Anda di halaman 1dari 18

 Menurut ahli etiket Diane Gottsman ada 8

(delapan) tata krama ketika anda datang ke


perjamuan :
1. KONFIRMASI KEHADIRAN
2. MEMBAWA BUAH TANGAN
3. MEMBANTU TUAN RUMAH
4. MINTA IZIN
5. TANYA TUAN RUMAH TENTANG TAMU
TAMBAHAN
6. JANGAN MEMINTA YANG TIDAK DISEDIAKAN
7. BERBAUR DENGAN TAMU LAIN
8. BERTERIMA KASIH KEPADA TUAN RUMAH
 KONFIRMASI KEHADIRAN
 Untuk undangan acara apapun, formal maupun
santai, konfirmasi kehadiran menjadi penting. Sebab
ini menyangkut norma kesopanan dalam rangka
menghargai tuan rumah atau pihak pengundang.
Bahkan jika tidak diminta mengkonfirmasi, sebaiknya
tetap melakukannya, kata ahli etiket Sharon
Schweitzer.
 MEMBAWA BUAH TANGAN
 Selalu menjadi ide baik untuk tidak membawa tangan
kosong saat mengunjungi seseorang tidak peduli
seberapa dekat anda dengan tuan rumah. Pemberian
atau hadiah tidak harus mahal. Anda sebaiknya
datang dengan hadiah untuk tuan rumah, kata ahli
etiket Jodi RR Smith. Hadiah bisa berupa bunga,
buah, coklat atau kue dan banyak lagi.
 MEMBANTU TUAN RUMAH
 Tidak pernah ada salahnya untuk membantu.
Buatlah diri anda berguna dengan membantu
misalnya merapikan rumah, menata peralatan
makan dan lain-lain. Selalu menawarkan diri
untuk mengulurkan tangan.
 MINTA IZIN
 Sangat mudah untuk merasa nyaman di suatu
tempat, tapi sebaiknya bertanya dulu sebelum
menyentuh barang-barang milik tuan rumah.
Menjadi tamu di rumah seseorang tidak otomatis
memberikan anda akses ke segala sesuatu yang
ada didalam rumah. Pastikan anda bertanya dan
meminta izin dulu jika perlu atau ingin
menggunakan sesuatu milik tuan rumah.
 TANYA TUAN RUMAH TENTANG TAMU TAMBAHAN
 Jika yang diundang ke suatu acara hanya anda
seorang tapi kemudian anda mengajak teman untuk
ikut serta, akan lebih sopan apabila bertanya dulu
kepada tuan rumah apakah boleh membawa tamu
tambahan. Jangan sampai tamu tambahan muncul
mendadak. Membawa tamu tambahan tanpa
konfirmasi akan kurang sopan bagi tuan rumah yang
telah membuat rencana khusus untuk tamu
undangannya.
 JANGAN MEMINTA YANG TIDAK DISEDIAKAN
 Jika ada sesuatu yang tidak disediakan diatas meja,
seperti garam, merica, atau saus tomat, hindari
memintanya kepada tuan rumah. Jika tidak ada dalam
hidangan artinya mereka berpikir anda bisa
menyantap yang disuguhkan tanpa itu.
 BERBAUR DENGAN TAMU LAIN
 Mungkin sulit untuk mencairkan suasana dan
berbicara akrab dengan orang-orang baru yang
belum pernah anda kenal. Tapi penting untuk
tidak membentuk kelompok di sebuah
pertemuan. Berbaur dengan orang yang anda
tidak tahu. Tidak ada yang lebih buruk bagi tuan
rumah daripada menyaksikan tamu mereka
bercakap-cakap di kelompok kecil dan tidak
menerima orang lain.
 BERTERIMA KASIH KEPADA TUAN RUMAH
 Cari dan ucapkan terima kasih kepada tuan
rumah atas undangan mereka. Sebutkan aspek
tertentu yang anda sangat nikmati, seperti
masakan yang disuguhkan atau pertunjukan live
band yang telah memainkan lagu favorit anda.
 OPENING
 Waktu dipersilahkan masuk dari sebelah kanan kursi dan bergerak
ke kiri sampe duduk di kursi yang disediakan. Pelayan akan
membantu kita sampe duduk dengan sempurna.
 Duduklah dengan tegak. Jangan duduk bersandar malas atau
merosot di kursi . Jarak badan dan tepi meja kira-kira 5 jari.
 Simpan tas, dompet, atau barang bawaan pribadi kita lainnya di
belakang kursi.
 Ambil serbet yang udah tersedia dan letakkan di pangkuan. Kalo
serbet berukuran besar, lipat dua dengan bentuk persegi atau
segitiga.
