Anda di halaman 1dari 67

Disusun Oleh

Kezia Nathania
1765050190
Pembimbing
dr. R. Imelda Hanna B

PERIODE KEPANITERAAN 01 APRIL – 04 MEI 2019


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA 2019
FASKES : Pelayanan Kesehatan Puskesmas Klender 3

 Nama ; Tn. Sunyoto


 Umur : 57 tahun
 Alamat : Kapling PTB Blok J
IV/10 Kel : Klender
Jakarta Timur
 Pekerjaan : Karyawan Swasta
 Pendidikan : SLTA
 Suku : Jawa
 Agama : Islam
 Status : Menikah, dan mempunyai
3 orang anak
 Sistem Pembayaran : BPJS kelas III
Keluhan Utama Keluhan tambahan

Bengkak pada Disertai rasa


punggungkaki nyeri, warna
kanan sejak 3 kemerahan,
hari yang lalu gatal
Pasien datang ke Awal kejadian pasien Nyeri pasien semakin
Puskesmas Klender 3 terkena pecahan genteng hebat saat pasien
tanggal 10 April 2019, sejak 5 hari yll, timbul menggerakan kakinya.
dengan keluhan luka, sudah diobati. Keluhan lain demam
Bengkak pada kaki Setelahnya daerah rumah disangkal, nyeri kepala
kanan 3 hari yll, pasien kebanjiran. (-), mual (-), muntah (-
kemerahan (+), nyeri Besoknya kaki pasien ), BAK dan BAB tidak
(+), gatal (+) membengkak, terasa nyeri ada keluhan.
dan mulai kemerahan
Pasien belum pernah mengalami
hal seperti ini sebelumnya

Diabetes melitus, tidak pernah


periksa

Hipertenis disangkal, alergi


disangkal
RPK RKP
• Alm. Ibu pasien dan Alm.
Adik pasien memiliki • Jarang meggunakan
riwayat dibetes melitus. sandal tertutup
• Riwayat hipertensi • Minum Jamu-jamu pahit
disangkal (sambiloto)
• Riwayat alergi disangkal • Menggaruk luka yang
gatal
• Merokok sejak 30 ±
tahun lalu, 2 bungkus
sehari  saat ini
berkurang
• Dulu minum kopi 3 kali
sehari  sudah jarang
• Olahraga dan puasa 1 mg
1-2 kali.
• Pasien anak ke 3 dari 9 bersaudara
• Pasien tinggal bersama 4 orang lainnya : Istri (59 tahun),
Anak pertama Adityo 26 tahun, Gilang 24 tahun, Calvin 20
tahun.
• Menikah saat bermur 27 tahun dan isri 29tahun
• Pekerjaan karyawan swasta bidang design dan photographer.
• Penghasilan per bulan pasien ± Rp. 3.300.000.-
• Istri (Berdagang) ± Rp. 1.500.000
• Anak pertama Rp. 3.500.000
• Anak kedua Rp. 4.500.000
• Anak terakhir Rp. 2.000.000,-
• Tempat tinggal
* Rumah pribadi, dibangun sejak 30 tahun lalu, L = 200 m2
* Kamar tidur 2, kamar mandi 2, R. tamu, R.makan, dapur, garasi.
Pintu, Jendela, ventilasi < 10% , Lantai rumah kramik , sekat tembok bata
dan semen, atap kayu dengan genteng, plafon
 Sumber air PAM (mencuci, memasak) Air isi ulang untuk diminum
 Septic tank ± 10 meter (1,5 meter dan luas 2 m x 2 m)
* Mempunyai hubungan dengan keluarga yang baik
* Kegiatan beragama baik sholat 5 waktu
* Aktif dalam group RT di lingkungan rumah
Pendidikan Riwayat
No Nama Usia Status Jenis Kelamin Pekerjaan
Terakhir Penyakit

Karyawan
1 Tn. Sunyoto 57 tahun Pasien Laki-laki SLTA Selulitis
swasta

2 Ny. Sri Rahayu 59 tahun Istri pasien Perempuan SLTA Wirausaha Sehat

Anak
Karyawan
3 Tn. Adityo 26 tahun pertama Laki-laki S1 Sehat
swasta
pasien

24 anak kedua Sales


4 Tn. Gilang Laki-laki SMK Sehat
tahun pasien marketing

Anak ke tiga Karyawan


5 Tn. Calvin 20 tahun Laki - laki SMK Sehat
pasien swasta
Keterangan :

Laki- laki

Perempuan

Meninggal

Pasien

Tinggal bersama
• Kesadaran : Komposmentis
• Keadaan umum : Tampak sakit sedang
* Tanda vital
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Nadi : 76 kali /menit
Pernapasan : 18 kali/menit
Suhu : 36,4°C

* Status Gizi
 Tinggi badan : 172 cm
 Berat badan : 67 kg
 IMT : BB/(TB)2 = 67 / (1,72)2 = 22,64 kg/m2
 Status gizi : Normal
Kepala Dalam batas normal
Mata Dalam batas normal
Telinga Dalam batas normal
Hidung Dalam batas normal
Tenggorokan Dalam batas normal
Gigi dan mulut Dalam batas normal
Leher Dalam batas normal
KGB Tidak ada perbesaran
Paru Dalam batas normal
Jantung Dalam batas normal
Abdomen Dalam batas normal
Urologi Dalam batas normal
Ekstremitas Dalam batas normal
Tulang belakang Dalam batas normal
 Refleks Fisiologis :
• Biseps : ++/++
• Triseps : ++/++
• APR : ++/++
• KPR : ++/++
• Tes Sensibilitas (Rasa raba dan nyeri) :
- Ekstremitas Superior : ++/++
- Ekstremitas Inferior : ++/++

 Refleks Patologis (Babinski Group) : -/-


• Rangsang Meningen : -/-
• Kekuatan Motorik : 55555 55555
• 55555 55555
Status Lokalis Dorsum Pedis
Dextra
o Inspeksi : Warna kemerahan,
edema +
o Palpasi : Suhu lebih hangat
di banding sekitar, nyeri
tekan (+)

Status Dermatologis :
Pada regio dorsum pedis dextra
tampak makulah eritem ukuran
plakat dengan penyebaran
difus disertai sebagian
terdapat skuama kasar, erosi,
likenifikasi dan edema.
* Pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit tanggal 11
April 2019
• Gula darah puasa = 91 mg/dl (N = 70 – 110 mg/dl)
• Gula darah 2 jam post prandial = 123 mg/dl (N = <140 mg/dl)
• Kolesterol total = 206 mg/dl (N = <200 mg/dl)
• Low Density Lipoprotein (LDL) = 105 mg/dl (N = <150 mg/dl)
• Asam urat = 5,5 mg/dl (N = 3,4 – 7,0 mg/dl)
Aspek
Personal

Derajat
Aspek Klinis
Fungsional

Aspek
Aspek
Psikososial
Internal
Keluarga
ASPEK PERSONAL

Keluhan Utama Pasien datang ke puskesmas dengan keluhan bengkak


pada kaki disertai rasa nyeri, dan gatal pada
punggung kaki kanan sejak ± 3 hari yang lalu.

Kekhawatiran Bengkak pada kaki dan rasa nyeri semakin parah dan
semakin mengganggu kegiatan pasien

Harapan Pasien Keluhannya bisa hilang sehingga pasien bisa sehat dan
beraktifitas kembali.

ASPEK KLINIS

Diagnosis Kerja Selulitis pedis dextra (ICD 10 = L03.90)

Diagnosis Banding Dislipidemia (ICD 10 = E78)

Terapi: Cefadroxil tab 500 mg S2dd1 No. X


Medikamentosa Kemiderm zalf 3dd u.e No.I
Clorpheniramine maleate tab 4 mg S2ddI No.X
Na diclofenak tab 25 mg S2ddI No.X
Simvastatin tab 10 mg S1dd I No. X
ASPEK RISIKO Pasien memiliki risiko untuk mendapatkan selulitis karena
INTERNAL konidisi kaki pasien yang sering luka olehkarena
kebiasaan pasien yang tidak memakai sandal tertutup,
dan pasien memiliki risiko untuk diabetes militus.
Pasien mempunyai kebiasaan menggaruk kulit yang gatal

ASPEK • Pasien memiliki hubungan sosial yang baik dengan


PSIKOSOSIAL tetangga sekitar rumahnya.
KELUARGA

DERAJAT Derajat II : Pasien mampu melakukan pekerjaan ringan


FUNGSIONAL sehari-hari (diluar maupun didalam rumah)
Sasaran yang
No Kegiatan Rencana intervensi Sasaran Waktu diharapkan

