Anda di halaman 1dari 23

Pengujian, Penilaian & Evaluasi atas

Bukti Audit
Priskila Hasiana M. (165020307111075)
Nori Tri Mayanti (165020301111097)
•today's discussion:
•Melaksanakan Audit Lapang
Melaksanakan penilaian dan evaluasi Audit
Menjelaskan temuan-temuan Audit
Dokumentasi Audit
#1

Melaksanakan Audit Lapang


Pekerjaan lapangan adalah suatu proses yang dilakukan secara
sistematis dalam mengumpulkan bukti audit yang objektif mengenai
operasi/kegiatan yang diaudit, kemudian mengevaluasinya untuk :
• memastikan bahwa operasi/kegiatan tersebut sesuai dengan
standar/kriteria yang dapat diterima dan dapat mencapai tujuan
yang telah ditetapkan
• menyediakan informasi yang berguna bagi pengambilan
keputusan oleh manajemen.
Pekerjaan lapangan dilakukan setelah survey pendahuluan diselesaikan
dan program audit disiapkan. Seluruh bukti audit yang diperoleh selama
pekerjaan lapangan didokumentasikan dalam kertas kerja audit.
Diperlukan Rancangan strategi untuk membuat Rencana Strategis yang
mencakup:
• Kebutuhan & Persyaratan pegawai
• Kebutuhan Sumber Daya Luar
• Pengelolaan Staff Audit
• Wewenang dan Tanggung Jawab
• Struktur pekerjaan lapangan
• Waktu pelaksanaan pekerjaan lapangan
• Metode pekerjaan lapangan
• Metode pendokumentasian
• Penyiapan Laporan Audit
• Rencana Kontijensi
#2

Penilaian dan Evaluasi Audit


teknik Penilaian Audit
Auditor Internal biasanya mengambil sample untuk dijadikan
sebagai bahan acuan. Namun, faktor-faktor seperti : Jumlah /
Sifat barang yang akan disampel, Kurangnya keahlian teknis ,
Ketersediaan perangkat lunak komputer untuk melakukan
pengambilan sampel, ketakutan akan fokus matematis akan
pengambilan sampel, dan Potensi penolakan dari hasil
pengambilan sampel oleh manajemen
teknik Penilaian Audit
Auditor Internal biasanya menghadapi ratusan bukti transaksi
yang hanya di sampling 1 atau 2 saja. Hal ini tidak dapat
mewakilkan ratusan transaksi lain yang tidak ter audit.
Meskipun pemeriksaan dua item ini mungkin sesuai untuk
pengamatan audit, auditor internal tidak boleh mencoba
menarik kesimpulan untuk seluruh populasi berdasarkan
sampel yang terbatas itu.
teknik Penilaian Audit
Untuk mengembangkan kesimpulan audit atas data ini, auditor internal
memerlukan proses di mana mereka harus:
• Memahami total populasi item yang menjadi perhatian dan
mengembangkan rencana pengambilan sampel formal mengenai populasi
item.
• Gambar sampel dari populasi berdasarkan rencana pemilihan sampel itu.
• Mengevaluasi item sampel terhadap tujuan audit.
• Kembangkan kesimpulan untuk seluruh populasi berdasarkan hasil sampel
audit.
teknik Penilaian Audit
Sampling audit yang baik biasanya didapatkan dengan menggunakan
sampling statistik. Alasan yang mendorong penggunaan sampling audit dari
sampling statistik khususnya meliputi:
• Kesimpulan yang ditarik mengenai seluruh populasi data
• Hasil sampel objektif dan dapat dipertahankan
• Memungkinkan tidak diperlukannya penambahan sampel saat melakukan
sampling audit
• Sampling statistik kadangkala dapat memberikan akurasi yang lebih tepat
daripada tes 100%
• Cakupan audit dari beberapa lokasi seringnya hanya bisa diuji dengan sampling
statistik.
• Prosedur sampling sederhana untuk diterapkan.
Evaluasi Audit Lapangan

Evaluasi bukti audit diperlukan untuk menyiapkan laporan audit yang


tepat, evaluasi ini dilakukan selama dan pada akhir audit atau pada
akhir pekerjaan lapangan. Pengevaluasian pada akhir pekerjaan
lapangan dilakukan saat auditor akan memutuskan pendapat yang akan
dinyatakan dalam laporan audit.
Evaluasi Audit Lapangan
Evaluasi bukti ini harus lebih teliti lagi bila menghadapi situasi audit yang
mengandung risiko besar, seperti:
• Pengendalian Internal yang Lemah
• Kondisi Keuangan klien tidak sehat
• Manajemen yang tidak dapat dipercaya
• Penggantian Kantor Akuntan Publik
• Perubahan Peraturan Pajak
• Usaha bersifat Spekulatif
• Transaksi yang Kompleks
PENGERTIAN TEMUAN AUDIT

Secara sederhana, yang dimaksud dengan temuan audit adalah masalah-


masalah penting (material) yang ditemukan selama audit berlangsung dan
masalah tersebut pantas untuk dikemukakan dan dikomunikasikan dengan
entitas yang diaudit karena mempunyai dampak terhadap perbaikan dan
peningkatan kinerja- ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.
CARA PENGUNGKAPAN TEMUAN AUDIT

Dalam pengungkapan temuan audit sering dijumpai anggapan yang kurang tepat, yaitu
bahwa setiap audit mengharuskan temuan negatif. Memasukkan temuan yang negatif
ataupun positif dalam laporan membuat laporan semakin seimbang dan objektif, yang
cenderung meningkatkan profesionalisme auditor.
KOMUNIKASI TEMUAN AUDIT

