Anda di halaman 1dari 13

FADHIL WIRYAWAN

LAVENIA QUINTA S.
M. FARUQY I.
NILA PAHARAGITA P.
NURI ANGGRAENY
TIARA NADYA P.
SYLVIA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
PENDAHULUAN
Jangkauan yang luas
terhadap layanan
Klinik adalah fasilitas
konseling dan tes IMS
Penularan IMS secara umum pelayanan kesehatan
terjadi akibat perilaku seksual yang
berisiko. Menurut Dinas menyelenggarakan
Target universal acces
Kesehatan Jawa Tengah tahun pelayanan kesehatan
terhadap layanan
2017 jumlah kasus IMS perorangan yang
pencegahan,
sebanyak 12.345 kasus, menyediakan
pengobatan, perawatan
dengan kasus HIV sebanyak pelayanan medis
dan dukungan yang
2.549 dasar dan/atau
dicanangkan untuk
spesialistik
pasien IMS
STRUKTUR KLINIK
A. Struktur Klinik IMS

i. Ruang tunggu dan registrasi


ii. Ruang pemeriksaan
iii. Laboratorium - Catatan: Untuk memfasilitasi secepatnya diagnosa
dan pengobatan pada pasien, sebaiknya Ruang pemeriksaan dan
Laboratorium berdampingan tetapi dipisahkan dengan sebuah
korden atau sekat.
iv. Ruang pengobatan dan konseling
STRUKTUR KLINIK
B. Struktur Klinik

• Setiap bangunan klinik harus dipelihara dengan baik untuk


mendapatkan lingkungan yang nyaman, aman, dan
higienis.
• Setiap klinik harus memelihara peralatan kliniknya dalam
keadaan baik
STRUKTUR KLINIK
C. Staf Klinik

Setiap klinik harus mempunyai staf yang ramah, client-oriented, tidak


menghakimi dan dapat menjaga konfidensialitas, serta dapat melakukan fungsi –
fungsi berikut ini dengan baik:
• Administrasi klinik, registrasi pasien, pencatatan dan pelaporan
• Anamnesis kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual, pemeriksaan fisik dan
pengobatan
• Laboratorium
• Konseling
• Memelihara standar klinis untuk penatalaksanaan IMS
STRUKTUR KLINIK
D. Pengelolaan Klinik

Pengelolaan Syndrom yang Disempurnakan (Enhanced Syndromic Management).


Semua klinik harus dapat menerapkan “ Pengelolaan Syndrom yang Disempurnakan”
untuk IMS yang mencakup:
• Anamnesis kesehatan seksual yang baik
• Pemeriksaan fisik yang benar dan adekuat (termasuk spekulum dan pemeriksaan
bimanual dari saluran reproduksi pasien wanita, dan pemeriksaan rektum jika ada
indikasi)
• Pemeriksaan laboratorium yang secepatnya, supaya hasil pemeriksaan tersedia
sebelum pasien meninggalkan klinik.
• Pengobatan segera, langsung dan tepat, konseling dan tindak lanjutnya bagi setiap
pasien
STRUKTUR KLINIK
E. Obat Klinik IMS

• Obat-obatan essensial : Ciprofloxacin 500 mg tablet , Doxycycline 100


mg tablet, Azithromycin 250/500 mg tablet (jika tersedia), Ceftriaxone
250 mg im., Metronidazole 400 atau 500 mg tablet , Clotrimazole 500
mg vaginal supp, Nystatin 100.000 U vaginal supp, Benzathine penicillin
2.4 juta unit i.
• Obat-obatan tambahan : Tinidazole 500 mg tablet , Miconazole 200
mg vaginal supp, Procaine penicillin 600,000 U i.m , Tincture
pododphyllin 10-25%
• Reaksi alergi dan anafilaktik
Laboratorium
Beban Kerja

Jumlah pasien x lama waktu Pemeriksaan


Kolaborasi LSM - Pemerintah
Merperbaiki ‘jaringan kerja’ antara klinik IMS dengan pihak yang
berkepentingan pada daerahnya, untuk memperbaiki secara
keseluruhan strategi pencegahan IMS dan HIV yang lebih efektif.
Setiap klinik pelayanan IMS harus membuat upaya – upaya
signifikan untuk membuat jaringan kerja dengan klinik lain, LSM,
sektor swasta dan pemerintah dan departemen lain yang terlibat
di bidang pencegahan IMS dan HIV di daerahnya.
TERIMA KASIH