1 Aspek Evaluasi: Pasien 25 menit - Keluhan dan


Personal - Keluhan, kekhawatiran, dan kekhawatiran
dan harapan pasien. Keluarga pasien dapat
- Edukasi bahwa penyakit Pasien
berkurang.
ini dapat disebabkan - Pasien dan
oleh pola kebiasaan keluarga
konsumsi makanan mengerti
serta minuman serta tentang
gaya hidup yang kurang penyakit dan
baik.Serta kebiasaan faktor
perilaku pasien tidak penyebabnya.
memakai sandal
tertutup yang memicu
terjadinya luka.
-
*Mengurangi minuman atau makanan yang
mengandung banyak kandungan karbohidrat (gula)
seperti nasi, kentang, dan teh berkemasan.
*Mengurangi minuman atau makanan yang berlemak
(jeroan, gorengan).
*Perbanyak minum air putih.
*Mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.
Edukasi
 Kompres dengan Rivanol selama 15 menit setiap 4 jam secara rutin
 Menginformasikan obat harus diminum secara teratur dan salep
digunakan 3 kali sehari
 Tidak menggaruk-garuk bagian luka yang gatal, selalu menggunting kuku
bila sudah panjang, dan mencuci tangan dengan sabun setelah atau
sebalum menyentuh luka.
 Edukasi meamakai sandal yang tertutup jika keluar rumah.
 Menjaga sanitasi lingkungan rumah.
 Beristirahat yang cukup, tidak banyak aktifitas menggunakan kakinya
terlebih dahulu dan mulai mengatur pola makann, Mengurangi
kebiasaan merokok.
Aspek Risiko Internal Sasaran
Pasien kebiasaan tidak Pasien dan Keluarga
memakai Sandal yang Pasien (20 menit)
tertutup padahal daerah
rumah pasien banyak pecahan Harapan
genteng. Pasien memiliki pengetahuan
mengenai penyakitnya

Pasien meminum obat secara


Edukasi teratur dan mengkompres
luka secara teratur.
• Faktor penyebab dapat
dari luka yang kecil, Pasien menjaga kebersihan
menjadi infeksi berat pribadi terutama dari hewan
peliharaan nya,
ketika bakteri masuk
tidakmenggaruk kulit yang
• pasien tidak menjaga luka maupun gatal
kebersihan diri
• Faktor resiko RPK pasien Pasien menjaga pola makan,
dengan diabetes-> pasien gaya hidup, kebiaasan
juga berisiko merokok dll
Aspek psikososial, Edukasi
keluarga dan Meminum obat teratur dan mengkompres
lingkungan luka yang ada,
Menjaga kebersihan pribadi s
Mencemaskan kaki Kontrol kembali ke dokter agar penyakit
yang bengkak  kulitnya sembuh
aktivitas terganggu dan
hubungan baik dengan menganjurkan pasien untuk beristirahat yang
sekitar terlebih dahulu

menjalin hubungan baik dengan anggota


keluarga dan tetangga sekitar rumah

Sasaran Harapan
Pasien dan Keluarga Pasien tidak cemas akan
Pasien (20 menit) kondisi kakinya.

Pasien tetap menjaga


hubungan baik dengan sekitar
Derajat
Sasaran
Fungsional Pasien
Pasien dan keluarga
Derajat dua
(15 menit)

Edukasi
Menyarankan Harapan
pasien untuk Keluarga mengingatkan apabila
mengurangi pasien beraktivitas yang cukup
aktivitas yang berat, berkendara jauh, atau kurang
berlebih dengan istirahat.
kedua kakinya.
Pasien datang Home visit
Home visit
ke Puskesmas pertama
kedua tanggal
tanggal 10 tanggal 20
25 April 2019
April 2019 April 2019

*
Tidak
Yang di
ASPEK Baik Cukup Kura-ng Tidak baik bisa Keterangan
observasi
dinilai
Hubungan pasien
Hubungan dengan anggota
SOSIAL antar √ keluarga sangat
keluarga baik.

Pasien menjalin
hubungan baik
dengan anggota
Hubungan masyarakat
dengan √ disekitar
tetangga lingkungan tempat
tinggal pasien.

