dikaitkan dengan pengadilan

Pengadilan

Saksi ahli/
Expert witness

Sektor Publik Sektor Privat

BPK Bertindak sebagai


BPKP Ahli dari KAP pembela
Irjen Dept ybs

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Mengapa Akuntansi forensic perlu
Akuntansi forensic diperlukan karena adanya fraud

dipelajari

COLORING THE GLOBAL FUTURE


FRAUD TREE
 Asset misappropriation fraud
1. Stealing something of value – usually cash or inventory (i.e.,
asset theft)
2. Converting asset to usable form
3. Concealing the crime to avoid detection
4. Usually, perpetrator is an employee

 Financial fraud
1. Does not involve direct theft of assets
2. Often objective is to obtain higher stock price (i.e., financial fraud)
3. Typically involves misstating financial data to gain additional
compensation, promotion, or escape penalty for poor
performance
4. Often escapes detection until irreparable harm has been done
 Corruption fraud
5. Usually, perpetrator is executive management
1. Bribery, etc.

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
FRAUD SCHEMES
 Fraudulent financial statements {5%}
 Corruption {13%}
 Bribery
 Illegal gratuities
 Conflicts of interest
 Economic extortion
 Asset misappropriation {85%}
 Charges to expense accounts
 Lapping
 Kiting
 Transaction fraud
Percentages per ACFE 2002 Report to the Nation – see Table 12-1

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
COMPUTER FRAUD
SCHEMES
 Data Collection
 Data Processing
 Database Management
 Information Generation

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
AUDITOR’S RESPONSIBILITY FOR
DETECTING FRAUD—SAS NO. 99
 Sarbanes-Oxley Act 2002
 SAS No. 99 – “Consideration of Fraud in a
Financial Statement Audit”
1. Description and characteristics of fraud
2. Professional skepticism
3. Engagement personnel discussion
4. Obtaining audit evidence and information
5. Identifying risks
6. Assessing the identified risks
7. Responding to the assessment
8. Evaluating audit evidence and information
9. Communicating possible fraud
10. Documenting consideration of fraud
IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton
COLORING THE GLOBAL FUTURE
FRAUDULANT FINANCIAL
REPORTING
 Risk factors:
1. Management’s characteristics and
influence over the control environment
2. Industry conditions
3. Operating characteristics and financial
stability

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
FRAUDULANT FINANCIAL
REPORTING
 Common schemes:
 Improper revenue recognition
 Improper treatment of sales
 Improper asset valuation
 Improper deferral of costs and
expenses
 Improper recording of liabilities
 Inadequate disclosures

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
MISAPPROPRIATION OF
ASSETS
 Risk factors:
1. Susceptibility of assets to
misappropriation
2. Controls

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
MISAPPROPRIATION OF
ASSETS
 Common schemes:
 Personal purchases
 Ghost employees
 Fictitious expenses
 Altered payee
 Pass-through vendors
 Theft of cash (or inventory)
 Lapping

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
ACFE 2004 REPORT TO THE NATION

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall &


Singleton
COLORING THE GLOBAL FUTURE
AUDITOR’S RESPONSE TO RISK
ASSESSMENT
 Engagement staffing and extent of
supervision
 Professional skepticism
 Nature, timing, extent of procedures
performed

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
AUDITOR’S RESPONSE TO DETECTED
MISSTATEMENTS DUE TO FRAUD
 If no material effect:
 Refer matter to appropriate level of management
 Ensure implications to other aspects of the audit
have been adequately addressed
 If effect is material or undeterminable:
 Consider implications for other aspects of the audit
 Discuss the matter with senior management and
audit committee
 Attempt to determine if material effect
 Suggest client consult with legal counsel

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
AUDITOR’S DOCUMENTATION
 Document in the working papers
criteria used for assessing fraud risk
factors:
1. Those risk factors identified
2. Auditor’s response to them

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
FRAUD DETECTION TECHNIQUES
USING ACL

 Payments to fictitious vendors


 Sequential invoice numbers
 Vendors with P.O. boxes
 Vendors with employee address
 Multiple company with same address
 Invoice amounts slightly below review
threshold

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
FRAUD DETECTION TECHNIQUES
USING ACL

 Payroll fraud
 Test for excessive hours worked
 Test for duplicate payments
 Tests for non-existent employee

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
FRAUD DETECTION TECHNIQUES
USING ACL
 Lapping A.R.

 Balance forward method


 Open invoice method

IT Auditing & Assurance, 2e, Hall & Singleton


COLORING THE GLOBAL FUTURE
Sengketa
Hak yang dikurangi atau dihilangkan berupa :
-Uang atau asset lain, baik tangible maupun intangible asset,
yang dapat diukur dengan uang.
-Reputasi, pencemaran nama baik (pribadi, keluarga atau
perusahaan)
-Peluang bisnis, tidak bias ikut tender
-Gaya hidup
-Hak-hak lain terkait dengan transaksi bisnis.

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Sengketa
Berhasil tidaknya penyelesaian sengketa :
-Besarnya konsekuensi nilai uangnya.
-Besar kecilnya pertikaian pribadi
-Penyelesaian kasus yang serupa
-Dampak publisitas akibat kasus tersebut
-Beban emosional yang harus ditanggung.

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Akuntansi atau Audit Forensik
Akuntansi Audit

Pelaksana bukan hanya akuntans saja ttp dapat non akuntan

• CFE (Certified Fraud Examiners)

COLORING THE GLOBAL FUTURE


PELAKSANA AKUNTANSI FORENSIK
(di Indonesia)

• BPK (BADAN PEMERIKSA KEUANGAN)


• KPK ( KOMISI PEMBERNTASAN KORUPSI)
• BPKP (BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN)
• PPATK (PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN)
• BANK DUNIA
• KAP (KANTOR AKUNTAN PUBLIK)

COLORING THE GLOBAL FUTURE


SEGITIGA AKUNTANSI FORENSIK
Perbuatan Melawan hukum

Kerugian Hubungan kausalitas

COLORING THE GLOBAL FUTURE


FOSA DAN COSA
Fraud Audit

Proactive Fraud Invetigative Audit


Audit

Diluar akuntansi forensik


Bagian akuntansi forensik

Kajian system

Identifikasi potensi atau


resiko terjadinya fraud

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Tehnologi
informasi

Menilai
kelemahan
system

Systems audit

Oriented system
audit

FOSA COSA
(fraud oriented (Corruption oriented
system audit ) system audit)

Fraud Korupsi
tree saja
COLORING THE GLOBAL FUTURE
FOSA

COSA

COLORING THE GLOBAL FUTURE


Referensi yang dianjurkan:
Fraud Auditing & Forensic Accounting, By Tommie W. Singleton and Aaron J.
Singleton
Brink's Modern Internal Auditing By Robert R. Moeller
Corporate Fraud Handbook, By Dr. Joseph T. Well, CFE, CPA
Internal Control Strategies: A Mid to Small Business Guide By Julie Harrer
Forensic Investigative Accounting, By Dr. Larry Crumbley, PhD, CPA, Cr.FA
Computer and Information Security Handbook By Morgan Kaufman
Selected portions of ACFE Fraud Examiner Manuals
Some Relevance Books

Terima Kasih
COLORING THE GLOBAL FUTURE

Anda mungkin juga menyukai