Anda di halaman 1dari 9

Terapi Farmakologi

Rheumatoid Arthritis
Terapi Rheumatoid Arthritis bertujuan untuk :
1. Untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien
2. Mempertahakan status fungsionalnya
3. Mengurangi inflamasi
4. Mengendalikan keterlibatan sistemik
5. Proteksi sendi dan struktur ekstraartikular
6. Mengendalikan progresivitas penyakit
7. Menghindari komplikasi yang berhubungan dengan terapi
RA harus ditangani dengan baik. Penderita harus diberi penjelasan bahwa penyakit ini
sulit untuk disembuhkan. Terapi RA harus dimulai sedini mungkin agar menurunkan
angka perburukan penyakit.
(Dipiro, 2015).
Algoritma terapi

(Dipiro, 2015).
Methotrexate (DMARDs)

Methotrexate merupakan terapi lini pertama untuk kebanyakan


pasien dengan RA. Metotreksat lebih dipilih karena efektif dalam
mengurangi tanda dan gejala RA dibandingkan dengan DMARDs lain.
Mekanisme Kerja :
Menghambat produksi sitokin dan biosintesis purin serta menstimulasi
pelepasan adenosin yang berperan dalam proses anti inflamasi.
Onset : 2-3 minggu
Kontraindikasi : Ibu hamil dan Menyusui, Penyakit hati kronik,
Imunodefisiensi.
(Dipiro, 2015).
Methotrexate (Nonbiologic DMARDs)

Dosis Dewasa untuk Rheumatoid Arthritis:


Dosis tunggal: 7,5 mg per oral seminggu.
Dosis terbagi: 2,5 mg per oral setiap 12 jam sebanyak 3 kali seminggu.
Dosis mingguan maksimum: 20 mg
(Drugs.com, 2017).
LD50 = 43 mg / kg.
Metotreksat dapat diberikan secara oral atau dengan injeksi subkutan.
(Medscape, 2017).
Leflunomide (Nonbiologic
DMARDs)
- Pilihan terapi lini kedua yang efikasinya sama
dengan methotrexate.
Mekanisme kerja :
Menghambat sintesis pirimidin yang dapat
mengurangi proliferasi limfosit serta memodulasi
proses inflamasi.
Dosis :
100 mg 1 x 1 selama 3 hari
Kontraindikasi : Penyakit hati, Ibu hamil.
TNF-alfa Inhibitor (Biologic DMARDs)
- Biologic DMARDs digunakan ketika setelah
diberikan terapi Nonbiologic DMARDs
(Methotrexate/ Leflunomide) tidak
menghasilkan respon yang cukup.
Contoh TNF-alfa inhibitor :
- Etanercept
- Infliximab

(Dipiro, 2015).
Prednisone/ Methyl prednisolone
(Kortikosteroid)
- Sebagai Anti inflamasi dan Immunosupressive
- Sebagai alternatif terapi untuk mengontrol
rasa sakit dan jika terjadi synovitis
- Dapat diberikan ketika terapi dengan DMARDs
tidak menghasilkan respon yang baik.
(Dipiro, 2015).
Daftar Pustaka
• DiPiro, Joseph T.; DiPiro, Cecily V.; Wells,Barbara G.; Schwinghammer, Terry
L. 2015. Pharmacoterapy Handbook Ninth Edition. USA: The Mc-
Grawhill Company
• Drugs.com. 2017. Methotrexate. Tersedia online di
https://www.drugs.com/search.php?searchterm=methotrexate&a=1