Anda di halaman 1dari 9

DORMANSI BENIH

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1:


SITI NURLAINSE (170420095)
ARNIA (170410047)
SYAMSUL MA’ARIF (170430091)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN
PETERNAKAN
UNIVERSITAS SEMBILANBELASNOVEMBER KOLAKA
KOLAKA
2019
Dormansi adalah suatu keadaan berhenti
tumbuh yang dialami organisme hidup atau
bagiannya sebagai tanggapan atas suatu
keadaan yang tidak mendukung
pertumbuhan normal.
Secara umum menurut Aldrich (1984),
dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe
yaitu :

1. Innate dormansi (dormansi primer)

2. Induced dormansi (dormansi sekunder)


Dormansi primer merupakan bentuk dormansi
yang paling umum dan terdiri atas dua macam
yaitu dormansi eksogen dan dormansi endogen.

Dormansi sekunder disini adalah benih-benih


yang pada keadaan normal maupun
berkecambah, tetapi apabila dikenakan pada
suatu keadaan yang tidak menguntungkan
selama beberapa waktu dapat menjadi
kehilangan kemampuannya untuk
berkecambah.
Sedangkan menurut Sutopo (1985) Dormansi

dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu :

1. Dormansi Fisik

2. Dormansi fisiologis (embrio)


Dormansi fisik adalah dormansi yang diakibatkan
oleh fisik dari benih itu sendiri.

Terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

 Impermeabilitas kulit biji terhadap air


 Resistensi mekanis kulit biji terhadap
 pertumbuhan embrio
Adanya zat penghambat
Dormansi fisiologis adalah dormansi
yang disebabkan oleh sejumlah
mekanisme, misalnya pengatur
tumbuh, baik pengahambat maupun
perangsang tumbuh.
Cara-Cara Mematahkan Dormansi Benih

 Perlakuan Mekanis
 Perlakuan Kimia
 Perlakuan Perendaman dengan Air
 Perlakuan Pemberian Temperatur Tertentu
 Perlakuan dengan Cahaya
Sekian

&

Terima Kasih