Anda di halaman 1dari 27

Maraknya penyalahgunaan Narkotika

di indonesia, khususnya di Sumatera Selatan,


sehingga indonesia
di sebut darurat Narkotika.

Narkotika sudah merambah :

-Semua umur
-Semua profesi
-Semua sarana sosial / ekonomi
-Semua wilayah
Merosot nya moral dan mental
-Pemicu Tindak Pidana lain
-Melemahnya potensi sumber daya manusia,
khususnya generasi muda
-Mengganggu perekonomian
Data penyalahgunaan Narkoba Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel
Ta 2014 dan jajaran

K
NO KESATUAN JTP TSK E
T

1 DIT RES NARKOBA 194 214


2 POLRESTA PLG 299 388
3 RES BANYUASIN 66 78
4 RES MUBA 69 91
5 RES OKI 62 82
6 RES OI 63 86
7 RES PRABUMULIH 45 53
8 RES MUARA ENIM 64 100
9 RES LAHAT 44 62
10 RES PAGAR ALAM 11 26
11 RES OKU 77 96
12 RES OKU SELATAN 14 24
13 RES OKU TIMUR 28 44
14 RES L. LINGGAU 43 65
15 RES MURA 51 77
16 RES 4 LAWANG 23 35

JUMLAH 1153 1521


Data penyalahgunaan Narkoba Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel
Januari s/d Oktober 2015

JUMLAH
NO KESATUAN
JTP TSK
1. DIT RES NARKOBA 168 193

2. POLRESTA PLG 289 345


3. RES BANYUASIN 57 74
4. RES MUBA 78 100
5. RES OKI 59 87
6. RES OGAN ILIR 41 70
7. RES PRABUMULIH 43 47
8. RES MUARA ENIM 49 70
9. RES LAHAT 35 41
10. RES PAGAR ALAM 16 24

11. RES OKU 65 73


12. RES OKU SELATAN 14 25
13. RES OKU TIMUR 41 67
14. RES L. LINGGAU 35 49
15. RES MURA 41 63

16. RES 4 LAWANG 26 35


JUMLAH 1.057
1.363
Data berdasarkan Usia pelaku

600

500

400

300

200

100

0
SEMESTER 1 TH 2014 SEMESTER 1 TH 2015
<15 1 1
16-19 34 44
20-24 112 130
25-29 149 210
>30 401 547
Berdasarkan Pendidikan

600

500

400

300

200

100

0
SEMESTER 1 TH 2014 SEMESTER 1 TH 2015
SD 31 80
SLTP 105 247
SLTA 555 596
PT 6 9
• Jumlah barang bukti Tp Narkoba Ta 2015

NARKOTIKA JENIS TANAMAN NARKOTIKA JENIS BUKAN TANAMAN

HEROIN /
GANJA SABU EKTASI
PUTAW

6.575,453 Gram Ganja - 14.121,058 Gram shabu 1.752,25 butir pil ektasi
44 batang tanaman ganja 75 paket besar shabu 3.173,742 gram
10 paket besar ganja 79 paket sedang shabu TaksiranHarga
30 paket sedang ganja 508 paket shabu Rp. 238.305.000,-
186 paket ganja 357 paket kecil shabu
59 paket kecil ganja Taksiran Harga
17 linting ganja Rp. 12.920.080.000,-
83 biji ganja
Taksiran Harga
Rp. 39. 534.000,-
1. Coba-coba / Iseng / Penasaran
2. Senang-senang (just for fun)
3. Mengikuti trend (fashionable)
4. Agar diterima dlm suatu Group
5. Pelarian dari suatu masalah
6. Pengertian yg salah bahwa
sekali-sekali tidak masalah
7. Tidak berani/tidak dapat berkata
“tidak” thdp ajakan/iming-iming
1. Kesempatan/situasi seperti diskotik,
tempat hiburan, rekreasi, pesta, dll.
2. Solidaritas kelompok sebaya.
3. Ajakan, rayuan, atau iming-iming.
4. Lingkungan yg membiarkan
maraknya penggunaan, penjualan
bebas obat2an/narkoba.
5. Lemahnya gakum,
6. Bisnis yg teroganisir ditutup-tutupi
oleh masyarakat sendiri
UPAYA PENANGGULANGAN
1. Upaya pre-emtif :
A. Kegiatan edukatif dengan sasaran menghilangkan faktor
korelatif kriminogen
B. Penyiapan sumber daya manusia & sarana / prasarana
operasional guna membantu kegiatan penyelidikan &
penyidikan
2. Upaya preventif :
A. Pengawasan jalur legal narkoba :
1) Terjamin jenis & jumlah narkotika & psikotropika
cukup utk kepentingan riil (kedokteran & ilmu
pengetahuan).
2) Terjamin tetap & rasional
3) Penggunaan narkotika sebagai pilihan terakhir dalam
obat
4) Pencegahan kebocoran dan penyaluran resmi
B. Perketat pengawasan daerah rawan kultivasi, produksi
serta jalur peredaran masuknya Narkoba ke Indonesia

