Anda di halaman 1dari 24

Selamat Datang di TN.

Bali Barat

PESERTA
“ KULIAH STUDI LAPANG TERINTEGRASI (SLT) 2019-2020
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH MALANG
&
UNIVERSITAS NUSA TENGGARA BARAT
FAKULTAS ILMU KEHUTANAN”
Sekilas Tentang PengelolaanTaman Nasional
Bali Barat
Oleh : Drh. Agus Ngurah Krisna K.M,Si
(Kepala Balai TNBB)
Sejarah TNBB
SK DEWAN
RAJA DI
BALI SK MENTAN DEKLARASI
NO.169/KPT MENTAN
Penetapan S/UM/3/19 SK MENHUT
hutan NO.736/MENT NO.493/KPT SK MENHUT
78 AN/X/1982
Banyuwedan S-II/1995 NO.780/ME SK DIRJEN
g (19.365,6 Penetapan NHUT- PHKA
Penetapan Luas TNBB SK Menhut
Ha) sebagai SM Bali II/2009 NO.143/IV- SK Dirjen KSDAE
Calon TN untuk 19.002,89 No.SK.2849/Menhut-VII/
Taman Barat, kawasan SM KK/2010 Nomor:
Ha TNBB seluas KUH/2014
Pelindung P.Menjanga Bali Barat & Zonasi SK.413/KSDAE/Set/
(Daratan 19.002,89 Penetapan Kawasan
Alam untuk n, Hutan Lindung TN.Bali KSA.0/11/2018
=15.587,89 Ha hutan pada Kelompok
melindungi P.Burung, termasuk RTK Barat
Ha & Laut = ditetapkan Hutan Bali Barat (RTK 19)
Jalak Balai & P.Gadung & 19 (77.000 Ha) Revisi Zonasi
3.415 Ha) Menhut seluas 86.649, 84 Ha.
Harimau Bali P.Kalong TN.Bali Barat
sebagai KPH Termasuk kawasan
(19.558,8
Konservasi Taman Nasinal seluas
Ha)
19.026,47 Ha,

10 Agustus 10 Maret 14 Oktober 15 Tahun 2009 20 16 April 2014 22 November 2018


1947 1978 1982 September September
1995 2010
MANDAT PENGELOLAAN TNBB ( SK Menhut No: 493/Kpts-II/1995 tanggal 15
September 1995 )
1. Potensi keanekaragaman fauna endemik seperti Curik Bali ( Leucopsar rothschildi), Banteng
(Bos javanicus), dan 9 mamalia khas Bali yang perlu dilestarikan dan dimanfaatkan untuk
tujuan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan, serta menunjang rekreasi dan
pariwisata.
2. Kawasan perairan yang mempunyai potensi Terumbu Karang (Coral reef),
keanekaragaman ikan hias, tempat bersarang Penyu Sisik (Lepidochelys olivacea), dan
habitat 2 jenis hiu (Tricaenodon sp dan Carcharinus sp) untuk dikembangkan sebagai obyek
wisata bahari, penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan

VISI
” Menjadi Pusat Keterwakilan Keanekaragaman Hayati Pulau Bali Melalui Pengelolaan
Berlandaskan Hubungan Harmonis Alam, Sosial, dan Budaya untuk Kepentingan Pemanfaatan
Berkelanjutan ”
MISI
1. Mewujudkan kawasan sebagai habitat yang aman & ideal bagi Curik Bali, mamalia khas Bali & satwa liar lainnya.
2. Meningkatkan pengelolaan pariwisata alam dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya.
3. Mengembangkan pusat pendidikan dan penelitian konservasi untuk kepentingan pengetahuan & penyadaran masy.
4. Mempertahankan Efektivitas Pengelolaan Taman Nasional Bali Barat
ZONASI
TNBB
PENGELOLAAN PARIWISATA
ALAM DI TNBB
Destinasi Wisata
TNBB
Peta Obyek Wisata
TNBB
Pada saat ini di Taman Nasional Bali Barat terdapat 3 (Tiga) perusahaan yang
sudah mendapatkan Ijin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA):
1. PT. Trimbawan Swastama Sejati seluas 382 Ha di Blok Hutan Pahlengkong.
2. PT. Shorea Barito Wisata seluas 251,5 Ha (Blok 1 Gilimanuk 10,5 Ha, Blok II
Kotal 195 Ha, Blok III Labuan Lalang 46 Ha)
3. PT. Dhisti Kumala Bahari seluas 40,05 Ha (Blok I Teluk Terima 37,02 Ha, Blok II
Cekik 3,3 Ha)

Ijin Usaha
Penyediaan
Sarana Wisata
Alam
(IUPSWA)
90.000
Jumlah Pengunjung di TNBB
80.000

70.000
62.120 62.183
61.556
59.956 60.027

Jumlah Pengunjung (Orang)


59.248
60.000
49.929 49.160
50.000

39.034
40.000

29.200 29.198
30.000 25.290

20.000 15.586 11.717


10.251
9.767
10.000

Th 2007

Th 2008

Th 2009

Th 2010

Th 2011

Th 2012

Th 2013

Th 2014

Th 2015

Th 2016

Th 2017

Th 2018
Th 2003

Th 2004

Th 2005

Th 2006

Jumlah
Kunjungan di
TNBB
12.000.000.000
PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
TN.BALI BARAT 10.042.513.111
10.000.000.000 9.294.537.000
8.818.929.500

8.000.000.000
7.049.300.000

6.000.000.000

4.000.000.000

2.000.000.000 1.540.807.500
166.251.500 374.969.500 439.650.500
421.295.000 255.763.000
159.504.000
-
Penerimaan Th 2008 Th 2009 Th 2010 Th 2011 Th 2012 Th 2013 Th 2014 Th 2015 Th 2016 Th 2017 Th 2018

Negara
Bukan Pajak
(PNBP)
Pengelolaan Pengamanan & Pemulihan Ekosistem
Target PE sd 2020 = 325 ha.
Th 2016 (3,5 ha), Th 2017
Kehati Perlindungan (86,3 ha), Th 2018 (86,6 ha),
Patroli rutin, gabungan, mendadak, Th 2019 (90,9 ha), Th 2020
Intelijen (84,6 ha)

Pengendalian
Pembinaan Populasi &
hama terumbu
Habitat karang,
pengendalian
tanaman invasif,
dll

Resort Based Management Peningkatan Populasi CB

Terdapat 6 resort ( Gilimanuk, Ambyarsari, Teluk


Monitoring, UPKPJB, pelapasliaran
Terima, P. Menjangan, Prapat Agung dan Brumbun
TNBB merupakan tempat perlindungan bagi kelangsungan /
keberadaan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) yang
statusnya kritis (Red data book IUCN) dan Apendix I
menurut CITES
Hasil penelitian tim RCC UI bersama TNBB (2015) dan dari
data TNBB. berdasarkan jenisnya, fauna yang terdapat di
TNBB antara lain 18 jenis mamalia, 18 jenis reptilia, 205 jenis
aves, 12 jenis amphibia, 82 jenis kupu-kupu, dan lebih dari
120 jenis ikan.
Potensi Flora terdpat 6 jenis flora yang dilindungi dan masuk
kategori langka menurut IUCN, 18 jenis flora di mangrove,
66 jenis di hutan musim, 55 jenis di savanna, 72 jenis di
hutan hujan dataran rendah

Potensi Flora
& Fauna di
TNBB
Tipe Ekosistem
di TNBB

Rain Forest Monsoon Forest Savanna

Coastal forest Mangrove Coral reef


200 191
Populasi Burung Curik Bali di Alam Liar 184
180 (Tahun 1974 - April 2019)
160 154

JUMLAH POPULASI JALAK BALI DI ALAM LIAR (IND )


145
142
140

120 112 110 109


105 104
107
99
100

78 81
80 91
87 84

60 54 57
52
48 48 48

40 36 36 37 34
29 27 29 32
26 27 24
21 18 21
20 14 14 15 12 30 15
6 9
0
0

Apr-19
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
TAHUN PENGAMATAN

80 400
Pelepasliaran 72 Burung Curik Bali
Burung Curik Bali ke Habitat 357
70 350 di Unit Khusus Pembinaan Jalak Bali (UPKPJB)
(Tahun 1998 - 2019) Tegal Bunder
60 300 303
Curik Bali Yang Dilepasliarkan (Ind)

