Anda di halaman 1dari 14

URGENSI AGAMA BAGI

MANUSIA
PENGERTIAN AGAMA
ETIMOLOGIS:
A = the way
GAMA = to go
JALAN UNTUK PERGI
“jalan untuk mencapai keridhaan Tuhan”
SYARI’AH – SABIL – SHIRATH
JALAN HIDUP – WAY OF LIFE
 INTI ATAU HAKIKAT DARI SUATU AGAMA
ADALAH:
ATURAN2 YANG MENGIKAT DAN MENGUASAI
PENGANUTNYA DENGAN KEWAJIBAN2 YANG
MENJADI HUTANG BAGINYA, YANG DIPATUHI
SEHINGGA MENJADI ADAT KEBIASAAN DAN
JALAN HIDUP BAGINYA, SERTA
MENISCAYAKAN BALASAN BAGI PELAKUNYA
 NAMUN, TIDAK SEMUA ATURAN DAPAT
DIKATAKAN AGAMA
TERMINOLOGI

 AJARAN (IKATAN, HUKUM, ATURAN,


PETUNJUK) YANG DIYAKINI BERASAL DARI
KEKUATAN GAIB YANG LEBIH TINGGI DARI
MANUSIA, YANG DIPATUHI DAN DIJADIKAN
PEDOMAN DALAM MENJALANI KEHIDUPAN
SEHARI-HARI OLEH PENGANUTNYA
Agama merupakan suatu hal yang harus di
ketahui makna yang terkandung di
dalamnya, dan agama tersebut berpijak
kepada suatu kodrat kejiwaan yang berupa
keyakinan, sehingga dengan demikian, kuat
atau rapuhnya Agama bergantung kepada
sejauhmana keyakinan itu tertanam dalam
jiawa.
Oleh karena itu, dengan mengetahui
makna yang terkandung di dalam agama,
maka orang yang beragama tersebut dapat
merasakan kelembutan dan ketenangan
yang dapat kita ambil dari ajaran agama
tersebut. Sehingga dalam mengemukakan
definisi dari agama, maka di perlukan suatu
pemikiran yang cermat, sebab perkaran ini
bukan perkara yang mudah dan gampang
untuk dilakukan
EKSISTENSI AGAMA SESEORANG
 ADA KEYAKINAN BAHWA
– ADA SUATU KEKUATAN GAIB YANG
SUPRA NATURAL = ADI ALAMI
– KEKUATAN GAIB ITU PUNYA ATURAN
YANG BERLAKU BAGI MANUSIA
 BERAGAMA BERARTI MENJALANI HIDUP
SESUAI DENGAN KETENTUAN DAN
PETUNJUK AGAMA YANG DIYAKININYA
ATAU MELAKSANAKAN SEGALA SESUATU
YANG DITUNTUT OLEH AJARAN AGAMA
YANG DIANUTNYA.
2 Urgensi Agama dalam Kehidupan Manusia

2.1 Urgensi Agama Secara Universal

Einstein menyatakan bahwa sifat sosial manusia


merupakan salah satu faktor pendorong
terwujudnya agama. Harapan akan adanya
sesuatu yang dapat memberi petunjuk dan
pengarahan, harapan pecinta dan dicintai,
keinginan bersandar pada orang lain dan
terlepas dari putus asa semua itu terbentuk
dalam diri sendiri dasar kejiwaan untuk
menerima keimanan Tuhan.
Arti penting suatu agama :

1. Agama Sumber Moral


2. Agama Petunjuk Kebenaran
4. Agama Pembimbing Rohani Manusia
Urgensi Agama Menurut Islam

1. Islam sebagai wahyu Ilahi


“DAN TIADALAH YANG DIUCAPKANNYA ITU (AL
QUR’AN) MENURUT KEMAUAN HAWA
NAFSUNYA. UCAPANNYA ITU TIDAK LAIN
HANYALAH WAHYU YANG DI WAHYUKAN
(KEPADANYA).” (QS. An Najm : 3-4)
 2. Sebagai pedoman hidup
 “AL QUR’AN INI ADALAH PEDOMAN BAGI MANUSIA,
PETUNJUK DAN RAHMAT BAGI KAUM YANG MEYAKINI.”
(QS. Al Jasiyah : 20)

 4. Membimbing manusia ke jalan yang lurus


 “DAN BAHWA APA YANG KAMI PERINTAHKAN INI
ADALAH JALAN-KU YANG LURUS, MAKA IKUTILAH DIA
DAN JANGANLAH KAMU MENGIKUTI JALAN-JALAN (YANG
LAIN), KARENA JALAN-JALAN ITU MENCERAI-BERAIKAN
KAMU DARI JALAN-NYA. YANG DEMIKIAN ITU
DIPERINTAHKAN ALLAH KEPADAMU AGAR KAMU
BERTAKWA.” (QS. Al An’am : 153)
 5. Menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat
 “BARANG SIAPA YANG MENJALANKAN AMAL
SALEH, BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN
DALAM KEADAAN BERIMAN, MAKA
SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERIKAN
KEPADANYA KEHIDUPAN YANG BAIK DAN
SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERI BALASAN
KEPADA MEREKA DENGAN PAHALA YANG LEBIH
BAIK DARI APA YANG TELAH MEREKA
KERJAKAN.” (QS. 16 : 97)
Mengapa Manusia Beragama?

 Pada dasarnya manusia memiliki keterbatasan


pengetahuan dalam banyak hal, baik mengenai sesuatu
yang tampak maupun yang gaib, dan juga keterbatasan
dalam memprediksi apa yang akan terjadi pada diri nya
dan orang lain, dan sebagainya. Oleh karena keterbatasan
itulah maka manusia perlu memerlukan agama untuk
membantu dan memberikan pencerahan spiritual kepada
diri nya.

 Manusia membutuhkan agama tidak sekedar untuk


kebaikan diri nya di hadapan Tuhan saja, melainkan juga
untuk membantu dirinya dalam menghadapi bermacam-
macam problema yang kadang-kadang tidak dapat
dipahami nya
 . Dengan kata lain perlu bersandar dan
berpasrah (tawakal) kepada Dia melalui
agama karena agama menjadi tempat bagi
kita untuk mengadu dan berkomunikasi
dengan Tuhan. Kepasrahan kita kepada
Tuhan didasarkan pada suatu ajaran bahwa
manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang
menentukan.