Direktorat Reserse Narkoba


3. Upaya Gakkum :
A. Pemutusan jalur peredaran gelap Narkoba baik secara
Nasional maupun Internasional ;
B. Pengungkapan jaringan sindikat Narkoba baik Nasional
maupun Internasional ;
C. Musnahkan barang bukti Narkoba yang disita ;
D. Ungkap motivasi maupun latar belakang penyalahguna
Narkoba ;
E. Pelaksanaan kegiatan / mekanisme pengungkapan kasus
Narkoba mulai dari informasi, analisa informasi sampai
pelaksanaan kegiatan & penggerebekan (RPE).
4. Upaya treatment dan rehabilitasi :
Pelaksanaan terapi & rehabilitasi terhadap korban penyalahguna
Narkoba dalam lembaga tertentu.

Direktorat Reserse Narkoba


5. Kerjasama :
A. Lintas sektoral dengan Kementerian terkait
B. Internasional (bilateral, regional & internasional) :
1) Government
2) Non government
C. Dengan masyarakat / lsm :
1) Jalur keluarga
2) Jalur pendidikan
3) Jalur agama
4) Jalur organisasi
5) Jalur wilayah pemukiman
6) Jalur unit kerja
7) Jalur mass media

Direktorat Reserse Narkoba


Pasal 38
Single Convention on
Narcotic Board, 1961
Para pihak harus memberikan perhatian khusus kepada
penyalahgunaan Narkotika dan melakukan tindakan
KEBIJAKAN pencegahan, identifikasi dini , perawatan, after care,
rehabilitasi dan reintegrasi sosial .
GLOBAL

MENJADI UNDANG-UNDANG NARKOTIKA


UNTUK MEREHABILITASI PENYALAH
GUNA NARKOBA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 2


huruf a
Pasal 4 UU 35/2009
TENTANG NARKOTIKA Menjamin ketersediaan narkotika untuk
kepentingan pelanyanan kesehatan dan/
KEBIJAKAN NEGARA atau pengembangan IPTEK;

huruf b

Mencegah, melindungi dan menyelamatkan


Politik atau Tujuan Hukum Bangsa Indonesia dari penyalahgunaan
Dalam Menangani Narkotika
Permasalahan Narkotka
huruf c

Memberantas peredaran gelap narkotika


dan prekursor narkotika

huruf d

menjamin pengaturan upaya rehabilitasi


medis dan sosial bagi penyala guna dan
pecandu narkotika.
3
PENANGANAN PERMASALAHAN NARKOTIKA

PENDEKATAN
BERIMBANG

PENDEKATAN PENDEKATAN
KESEHATAN HUKUM

MENEKAN
MENEKAN SUPPLY
DEMAND

PEMBERANTASAN
• PENCEGAHAN
• PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
• REHABILITASI

di Hukum Berat di Miskinkan dgn


dgn UU Narkotika UU TPPU
Kekhususan Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 4


IMPLEMENTASI
PROGRAM P4GN :
PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

PENCEGAHAN : PEMBERANTASAN :
 PENCEGAHAN ITU SENDIRI!  MEMBERANTAS JARINGAN
 REHABILITASI PENYALAH  KERJASAMA INTERNASIONAL
GUNA (MEMUTUS JARINGAN)
 PEMEBERDAYAAN  ERADIKASI TANAMAN
MASYARAKAT NARKOTIKA! INTERDIKSI
 MERAMPAS ASET HASIL
“PENYALAH GUNA DIANCAM DENGAN PEREDARAN NARKOTIKA
HUKUMAN PIDANA, GUNA MENCEGAH
MASYARAKAT UNTUK TIDAK MELALUI TPPU
MENYALAHGUNAKAN NARKOTIKA”

Kekhususan Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 5


KONSTRUKSI HUKUM TERHADAP
PENGEDAR NARKOTIKA

membawa, memiliki, menguasai narkotika secara melawan hukum diancam dengan pidana
penjara diatas 5 tahun sampai dengan hukuman mati

asetnya yang berasal dari tindak pidana narkotika dirampas dengan UU TPPU dengan
diberlakukan pembuktian terbalik di Sidang Pengadilan

Pemusnahan barang bukti Narkotika diatur secara khusus, Penyidik dan Kepala Kejaksaan
diancam Pidana apabila tidak sesuai dengan ketentuan
(Pasal 92 UU No.35/2009 tentang Narkotika)

Kekhususan Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 6


PROSES PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA
PASCA PERBER

DI SIDIK DGN PUTUSAN


DITUNTUT DENGAN
PASAL 111/112/113/114 HAKIM
PASAL 11/112/113/114
Jo. PS 127 PIDANA
Jo. PS 127
(ditahan) PENJARA

PENYALAH GUNA
NARKOTIKA DISIDIK DENGAN DITUNTUT PUTUSAN
DIANCAM PS 127 DENGAN HAKIM
PS 127 (TIDAK DITAHAN) PS 127 PIDANA
DENGAN ANCAMAN PENJARA
PIDANA MAX 4 TH

