Anda di halaman 1dari 17

KANKER

PAYUDARA
Farida Citra (1102014094) M. Khalil Akbar (1102014169)
Olvie Astanaini Annisa (1102014205) Siti Zulfah (1102014255)
PENDAHULUAN

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering terjadi di kalangan wanita,
berdampak pada 2,1 juta wanita setiap tahun, dan juga menyebabkan
jumlah terbesar kematian terkait kanker di antara wanita.

Pada tahun 2018, diperkirakan 627.000 wanita


meninggal karena kanker payudara - yaitu sekitar
15% dari semua kematian akibat kanker di
kalangan wanita.

Sumber : World Health Organization


“Untuk mendapatkan prognosis yang lebih baik
dari kanker payudara, deteksi dini sangat
penting. Ada dua strategi deteksi dini untuk
kanker payudara: diagnosis dini dan skrining.”

Sumber: World Health Organization


Deteksi Dini
Dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan, menggunakan teknik-teknik dengan tepat dan mencakup seluruh
area setiap payudara, termasuk kelenjar getah bening, ketiak dan dada bagian atas, dari tulang selangka ke
bawah payudara dan dari ketiak ke tulang dada.

Sumber : Indonesia Cancer Care Community


SADARI
APA ITU SADARI?
Sadari adalah pengembangan kepedulian
seorang perempuan terhadap kondisi
payudara sendiri. SADARI dilakukan antara
waktu 7 -10 hari setelah hari pertama
mestruasi / sudah selesai menstruasi.
(Sumber: Pusat Data dan Informasi. Kanker Payudara.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.)

1 2 3
Deteksi perubahan Rasakan perubahan Deteksi perubahan
payudara di depan payudara ketika payudara ketika sedang
cermin berbaring mandi

(Sumber : Indonesia Cancer Care Community)


CARA MELAKUKAN SADARI
STEP 6
STEP 1
Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak
kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara Berdiri tegak. Cermati bila ada
kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti perubahan pada bentuk dan permukaan
sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, kulit payudara, pembengkakan dan/atau
tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke perubahan pada puting
sekitar ketiak.

STEP 5
Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan STEP 2
yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan
dokter seandainya hal itu terjadi. posisikan tangan di belakang kepala. dorong
siku ke depan dan cermati payudara; dan
dorong siku ke belakang dan cermati bentuk
maupun ukuran payudara.
STEP 4
Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga
tangan kiri memegang bagian atas punggung. STEP 3
Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan,
raba dan tekan area payudara, serta cermati Posisikan kedua tangan pada pinggang,
seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. condongkan bahu ke depan sehingga payudara
Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran menggantung, dan dorong kedua siku ke
dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot
dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada dada Anda.
payudara kanan Anda
( Sumber : P2PTM KEMENKES)
Visual examination

• Dilakukan dengan tekanan ringan, sedang dan kuat. Examination position


• Dengan metode Wedge Section, Vertical Strip dan Concentric
Circle (menggunakan 2 atau 3 jari tangan)
• Bisa dilakukan saat berbaring dan saat berdiri dibawah shower
• Pemeriksaan secara visual dilakukan dengan berdiri didepan
cermin dan posisi kedua lengan berada rileks disamping badan,
tangan diangkat keatas dan bertolak pinggang

( Sumber : Guidelines for the early detection and screening of breast cancer)
Perubahan yang
mengindikasikan kelainan?

Perubahan bentuk dan ukuran payudara

Teraba benjolan

Nyeri

Penebalan kulit

Terdapat cekungan kulit seperti lesung pipit


0
Perubahan yang
mengindikasikan kelainan?

Pengerutan kulit payudara

Keluar cairan dari puting susu

Penarikan puting susu ke dalam

Luka pada payudara yang tidak sembuh-sembuh

(Sumber :Pusat Data dan Informasi. Kanker Payudara.


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.)
SADANIS (Periksa Payudara Klinis)

Wanita yang telah memasuki usia 40 tahun – atas harus melakukan SADANIS
(perikSA payuDAra kliNIS) satu kali setiap tahun. SADANIS merupakan
pemeriksaan payudara oleh dokter atau professional kesehatan. SADANIS
dapat dilakukan di klinik, poliklinik, atau klinik ginekologi. Dalam proses
SADANIS, dokter akan memeriksa payudara Anda. Jika dokter menemukan
hal-hal yang mencurikan, Anda akan dirujuk untuk mendapatkan pengujian
yang lebih lanjut (seperti mamografi, USG, atau biopsi).

(Sumber : Indonesian Cancer Care Community)


Modalitis Screening
Usia 20-30 tahun melakukan
Wanita usia > 55 tahun melakukan pemeriksaan klinis payudara
pemeriksaan mammograms setiap kedokter setiap 3 tahun
2 tahun dan secara berkala.

Sumber :
American Cancer
Society

Usia 40 sampai 44 tahun mulai


Usia 45 – 54 tahun melakukan melakukan pemeriksaan klinis setiap 1
pemeriksaan mammografi berkala tahun dan memulai pemeriksaan
setiap tahun. mammografi

Pada wanita dengan usia <40 tahun dengan riwayat keluarga kanker payudara dan faktor resiko tinggi,
screening dapat dimulai lebih awal. Untuk wanita dengan risiko tinggi dilakukan mammografi dan MRI
setiap tahun.
USG PAYUDARA
Memiliki kelebihan untuk mendeteksi masa kistik.

Gambaran USG pada benjolan yang dicurigai ganas, diantaranya

Permukaan yang Berukuran lebih Gambaran tepi Echo interna Vaskularisasi


tidak rata tinggi dan lebih hiperechoic heterogen meningkat
lebar

(Sumber : Komite Penanggulangan Kanker Nasional)


MAMMOGRAPHY
Mamografi adalah pencitraan menggunakan sinar X
pada jaringan payudara yang dikompresi .Mamogram
adalah gambar hasil mamografi. Mamografi dapat
bertujuan skrining kanker payudara, diagnosis kanker
(American Cancer Society)
payudara.

Pemeriksaan Mamografi sebaiknya dikerjakan pada


hari ke 7-10 dihitung dari hari pertama masa
menstruasi; pada masa ini akan mengurangi rasa tidak
nyaman pada wanita pada waktu di kompresi dan
akan memberi hasil yang optimal.

(Sumber : Komite Penanggulangan Kanker Nasional)


Walaupun dalam beberapa hal MRI lebih baik dari pada
mamografi, namun secara umum tidak digunakan sebagai
pemeriksaan skrining, karena biayanya yang mahal dan
memerlukan waktu pemeriksaan yang lama. Akan tetapi MRI dapat
dipertimbangkan pada wanita muda dengan payudara yang padat
atau pada payudara dengan implant, dipertimbangkan juga pada
pasien dengan risiko tinggi untuk menderita kanker payudara.

MRI dan CT-SCAN

Sumber : Komite Penanggulangan Kanker Nasional


PENCEGAHAN
Enyahkan Asap Diet sehat kalori Kelola stress
Rokok seimbang

C E R D I K

Cek kesehatan dengan Rajin aktivitas fisik Istirahat cukup


teratur

Sumber : Kementrian Kesehatan RI.