Jumlah Jalak Bali (Ind)


50 250

Populasi Curik Bali


45
42
40
40 199
34 200

di Alam Liar & UPKPJB 30

20
24
26 26
150 149

serta Pelepasliaran
20 17 114
12 100
10 10 10 10 72
10 52 78
6 59
3 4 4 4 53
0 50 45
0 54
0 58
49 52 50

Mei Th …
Th 1998

Th 1999

Th 2000

Th 2001

Th 2002

Th 2003

Th 2004

Th 2005

Th 2006

Th 2007

Th 2008

Th 2009

Th 2010

Th 2011

Th 2012

Th 2013

Th 2014

Th 2015

Th 2016

Th 2017

Th 2018
0
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Cekik, Cover : 10,5 Ha, L. Lalang, Cover : 2 Ha, T. Gelap, Cover : 32,1 Ha,
54 EKOR 74 EKOR 17 EKOR

Sebaran
Populasi
Curik Bali di
Alam Liar L. Merah, Cover : 12 Ha, T. Brumbun, Cover : 23 Ha,
(Per April 2019) 18 EKOR 28 EKOR
Jenis Kelamin
Tahun Total
Jantan Betina Un-identified
Th 2017 10 10 5 25
Th 2018 19 14 33
sd Juli 2019 14 14 28

60
55 (64 %)

50
Jumlah (Ind) & Persentase (%)
40

30

20

10 (12 %)
Kematian 10
2 (2 %)
6 (7 %)
8 (9 %)
4 (5 %)
1 (1 %)
Curik Bali di 0

UPKPJB Cacat bawaan Over capacity Perkelahian Persaingan Sakit Tua Un-identified

Penyebab Kematian
Hasil
Pemeriksaan
Feces Curik Bali
di UPKPJB
Strategi Pengelolaan Curik Bali

7. Patroli/ pengamanan 1. Pembinaan populasi


Jalak Bali di UPKPJB

2. Penangkaran berbasis masyarakat


6. Pembinaan habitat (Desa Sumber Klampok)

3. Penyuluhan/
5. Monitoring dan inventarisasi pendidikan
Curik Bali konservasi

4. Pemulihan
populasi/
pelepasliaran
Curik Bali
www.themegallery.com
FMBB ROLE MODEL 1
1. Peningkatan kapasitas staf dalam menfasilitasi masy 1. Koordinasi dengan stakeholder
2. Pengembangan model pendekatan fasilitasi masy 2. Media kampanye, infografis &
3. Mendorong peningkatan kesejahteraan masy papan peringatan
4. Pengembangan & pengelolaan kolaborasi para-pihak 3. Implementasi kerjasama
ROLE MODEL pengelolaan sampah
4. Aksi bersih bersama
1. Pengelolaan sampah
masyarakat
FMBB 2. Pengembangan wisata
Curik Bali berbasis
masyarakat ROLE MODEL 2
1. Ekowisata Curik
Bali menjadi wisata
populer
2. Kesejahteraan
1. Zona Tradisional untuk masyarakat
mengakomodir kegiatan meningkat
masyarakat tradisional SOSBUD PKS 3. Adanya kerjasama
2. Zona Religi, Budaya dan Sejarah 1. Penguatan fungsi yang baik dengan
( Zona Tradisional 2. Pembangunan
untuk mengakomodir adanya situs parapihak
budaya dan kawasan suci (Pura) & Zona Religi strategis yang
Budaya, Sejarah tidak terelakkan

Interaksi dengan Masyarakat


& Parapihak
Infografis
Role
Model
Perburuan Predator Degradasi Tanaman
liar Curik Bali habitat invasif

Tantangan
TNBB Sampah (kiriman dari laut
dan sampah rumah tangga)
Aksesibilitas terbuka (pintu
masuk ke area TNBB bisa
Penyediaan sarpras pendukung
wisata alam dan promosi yang
melalui darat dan laut). terkendala dana (hanya dipa
Tahun 2018 total sampah
diangkut : 12 ton tnbb)
Raihan
Penghargaan
Matur Suksma...