DISIDIK
DIASSESMENT SEBAGAI
rekomendasi
Perkara Pecandu DITUNTUT PUTUSAN
Rencana HAKIM
Rehabilitasi
Ps. 127 jo 54 DENGAN
Ps 127 (2)
kadar DITEMPATKAN PASAL 127 jo 54 Ps 103
ketergantungan DI LEMABAGA
REHABILITASI

Salah : diputuskan rehablilitasi


tidak bersalah : ditetapkan rehabilitasi

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 7


SIAPA TERSANGKA YANG DI REHABILITASI ???.....
HSL
ASSESS
MENT
PASAL 111, 112 DI
REHABILITASI PERKAR
Ada BB Narkotika A
Jumlah tertentu utk 1 (satu) LANJUT
hari
TSK SEMA No.4 Th.2010
PECANDU
NARKOTIKA

PANTI REHABILITASI

HSL
ASSESS
MENT
PERKAR
PASAL 127 DI A
REHABILITASI TIDAK
Tidak ada BB Narkotika LANJUT

DISKRESI
PANTI REHABILITASI
KEPOLISIA
N

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 8


Pasal 54
UU 35/2009
Rehabilitasi

Pecandu Narkotika dan Korban


Penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani
rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial

Pecandu Narkotika Korban Penyalahgunaan


Narkotika

orang yang menggunakan atau seorang yang tidak sengaja


menyalahgunakan Narkotika dan dalam menggunakan narkotika karena
keadaan ketergantungan pada dibujuk, diperdaya, ditipu,dipaksa
Narkotika, baik secara fisik maupun dan/atau dipaksa untuk
psikis. menggunkan Narkotika
(Ps. 1 huruf 13)
(1) Hakim yang memeriksa perkara Pecandu Narkotika dapat:

a. memutus untuk memerintahkan yang bersangkutan


menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui
rehabilitasi jika Pecandu Narkotika tersebut terbukti
bersalah melakukan tindak pidana Narkotika; atau
Pasal 103
b. menetapkan untuk memerintahkan yang bersangkutan
menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui
rehabilitasi jika Pecandu Narkotika tersebut tidak
terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika.

(2) Masa menjalani pengobatan dan/atau perawatan bagi


Pecandu Narkotika sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman.
Pasal
Pengedar

Pasal 111

setiap orang yg tanpa hak atau


melawan hukum menanam,
memelihara, memiliki,
menyimpan, menguasai atau Pasal 112
menyediakan
Narkotika Golongan 1 setiap orang yg tanpa hak atau
melawan hukum memeiliki,

Pasal 113
menyimpan, menguasai, atau
menyediakan
Narkotika Golongan 1
?
setiap orang yg tanpa hak atau
melawan hukum mengimpor,
mengekspor, atau menyalurkan
Narkotika Golongan 1

Pasal 114
setiap orang yg tanpa hak atau melawan hukum menawarkan
untuk dijual, menjual, membeli,menjadi perantara dalam jual beli,
menukar dan menyerahka
PENYALAH GUNA ATAU PENGEDAR ?

Indikator Penyalah Guna : membawa, memiliki, menguasai Narkotika secara


melawan hukum dalam jumlah tertentu, sedikit, untuk pemakaian satu hari

Indikator Gramasi-nya,
Jenis Shabu = 1 Gr
kebawah
Jenis Ganja = 5 Gr kebawah
Jenis Ekstasi = 8 Butir
kebawah
dst….
Melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) perkara penyalah guna bertransformasi
menjadi perkara Pecandu yang WAJIB direhabilitasi terbukti salah maupun tidak,
apabila tidak akan menjadi perkara pidana

Kekhususan Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika


Pengguna Narkoba tidak
akan pulih, bahkan meningkat
lost
menjadi Pecandu dan akan
berkembang menjadi pengedar
generation ?
2020
Penjara menjadi “surga”
5 Juta Jiwa
peredaran narkoba yang 2,56%
apa yang terjadi paling aman
apabila 4,9 Juta Jiwa
Pengguna 2,53% 2019
Narkoba PASAR NARKOBA DI INDONESIA
dimasukan ke TIDAK AKAN BERKURANG 4,8 Juta Jiwa
dalam Penjara ? NAMUN 2,49% 2018
SEBALIKNYA, CENDERUNG
BERKEMBANG

4,6 Juta Jiwa


2,45% 2017
Terjadi drug
related crime
di dalam Lapas 4,5 Juta Jiwa
2,39% 2016
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Daerah Sumatera Selatan
Direktorat Reserse Narkoba

SEKIAN
TERIMA KASIH

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 9