Pasien rajin
Melakukan menunaikan sholat
SPIRITUAL √
ibadah 5 waktu.
Pasien pergi ke
tempat ibadah
Pergi ke
(masjid) untuk
tempat
sholat maupun
ibadah dan √
kegiatan
aktivitas
keagamaan seperti
keagamaan
pengajian.
Yang di observasi Ya Tidak Keterangan

Pasien sebagai kepala keluarga sudah


Kepala keluarga bekerja √
sejak 30 tahun yang lalu.

Pasien memiliki 1 buah mobil dan 2


Mempunyai kendaraan pribadi √
buah motor
Pasien tinggal di rumah yang dibangun
Tinggal di rumah pribadi √
sendiri

Dari hasil pendapat perbulan pasien


Pendapatan Perbulan √
skitar Rp 3.300.000,- per bulan.

Dengan jumlah pendapatan per bulan


yang didapat, anak pasien dapat
Anak bisa bersekolah √
bersekolah dan saat ini sudah bekerja
dan berpenghasilan

TV, internet, air conditioner,


Mempunyai Alat elektronik di rumah √
dispenser, rice cooker.

Pasien dan keluarga pasien memiliki


Mempunyai alat komunikasi √
telepon genggam.
Pertemuan pertama Home visit ke-1 Home visit ke-2
Anamnesis dan Pasien datang ke Puskesmas Kaki sudah tidak telalu Sudah tidak bengkak, gatal
pemeriksaan Kelurahan Klender 3 dengan bengkak, gatal juga mulai sudah tidak
fisik Bengkak pada kaki kanan berkurang.
disertai gatal2 apda punggung
kaki Keadaan Umum : Keadaan Umum : Tampak sakit
Tampak sakit ringan ringan
Keadaan Umum : Kesadaran: Kesadaran: Compos mentis
Tampak sakit ringan Compos mentis TD: 120/70 mmHg
Kesadaran: TD: 120/80 mmHg N : 74x/menit
Compos mentis N : 78 x/menit RR : 18x/menit
TD: 130/80 mmHg RR : 16x/menit S : 36.7◦C
N : 76 x/menit S : 36.6 °C Mata : tidak cekung
RR : 18 x/menit Mata : tidak cekung Kulit : turgor kulit baik (< 2
S : 36,4 °C Kulit : turgor kulit baik (< 2 detik)
detik)
Status generalis dan neurologis
Status generalis dan neurologis dalam batas normal.
dalam batas normal.
Terapi :
Terapi : 1. Cefadroxil tab 500 mg
1. Cefadroxil tab 500 mg S2dd1 No. X
S2dd1 No. X 2. Kemiderm zalf 3dd u.e
2. Kemiderm zalf 3dd u.e No.I No.I
3.Clorpheniramine maleate 3. Clorpheniramine maleate
tab 4 mg S2ddI No.X tab 4 mg S2ddI No.X
4. Na diclofenak tab 25 mg
4. Na diclofenak tab 25 mg
S2ddI No.X
S2ddI No.X
1. Simvastatin tab 10 mg
5. Simvastatin tab 10 mg
* Pasien mengikuti anjuran dokter untuk mengkonsumsi dan
mengguanakan obat yang diberikan dengan teratur.
* Pasien mau mengikuti anjuran dokter untuk memperbaiki kebiasaan
memakai sandal tertutup, menjaga kebersihan diri, kebersihan dalam
lingkungan rumah, serta mengurangi kebiasaan menggaruk-garuk
luka maupun kulit yang gatal.
* Pasien dapat mengikuti anjuran dokter untuk mengurangi konsumsi
makanan yang berlemak, makanan dengan gizi yang seimbang,
mengurangi kebiasaan merokok dan rajin berolahraga.
*

* Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai


penyakitnya.
* Pasien tidak mengikuti saran dokter untuk mengkompres
luka secara teratur, meminum obat dan memeriksa
kesehatan secara rutin.
* Pasien tidak mengikut saran dokter untuk menjaga
kebersihan diri dan lingkungan rumah pasien
* Memonitor gaya hidup dan kebiasaan pribadi pasien
* Memberi informasi mengenai tatalaksana sederhana
penyakit tersebut
* Memonitor perkembangan penyakit pasien
* Memberikan edukasi kepada pasien bahwa keadaan akan
semakin membaik bila pasien mengikuti saran yang telah
diberikan.
Analisis Lingkungan
Berdasarkan kriteria rumah sehat, rumah pasien tidak memenuhi kriteria rumah sehat.

