Anda di halaman 1dari 17

NEONATUS BERDASARKAN

TEORI PERKEMBANGAN
KOGNITIF JEAN PIAGET
Dibuat oleh : kelompok 1
Sindi A
Annisa O
Diana S
A Rahman
Putri A
Tasya F
Kartika N
Bayi baru lahir (neonatus)

adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur


kehamilan 38-40 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi
kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara
spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.
PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET
Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan.
Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari
tahapan : pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention),
penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi
(evaluation).

Teori perkembangan kognitif Piaget adalah salah satu teori yang


menjelasakan bagaimana anak beradaptasi dengan dan
menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian sekitarnya.
Pemeriksaan Umum
a) Pernafasan
b) Warna kulit
c) Denyut jantung
d) Suhu Aksila.
e) Postur dan gerakan
f) Tonus otot /tingkat kesadaran
g) Ekstremitas
h) Kulit
i) Tali pusat
j) Berat badan
Tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget
1. Tahap Sensori Motor.
Tahap ini merupakan tahap pertama. Tahap ini dimulai sejak lahir
sampai usia 2 tahun. Pada tahap ini, bayi membangun suatu
pemahaman tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman-
pengalaman sensor (seperti melihat dan mendengar) dengan tindakan-
tindakan fisik.
Dengan berfungsinya alat-alat indera serta kemampuan kemampuan-
kemampuan melakukan gerak motorik dalam bentuk refleks ini, maka
seorang bayi berada dalam keadaan siap untuk mengadakan hubungan
dengan dunianya.
Menurut Piaget tahap sensor neonatus, yaitu:
Periode 1: Penggunaan Refleks-Refleks (Usia 0-1 bulan)

Refleks yang paling jelas pada periode ini adalah refleks menghisap
(bayi otomatis menghisap kapanpun bibir mereka disentuh) dan refleks
mengarahkan kepala pada sumber rangsangan secara lebih tepat dan
terarah. Misalnya jika pipi kanannya disentuh, maka ia akan
menggerakkan kepala kearah kanan.
Pemeriksaan fisik (head to toe)
 Kepala  Abdomen
 Muka  Genetalia
 Mata  Tungkai dan kaki
 Telinga  Anus
 Hidung  Punggung
 Mulut  Pemeriksaan kulit
 Leher  Reflek
 Klavikula dan lengan tangan  Antropometri
 Dada  Eliminasi
Hasil Pemeriksaan Umum
A. IDENTIFIKASI
I. BAYI
• Nama Inisial : By Ny R
• Tempat/jam lahir : Bidan/ 22.45 wib
• Jenis kelamin : Laki-Laki

B. Keadaan Bayi Baru Lahir


• Berat Badan lahir : 2500 gram
• Panjang Badan : 46 cm
I. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Antropomentri
• Keadaan Umum : Baik • PB : 46 cm
• TTV : • BB : 2500 Kg
Pernafasan : 60x/mnt • Lingkar Lengan : 32 cm
HR : 150x/mnt Suhu : 36,7 ‘C
• LIKA ;
• Aktivitas Bayi : Aktif • FO : 31 cm
• Kulit : Normal • MO : 32 cm
• Lanugo : Ada • SOB : 34 cm
• Vernik Caseosa : Tidak • Lingkar dada : 33 cm
ada
Pemeriksaan Fisik (head to toe)
• KEPALA • HIDUNG
- Bersih - Bentuk : Simetris
- Bentuk kepala : Normal - Nafas Cuping Hidung : Tidak ada
- Sutura : Normal
• MULUT
• MATA
- Bentuk : Normal
- Sclera : Unikterik
- Kebersihan : Bersih
- Conjungtiva : Unanemis
- Luka : Tidak ada
- Palpebra : Tidak ada edema - Lidah : Tidak kotor
- Bentuk : Normal
- Perdarahann : Tidak ada
• LEHER • ABDOMEN
- Glandula thyroidea : Tidak - Bentuk : Normal
bengkak - Auskultasi : Timpani
- Struma : Tidak ada - Bising usus : 5x/menit
- Torticolis : Tidak ada - Perkusi abdomen : Sonor
- Tali pusat : Normal
• DADA Arteri 2 buah, Vena 1 buah
- Bentuk : Normal
- Retrasi : Tidak ada • PUNGGUNG
- Clavikula : Normal - Bentuk : Normal
- Bunyi nafas : Vesikuler - Spina bifida : Ada
- Bunyi jantung : Normal - Meningocele : Ada
- Dimple : Ada
• GENITALIA : • REFLEKS
- Penis : Normal - Refleks menghisap : Ada
- Scrotum : Ada - Gerak refleks telapak tangan :
Ada
• EKSTREMITAS ATAS DAN - Gerak refleks telapak kaki : Ada
BAWAH - Refleks mengedip : Ada
- Jumlah jari tangan : Lengkap - Refleks rooting : Ada
- Jumlah jari kaki : Lengkap
- Polidaktili : Tidak ada
- Paralisis : Tidak ada
- Fraktur : Tidak ada
Isu - Isu Perkembangan pada
Neonatus
1. Tidur
2. Perawatan tali pusat
3. Mandi
4. Pakaian
5. Popok
6. BAK dan BAB
7. Lapar
8. Boleh dijemur
9. Stimulasi pijat
Masalah yang sering timbul dan penangannya
1. KEJANG
Penanganan :
- Menjaga jalan nafas tetap bebas dengan resutasi
- Mencari faktor penyebab kejang
- Mengobati penyebab kejang

2. TIDAK MAU MENYUSU atau MEMUNTAHKAN SEMUA YANG DIMINUM


- Menyusui saa bayi sedang saat mengantuk
- Kunjngi dokter
- Berikan skin to skin kontak sebanyak mungkin untk bayi
3. DEMAM
Penanganan :
- Berikan obat penurun panas
- Kompres hangat
- Menggunakan pakaian yang longgar dan tipis
- Memberikan minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi
- Pantau suhu tubuh

4. SESAK NAFAS
Penanganan :
- Posisi dengan setengah duduk
- Longgarkan pakaian
- Usapkan minyak kayu putih
- Gunakan inhalasi
5. PUSAR KEMERAHAN
Penanganan :
- Bershkan kuit disekitar tali pusat
- Bersihkan tali pusat
- Hindari penggunaan antiseptic
- Jaga agar tali pusat tetap kering

6. IRITASI PADA KULIT BAYI


Penanganan :
- Tidak memandikan bayi terlalu lama
- Menggunakan bahan kain katun longgar untuk bayi
- Menjaga area bokong bayi tetap kering
- Pastikan popok bayi tidak ketat
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH