Anda di halaman 1dari 54

Text book reading

AKUT ABDOMEN

OLEH :
ANNESA FAMELLA
NIM. 1608438301

DOSEN PEMBIMBING
DR. YENNI OKTAVIA SP.RAD

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN RADIOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
RUMAH SAKIT UMUM ARIFIN ACHMAD
PEKANBARU
2018
Teknik radiografi pada akut abdomen

1. Foto polos thoraks


2. Foto polos abdomen
3. USG
4. CT-Scan
Foto polos thoraks
1. Pada posisi erect dapat membantu diagnosa
pneumoperitonium kecil
2. Dapat menyingkirkan diagnosa pada thoraks yg
mirip klinis akut abdomen
3. Akut abdomen dapat berupa komplikasi klinis
patologis thoraks
4. Untuk evaluasi post operasi
Foto polos abdomen
 Posisi radiografi yang digunakan
- Supinasi
- Erect
- Lateral dekubitus
- Prone
Anatomi abdomen
Anatomi abdomen
Foto polos abdomen

Pelebaran pada usus


normal besar dan kecil
Pneumoperitonium

Pada hemidiagframa dextra


Normal terdapat gas bebas. Pada hemidiagframa
sinistrat terdapat gas bebas
Pneumoperitoneum

Foto polos abdomen posisi supinasi. Terdapat gas


bebas pada regio subhepatic
Pneumoperitoneum

Foto polos abdomen posisi supinasi. Pada kedua sisi dinding


usus besar terdapat udara bebas atau Rigler’s sign
CT-Scan abdomen noral
Pneumoperitoneum

a. Gas bebas tidak terlalu tampak


b. Gas bebas lebih tampak
Pseudoperitoneum

Box 22.3 Causes of pseudopneumoperitoneum


Chilaiditsi yndrome
Subdiaphragmatic fat
Curvilinea pulmonary collapse
Uneven diaphragm
Distended viscus
Omental fat
Subphrenic abcess
Subpulmonary pneumothorax
Intramural sign pneumatosis intesinal
Pseudoperitoneum

Terdapat garis kurva pada paru yang kolaps


Box 22.4 Causes of a pneumoperitoneum without peritonitis
Silent perforation of a viscus which has related to steroid therapy,
in the elderly in coma, in the presence of others
Postoperative
Peritoneal dialysis
Air from pneumatosis
Leakage through distended bowel (e.g stomach endoscopy)
Laparoscopy
Associated conditions
Pneumonia
Emphysema
Carcinoma of the lung
Pneumomediastinum
Pneumoperitonium tanpa peritonitis

Pada hemidiagframa dextra terdapat gas bebas berbentuk bulan sabit kecil
Pada hemidiagframa sinistra terdapat gas bebas
Obstruksi intestinal

Dilatasi gaster

Terdapat dilatasi gaster pada diabetic precoma


Obstruksi intestinal
Obstruksi usus kecil

a.Posisi supinasi b. Posisi erect


Obstruksi usus kecil

 Pada posisi erect terdapat tanda ‘string of beads’


Obstruksi usus kecil

 CT-Scan abdpmen pada obstruksi usus kecil karena ada metastasis.


Obstruksi usus kecil karena hernia
femoral

a . Dilatasi usus kecil pada abdomen karena hernia femoral


b. Terdapat hernia pada femoral sinistra pada usus besar
Obstruksi mekanik pada usus kecil

normal  CT-Scan abdomen


pada usus kecil
karena obtruksi
mekanik
Obstruksi mekanik pada usus kecil

a. CT-Scan abdomen dan dilatasi abdomen pada pasien obesitas


b. CT-Scan abdomen dengan hernia pada usus besar
Abses pada appendix
 Obstruksi pada
usus kecil akibat
abses
Batu empedu ileus
Batu empedu ileus

 Pada foto polos posisi


supinasi terdapat batu
empedu ileus dengan
dilatasi multiple pada
usus kecil.
Obstruksi usus kecil akibat fekalit
CT-Scan abdomen
denga obstruksi pada
usus kecil
a. Dilatasi pada usus
kecil
b. Tampak dari pelvis
Intususepsi
 Foto polos
abdomen posisi
supinasi.
Terdapat gas
multipel yang
mengisi usus kecil
Trhombosis mesentric pada infark usus
kecil
 Obstruksi usus
kecil karena
metastasis
melanoma yang
menyebabkan
intususepsi jejenum
Obstruksi pada usus besar
Obstruksi usus besar
 Pada obstruksi usus
besar tipe 1A
Pseudo-obstruksi
a. Foto polos
abdomen posisi
supinasi terdapat
gas hingga ke
rektum
Pseudo-obstruksi
 Foto polos
abdomen dengan
barium enema
pada penyakit
divertikulosis
sigmoid
Volvulus caecum
a. Foto polos
abdomen posisi
supinasi dengan
haustra berada di
bawah sentral
abdomen
Volvulus sigmoid
 Foto polos abdomen
dengan posisi supinasi
dengan dilatasi tanpa
haustra yang
memanjang dari pelvis
Ileus paralitik
Ileus paralitik
 Pada foto polos
abdomen dengan
posisi supinasi
dengan dilatasi usus
besar dan usus kecil.
Inflamasi Akut kolitis
 Foto polos abdomen
dengan posisi
supinasi. Kurangnya
haustra dan iregular
mukosa
Megakolon toksik
 Foto polos abdomen
posisi supinasi
Abses Subphrenic dan subhepatik
 Foto polos dada
dengan diagframa
kanan terangkat
dan efusi pleura
Abses subphrenik
 CT-Scan abdomrn
dengan abses
subphrenik
Abses subhepatik

A B
 CT-Scan abdomen
a. Jarak dari garis tengah yang menghindar ginjal
b. Jarak dari sentral abses
Abses subhepatik

 Prone x-ray denga kateter in situ setelah insersi kontras


Abses intra abdominal
 Intraabdominal
abses, Leucocyte
scanning, dengan
111In-leukosit-
scanning. Akumulasi
isotop pada ilika
dexra
Appendisitis
Appendisitis
Appendisitis
 Pada USG abdomen
dengan akut
appendisitis
Appendisitis

 USG abdomen dengan akut


appendisitis
Appendisitis

A. CT-Scan abdomen dengan Appendisitis akut dengan appendicolith


B. CT-Scan abdomen dengan massa inflamasi appendix.
Kolesistitis akut

 Pada USG abdomen tampak distensi kantung


empedu dengan dilatadi dinding
Pankreatitis akut

a. Pada USG abdomen tampak pelebaran pada caput pankreas


Ruptur aneurisma aorta
 Foto polos posisi
supinasi, tampak
rim dari aneurisma
aorta. Tampak
jaringan lunak
Kesimpulan
 Akut abdomen meupakan kasus emergency
 Foto polos thoraks membantu dalam penegakan
diagnosis
 Foto polos abdomen yang digunakan foto polos
serial yaitu supine, erect, lateral decubitus
 CT-Scan merupakan pencitraan yang sensitif untuk
menegakkan diagnosa akut abdomen