Dinding ruangan terbuat dari tembok semen, lantai terbuat dari keramik dan luas rumah 200 m²
yang dihuni oleh pasien, istri, dan ketiga anaknya. Atap rumah terdiri dari kayu dan genteng,
namun plafon sudah banyak yang rusak.

Pencahayaan cukup untuk dibeberapa tempat, pasien dapat membaca disiang hari tanpa
menggunakan lampu.

Ventilasi cukup dengan 1 pintu masuk dan keluar yang dapat dibuka, 3 jendela di bagian depan
rumah dan 2 di kamar depan, dan t

Sumber air pasien adalah air PAM dan berjarak lebih dari 10 meter dari septic tank pasien.
Septictank pasien berada di luar rumah pasien.

Ipasien setiap hari membuang sampahnya ke tempat sampah umum di daerah rumah pasien yang
tidak tertutup dan tidak kedap air. Setiap hari sampah tersebut diambil oleh petugas sampah di
lingkungan rumah pasien.

Kesimpulan :
Berdasarkan kriteria rumah sehat, rumah pasien tidak memenuhi kriteria
rumah sehat.
PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI
* Mengukur tinggi badan (cm)
* TB pasien = 172 cm
* Mengukur berat badan (kg)
* BB pasien = 67 kg
* Menghitung berat badan ideal (BBI)
* BBI = 90% (TB-100
= 90% (172-100)
= 64.8 kgBB

* Menghitung kebutuhan kalori basal (KKB)


* Wanita : BBI x 25 kal/kgBB
TOTAL KEBUTUHAN KALORI
* Pria : BBI x 30 kal/kgBB
PASIEN PERHARI :
* Kalori basal pasien 64.8 kgBB x 30 kal/kgBB = 1944 kal
* Menghitung Kalori PENYESUAIAN
= KKB – faktor usia + aktivitas
* Usia : 5% x KKB (1944 kal) = 97,2 kal ringan
* Aktifitas Fisik : Ringan ditambah = 1944 kal – 97,2 kal + 194,4 kal
: 10% x KKB (1944 kal) = 194,4 kal = 2041,2 kal
 Karbohidrat (45% - 65%)
45% x 2041,2 kal = 918,54 kal
 918,54 kal : 4 kal/gr = 229,63 gr/hari

65% x 2041,2 kal = 1326,78 kal


 1326,78 kal : 4 kal/gr = 331,7 gr/hari
 Protein (10% - 20%)
10% x 2041,2 kal = 204,12 kal
 204,12 kal : 4 kal/gr = 51 gr/hari

20% x 2041,2 kal = 408,24 kal


 408,24: 4 kal/gr = 102,1 gr/hari
 Lemak (20% - 25%)
20% x 2041,2 kal = 408,24 kal
 408,24 kal : 9 kal/gr = 45,36 gr/hari

25% x 2041,2 kal = 510,3 kal


 510,3 kal : 9 kal/gr = 56,7 gr/hari

 Cairan
Cairan yang dibutuhkan :
30 cc/kgBB x 67 kg = 2.010 cc/hari ( 10 gelas 200 cc )
Hidrat
Bahan Makanan URT Berat (g) Protein (g) Lemak (g) Kalori
Arang (g)

Pagi: (07.00)
Nasi 3/2 piring 200 80 8 - 350
1 potong
Ayam tanpa kulit 40 - 7 5 50
sedang
Minyak zaitun 1 sdt 5 - - 5 50

Snack (09.30)
1/2 potong 50 6 - - 25
Pepaya
besar
Telur ayam 2 butir 55 - 14 10 150

Siang: (12.00)
3/2 piring 200 80 8 - 350
Nasi putih
Ikan segar 1 potong 40 - 7 2 50
Tahu 1 bj besar 55 3,5 2,5 1,5 37,5
Minyak zaitun 2 sdt 10 - - 10 100
Wortel 1 gelas 100 5 1 - 25
Snack (16.00)
200 80 8 - 350
Krekers 4 buah besar

