Anda di halaman 1dari 38

[MGMT12008]

INTERNATIONAL MARKET AND FINANCIAL INSTITUTION

By: Lisa Fitriyanti Akbar


Pengertian bank menurut UU No.7 tahun 1992 tentang
Perbankan:
1. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup
masyarakat banyak.
2. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip
syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam
lalu lintas pembayaran.
3. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
Manajemen
Dana Bank

Manajemen Manajemen Manajemen


Sumber
Daya Bank Perkreditan
Umum Bank
Manusia

Manajemen
Lalu Lintas
Pembayaran
Dana yang bersumber Dana yang berasal Dana yang bersumber
dari bank itu sendiri dari masyarakat luas dari lembaga lainnya

Setoran modal Kredit likuiditas


dari pemegang Simpanan giro dari Bank
saham Indonesia

Cadangan laba Simpanan Pinjaman


bank. tabungan antarbank

Laba bank yang Simpanan Surat berharga


belum dibagikan deposito pasar uang
1. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang
lebih efisien dalam kegiatan ekonomi.
2. Menciptakan uang
3. Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada
masyarakat
4. Menawarkan jasa-jasa keuangan lainnya.
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan adalah sebagai
berikut:
 Menghimpun dana dari masayarakat
 Memberikan kredit
 Menerbitkan surat pengakuan hutang
 Membeli, menjual, atau menjamin surat-surat atas risiko sendiri maupun
untuk kepentingan dan atas perintah nasabah.
 Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk
kepentingan nasabah.
 Menempatkan dana, meminjam dana, atau meminjamkan dana kepada
bank lain
 Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga.
 Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
 Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain
berdasarkan kontrak (kustodian).
 Melakuka penempatan dana dalam bentuk surat berharga.
 Membeli melalui pelelangan agunan dengan ketentuan
agunan tsb harus dicairkan secepatnya.
 Melakukan kegiatan anjak piutang, kartu kredit dan kegiatan
wali amanat.
 Menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil.
 Melakukan kegiatan lain seperti valas, modal ventura, dll.
 Kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan UU.
Sasaran Jangka Pendek
Pemenuhan likuiditas terutama untuk memenuhi
likuiditas wajib minimum, lalu lintas pembayaran,
penanaman dana dalam instrumen pasar uang.

Sasaran Jangka Panjang


Memperoleh keuntungan dari kegiatan bank untuk
meningkatkan nilai perusahaan dan memaksimalkan
kekayaan pemilik bank.
Faktor Internal Faktor Eksternal
a. Struktur Organisasi a. Kebijakan moneter

b. Budaya kerja perusahaan b. Fluktuasi nilai tukar dan


tingkat inflasi
c. Filosofi dan gaya
c. Volatilitas tingkat bunga
manajemen
d. Sekuritisasi
d. Strategi segmentasi pasar
e. Treasury management
dan jaringan kantor
f. Globalisasi
e. Ketersediaan SDM dan
g. Persaingan
tekhnologi h. Perkembangan tekhnologi
f. Komitmen pemilik bank i. Inovasi instrumen
keuangan
1. Prinsip Kepercayaan (Fiduciary Principle)
2. Prinsip Kerahasiaan (Confidential Principle)
3. Prinsip Kehati0hatian (Prudential Principle)
4. Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your
Customer Principle)
 Dalam UU Perbankan tidak disebutkan dengan jelas pengeritan dari prinsip
kehati-hatian.
 Pasal 2 UU Perbankan hanya menyebutkan bahwa: “Perbankan Indonesia
dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan
menggunakan prinsip kehati-hatian.”
 Prinsip kehati-hatian perbankan (prudrent banking principle) adalah suatu
asas atau prinsip yang menyatakan bahwa bank atau lembaga dalam
menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib menerapkan prinsip
kehati-hatian (prudent) dengan mengenal customer dalam rangka
melindungi dana masyarakat yang dipercayakan padanya, dengan
mengharapkan kadar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
keuangan tetap tinggi, sehingga masyaakat bersedia dan tidak ragu–ragu
menyimpan dananya di bank.
 Capital Adequacy Ratio merupakan rasio permodalan yang menunjukkan
kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan
pengembangan usaha serta menampung kemungkinan risiko kerugian
yang diakibatkan dalam operasional bank.
 Semakin besar rasio tersebut akan semakin baik posisi modal (Achmad
dan Kusuno, 2003).
 Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/15/PBI/2008 pasal 2 ayat 1
tercantum bank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8% dari aset
tertimbang menurut resiko (ATMR), CAR adalah rasio yang memperlihatkan
seberapa besar jumlah seluruh aktiva bank yang mengandung resiko
(kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) ikut dibiayai
dari modal sendiri disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber
diluar bank (PBI, 2008).
 Pada PBI Nomor 15/12/PBI/2013 tentang Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum Bank, dinyatakan bahwa penyediaan modal minimum bank
disesuaikan dengan profil risiko terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko.
 Dimana :
8% dari ATMR untuk bank dengan Profil Risiko 1
 9% dari ATMR untuk bank dengan Profil Risiko 2
 10% dari ATMR untuk bank dengan Profil Risiko 3
 11%-14% dari ATMR untuk bank dengan Profil Risiko 4 dan 5
 Komponen modal inti (Tier 1) yang terdiri atas:
1) modal inti utama (common equity Tier 1) yaitu instrumen modal berkualitas
tinggi dalam bentuk saham biasa (common stock) dan tidak memiliki fitur
preferensi dalam pembayaran dividen/imbal hasil.
2) modal inti tambahan (Additional Tier 1) yaitu penyempurnaan komponen
modal inovatif yang berupa saham preferen atau instrumen utang yang bersifat
subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, pembayaran dividen atau imbal hasil
bersifat non kumulatif, dan tidak memiliki fitur step up.
 Komponen modal pelengkap (Tier 2) yaitu instrumen utang yang bersifat
subordinasi, memiliki jangka waktu paling kurang 5 (lima) tahun, dan tidak memiliki
fitur step up
 Bank wajib menyediakan modal inti (Tier 1) paling rendah sebesar 6% (enam
persen) dari ATMR dan modal inti utama (Common Equity Tier 1) paling rendah
sebesar 4,5% (empat koma lima persen) dari ATMR baik secara individual maupun
secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak.
 BUKU 1 adalah Bank dengan Modal Inti sampai dengan kurang dari
Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah);

 BUKU 2 adalah Bank dengan Modal Inti paling sedikit sebesar


Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) sampai dengan kurang
dari Rp5.000.000.000.000,00 (lima triliun rupiah);

 BUKU 3 adalah Bank dengan Modal Inti paling sedikit sebesar


Rp5.000.000.000.000,00 (lima triliun rupiah) sampai dengan kurang
dari Rp30.000.000.000.000,00 (tiga puluh triliun rupiah); dan

 BUKU 4 adalah Bank dengan Modal Inti paling sedikit sebesar


Rp30.000.000.000.000,00 (tiga puluh triliun rupiah).
Berdasarkan sifat aktiva dana digunakan dalam bentuk:
1. Non Earning Asset
 Alat likuid (kas, RR, giro pada bank lain)
 Aktiva tetap dan inventaris

2. Earning Asset
 Kredit
 Deposito pada bank lain
 Call Money
 Surat Berharga
 Penyertaan Modal langsung
 Aktiva produktif adalah penanaman dana bank dalam valuta rupiah
maupun valuta asing dalam bentuk kredit, surat berharga,
penempatan dana antar bank, penyertaan, termasuk komitmen dan
kontingensi pada transaksi rekening administratif.
 Aktiva produktif berfungsi untuk memperoleh pendapatan atas dana
yang disalurkan oleh bank.
 Risiko atas penempatan dalam bentuk aktiva produktif ini adalah
risiko dana yang disalurkan tidak dapat kembali, dan dapat
menimbulkan kerugian bagi bank. Bank perlu membentuk cadangan
kerugian aktiva produktif, yaitu penyisihan penghapusan produktif
(PPAP)
1. Lancar
2. Dalam Perhatian Khusus
3. Kurang Lancar
4. Diragukan
5. Macet
 Countercyclical Buffer adalah tambahan modal yang berfungsi
sebagai penyangga (buffer) untuk mengantisipasi kerugian apabila
terjadi pertumbuhan kredit dan/atau pembiayaan perbankan yang
berlebihan sehingga berpotensi mengganggu stabilitas sistem
keuangan.
 Besaran Countercyclical Buffer bersifat dinamis yaitu berkisar antara
0% sampai dengan 2,5% dari Aset Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR) bank. Bank Indonesia akan melakukan evaluasi
besaran Countercyclical Buffer tersebut secara berkala paling kurang
1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan.
a. Risiko Credit (credit atau default risk)
b. Risiko Investasi (investment risk)
c. Risiko Likuiditas (liquidity risk)
d. Risiko Operasional (operational risk)
e. Risiko Penyelewengan (fraud risk)
f. Risiko Fidusia (fiduciary risk)
g. Risiko Tingkat Bunga (interest rate risk)
h. Risiko Solvensi (solvency risk)
i. Risiko Valuta Asing (foreign currency risk)
j. Risiko Persaingan (competitive risk)
• Wholesale banking atau corporate banking adalah kegiatan
layanan bank kepada nasabah yang berskala besar (biasanya
perusahaan-perusahaan besar) biasanya dibedakan dengan
layanan kepada individu.

• Retail banking atau consumer banking adalah kegiatan


layanan bank kepada nasabah berskala kecil dan menengah.

• Private banking adalah kegiatan layanan bank kepada


nasabah terkemuka dan orang-orang kaya yang lebih
menyukai layanan secara khusus dari bank.
1. Modal Sendiri
 Modal sendiri/setoran pemegang saham dan pasar modal
 Cadangan bank/laba tahun lalu yang tidak dibagi
 Laba yang belum dibagi
2. Menghimpun Dana Masyarakat
 Demand deposit / Giro
 Saving deposit / Tabungan
 Time deposit / Deposito
3. Bank Sentral, Bank Lain & Lembaga Keuangan Lain.
 Call Money
 Pinjaman antar bank
 KLBI
 SBPU
Pertimbangan utama penggunaan dana bank adalah
berdasarkan risiko, hasil, jangka waktu / likuiditas.

