Anda di halaman 1dari 20

HIPOTERMI &

HIPERTERMI PADA
NEONATUS
Hipotermi
Pengertian

Hipotermi merupakan keadaan suhu


tubuh rendah dibawah batas normal yaitu
36,5 ◦C ((Dep.Kes. RI, 1994).
Macam Mekanisme Kehilangan Panas

Konduksi Radiasi

Konveksi Evapora
Mekanisme
Kehilangna
Panas
Etiologi
Jaringan lemak subkutan tipis
Bayi baru lahir tidak mempunyai respon shivering (menggigil) pada reaksi kedinginan
Asfiksia yang hebat
Resusitasi yang ekstensif
Lambat sewaktu mengeringkan bayi
Distress pernapasan
Sepsis
Pada bayi prematur atau bayi kecil memiliki cadangan glukosa yang sedikit
Akibat Hipotermi

 Hipoglikemia-sidosis metabolik
 Kebutuhan oksigen yang meningkat
 Metabolisme meningkat sehingga metabolisme terganggu
 Gangguan pembekuan darah sehingga meningkatkan pulmonal yang
menyertai hipotermi berat
 Shock
 Apnea
 Perdarahan Intra Ventrikuler
 Hipoksemia, dan berlanjut dengan kematian
Tanda dan Gejala

Suhu tubuh < 36.5 C


Sianosis di daerah perifer tubuh bayi
Ackral teraba dingin
Bayi tampak menggigil
Kemampuan mengisap lemah atau tidak dapat menyusu
Letargis dan menangis lemah
Perubahan warna kulit dari pucat menjadi kutis memorata atau
plethora
Takipnea dan takikardi
Klasifikasi

Hipotermi

Sedang Berat
Patofisiologi Kulit Bayi
Terpapar
Dingin

Panas
Stimulasi
didistribusikan
ke seluruh Syaraf Simpatis
tubuh

Proses oksidasi
lemak coklat & Hipotalamus
vasokontriksi
perifer
Memicu serabut
simpatik
mengeluarkan
norepinefren
Penatalaksanaan
Hipotermia Sedang
o Keringkan tubuh bayi
o Segera hangatkan tubuh
o Ulangi, sampai panas tubuh ibu menghangatkan tubuh
bayi menjadi hangat
o Cegah bayi kehilangan panas
o Beri ASI sedini mungkin
o Menyusui secara ekslusif
o Anjurkan ibu control bayinya setelah 2 hari
o Minta ibu untuk mengamati tanda
o Periksa kadar glukosa darah
o Nilai tanda bahaya
o Bila suhu tidak naik atau terlalu pelan, kurang 0.5˚C/jam,
cari tanda sepsis (Azwar,A. 2008)
Next..
• Ambil sampel darah dan
Hipotermia Berat • Keringkan tubuh bayi beri antibiotic sesuai dosis
• Segera hangatkan tubuh • Bila bayi tidak dapat
bayi menyusu, beri ASI perah
• Mengganti kain / pakaian / • Bila bayi tidak dapat
popok yang basah menyusu sama sekali,
• Beri ASI sedini mungkin pasang pipa lambung
• Hindari paparan panas • Periksa suhu tubuh bayi
yang berlebihan dan setiap jam.
usahakan agar posisi bayi • Setelah suhu tubuh bayi
sering diubah normal
• Pasang jalur IV dan beri • Lakukan perawatan
cairan IV sesuai dosis lanjutan untuk bayi
• Periksa kadar glukosa • Pantau bayi selama 12
darah jam kemudian, dan ukur
• Nilai tanda bahaya setiap suhunya setiap 3 jam
Pencegahan

Menunda memandikan Rawat bayi di ruang


bayi baru lahir yang hangat

Jangan meletakkan bayi


Ganti popok setiap kali
didekat benda yang
basah
dingin

Jangan menyentuh bayi


dengan tangan basah
( Azwar, A. 2008)
Gangguan
system saraf
Komplikasi pusat

Gangguan
pembekuan

Pertumbuhan
terganggu
Hipoglikemi asidosis
Kebutuhan metabolic
oksigen yang
meningkat
Hipertermi
Hipertermi adalah keadaan suhu tubuh
meningkat melebihi suhu normal yaitu suhu
tubuhmencapai sekitar 37,8°C per oral atau
38,8°C per rectal secara terus menerus disertai
kulit panas dan kering serta abnormalitas
sistem saraf pusat seperti delirium, kejang, atau
koma yang disebabkan oleh atau dipengaruhi
oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal
(metabolik).
Klasifikasi Hipertermia
Peningkatan Produksi Panas

Hipertermia Maligna

Exercise-Induced Hyperthermia
(EIH)

Endocrine Hyperthermia (EH)


Next…

Penurunan Pelepasan

Dehidrasi Trauma Over


Lahir Heating
Panas

Heat Store Haemorrhargic Sudden Infant


Shock and Death Syndrome
Encephalopathy (SIDS)
(HSE)
Etiologi

Suhu
Lingkungan Infeksi
Komplikasi

hipertermia dapat mengakibatkan


kerusakan organ penting dalam tubuh,
seperti otak. Pada kondisi lanjut tanpa
penanganan yang baik, hipertermia
juga dapat berujung pada kematian.
Penatalaksanaan

Bayi dipindahkan ke ruangan yang sejuk dengan suhu


kamar seputar 26°C- 28°C
Tubuh bayi diseka dengan kain basah sampai suhu bayi
normal (jangan menggunakan es atau alcohol)
Berikan cairan dektrose NaCl = 1 : 4 secara intravena
agar dehidrasi teratasi
Antibiotic diberikan apabila ada infeksi