Agar – agar tanpa gula - - - - - -

Malam: (18.00)
1 gelas 1 - 25
Kol 100 5

Nasi 3/4 piring 100 40 4 - 175


2 potong
Tempe 50 7 5 3 75
sedang
Minyak zaitun 2 sdt 10 - - 10 100
Ikan segar 1 potong 40 - 7 2 50

Pepaya 1 ptg besar 110 12 - - 50

Snack: (21.00)
Susu 1 gelas 100 5 3,5 3 62,5

TOTAL 323,5 76 51,5 2075


*

Fungsi
Biologis

Fungsi
Fungsi Sosial BAIK Psikolohis

Fungsi Ekonomi
dan Pemenuhan
Kebutuhan
*

1. Fungsi Biologis
• Keluarga pasien merupakan Nuclear Family yang terdiri dari
5 orang. Pasien adalah Tn. Sunyoto, usia 57 tahun. Pasien
tinggal bersama istrinya yaitu Ny. Sri yang berumur 59
tahun, dan ketiga anaknya yang berusia 26 tahun, 24 tahun.
2. Fungsi Psikologis
• Pasien tinggal bersama dengan istrinya, dan ketiga anaknya,
anak-anak pasien ngumpul bersama keluarga setiap minggu
terakhir. Hubungan pasien dan keluarga terjalin dengan baik
dan saling memperhatikan. Hubungan pasien dengan
keluarga tampak saling mendukung. Hubungan antar
keluarga terkesan baik.
*

3. Fungsi Sosial
• Keluarga pasien hanya sebagai anggota masyarakat biasa, Dalam
kehidupan sosial pasien dan keluarganya berperan cukup aktif
dalam kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian, dan pasien
sendiri berperan sebagai sekertariat RT di daerah rumahnya.
4. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
• Pasien satu bulan memiliki pendapatan sebesar Rp. 3.300.000,-.
Istri pasien ± Rp. 1.500.000.
• Anak pertama Rp 3.500.000,- anak kedua Rp 4.500.000,- dan
anak ketiga Rp. 2.000.000.
• Pembayaran listrik perbulannya sekitar Rp 275.000,- dan air PAM
Rp. 174.000 yang dibayar oleh pasien.
*Kesimpulan :
Dari poin satu sampai empat dari fungsi holistik keluarga
dapat disimpulkan bahwa keluarga pasien memiliki fungsi
biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi yang cukup baik.
APGAR Tn. S terhadap keluarga Sering/Selalu Kadang-kadang Jarang/Tidak

A Saya puas bahwa saya dapat kembali


ke keluarga saya bila saya √
menghadapi masalah
P Saya puas dengan cara keluarga saya
membahas dan membagi masalah

dengan saya

G Saya puas dengan cara keluarga saya


menerima dan mendukung keinginan
saya untuk melakukan kegiatan baru √
atau arah hidup yang baru

A Saya puas dengan cara keluarga saya


Keterangan:
mengekspresikan kasih sayangnya dan
Nilai <3 : Disfungsi keluarga tinggi
merespon emosi saya seperti
Nilai 4-6 : Disfungsi keluarga sedang
√ Nilai 7-10: Tidak ada disfungsi
kemarahan, perhatian, dll

Total skor : 9
R Saya puas dengan cara keluarga saya
dan saya membagi waktu bersama-

sama
APGAR Ny. S terhadap keluarga Sering/Selalu Kadang-kadang Jarang/Tidak

A Saya puas bahwa saya dapat


kembali ke keluarga saya bila √
saya menghadapi masalah

P Saya puas dengan cara keluarga


saya membahas dan membagi √
masalah dengan saya

G Saya puas dengan cara keluarga


saya menerima dan mendukung
keinginan saya untuk melakukan √
kegiatan baru atau arah hidup
yang baru
A Saya puas dengan cara keluarga
saya mengekspresikan kasih
sayangnya daaaaan merespon √
emosi saya seperti kemarahan,
Keterangan:
perhatian, dll Nilai <3 : Disfungsi keluarga tinggi
R Saya puas dengan cara keluarga Nilai 4-6 : Disfungsi keluarga sedang
saya dan saya membagi waktu Nilai 7-10: Tidak ada disfungsi

bersama-sama Total Skor = 10
APGAR Tn.C Sering/Selalu Kadang-kadang Jarang/Tidak
terhadap keluarga
A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke
keluarga saya bila saya menghadapi √
masalah
P Saya puas dengan cara keluarga saya
membahas dan membagi masalah √
dengan saya

