Anda di halaman 1dari 15

Obat Jantung

dan Pembuluh
darah
Penggolongan Obat Jantung
 Obat Gikosida Jantung untuk penderita Gagal
Jantung ( decompensatio cordis )
 Obat Anti aritmia untuk penyakit aritmia
 Obat Dilator Koroner untuk pengobatan infark dan
angina pectoris
 Obat Antihpertensi untuk pengobatan hipertensi
 Obat Antisklerotik untuk atherosklerosis
Obat Glikosida Jantung
 Glikosida jantung juga disebut kelompok obat
digitalis
 Jenis obat ini mampu meningkatkan kerja otot
jantung namun ekskresi obat ini berjalan lambat
sehingga cenderung menimbulkan kumulasi
 Efek obat ini mengurangi sesak nafas,
oedemproduks kemih meningkat, tekanan darah,
nadi dan EKG terjaga dalam batas normal
 Gejala toksisitas obat digitalis a.l. :
 Mual,muntah dan diare
 Bradikardia
 Psiksis, sakit kepala dan bingung
Obat Glikosida Jantung
 Digitalis tablet
 Digitoxin tablet , i.v
 Digoxin tablet, i.v.
 Lanatosid tablet, iv
 Strofantin i.v. untk kondisi darurat
Antiaritmia

 2 jenis obat obat yang umum diberikan untuk


adalah:
 Quinidine Sulfat 200 mg- 400 mg
 Prokainamid 500 – 1000 mg
 Kedua obat dapat diberikan secara oral dan
i.m
 Gejala toksisitas obat ini:
 Sakit kepala , bingung, mual, muntah, nyeri perut
kadang tinitus
Obat Dilator Koroner
 Fungsi obat ini pada umumnya melebarkan arteri koroner
dan menjaga agar tidak terjadi penyumbatan
 Sediaan obat dilator koroner a.l.:
 Golongan Nitrat
 Antagonis kalsium
 β-blocker
Golongan Nitrat
 Golongan obat ini berfungsi merelaksasi
otot polos pembuluh darah vena
sehingga memberikan efek vasodilatasi
vena yang menyebabkan aliran darah
menuju jantung melambat serta
mengurangi beban hulu jantung
 Jenis obat ini dalam bentuk sediaan :
 Gliseriltrinitrat tablet sublingual , inj. 5 mg iv
 Nitrobat ( Parke Davis ) tablet 0.3 mg, 0.6 mg
 Cedocard tablet ( Darya varia )
 Vascardin ( Nicholas ) tablet 5 mg, 10 mg
 Peritrate ( Warner Lambert ) 10 mg , 20 mg
Antagonis Kalsium
 Fungsi obat antagonis kalsium adalah untuk
menghambat influks kalsium kedalam otot jantung
sehingga kontraksi otot jantung berkurang
 Jenis obat ini dalam bentu sediaan a.l. :
 Verapamil tablet
 Diltiazem tablet , Herbresser tablet ( Tanabe Abadi
)
 Nifedipin – Adalat (( Bayer ) tablet 5 mg,10 mg
β Blocker
 Obat β blocker menghambat adrenoseptor di jantung,
pembuluh darah perifer, bronchus, pankreas, dan hati
digunakan juga sebagai obat antihipertensi
 Jenis obat ini dalam bentuk sediaan:
 Propanolol ( generik ) tablet, atau Inderal tablet (Astra
Zeneca ) 10 mg tablet
 Bisoprolol (generik ) tablet 10mg atau Concor (Merck )
5mg dan10 mg tablet
 Atenolol ( generik ) tablet , Tenormin ( Astra Zeneca )
table 50 mg dan 100 mg
 Pindolol ( generik ) atau Visken ( Novartis ) tablet 5 mg
Hipertensi
 Jumlah penderita hipertensi di Indonesia semakin
meningkat aiat pola makan yang berlemak yang
berarti juga meningkatnya penderita penyakit jantung
 Berdasarkan tinjauan klinis, hipertensi dibedakan atas
hipertensi primer dengan penyebab yang tidak jelas (e
causa incognita) dan hipertensi sekunder yang
disebabkan perubahan pada organ tubuh secara
patologik
 Berdasarkan tingkat keparahannya, hipertensi
dibedakan atas
Hipertensi berat : diastolik > 110 mm Hg dan/atau
sistolik ≥ 180 mm Hg
Hipertensi sedang : diastolik 100-109 mm Hg
dan/atau sistolik 160-179 mm Hg
Hipertensi ringan : diastolik 90 – 99 mm Hg dan/atau
sistolik 140-159 mm Hg
Terapi Hipertensi
 Tujuan terapi hipertensi adalah mengurangi
morbiditas dan mortalitas penyakit
kardiovaskuler akibat hipertensi dengan cara
mengendalikan faktor resiko penyakit
kardiovaskuler
 Terapi atau Pengobatan hypertensi dapat
dilakukan dengan farmakoterapi dan non
farmakoterapi
 Pengobatan non farmakoterapi a.l dengan
mengndalikan BB, pembatasan asupan Sodium,
lemak jenuh dan alkohol, olah raga dan tidak
merokok
 Tekanan darah yang tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih
keras dan apabila tekanan diastole berkecenderungan menetap
tinggi maka dapat dipastikan akan terjadi kegagalan fungsi
jantung
( heart failure )
Faktor-faktor yang menyebabkan hypertensi a.l.
 Perubahan cardiac output, viskositas darah, elastisitas pembuluh darah
, hormon thtyroid dan adrenalin, sekresi renin di ginjal .
Untuk mengatasi hipertensi :
 Jangan merokok
 Kurangi berat badan
 Olah raga
 Atasi stress
 Minum obat anti hipertensi
Farmakoterapi Hipertensi
 Obat Diuretik
 β Blocker
 Antagonis Kalsium
 Vasodilator
 Penghambat ACE
 Adrenolitik
Obat antihipertensi
 Sistem pengaturan tekanan darah dalam tubuh sudah ada yang
disebut Renin-Angitensin-Aldosteron System ( RAAS).
 Bila tekanan darah di glomeruli turun, sel ginjal otomatis
membentuk renin yang dilepas kedalam plasma darah dan
setelah bertemu dengan protein tertentu menjadi angitensin 1 .
 Angiotensin 1 oleh enzym ACE diubah menjadi Angiotensin 2
yang lebih bersifat aktif
 Angiotensin 2 menimbulkan rangsangan sekresi hormon
aldosteron yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.
 Obat antihipertensi antara lain :
 Captopril , enapapril yang menghambat enzym ACE
 Saralasi yang berfungsi menghambat reseptor
Angiotensin 2
 Beta blocker dan Diuretika yang berfungsi
mempengaruhi sekresi renin
Obat Antisklerotik
Atherosklerosis merupakan penyakit
gangguan metabolisme lipoprotein yakni
kolesterol, trigliserid,fospolipid dan asam
lemak ( HDL/LDL)
Etiologi atherosklerosis a.l. faktor keturunan,
banyak makan-kurang gerak, obesitas,
gangguan hormonal, asap rokok, polusi, emosi
negatif da alkohol
Sediaan obat atherosklerosis a.l. Clofibrate,
Suplemen Omega 3, Simvastatin, Kolestiramin,
Probukol dls