Anda di halaman 1dari 13

Tugas keperawatan jiwa II

askep pada anak dengan anaka jalanan

dosen pembimbing : Ns, NUR UYUN I. BIAHIMO,M.Kep

kelompok 5
1. Siti Nurhasanah 5. Sunarti Hajarati
2. Sintia K. Polapa 6. Titi Hartina madihutu
3. Sri Indrawati Kadir 7. Wanda E.P. Lamiri
4. Yuliastita pahrun 8. Zunaldi Paliki
Keperawatan Kesehatan Jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat
nonmateri, tetapi fungsi dan manifestasinya
sangat terkait pada materi, jiwa bersifat
abstrak dan tidak berwujud benda.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
sehat adalah dalam keadaan bugar dan
nyaman seluruh tubuh dan bagian-
bagiannya. Bugar dan nyaman adalah
relatif, karena bersifat subjektif sesuai orang
yang mendefinisikan dan merasakan.
World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 menjelaskan
kriteria orang yang sehat jiwanya adalah orang yang dapat
melakukan hal berikut.

1. Menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan,


meskipun kenyataan itu buruk.
2. Merasa bebas secara relatif dari ketegangan dan kecemasan.
3. Memperoleh kepuasan dari usahanya atau perjuangan
hidupnya.
4. Merasa lebih puas untuk memberi dari pada menerima.
Berhubungan dengan orang lain secara tolong-menolong dan
saling memuaskan.
5. Mempunyai daya kasih sayang yang besar.
6. Menerima kekecewaan untuk digunakan sebagai pelajaran di
kemudian hari.
7. Mengarahkan rasa permusuhan pada penyelesaian yang
kreatif dan konstruktif.
Definisi Gelandangan dan Anak Jalanan

1. Definisi Gelandangan
Gelandangan sebagai entitas sosial
merupakan orang-orang yang hidup dalam
keadaan yang tidak sesuai dengan norma
kehidupan yang layak dalam masyarakat
setempat, serta tidak mempunyai tempat
tinggal dan pekerjaan yang tetap di wilayah
tertentu dan hidup mengembara di tempat
umum
2. Definisi Anak Jalanan
Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah
sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-
anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di
jalanan, namun masih memiliki hubungan
dengan keluarganya.
3. Definisi Anak Jalanan dan Gelandangan
Psikotik
Gelandangan psikotik adalah penderita
gangguan jiwa kronis yang keluyuran di jalan-
jalan umum, sehingga dapat mengganggu
ketertiban umum dan merusak keindahan
lingkungan.
Psikotik
Psikotik adalah bentuk disorder mental atau kegalauan
jiwa yang dicirikan dengan adanya disintegrasi kepribadian dan
terputusnnya hubungan jiwa dengan Realita. Kriteria Psikotik
adalah sebagai berikut:
1. Psikotik organik
2. Psikotik Fungsional

* Berikut faktor penyebab psikotik, antara lain:


1. Tekanan-tekanan kehidupan ( emosional)
2. Kekecewaan yang tidak pernah terselesaikan
3. Adanya hambatan yang terjadi pada masa tumbuh kembang
4. Kecelakaan yang menyebabkan kerusakan gangguan otak
5. Tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
masyarakat.
penyebab munculnya anak jalanan dan
gelandangan psikotik adalah:

1. Keluarga tidak perduli


2. Keluarga malu
3. Keluarga tidak tahu
4. Obat tidak diberikan
5. Tersesat ataupun karena Urbanisasi
Tanda dan Gejala Anak Jalanan dan
Gelandangan Psikotik

1. Orang dengan tubuh yang kotor sekali,


2. Rambutnya seperti sapu ijuk
3. Pakaiannya compang-camping dengan
membawa bungkusan besar yang berisi macam-
macam barang
4. Bertingkah laku aneh seperti tertawa sendiri
5. Sukar diajak berkomunikasi
6. Pribadi tidak stabil
7. Tidak memiliki kelompok
Layanan yang dibutuhkan oleh anak jalanan
dan gelandangan psikotik

1. Kebutuhan fisik, meliputi kebutuhan makan,


pakaian, perumahan dan kesehatan
2. Kebutuhan layanan psikis meliputi terapi medis
psikiatris. keperawatan dan psikologis
3. Kebutuhan sosial seperti rekreasi, kesenian dan
olah raga
4. Layanan kebutuhan ekonomi meliputi
ketrampilan usaha, ketrampilan kerja dan
penempatan dalam masyarakat.
5. Kebutuhan rohani
Asuhan Keperawatan Pada Anak Jalanan Dan
Gelandangan
1. Pengkajian
a. Faktor predisposisi
* Genetik
*Neurobiologis : penurunan volume otak dan
perubahan sistem neurotransmiter.
*Teori virus dan infeksi
b.Faktor presipitasi
* Biologis
* Sosial kutural
* Psikologis
c. Penilaian terhadap stressor
d. Sumber koping
e. Mekanisme koping
2. Diagnosa Keperawatan

1. Harga Diri Rendah


2. Isolasi Sosial
3. Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
4. Resiko perilaku kekerasan/Perilaku
kekerasan
5. Gangguan Proses Pikir: Waham
6. Resiko Bunuh Diri
7. Defisit Perawatan Diri