Anda di halaman 1dari 31

HIGIENE INDUSTRI

Novie E. Mauliku, SKM., M.Sc


Defenisi
Industrial Hygiene is that science
and art devoted to the anticipation,
recognition, evaluation and control of
those environmental factors or stresses
arising in or from work place that may
cause sickness, impaired health and well
being, or significant discomfort among
workers or among citizens of the
community
(AIHA, 1994 – 1995)
Hiegene Perusahaan (Sukmaur)
Adalah Spesialisasi dalam ilmu Hiegene beserta prakteknya yang
mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit
kualitatif dan kuantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan
melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar
korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan
agar pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan terhindar dari
bahaya akibat kerja serta dimungkinkan mengecap derajat
kesehatan setinggi-tingginya

1. Sasaran lingkungan kerja


Sifat HI
2. Bersifat teknis
Sasaran Sifat

Keselamatan - Manusia
Teknis
Kerja - Alat

Hygiene Lingkungan
Teknis
Industri Kerja

Kesehatan Kerja Manusia Medis


•UUD 45 Pasal 28d ayat Undang – Undang Keselamatan Kerja
•UU No. 14 Tahun 1969
UU No. 13 Tahun 2003

Undang – Undang
Undang – Undangan UU No. 1 Tahun 1970
Tentang
Keselamatan Kerja
11 Bab, 18 Psl Psl 18
VR. 1910 Keselamatan Kerja

Ruang Lingkup
Psl 2 (1), (2) & (3)

Berlaku di Tempat Kerja


Psl 13 Pasal 1

Psl 7
Psl 8

Dirktur 1(4)
Psl 9 Pengurus Psl 2
Psl 11
kewajiban
PP1(5) Pgws
Psl 14
Pengusaha Psl 3
AK31(6) Psl 5

P2K3
Psl10 Psl 16

Tujuan
Pelanggaran Penerapan
Psl 15 Undang2
Psl 17
K3

UU No.14/1969 UU No.13 /2003


(K.Pokok Naker) Ketenagakerjaan
P. 3, 9, 10

p. 86 p. 87
UU No.1/1970

UU No.1/1970 PP - SMK3

Tempat Tempat Kerja Perusahaan


Kerja
a.l. : Per.Men. 05/1996
SMK3
TUJUAN UTAMA HIEGINE
INDUSTRI

MENCIPTAKAN TENAGA KERJA YG SEHAT & PRODUKTIF


1. Lingkungan kerja yg memenuhi syarat kesehatan 
Disesuaikan dng tingkat kesehatan & keadaan gizi pekerja
2. Biaya dari kecelakaan & penyakit akibat kerja tinggi
3. Menerapkan teknologi di lingkungan kerja shg paparan
hazard dapat diperkecil/diminimalkan.
3
Ruang Lingkup Hygiene Industri
• Occupational Health Hazard
Suatu kondisi / keadaan yang menyebabkan
kemungkinan terjadinya penyakit akibat kerja,
gangguan kesehatan dan menimbulkan
kegelisahan / stress ataupun efisiensi pada kerja
serta dapat menimbulkan kecelakaan
• Non Occupational Health Hazard
Safety hazard adalah kondisi yang
mengakibatkan incident atau kecelakaan di
tempat kerja
KONSEP KESEHATAN KERJA

MANUSIA (PEKERJA) PERUSAHAAN

KESEJAHTERAAN :
- PEKERJA PRODUKTIVITAS
- KELUARGA GOOD IMAGE
- MASYARAKAT GOOD WORKERS
&
TERPELIHARANYA:- LINGKUNGAN HIDUP
HIGIENE PERUSAHAAN & KESEHATAN KERJA
(OCCUPATIONAL HEALTH)
Higene Perusahaan:
(penilaian kepada faktor-faktor penyebab terjadinya
penyakit)
• Sasaran adalah lingkungan kerja
• Bersifat teknik
Kesehatan Kerja:
(pekerja memperoleh derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya, baik fisik, mental dan sosial,
dengan usaha-usaha promotif, preventif terhadap
kemungkinan penyakit/gangguan kesehatan)
• Sasaran adalah manusia
• Bersifat medis
SASARAN PENERAPAN HI

 Management
 Sefetydepartement
 Employees
 All
HIPERKES = Occupational Haealth

1. Lapangan kesehatan yg mengurusi


Problematik kesehatan
2. Ditujukan pada Pemeliharaan &
mempertinggi DK tenaga kerja
KONSEP DASAR HI

 ProsesEvaluasi gangguan kesehatan


 sebab gangguan kerja
 Pencegahan :
 Peningkatan kerjasama manajemen
perusahaan dalam Pelaksanaan K3 dan Upaya
pencegahan resiko K3
AHLI HI

1. Mengidentifikasi helath hazard


2. Evaluasi besarnya bahaya yang ditimbulkan
3. Implementasi tindakan pengontrolan dan
pencegahan
4. Menyiapkan informasi tentang bahaya K3 dan
dampaknya terhadap kesehatan pekerja.
PROGRAM HI
Merupakan bagian dari Program K3 yang mencurahkan
perhatian kepada :
1. Antisipasi
2. Mengenal LINGKUNGAN GANGGUAN
KERJA
3. Mengevaluasi
4. Mengontrol
1. Penyakit
2. Kecelakaan
Program Pokok
HYGIENE INDUSTRI