G Saya puas dengan cara keluarga saya


menerima dan mendukung keinginan
saya untuk melakukan kegiatan baru √
atau arah hidup yang baru

A Saya puas dengan cara keluarga saya


mengekspresikan kasih sayangnya dan
merespon emosi saya seperti √ Keterangan:
Nilai <3 : Disfungsi keluarga tinggi
kemarahan, perhatian, dll
Nilai 4-6 : Disfungsi keluarga sedang
Nilai 7-10: Tidak ada disfungsi
R Saya puas dengan cara keluarga saya
dan saya membagi waktu bersama- √ Total skor = 10
sama
Sumber Patologis
Social Ikut berpartisipasi dalam kegiatan di lingkungannya

Culture Kepuasaan atau kebanggaan terhadap budaya

Religious Pemahaman terhadap ajaran agama cukup, demikian juga dalam ketaatan
dalam beribadah yaitu sholat lima waktu dan pengajian

Economic Penghasilan keluarga stabil dari penghasilan anak – anak dan tunjangan
pensiunan pasien. Gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Educational Tingkat pendidikan dan pengetahuan tidak terlalu cukup, pasien dan istri
merupakan lulusan SMA, namun berhasil menyekolahkan kedua anak hingga
S1 dan saat ini sudah memiliki pekerjaan tetap.

Medical Saat ini pasien dan keluarga memiliki BPJS untuk memenuhi kebutuhan
penanganan kesehatan. Namun, suami pasien seringkali menunda ke dokter
bila sakit serta belum teratur mengikuti anjuran dokter mengenai olahraga
(aktivitas fisik) yang perlu ditingkatkan.

Keluarga pasien mempunyai fungsi patologis dalam hal medical, yaitu ditunjukkan dengan
sikap pasien yang sering menunda berobat ke dokter bila sakit.
Keterangan :
: Pintu
: : Jendela
*
ASPEK
KRITERIA NILAI BOBOT
PENILAIAN
I KOMPONEN RUMAH 31
a. Tidak ada 0
b. Ada, kotor sulit di bersihkan dan rawan kecelakaan
1 31
1. Langit-langit

c. Ada, bersih dan tidak rawan kecelakaan


2
a.Bukan tembok(terbuat dari anyaman bamboo/ilalang)
1
b.Semi permanen/setengah tembok/pasangan bata atau batu
yang tidak di plester/papan yang tidak kedap air
2
2. Dinding

c.Permanen (tembok/pasangan bata atau batu yang di


plester/papan kedap air)
3 93
*
ASPEK
NO KRITERIA NILAI BOBOT
PENILAIAN

I KOMPONEN RUMAH 31
a. Tanah 0
b. Papan / anyaman bambu dekat tanah/ plester yang
retak/ berdebu
1
3. Lantai

c. Diplester/ ubin/ keramik/ papan (rumah panggung)


2 62

a. Tidak ada 0
4. Jendela kamar tidur b. Ada
1 31
ASPEK
NO KRITERIA NILAI BOBOT
PENILAIAN

I KOMPONEN RUMAH 31
a. Tidak ada 0
5. Jendela ruang keluarga b. Ada
1 31

a. Tidak ada 0
b. Ada, luas ventilasi permanent < 10% dari luas
lantai
1
6 Ventilasi
c. Ada, luas ventilasi permanent > 10% dari luas
lantai
2
ASPEK
NO KRITERIA NILAI BOBOT
PENILAIAN

I KOMPONEN RUMAH 31
a. Tidak ada 0
5. Jendela ruang keluarga b. Ada
1 31

a. Tidak ada 0
b. Ada, luas ventilasi permanent < 10%
dari luas lantai 1 31
6 Ventilasi
c. Ada, luas ventilasi permanent > 10%
dari luas lantai 2
*
ASPEK
NO KRITERIA NILAI BOBOT
PENILAIAN