Berdasrkan prioritas penggunaan dana digunakan dalam


bentuk:
 Primary Reserves
 Secondary Reserves
 Penyaluran Kredit
 Investasi
Aktiva tetap dan inventaris
 Aktivitas off balance sheet merupakan aktivitas yang seringkali tidak
terlihat, tapi sangat penting informasinya bagi para investor dan
regulator.
 Dalam aturan akuntansi, aktivitas off balance sheet dicatat pada
bagian bawah garis atau sering dicatat sebagai footnote.
 Dalam aturan ekonomi, akun off balance sheet tetap mempengaruhi
masa depan institusi keuangan bersangkutan, yaitu mengenai
profitabilitas dan solvabilitasnya.
 Terdapat dua tipe dasar dari aktivitas off balance sheet, yaitu : credit
substitute (pergantian kredit) dan derivative.
 Tipe pertama termasuk aktivitas penawaran kredit bagi nasabah
dimana institusi keuangan bersedia untuk melakukan pembayaran
terlebih dahulu jika terjadi suatu aktivitas ekonomi yang dilakukan
seperti letter of credit (L/C), garansi, dan sesuatu yang masih berada
dalam batas kredit yang telah disepakati dan dipercayai oleh
lembaga keuangan.
 Tipe kedua melibatkan penjualan dan pembelian sekuritas derivatif.
Cost of Fund
Merupakan biaya yang dikeluarkan bank atas dana yang
dihimpun sebelum diperhitungkan reserve requirement-nya.

Cost of Loanable Fund


Biaya dana setelah dikurangi reserve requirement.

Cost of Money
Merupakan penjumlahan total dari cost of loanable fund dan
biaya overhead.
Cost of Fund: Giro

Jumlah Dana Jasa Giro (%) Biaya Dana


14,317 0.0 -
26,634 5.0 1,332
42,952 6.0 2,577
57,269 7.0 4,009
141,172 7,918

Cost of Fund 5.61


Cost of Fund: Deposito Berjangka

Jumlah Dana Jangka Waktu Jasa Giro (%) Biaya Dana


81,544 1 bulan 11.0 8,970
163,088 3 bulan 11.5 18,755
244,632 6 bulan 12.0 29,356
326,176 12 bulan 11.0 35,879
815,440 92,960

Cost of Fund 11.40


Cost of Fund: Tabungan

Jumlah Dana Jasa Giro (%) Biaya Dana


61,657 9.5 5,857
92,485 10.0 9,249
154,142 15,106

Cost of Fund 9.80


Total Cost of Fund

Tingkat bunga
Sumber dana Jumlah Dana Biaya Dana
(%)
Giro 141,172 5.6 7,918
Deposito berjangka 815,440 11.4 92,960
Tabungan 154,142 9.8 15,106
Jumlah 1,110,754 115,984

Total Cost of Fund 10.44


Cost of Loanable Fund

Sumber dana Jumlah Dana RR (%) Loanable Fund Tingkat bunga (%) Biaya Dana
Giro 141,172 5.0 134,113 5.6 7,522
Deposito berjangka 815,440 5.0 774,668 11.4 88,312
Tabungan 154,142 5.0 146,435 9.8 14,351
Jumlah 1,110,754 1,110,754 8.9 110,185

Total Cost of Loanable Fund 9.92


• Kewajiban penyediaan modal minimum
Aspek Permodalan (Capital)
• Perbandingan modal terhadap aktiva tertimbang

Aspek Kualitas Aset • Menilai jenis-jenis aset yang dimiliki bank


(Assets) • Perbandingan antara aktiva produktif dengan total aktiva

Aspek Manajemen • Kemampuan manajemen memperoleh laba dibandingkan


(Management) dengan pendapatan yang diterima

• Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan


Aspek Profitabilitas manajemen dalam memperoleh keuntungan secara
(Earning) keseluruhan
• Perbandingan laba bersih dengan total aktiva

• Kemampuan bank dalam membayar kembali simpanan


Aspek Likuiditas (Liquidity) nasabah
• Perbandingan Aktiva lancar dengan utang lancar.
 Merger: penggabungan dari dua
 Akuisisi: merupakan pengambilalihan
bank atau lebih dengan tetap kepemilikan suatu bank yang berakibat
mempertahankan berdirinya salah beralihanya pengendalian terhadap bank.
satu dari bank dan membubarkan Dalam akuisisi ini nama bank yang diakuisisi
bank-bank lainnya tanpa melikuidasi tidak berubah dan yang berubah hanya
dulu. kepemilikannnya

 Konsolidasi:penggabungan dari dua


bank atau lebih dengan cara
mendirikan bank baru dan
membubarkan bank-bank tersebut
tanpa melikudiasi terlebih dahulu.