Temuan audit merupakan fakta yang disusun berdasarkan data dari sudut
pandang auditor. Sebelum menjadi bahan laporan audit secara formal, data atau
angka-angka perlu dimutakhirkan dan divalidasi.
CIRI-CIRI TEMUAN AUDIT YANG BAIK
Terdapat tiga ciri temuan audit yang baik, yaitu :
1. Temuan audit harus didukung bukti yang memadai

2. Temuan audit harus penting (material)


Penting dan tidaknya suatu temuan diindikasikan apabila pengguna laporan mengambil
tindakan atau kebijakannya berdasarkan informasi yang ada didalam laporan atau temuan
tersebut.

3. Temuan audit harus mendukung unsur temuan (kondisi, kriteria, dan sebab- akibat)
Dalam melakukan audit kinerja, kosa kata yang terpatri adakah kondisi, kriteria, dan sebab-
akibat. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kesulitan dalam pembuatan laporan
audit yang cepat dan mudah dipahami seringkali berkaitan dengan pengembangan dan
pengorganisasian atribut tersebut dalam laporan.
Komponen Temuan Audit
1) Kondisi
Kondisi adalah gambaran situasi yang sebenarnya terjadi di lembaga atau di organisasi yang diaudit seperti
pada tahap pemahaman terhadap entitas yang diaudit.
2) Kriteria
Kriteria adalah sesuatu yang seharusnya terjadi di organisasi yang diaudit, yang pada umumnya berupa
standar masukan (input) serta standar proses kerja dan standar hasil (output), baik bersifat kuantitatif atau
kualitatif.
3) Sebab-akibat
Dengan mengetahui sebab suatu masalah secara jelas, auditor akan lebih mudah membuat rekomendasi
yang tepat untuk mengadakan perbaikan kinerja entitas yang diaudit.
Akibat
Untuk mengetahui penting tidaknya temuan yang diungkapkan, auditor perlu menentukan “akibat” atau
kemungkinan akibat yang timbul.
PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN TEMUAN AUDIT

Langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun temuan audit adalah sebagai berikut:
a) Kenali fakta atau kondisi secermat mungkin
b) Tetapkan kriteria yang sesuai bagi entitas
c) Tentukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara kondisi dan kriteria yang akan
menghasilkan temuan audit
d) Identifikasi dampak yang timbul oleh temuan audit tersebut
Adakan suatu analisis hubungan antara penyebab, kondisi, dan akibat
DOKUMENTASI AUDIT

Menurut standar auditing, dokumentasi audit adalah catatan utama tentang prosedur audit yang
diterapkan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang dihasilkan auditor dalam melaksanakan
penugasan. Dokumentasi audit harus mencakup semua informasi yang perlu dipertimbangkan oleh
auditor untuk melakukan audit secara memadai dan untuk mendukung laporan audit. Dokumentasi
audit dapat juga dianggap sebagai kertas kerja, meskipun akhir – akhir ini semakin banyak
dokumentasi audit yang diselenggarakan dalam file komputer.
TUJUAN DOKUMENTASI AUDIT

Tujuan dokumentasi audit secara keseluruhan adalah untuk membantu auditor dalam memberikan
kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit.
Secara spesifik, dokumentasi audit merupakan:

a. Dasar bagi perencanaan audit berikutnya


b. Catatan mengenai bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian
c. Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat
d. Dasar bagi penelaahan oleh supervisor dan partner
Dokumentasi audit yang disiapkan selama penugasan merupakan milik auditor. Pada setiap akhir penugasan, file
audit ini akan disimpan di kantor akuntan publik untuk digunakan sebagai acuan audit di masa penugasan
berikutnya. Auditor harus senantiasa melindungi file auditnya setiap waktu.

Selama pelaksanaan audit, auditor biasanya akan memperoleh sejumlah besar informasi yang bersifat rahasia
mengenai kliennya, seperti besarnya gaji manajer dan direktur, harga pokok produksi, rencana pengembangan
bisnis, perancangan produk baru dan rencana kegiatan promosi. Sesuai dengan kode perilaku profesional, auditor
tidak boleh mengungkapkan setiap informasi rahasia mengenai kliennya yang diperoleh selama penugasan audit
kecuali dengan persetujuan klien atau diminta oleh pengadilan. Ijin dari klien tidak diperlukan jika dokumentasi
audit diminta oleh pengadilan sebagai bukti hukum, atau digunakan sebagai bagian dari program peer to peer yang
disetujui oleh lembaga profesi.
ISI FILE AUDIT

Pada dasarnya, isi file audit dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu file permanen dan file tahun berjalan. File
permanen berisi data historis menganai klien yang memiliki keterkaitan secara terus – menerus dengan audit saat ini.
File ini dapat menjadi sumber informasi yang penting mengenai audit dari tahun ke tahun. Adapun file tahun
berjalan mencakup semua informasi dan data yang terkait secara khusus dengan penugasan audit dalam tahun
berjalan.

File permanen umum nya meliputi:

a. Kutipan atau salinan dari dokumen perusahaan yang terus penting


b. Dokumentasi pengendalian internal
c. Hasil prosedur analitis tahun sebelumnya
d. Rencana dan program audit
e. Neraca saldo periode berjalan
f. Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi
g. Skedul pendukung
THANKYOU!