• Pengumpulan data untuk identifikasi ancaman


kesehatan ditempat kerja
• Penilaian berkala tingkat pemaparan pekerja
• Partisipasi dalam penelitian epidemiologi dan
toksikologi
• Partisipasi dalam pemantauan lingkungan secara
rutin dan berkesinambungan
• Penyimpanan data jangka panjang untuk melihat
pengaruh kesehatan yang bersifat kronik
ANATOMY Of OCCUPATIONAL HEALTH PROSEDURS

Rehabilitation Recognition Monitoring Standars

Occupational Work
Ilness Environment

Prevention Diagnosis & Control Evaluation


Treatment
Industrial Hygiene Program
• Anticipation/recognition of health hazards
• Evaluation of health hazards
• Control of health hazards
• Recordkeeping
• Employee training
• Periodic program review, changes and
updates
PENDEKATAN UTK MENCIPTAKAN AHLI HI

1. Peningkatan keahlian nakes


2. Pendidikan / Promosi kes kepada
perusahaan & pekerja tenetang kesehatan
produksi dlm peningkatan produktivitas
3. Pengembangan applied research
MASALAH-MASALAH K3

1. Penyakit-penyakit umum yg diderita pekerja


2. Penyakit yg. Timbul akibat kerja
3. Keadaan gizi kerja yg kurang baik
4. Lingkungan kerja yg tdk menunjang
5. Kesejahteraan tenaga kerja
6. Fasilitas kesehatan perusahaan
7. Dukungan Manajemen Perusahaan Yg masih
kurang.
Health Hazards In The Workplace
 Penyakit Umum
a. Penyakit Infeksi
b. Parasit
c. Epidemi

 Penyakit Akibat Kerja


a. Pneumoconioses
b. Dermatitis/dermatosis
c. Keracunan Bahan Kimia
d. Gangguan Mental Psikologi
 Gangguan Gizi Yang Kurang Baik
a. Penyakit endemis dan Parasitis
b. Kurang pengertian tentang gizi
c. Kemampuan pengupahan yang rendah
d. Beban kerja yang terlalu besar

 Lingkungan kerja yang tidak mendukung


a. Keadaan suhu, kelembaban
b. Penerangan/intensitas cahaya
c. Intensitas bunyi
d. Penuh debu, uap, gas, dll
GANGGUAN PADA KESEHATAN
DAN DAYA KERJA
Untuk dapat tejamin kesehatan dan
produktivitas kerja yang tinggi, perlu ada
keseimbangan yang menguntungkan dari
faktor-faktor :
a. Beban Kerja
b. Beban Tambahan akibat lingkungan kerja
c. Kapasitas Kerja
Kemampuan
Keterampilan Kapasitas
Pendidikan Kerja
Keadaan Kes

Fisik Beban
Kondisi
Mental Kerja
Kerja

Ling. Kerja Beban


Tambahan
KALSIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN YG
MEMBAHAYAKAN (OCCUPATIONAL HAZARD)

1. Faktor Kimia  Proses produksi, Pengolahan, pegangkutan,


Penyimpanan & Distribusi ( Gas, Aerosol, Dust, Cairan)
2. Faktor Fisik  Iklim Kerja, Penerangan, Radiasi, Getaran, dll
3. Faktor Biologi  Virus, bakteri, jamur
4. Faktor Fisikis  Tekanan mental, ketegangan
Hubungan Kesehatan Kerja Dengan Produktivitas
Masalah kepemimpinan:
•Pelatihan •Problem keluarga
•Motivasi •Problem perorangan
•Efisiensi Konflik / Depresi •Hubungan yang tidak
•Spirit of group harmonis
•Tidak ada rekreasi

Ergonomi kerja:
•Pekerjaan tidak sesuai kondisi
fisik pekerja Kelelahan &
•Cara kerja berkurangnya
•Kurang istirahat efisiensi kerja
•Kurang variasi/monoton
•Pekerjaan yang berulang &
terusmenerus

Disain (faktor fisik) Gangguan


•Tekanan panas/dingin kesehatan &
•Kebisingan kecelakaan
•Getaran, dll.
•Tersedianya fasilitas alat Faktor Kimia:
keselamatan kerja: •Material B3
•Tutup mesin
•Emergency Stop Faktor biologi:
Gizi pekerja
•Alat pelindung diri •Penyakit umum
•Penyakit infeksi (kerja)
MENGAPA PERLU K3

Menurut H. W. Heinrich, penyebab kecelakaan kerja


yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman
sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman
sebesar 10%, atau kedua hal tersebut di atas terjadi
secara bersamaan.
Oleh karena itu, pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja dapat mencegah perilaku yang
tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan
yang tidak aman.
KERUGIAN PERUSAHAAN AKIBAT
KECELAKAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

Hilang dan rusaknya material/produk


Terhentinya proses produksi
Hilangnya tenaga terampil & pengalaman
Menurunnya kredibilitas perusahaan
Hilangnya keuntungan
Hilangnya waktu kerja
Pengeluaran biaya pengobatan, perawatan
K3 dan Globalisasi
Daya Saing

• HAM

K3
• SA 8000
• Corporate Social Respon-
sibility (ISO 26000?)

Standar Internasional
ISO 9000, ISO 14000,
SMK3, OSHAS