I KOMPONEN RUMAH 31
a. Tidak ada 0
b. Ada, luas ventilasi permanent < 10% dari luas dapur
1 31

c. Ada, luas ventilasi permanent > 10% dari luas dapur


7. Lubang asap dapur
(asap keluar dengan sempurna) atau ada exhauster fan ada
peralatan lain yang sejenis 2

a. Tidak terang, tidak dapat digunakan untuk membaca


0

b. Kurang terang, sehingga kurang jelas membaca normal


8. Pencahayaan 1 31

c. Terang dan tidak silau, sehingga bisa membaca normal


2
*
ASPEK
NO KRITERIA NILAI BOBOT
PENILAIAN
II SARANA SANITASI 25 II
a. Tidak ada 0
b. Ada, bukan milik sendiri dan tidak
memenuhi syarat kesehatan
1

Sarana Air
c. Ada, milik sendiri dan tidak memenuhi
Bersih
1. syarat 2
(SGL/SPT/PP
/KU/PAH) d. Ada, bukan milik sendiri dan memenuhi
syarat 3

e. Ada, milik sendiri dan memenuhi syarat


4 100
*
ASPEK NILA BOBO
NO KRITERIA
PENILAIAN I T
II SARANA SANITASI 25
a. Tidak ada 0
b. Ada, bukan leher angsa, tidak tutup,
disalurkan ke sungai/kolam 1

Jamban c. Ada, bukan leher angsa dan ditutup


(sarana (leher angsa), disalurkan ke
2 2
pembuangan sungai/kolam
kotoran)
d. Ada, bukan leher angsa ada tutup,
septictank 3

e. Ada, leher angsa, septictank 4 100


*
Aspek
No Kriteria Nilai Bobot
Penilaian
II SARANA SANITASI 25
a. Tidak ada, sehingga tergenang tidak teratur
di halaman rumah 0

b. Ada, diresapkan tetapi mencemari sumber air


(jarak dengan sumber air <10m)
1

c. Ada, disalurkan ke selokan terbuka


Sarana Pembuangan Air 2 50
3
Limbah (SPAL)
d. Ada, diresapkan dan tidak mencemari sumber
air (jarak dengan sumber air >10m)
3

e. Ada, dialirkan ke selokan tertutup (selokan


kota) untuk diolah lebih lanjut
4
*

Aspek
No Kriteria Nilai Bobot
Penilaian

II SARANA SANITASI 25
a. Tidak ada 0
b. Ada, tetapi tidak kedap air dan tidak tertutup
1

Sarana Pembuangan c. Ada, kedap air dan tidak tertutup


4
Sampah (tempat sampah) 2 50

d. Ada, kedap air dan tertutup


3
*
Aspek
No Kriteria Nilai Bobot
Penilaian
III PERILAKU PENGHUNI 44
a. Tidak pernah dibuka
0
b. Kadang-kadang
1 Membuka jendela kamar 1
c. Setiap hari dibuka
2 88
a. Tidak pernah dibuka
0
b. Kadang-kadang
2 Membuka jendela ruang keluarga 1
c. Setiap hari dibuka
2 88
a. Tidak pernah 0
b. Kadang-kadang
3 Membersihkan halaman rumah 1
c. Setiap hari 2 88
*
Aspek
No Kriteria Nilai Bobot
Penilaian
III PERILAKU PENGHUNI 44
a. Dibuang ke sungai/kebun/kolam
sembarangan
0

b. Kadang-kadang ke jamban
4 Membuang tinja ke jamban
1

c. Setiap hari dibuang ke jamban


2 88
Aspek
No Kriteria Nilai Bobot
Penilaian
III PERILAKU PENGHUNI 44
a. Dibuang ke sungai/kebun/kolam
sembarangan
0

b. Kadang-kadang dibuang ke
5 Membuang sampah pada tempat sampah tempat sampah
1

c. Setiap hari dibuang ke tempat


sampah 2 88

TOTAL HASIL PENILAIAN 1.037

Penilaian Rumah = Nilai x Bobot


Rumah sehat = 1068 – 1200
Rumah tidak sehat = < 1068
*
5 menurut Leavel clare Bentuk2 keluarga
* Nuclear
* health promotion * Extended
* spesifict protection * Blended
* earlly diagnose and * Common law
treatment * Single parent
* Commune
* disability limitationn * hak dan kewajiban,

* Rehabilitation * Serial
* sudah bercerai nikah lagi
* Composite
* POLIGAMI
* cohabitation