 Jangan panik menghadapi sederet peralatan makan. Biasanya
peralatan tersebut diatur berdasarkan urutan menu. Kuncinya:
gunakan peralatan makan mulai dari urutan sebelah luar sampai ke
dalam.
 Kalo makan di restoran, kita boleh langsung menyantap makanan
yang tersedia. Tapi, kalo jamuan diadakan di rumah seseorang,
tunggu tuan rumah menyantap makanan pertama kali.
 APPETIZER
 Untuk appetizer, biasanya dihidangkan sup atau salad. Untuk salad, gunakan
garpu dan pisau. Sedangkan untuk sup, gunakan sendok sup yang biasanya
berujung bundar.
 Sendokkan sup dengan cara menciduknya dari sisi tubuh kita ke arah luar. Ini
supaya kita nggak sampe ketumpahan dan menghindari percikan.
 Untuk sup berbentuk krim atau cairan tanpa isi, seruput melalui sisi samping
sendok. Tapi kalo sup berisi sayuran atau daging, masukkan ke mulut
melalui ujung depan sendok.
 Ada sedikit perbedaan untuk cangkir sup bertelinga satu dengan yang
bertelinga dua. Setelah menyendokkan beberapa kali, kita bisa langsung
meminum sup tersebut. Untuk cangkir yang bertelinga satu, angkat cangkir
dengan satu tangan. Sementara cangkir bertelinga dua harus diangkat
dengan kedua tangan.
 Kalo sup disediakan bersama roti sebagai pelengkap, sobek roti dengan jari
tangan sebelum memakannya. Jangan gunakan pisau untuk memotongnya
atau memakannya utuh.
 Kalo pelayan berkeliling meja dan menawarkan roti di keranjang, cukup
tunjuk aja roti yang kita mau, tunggu sampe pelayan meletakannya di piring
kita.
 Setelah selesai makan, letakkan sendok dalam posisi terlentang arah
diagonal dari kanan bawah ke tengah piring. Tapi untuk cangkir sup,
letakkan sendok di atas tatakan sebelah kanan.
 MAIN COURSE
 Pegang garpu dan pisau dengan tepat. Di tangan kiri, jepit garpu dengan
jempol dan telunjuk. Lalu, tiga jari yang lain gunakan untuk menahan tangkai
garpu bagian bawah. Gunakan cara yang sama untuk memegang pisau di
tangan kanan.
 Untuk main course, menu yang disajikan biasanya daging atau ikan. Ada dua
gaya makan yang bisa dipilih. Pertama: gaya Amerika. Makanan dipotong
kecil-kecil terlebih dahulu dengan pisau dan garpu. Potonglah yang ada
paling dekat kita, baru yang lebih jauh letaknya. Setelah selesai, pisau
diletakkan di tepi piring dan garpu dipindahkan ke tangan kanan untuk
menyuap makanan. Yang kedua adalah gaya Eropa. Pisau tetap dipegang di
tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Makanan dipotong seukuran satu
suap dan langsung di santap.
 Untuk makanan daging atau ikan, garpu yang dipakai harus selalu
dihadapkan ke bawah (telungkup). Tapi, kalo mau menyuapkan nasi atau
makanan lain yang bentuknya kecil, boleh menyuap dengan garpu yang
dihadapkan ke atas.
 Ngobrol saat makan malam berlangsung sering terjadi karena
formal dinner kan juga media buat bersosialisasi. Kalo waktu ngobrolnya
panjang, letakkan garpu di atas pisau pada posisi istirahat (lihat gambar).
Posisi istirahat juga berlaku kalo kita pamit ke kamar mandi.
 Ketika akan minum, sebaiknya seka mulut dengan napkin dulu untuk
menghindari gelas berminyak akibat makanan yang menempel di mulut.
 Selesai makan, garpu diletakkan di sebelah kiri pisau secara berdampingan.
Posisi garpu telentang dan bagian sisi tajam pisau menghadap ke dalam.
 DESSERT
 Untuk alat makan dessert, perhatikan sendok dan
garpu kecil yang disediakan sejajar dan ujungnya
saling berlawanan.
 Kalo dessert yang disediakan berkuah seperti
pudding ber-vla, kita bisa menyendokan kuahnya
sama seperti cara menyendok sup dari arah
badan ke depan. Dessert buah yang dipotong-
potong kecil, dimakan dengan menggunakan
garpu kecilnya.
 Teh dan kopi biasanya dihidangkan
setelah dessert lengkap dengan peralatannya.
Jangan gunakan sendok untuk menyeruput
minuman. Sendok yang tersedia hanya untuk
mengaduk.
 Untuk meminumnya, angkat gelas mendekati
mulut. Tinggalkan sendok pengaduk di
tatakannya.
