Anda di halaman 1dari 13

HIPERTENSI GESTASIONAL

DI SUSUN OLEH :

ANGEL PRATIWI PASARIBU NIM : P00524317 004


ANISSAUFRIATON IB NIM : P00524317 005
GITA OKTAVIA NIM : P00524317 019
LATAR BELAKANG
Penyebab kematian maternal adalah perdarahan (60%), infeksi
(25%), gestosis (15%)dan penyebab lain (5%). Data diatas dapat dilihat
bahwa kematian maternal disebabkan oleh eklampsi menduduki urutan
kedua setelah perdarahan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi dalam
kehamilan merupakan tanda awal komplikasi sebelum menjadi pre eklampsi
dan eklampsi.

Hipertensi di diagnosis jika tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih


pada pemeriksaan di dua waktu yang terpisah setidaknya dengan jarak 6
jam. Penyebab meliputi faktor genetik, lingkungan, hiperaktivitas susunan
saraf simpatis, sistem renin-angiotensin, defeksi dalam ekskresi Na,
peningkatan Na, dan Ca intraselular dan faktor-faktor yang meningkatkan
resiko seperti obesitas, alkohol, merokok.
Pre eklampsi merupakan hipertensi yang di induksi kehamilan disertai
dengan peningkatan proteinuria yang signifikans. Pada kehamilan, ekskresi
protein dapat dinyatakan meningkat tetapi protein total sampai 300 mg per
24 jam dinyatakan normal.
Untuk menurunkan AKI khususnya pada ibu hamil
dengan hipertensi dapat dilakukan secara dini yaitu
dengan melakukan pemeriksaan secara teratur ke
tenaga kesehatan.

 Minimal pemeriksaan yang harus dilakukan ibu


hamil yaitu sebanyak
 1 kali pada trimester I
 1 kali pada trimester III
 2 kali pada trimester III.
TINJAUAN TEORI

 Menurut Prawirohardjo (2010), Hipertensi adalah


adanya kenaikan tekanan darah melebihi batas
normal yaitu tekanan darah ≥140/90 mmHg.

 Menurut Manuaba (2002), hipertensi adalah


tekanan sistolik sekurang-kurangnya 140 mmHg dan
tekanan diastolik sekurang-kurangnya 90 mmHg.
Nilai tersebut diukur sekurang-kurangnya 2 x
dengan perbedaan waktu 6 jam atau lebih dalam
keadaan istirahat.
Hipertensi Gestasional adalah hipertensi yang
timbul pada kehamilan tanpa disertai
proteinuria dan hipertensi menghilang setelah 3
bulan pasca persalinan.

Hipertensi karena kehamilan yaitu hipertensi yang


terjadi pada kehamilan > 20 minggu, dalam persalinan
atau pada 48 jam setelah persalinan.

Hipetensi kronik yaitu meningkatnya tekanan darah


sebelum usia kehamilan 20 minggu.
Penyebab utama hipertensi dalam kehamilan adalah
hipertensi essensial dan penyakit ginjal. Resiko
hipertensi meningkat cukup besar pada keadaan-
keadaan ketika pembentukan antibodi penghambat
terhadap tempat-tempat antigenik di plasenta
terganggu.
Gejala-gejala yang ditunjukkan pada ibu hamil dengan
hipertensi adalah pusing, muka merah, sakit kepala,
keluar darah dari hidung secara tiba-tiba dan tengkuk
terasa pegal.

Tekanan darah absolut 140/90 mmHg atau


160/110 mmHg yang diambil jarak dalam keadaan
istirahat (Prawirohardjo, 2010).
PENCEGAHAN HIPERTENSI
Pencegahan kejadian hipertensi secara umum agar
menghindari tekanan darah tinggi adalah :
• Dengan mengubah kearah hidup sehat.
• Tidak terlalu banyak pikiran.
• Mengatur diet/pola makan seperti rendah garam, rendah
kolesterol dan lemak jenuh.
• Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran.
• Tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok.
• Perbanyak makan mentimun, belimbing dan juga jus apel dan
seledri setiap pagi.
DOKUMENTASI SOAP

Nama : Ibu A Tanggal Kunjungan : 10 Desember 2019


Umur : 30 Tahun Pukul : 10.00 WIB

S : Ibu mengatakan sedang hamil 30 minggu. Ibu mengatakan ini merupakan


kehamilan ketiga dan tidak pernah mengalami keguguran. Ibu mengeluh
sering pusing semenjak 2 minggu yang lalu, pegal-pegal pada tengkuk.
HPHT : 16-05-2019.

