Anda di halaman 1dari 7

Konsep Hutang dan

Ekuitas
1. Karakteristik Hutang
 Hutang didefinisikan berdasarkan makna ekonomi
yang berkaitan dengan kejadian/ peristiwa masa
mendatang yaitu sesuatu yang dikaitkan dengan
manfaat ekonomi.
 Pengertian hutang memiliki dua komponen
utama yaitu:
1. Adanya kewajiban sekarang dalam bentuk
pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang
dari penyerahan barang atau jasa.
2. Berasal dari transaksi /peristiwa masa lalu (telah
terjadi).
A. Kewajiban sekarang

• Kewajiban tersebut timbul karena pada saat


sekarang, entitas memiliki tanggung jawab yang
tidak dapat dihindari untuk menyerahkan
barang/jasa.

B. Hasil Transaksi Masa Lalu
Syarat lain dari hutang adalah berasal dari transaksi
masa lalu.
2. Terjadinya Hutang
• Interpretasi terhadap terjadinya hutang cenderung
didasarkan konsep economic substance over legal form
bukan semata mata pada aspek yuridisnya.

a. Keadaan Yang Dapat Menimbulkan Hutang.

Dua karakteristik yang paling penting adalah kewajiban


tersebut sudah ada pada saat itu dan harus merupakan
hasil transaksu masa lalu. Jadi timbulnya hutang tergantung
pada terjadinya transaksi/kejadian yang bersifat eksternal.
Kohler, (1970:hal. 263) menyatakan bahwa hutang
adalah suatu jumlah yang harus dibayar dalam bentuk
uang, barang atau jasa khususnya hutang yang
memiliki kriteria sebagai berikut:

1. Terjadi/telah terjadi (current liability).


2. Terjadi pada suatu saat tertentu di masa
mendatang misalnya hutang untuk pembiayaan,
hutang yang masih harus dibayar.
3. Terjadi karena tidak dilaksanakannya suatu
tindakan di masa yang akan datang, misalnya
pendapatan yang ditangguhkan dan hutang
bersyarat/contingent liability.
Hutang dapat terjadi karena beberapa faktor
berikut:
1. Kewajiban Legal/Kontrak (Contractual Liabilities).
2. Kewajiban legal adalah hutang yang timbul karena adanya
ketentuan formal berupa peraturan hukum untuk
membayar kas atau menyerahkan barang (jasa) kepada
entitas tertentu.
3. Kewajiban kontruktif (Contructive Liabilities)
4. Kewajiban kontruktif timbul karena kewajiban tersebut
sengaja diciptakan untuk tujuan/kondisi tertentu, meskipun
secara formal tidak dilakukan melalui perjanjian tertulis
untuk membayar sejumlah tertentu dimasa yang akan
datang.
5. Kewajiban Equitabel (Equitable Liabiluties)
6. Kewajiban Equitabel adalah hutang yang timbul karena
adanya kebijakan yang diambil oleh perusahaan karena
alasan moral/etika dan perlakuannya diterima oleh praktik
secara umum (contohnya: hutang garansi).
b. Unconditional Right of Offset
• Kewajiban yang berasal dari kontrak beralan untuk
memperoleh suatu barang dan jasa di masa
mendatang dapat dikatakan sebagai suatu transaksi
hutang atau sebaliknya bukan hutang.