 DO’S
 Mengangkat makanan mendekati mulut kita, bukan mulut kita yang
menunduk menghampiri makanan.
 Mengaduk-aduk sup secara perlahan untuk mengurangi panasnya.
 Meminimalkan suara bunyi peralatan makan yang beradu.
 Sebisa mungkin nggak meninggalkan noda, kayak lipstik di serbet
atau gelas. Kalo lipstik terlanjur menempel di mulut gelas, bersihkan
noda dengan jempol tangan secara terselubung.
 Ramah dan sopan, terutama dengan tamu disebelah kiri karena
tamu di sebelah kiri kita adalah tamu yang wajib kita entertain.
 Kalo kita nggak suka main course-nya, potong kecil-kecil hidangan
tersebut, seolah-olah kita menikmatinya. Lalu, kumpulkan lagi di
tengah-tengah piring waktu main course usai.
 Mengumpulkan sisa makanan yang nggak habis di tengah piring,
lalu meletakan garpu dan pisau dalam posisi selesai.
 Melepaskan daging dari tusukannya untuk menu sate.
 DONT’S
 Meletakan serbet di dada. meletakan tas, kunci
atau handphone di atas meja makan.
 Menggunakan serbet untuk mengelap peralatan
makan, keringat, atau hidung.
 Mengembangkan siku dan meletakan lengan di atas
meja.
 Meniup makanan yang panas supaya cepat dingin.
 Menghirup makanan berkuah.
 Menunjuk teman ngobrol dengan pisau, sendok, atau
garpu saat makan.
 Berkumur sebelum minum.
 Bersendawa, bersiul, dan bersenandung. It’s a big No!
 Meletakan serbet di atas meja sebelum formal dinner.
 Mencungkil kotoran yang menempel di gigi. Lebih
baik izin ke kamar mandi dulu ya.
 Tata Cara dalam Etika Makan (Table Manner)
 Tata Cara Makan (Table Manner) adalah
adalah aturan etiket yang digunakan saat
makan, serta mencakup penggunaan yang
tepat dari peralatan makan. Tedapat
beberapa aturan table manner yang umum
dipelajari, antara lain mengetahui jenis
jamuan makan, mengatur posisi duduk,
mengetahui penggunaan peralatan makan
dan susunan dalam penataan peralatan
makan.
 Aturan Dasar Etika Makan
 Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda.
Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika
makan, antara lain:
 Duduk dengan tegak dan jangan bersandar pada kursi.
 Saat memegang peralatan makan, kedua siku tidak diletakkan di
atas meja.
 Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan.
 Berbicara dengan volume suara yang rendah.
 Menutup mulut saat batuk atau bersin.
 Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan.
 Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan.
 Selalu meminta ijin ke pemilik acara saat akan meninggalkan
meja makan atau saat akan mengangkat telepon.
 Letakkan sendok dan garpu searah jam 5 apabila telah selesai
makan.
 Gunakan tusuk gigi untuk mengambil makanan yang tersisa di
dalam mulut.
 Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan.
 Menambahkan bumbu sebelum mencicipi makanan dianggap
kasar dan menghina koki.
 Rangkaian Menu pada Jamuan Formal
 Hidangan pembuka (Appetizer)
 Sebelum hidangan pembuka disajikan,
biasanya roti disajikan terlebih dahulu di atas
meja. Hidangan pembuka pada umumnya
terdiri dari dua jenis, yaitu hot
appetizer dan cold appetizer. Hot
appetizer yang dihidangkan biasanya berupa
sup, sementara cold appetizer dapat berupa
salad. Ciri suatu makanan dapat tergolong ke
dalam jenis appetizer adalah tergolong ringan
dan membangkitkan selera, serta dapat
merangsang selera makan.
 Hidangan utama (Main course)
 Hidangan utama umumnya berupa masakan
daging/seafood. Hidangan utama dapat disantap
dengan dua cara, yaitu cara Amerika dan Eropa.
Bila menggunakan cara Amerika, maka biasanya
daging dipotong terlebih dahulu sebelum
disantap. Sementara, apabila menggunakan cara
Eropa, maka biasanya daging dipotong dengan
menggunakan pisau di tangan kanan dan
langsung disantap dengan garpu di tangan kiri.
 Hidangan penutup (Dessert)
 Setelah menyantap hidangan utama, maka
saatnya untuk menyantap hidangan penutup.
Hidangan penutup umumnya berupa kue,
pudding ataupun sejenis minuman dingin
seperti cocktail, es krim atau jus.
Aturan Peletakkan Peralatan Makan pada
Jamuan Formal

ARIADI INDRA SAMUDRA