Anda di halaman 1dari 18

A.

Hakikat Demokrasi

Pengertian Etimologis Demokrasi

Secara etimologis (bahasa), demokrasi berasal dari bahasa


Yunani, demos (rakyat) dan cratos/cratein
(pemerintahan/kekuasaan). Jadi, demos-cratos atau demos-cratein
berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat.
A. Hakikat Demokrasi

Ada dua macam demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat, yaitu
:
• Demokrasi langsung
Paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya
dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksanaan umum dan
undang-undang.
• Demokrasi tidak langsung
Paham demokrasi yang dilaksanakan melalui sistem perwakilan,
biasanya dilaksanakan melalui pemilihan umum.
A. Hakikat Demokrasi

2. Pengertian Terminologis Demokrasi

International Commission for Jurist


Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk
membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh
warga negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan
yang bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses
pemilihan yang bebas.
A. Hakikat Demokrasi

3. Demokrasi sebagai bentuk Pemerintahan

Demokrasi merupakan salah satu bentuk pemerintahan.


Sekarang ini, demokrasi dipahami lebih luas lagi sebagai sistem
pemerintahan atau politik.
Menurut Plato, pembagian bentuk pemerintahan secara klasik
dibedakan menjadi Monarki, Tirani, Aristokrasi, Oligarki,
Demokrasi, dan Mobokrasi
A. Hakikat Demokrasi

Adapun bentuk pemerintahan yang dewasa ini dianut adalah


bentuk pemerintahan modern menurut Nicollo Machiavelli, yaitu

• Monarki, bentuk pemerintahan yang bersifat kerajaan.


Pemimpin negara umumnya bergelar raja, ratu, kaisar, atau
sultan (berdasarkan keturunan atau pewarisan).
• Republik, bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang
presiden atau perdana menteri (berdasarkan pemilihan).
A. Hakikat Demokrasi
4. Demokrasi sebagai Sistem Politik
Sistem politik lebih luas cakupannya dari sekedar bentuk
pemerintahan. Definisi demokrasi sebagai sistem politik :

Hennry B. Mayo
Demokrasi sebagai sistem politik merupakan suatu sistem yang
menunjukkan bahwa kebijakan umum dtentukan atas dasar
mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat
dalam pemilihan yang berkala yang didasarkan atas prinsip
kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya
kebebasan politik.
A. Hakikat Demokrasi

5. Demokrasi sebagai Sikap hidup


Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga negara
maupun penyelenggara negara untuk berperilaku (demokratis)
sedemikian rupa sehingga mendukung pemerintahan atau sistem
politik demokrasi. Perilaku yang senantiasa bersandar pada nilai-
nilai demokrasi akan membentuk budaya atau kultur demokrasi.
B. Demokratisasi

Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-


prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan.

Tujuan demokratisasi adalah terbentuknya kehidupan politik


yang bercirikan demokrasi.
B. Demokratisasi

1. Tahapan-tahapan demokratisasi, yaitu :

• tahapan pertama, pergantian dari penguasa nondemokratis ke


penguasa demokrasi;
• tahapan kedua, pembentukan lembaga-lembaga dan tertib
politik demokrasi;
• tahapan ketiga, konsolidasi demokrasi;
• tahapan keempat, praktik demokrasi sebagai budaya politik
bernegara.
B. Demokratisasi
2. Lembaga (struktur) Demokrasi

Menurut Mirriam Budiardjo (1997), untuk melaksanakan nilai-nilai


demokrasi perlu diselenggarakan lembaga-lembaga, antara lain :
1. Pemerintahan yang bertanggung jawab.
2. Dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan
kepentingan dalam masyarakat.
3. Organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai (sistem
dwipartai, multipartai).
4. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat.
5. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin HAM dan
mempertahankan keadilan.
B. Demokratisasi

Ciri Demokratisasi
Demokratisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Berlangsung secara evolusioner, dalam waktu yang lama,


perlahan, bertahap, dan bagian demi bagian.
2. Proses perubahan secara persuasif bukan koersif, bukan
dengan paksaan, kekerasan atau tekanan tapi dengan
musyawarah dengan melibatkan setiap warga negara.
3. Proses yang tidak pernah selesai, terus-menerus.
4. Demokrasi adalah suatu ideal yang tidak bisa dicapai.
C. Demokrasi di Indonesia

1. Demokrasi Desa (asli)


Unsur atau anasir dari demokrasi desa, yaitu :

• rapat,
• mufakat,
• gotong-royong,
• hak mengadakan protes bersama, dan
• hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.
C. Demokrasi di Indonesia
2. Demokrasi Pancasila
Pancasila adalah ideologi nasional, yaitu seperangkat nilai yang
dianggap baik, sesuai, adil, dan menguntungkan bangsa. Pancasila
sebagai ideologi nasional berfungsi sebagai :

• cita-cita masyarakat yang selanjutnya menjadi pedoman dalam


membuat dan menilai keputusan politik;
• alat pemersatu masyarakat yang mampu menjadi sumber nilai
bagi prosedur penyelesaian konflik yang terjadi.
C. Demokrasi di Indonesia

3. Perkembangan Demokrasi Indonesia


Pelaksanaan demokrasi di Indonesia dibagi ke dalam periode
sebagai berikut :

• Demokrasi Masa Revolusi tahun 1945 sampai 1950


• Demokrasi Masa Orde Lama,
• Demokrasi Masa Orde Baru tahun 1966 sampai 1998
• Demokrasi Masa Transisi tahun 1998 sampai 1999
• Demokrasi Masa Reformasi tahun 1999 sampai sekarang.
D. Sistem Politik Demokrasi
1. Landasan Sistem Politik di Indonesia
Landasan negara Indonesia sebagai negara demokrasi tercantum
dalam :

• Alinea 4 UUD 1945


“...maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu
dalam suatu UUD Negara RI yang terbentuk dalam sususnan
Negara RI yang berkedaulatan rakyat…”
• Pasal 1 ayat (2) UUD 1945, bahwa kedaulatan di tangan rakyat
dan dilakukan menurut ketentuan UUD.
E. Pendidikan Demokrasi

Pada hakikatnya pendidikan demokrasi sosialisasi nilai-nilai


demokrasi supaya bisa diterima dan dijalankan oleh warga
negara. Tujannya adalah mempersiapkan warga masyarakat
berperilaku dan bertindak demokratis, melalui aktivitas
menanamkan pada generasi muda akan pengetahuan, kesadaran,
dan nilai-nilai demokrasi.
E. Pendidikan Demokrasi
Pendidikan demokrasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

• Pendidikan demokrasi secara formal, yaitu pendidikan yang


melewati tatap muka, diskusi timbal balik, presentasi, studi
kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa agar supaya
mempunyai kemampuan untuk cinta negara dan bangsa
• Pendidikan demokrasi secara informal, yaitu pendidikan yang
melewati tahap pergaulan di rumah maupun masyarakat,
sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi sebagai hasil
interaksi terhadap lingkungan sekitarnya, langsung dapat
dirasakan hasilnya
• Pendidikan nonformal, yaitu pendidikan melewati tahap di luar
lingkungan masyarakat lebih makro dalam berinteraksi