O : K/U : Baik, Tingkat Kesadaran : Composmentis, TD : 140/90 mmHg, N :


80 x/menit, P : 19 x/menit, S : 36,4 ℃ , BB : 55 kg, TB : 158 cm, LILA : 26
cm, Sklera : tidak ikterik, Conjungtiva : tidak anemis, Protein Urin (-), L1 :
30 cm, L2 : Puka, L3 : Kepala, L4: konvergen, TBBJ : 2790 Gram.

A : Ibu A 30 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu dengan Hipertensi


Gestasional

P : - Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, ibu mengerti dan mengetahuinya.


- Memberitahu ibu pusing yang dialaminya disebabkan karena tekanan
darah ibu yang meningkat saat hamil.
- Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan mengkonsumsi
makanan rendah garam untuk mengurangi peningkatan tekanan darah,
ibu mengerti.
P : - Memberitahu ibu KIE tentang gizi yang baik untuk ibu hamil yaitu
menganjurkan ibu mengonsumsi makanan seperti nasi, tempe, tahu,
telur, daging, buah-buahan dan sayuran. Ibu bersedia.
- Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kedepan
pada tanggal 17 Desember 2019. Atau sewaktu-waktu jika ada keluhan.
Ibu bersedia.
PEMBAHASAN
Ibu mengatakan sedang hamil 30 minggu. Ibu mengatakan ini merupakan
kehamilan ketiga dan tidak pernah mengalami keguguran. Ibu mengeluh sering
pusing semenjak 2 minggu yang lalu, pegal-pegal pada tengkuk. Setelah
mendengarkan keluhan ibu, dilakukan pemeriksaan fisik dan memberitahukan hasil
pemeriksaan kepada ibu dengan hasil K/U : Baik, Tingkat Kesadaran :
Composmentis, TD : 140/90 mmHg, N : 80 x/menit, P : 19 x/menit, S : 36,4 ℃ , BB :
55 kg, TB : 158 cm, LILA : 26 cm, Sklera : tidak ikterik, Conjungtiva : tidak anemis,
Protein Urin (-), L1 : 30 cm, L2 : Puka, L3 : Kepala, L4: konvergen, TBBJ : 2790
Gram.
Menurut teori Manuaba (2002), hipertensi adalah tekanan
sistolik sekurang-kurangnya 140 mmHg dan tekanan diastolik sekurang-kurangnya
90 mmHg. Nilai tersebut diukur sekurang-kurangnya 2 x dengan perbedaan waktu 6
jam atau lebih dalam keadaan istirahat. Gejala-gejala yang ditunjukkan pada ibu
hamil dengan hipertensi adalah pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari
hidung secara tiba-tiba dan tengkuk terasa pegal.
Setelah mendengarkan keluhan ibu, ternyata pusing dan pegal-pegal pada
tekuk yang dirasakan ibu disebabkan oleh tekanan darah ibu yang tinggi mencapai
140/90 mmHg. Untuk itu saya menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan
mengkonsumsi makanan rendah garam untuk mengurangi peningkatan tekanan
darah. Memberitahu ibu KIE tentang gizi yang baik untuk ibu hamil yaitu
menganjurkan ibu mengonsumsi makanan seperti nasi, tempe, tahu,
telur, daging, buah-buahan dan sayuran. Setelah itu saya memberitahu ibu bahwa
akan di lakukan kunjungan ulang pada 17 Desember 2019, ibu bersedia.
KESIMPULAN
Menurut teori Manuaba (2002), hipertensi adalah
tekanan sistolik sekurang-kurangnya 140 mmHg dan tekanan
diastolik sekurang-kurangnya 90 mmHg. Nilai tersebut diukur
sekurang-kurangnya 2 x dengan perbedaan waktu 6 jam
atau lebih dalam keadaan istirahat. Gejala-gejala yang
ditunjukkan pada ibu hamil dengan hipertensi adalah pusing,
muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-
tiba dan tengkuk terasa pegal.
TERIMA KASIH