Anda di halaman 1dari 14

Pemicu 2 Blok 7

“Gangguan
Metabolisme
Karbohidrat”

Kelompok 2
Ketua : Sarah Hafizah S 150600128
Sekretaris : Calvina Hartanto 150600130
Anggota kelompok :
 Rufaidah Adha 150600011
 Syalvira Achnanda Manullang 150600012
 Anggini Anha Fitri 150600013
 Fitri Anisah Nasutio 150600014
 Iyundha Azzura Syahri 150600015
 Arin Pratiwi Nasution 150600016
 Desy Praningrum 150600017
 Dicka Fatima Rahim Nst 150600018
 Sanggry Mutiara Pardede 150600019
 Dedek Purnama Wasih 150600020
 Danisha Angelia 150600129
 Geby Agita Karina Bukit 150600131
 Poppy Novia Indriani 150600133
 Christian 150600134
 Aisyah Erawasi 150600206
 Nelly Novianti Br. Ginting 150600207
 Chrisstine Aruldas 150600233
 Fatimazahra 150600234
SKENARIO
Seorang laki-laki umur 50 tahun datang ke praktek dokter dengan
keluhan sering buang air kecil dan badan sering merasa lemas walau
banyak makan. Keluhan ini sudah dialami sejak 4 bulan yang lalu,
selain itu pasien sering merasa haus sehingga pasien banyak minum,
sering merasa badannya gatal-gatal dan kebas ditangan dan kaki.
Pada pemeriksaan fisik didapati tinggi badan 165 cm, BB 85 kg,
kesadaran compos mentis, TD 120/70 mmHg, frekwensi nadi 90x
/menit regular. Pernafasan 24 x /menit regular, suhu 37⁰C.
Hasil laboratorium darah rutin dalam batas normal, KGD sewaktu
365mg/dl, glukosa urin +++.
1. Jelaskan patofisologi poliuri !
– Poliuri adalah keadaan saat tubuh mengeluarkan urin lebih dari jumlah normal (600-2500
ml/24 jam).
– seorang pasien memiliki KGD 365 mg/dl
– Ditemukannya glukosa dalam urin.
– Terjadinya poliuri ini berhubungan dengan kadar gula darah pasien tersebut. Akibat dari
tingginya kadar gula dalam darah sehingga tubuh harus mengeluarkan kelebihan gula
darah tersebut melalui urin. Mekanisme poliuri yang terjadi adalah mekanisme tubuh
untuk mengeluarkan glukosa yang sudah terlampau banyak dalam darah sehingga
kompensasi berupa keluarnya glukosa dari filter glomerulus karena konsentrasi glukosa
yang tinggi. Agar urin yang dikeluarkan tidak terlalu pekat, karena banyaknya gula yang
terkandung di dalam urin, maka nantinya tubuh akan menarik cairan tubuh untuk
dikeluarkan bersama dengan kelebihan glukosa tersebut. Maka, terjadilah urin
mengandung glukosa lebih banyak dikeluarkan (poliuri).
2. Jelaskan patofisiologi badan lemas !
Badan sering lemas yang terjadi pada pasien tersebut karena glukosa
dalam darah tidak masuk ke dalam sel-sel tubuh sehingga sel tidak dapat
menghasilkan energi. Akibat tidak adanya jumlah insulin yang cukup dan/atau
adanya reaksi penolakan sel terhadap insulin tidak menjalankan fungsinya
dengan baik dalam hal membantu proses metabolisme glukosa Hal ini
merupakan penyebab dari tingginya KGD pasien, pada keadaan normal glukosa
dalam darah harus diedarkan dalam sel sehingga sel dapat menghasilkan
energi/bermetabolisme dan KGD normal/homeostatis. Selain itu, rasa lemas
juga dapat dipicu oleh dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh. Hal ini
merupakan akibat dari cairan tubuh yang dikeluarkan bersama glukosa karena
tubuh akan menarik cairan tubuh agar urin yang dikeluarkan tidak terlalu pekat.
3. Jelaskan metabolisme karbohidrat !
Metabolisme karbohidrat adalah proses yang mencakup sintesis
(anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik
kompleks.Metabolisme karbohidrat terdiri dari glikolisis, glikogenesis,
glikogenolisis, dan siklus krebs. Glikolisis merupakan jalur utama metabolisme
glukosa agar terbentuk asam piruvat, dan selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi
dalam siklus asam sitrat (Siklus Krebs). Glikogenesis adalah lintasan
metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di
dalam hati.Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen
harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini
dinamakan glikogenolisis.Siklus asam sitrat adalah serangkaian reaksi kimia dalam
sel, yaitu pada mitokondria, yang berlangsung secara berurutan dan berulang,
bertujuan mengubah asam piruvat menjadi CO2, H2O dan sejumlah energi.
4. Jelaskan patofisiologi sering haus !
Rasa sering haus dipicu karena pasien mengalami poliuri,
sehingga air didalam tubuh terus keluar untuk mensekresikan kandungan
glukosa dalam darah. Pada penderita DM, glukosa dalam darah yang
tinggi menyebabkan kepekaan glukosa dalam pembuluh darah sehingga
proses filtrasi ginjal berubah menjadi osmosis(filtrasi zat dari tekanan
tinggi ke tekanan rendah). Akibatnya, air yang ada di pembuluh darah
terambil oleh ginjal sehingga pembuluh darah menjadi kekurangan air.
Cairan dalam tubuh menjadi imbalance yang membuat hipotalamus
merangsang rasa haus agar cairan tubuh menjadi homeostatis kembali.
5. Jelaskan faktor risiko terjadinya penyakit DM
tersebut!
1. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi
a. Umur
b. Jenis kelamin
c. Faktor keturunan
d. Riwayat menderita diabetes gestasional.
2. Faktor yang dapat dimodifikasi
a. Obesitas
b. Aktivitas fisik yang kurang
c. Hipertensi
d. Stres
e. Pola makan
f. Alkohol
6. Jelaskan Hubungan DM dengan
hipertensi!
– Pada pasien DM tipe 2, hipergilikemia sering dihubungkan dengan hiperinsulinemia,
dislipidemia, dan hipertensi yang bersama-sama mengawali terjadinya penyakit
kardiovaskuler dan stroke. Pada DM tipe ini, kadar insulin yang rendah merupakan
prediposisi dari hiperinsulinemia, dimana untuk selanjutnya akan mempengaruhi
terjadinya hiperinsulinemia. Apabila hiperinsulinemia ini tidak cukup kuat untuk
mengkoreksi hiperglikemia, keadaan ini dapat dinyatakan sebagai DM tipe 2. Kadar
insulin berlebih tersebut menimbulkan peningkatan retensi natrium oleh tuybulus ginjal
yang dapat menyebabkan hipertensi. Lebih lanjut, kadar insulin yang tinggi bisa
menyebabkan inisiasi aterosklerosis, yaitu dengan stimulasi proliferasi sel-sel endotel
dan sel-sel otot pembuluh darah.
– Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya DM. Hubungannya dengan
DM tipe 2 sangatlah kompleks, hipertensi dapat membuat sel tidak sensitif terhadap
insulin (resisten insulin)
7. Jelaskan interpretasi hasil laboratorium kasus
tersebut dan pemeriksaan penunjang lainnya!
1. interpretasi hasil laboratorium kasus tersebut
– KGDS = 365mg/dL ; KGDS > 200 mg/dL (DM)
– Glukosa urin +++ ; 2-3.5% glukosa : glukosa +++ (DM) (tes glukosa urin kualitatif)
2. Pemeriksaan penunjang lainnya
– Tes toleransi glukosa oral ; DM>126 mg/dL
– KGDP > 126 mg/dL (plasma vena)
– GD2PP > 200 mg/dL (DM)
– Tes HbA1C > 8 (DM)
8. Jelaskan penatalaksanaan non
farmakologi dari kasus di atas!
1. Pengaturan diet
Diet yang baik merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan diabetes. Diet yang dianjurkan adalah makanan
dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat, protein dan lemak. Tujuan pengobatan diet pada diabetes
adalah:
a. Mencapai dan kemudian mempertahankan kadar glukosa darah mendekati kadar normal.
b. Mencapai dan mempertahankan lipid mendekati kadar yang optimal.
c. Mencegah komplikasi akut dan kronik.
d. Meningkatkan kualitas hidup.
2. Olah raga
Berolahraga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Prinsipya, tidak perlu olah
raga berat, olah raga ringan asal dilakukan secara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan. Beberapa
contoh olah raga yang disarankan, antara lain jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya.
9. Jelaskan komplikasi diabetes melitus !
1. Komplikasi Jangka Pendek
– Hiperglikemia (Hyperglycemia)
keadaan di mana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari nilai normal. Dalam keadaan normal, gula darah
berkisar antara 70 – 100 mg/dL. Komplikasi ini dapat terjadi jika pasien tidak mengambil tindakan-tindakan
untuk mengurangi level glukosa dalam darah seperti injeksi insulin, atau karena disebabkan pola makan dan
hidup yang tidak berorientasi pada penanganan penyakit diabetes.
– Hipoglikemia (Hypoglycemia)
Terjadi penurunan KGD hingga < 60 mg/dl, dikarenakan pasien minum obat terlalu banyak (seperti golongan
sulfonylurea) atau injeksi insulin terlalu banyak, atau pasien tidak makan setelah minum obat atau injeksi
insulin.
– Ketoacidosis
Ketoasidosis diabetik terjadi karena defisiensi insulin yang mengakibatkan gangguan metabolik yang ditandai
dengan dehidrasi, kehilangan elekrolit dan asidosis.
...komplikasi DM
2. Komplikasi Jangka Panjang
– Kerusakan mata
Penyakit diabetes dapat merusak pembuluh darah di mata, yang bisa menyebabkan berbagai seperti katarak, glaukoma,
kerusakan retina, hingga kebutaan.
– Masalah pada kulit dan kaki
Penderita diabetes sangat rentan terhadap masalah pada kaki. Rusaknya jaringan saraf dan pembuluh darah akan membatasi
aliran darah ke tempat tersebut. Luka gores kecil di kaki atau kulit dengan mudah berubah menjadi luka infeksi yang sangat parah.
Tanpa perhatian yang serius, luka tersebut akan semakin menyebar dan merusak. Pada kondisi terparah, bagian tersebut harus
diamputasi agar infeksi tidak terus menyebar.
– Masalah jantung
Seseorang dengan diabetes beresiko tinggi terkena masalah jantung. Peneliti mengatakan bahwa resiko serangan jantung
pada penderita diabetes sama dengan orang yang pernah terkena serangan jantung sebelumnya.
Beberapa masalah pada jantung dan penyempitan pembuluh darah yang berhubungan dengan diabetes antara lain:
Stroke
Kerusakan pembuluh arteri
Tekanan darah tinggi
Kolesterol tinggi
– Neuropathy
Gula yang berlebih pada tubuh dapat merusak saraf dan jaringan pembuluh di kaki dan tangan, menyebabkan kesemutan, mati
rasa, sakit atau sensasi seperti terbakar.