Anda di halaman 1dari 66

TRAKTUS BILIER

Adriyan Satria
1608438243

PEMBIMBING :
DR. ANDREAS MAKMUR, SP. RAD
Metode Investigasi

 Anamnesis & Pemeriksaan Fisik


 Radiografi Polos
 USG
 Computed Tomography (CT)
 Magnetic Resonance Imaging (MRI)
 Dll.
Radiografi Polos (Kalsifikasi Batu Empedu)

‘Mulberry’sign
Batu Campuran Mercedes Benz sign
‘Batu Murbei’ pada kandung empedu dan
duktus bilier
Limy Bile
Porselen Gallbladdder
Gas di kandung empedu Air-Fluid
USG

 Puasa selama minimal 6 jam


 Dalam dua posisi, telentang dan lateral kiri
 Visualisasi optimal dengan probe 3,5 atau 5 MHz
Batu Besar Batu Kecil-kecil
Kolesistitis Kronis
Polip Kantung Empedu
Pohon bilier intra dan ekstrahepatik

Duktus biliaris komunis normal berukuran hingga 8 mm


pada orang dewasa.
Ductus yang berukuran hingga 12 mrn dapat diobservasi
(post kolesistektomi / riwayat obstruksi)
Riwayat Sirosis (pastikan tidak terdapat
choledocholithiasis)
Pemeriksaan Radiologi Lainnya

Computed tomography
Magnetic resonance imaging
Pencitraan radionuklir
Pencitraan radionuklir (Skintigrafi)
99Tc-dimethyl-IDA.

Gambar serial
pada 7 menit,
15 menit,
80 menit dan
270 menit
Indikasi Skintigrafi

Jaundis neonates atau anak-anak


Cholecystitis
Obstruksi bilier
Kebocoran bilier
Oral cholecystography
Pemeriksaan Radiologi Lainnya

Cholangiografi intravena
Percutaneous cholangiography (PTC)
Endoscopic retrograde
cholangiopancreatography (ERCP)
Operative cholangiography
KELAINAN PADA MASA ANAK-ANAK

Kelainan perkembangan pohon bilier :

 Atresia Bilier

 Hipoplasi bilier

 Choledochal cyst

 Caroli’s disease
Atresia bilier
Choledochal cyst
Caroli’s disease
KELAINAN PADA MASA ANAK-ANAK

Kelainan didapat pada pohon bilier :

 Inspissated bile plug syndrome

 Spontaneous perforation of the bile duct

 Bile duct tumours

 Kolelitiasis

 Striktur bilier

 Cholangiopathies of childhood
Spontaneous perforation of the bile duct
Striktur bilier
Kelainan Kandung Empedu

Batu Empedu
Calculous cholecystitis
Sindrom Mirrizzi
Kolesistitis akalkulus
Cholesterosis
Adenomiomatosis (kolesistitis glandularis
proliferans)
Xanthogranulomatous cholecystitis
Karsinoma kandung empedu
Calculous cholecystitis
(empyema)
Cholesterosis
A

Adenomiomatosis (kolesistitis
glandularis proliferans)
Intervensi kantung empedu

Ekstracorporeal shock-wave lithotripsy (ESWL)


Kolesistektomi
Pelarutan dengan agen-agen seperti
methyltertiary-butyl-ether (MTBE)
Percutaneous cholecystotomy
KELAINAN DUKTUS BILIER
 Batu duktus biliaris komunis Tumor duktus bilier
dan intrahepatik
Cholangiocarcinoma
 Striktur bilier jinak
Billiary cystadenoma and
 Striktur setelah pembedahan cystadenocarcinoma
 Trauma hepar tumpul atau
tembus
Karsinoma pankreas dan
ampulla
 Primary sclerosing cholangitis
(PSC)
 Cholangiopathy dari Sindrom
defisiensi imun didapat
 Pankreatitis kronik
 Infeksi Parasit
 Varises choledochal
Kolangitis supuratif akut
Batu empedu
‘Meniscus’ sign
Batu berjumlah
banyak
Striktur setelah
pembedahan
Striktur post cholecystectomy jinak dari duktus
komunis.
Strikstur pada hepaticojejunostomy.
Striktur saluran empedu
Primary sclerosing
cholangitis
Pankreatitis kronik
Rat tail pada
pankreatitis kronis
Infeksi parasit (Ascoris lumbricoides)
Varises choledochal
Cholangiocarcinoma
Cholangiocarcinoma
Billiary cystadenoma
Karsinoma pankreas
dan ampulla
(‘Double duct' sign)
Intervensi duktus bilier

 Teknik endoskopi
 Ekstraksi batu
 Cholangioscopy
 Teknik Perkutan Biopsi
 Ekstraksi batu perkutan
 Access loop
 Dilatasi bilier
 Biliary drainage and stenting
TERIMA KASIH