Anda di halaman 1dari 15

SPT masa PPh pasal 21 dalam tahun

berjalan
Oleh :
1. Hana Herlina (2017017164)
2. Intan Anggrini Putri (2017017170)
3. Erly Rahmawati (2017017185)
4. Dwi wuandari (2017017195)
Pegawai baru mulai bekerja
pada tahun berjalan
 Soal 1 :
Bagas (K/2) bekerja di PT Mundur Jaya sejak Februari
2017. Dalam sebulan ia menerima gaji sebesar
Rp20.000.000,00. Bagas membayar iuran pensiun setiap
bulannya Rp300.000,00. PPh pasal 21 untuk Bagas adalah :
Gaji sebulan 20.000.000
Pengurangan :
Biaya jabatan : 5% x 20.000.000
Iuran pensiun : 300.000
Penghasilan neto sebulan
Penghasilan neto setahun :
12 x ….
PTKP
WP 54.000.000
Status menikah 4.500.000
2 tanggungan 9.000.000

PKP
PPh pasal 21
5% x ……
15% x ……
PPh pasal 21 sebulan
Pegawai tetap yang kewajiban pajak subjektifnya sebagai WP dalam
negri dimulai setelah permulaan tahun pajak, dan mulai bekerja pada
tahun berjalan

Soal 2 :
Cahyo Ilham (TK/0) mulai bekerja pada 1 September 2017.
Ia bekerja di Indonesia sampai Agustus 2018. Selama 2017 ia
menerima gaji sebulan sebesar Rp15.000.000,00. Perhitungan
PPh pasal 21 adalah
Gaji sebulan Rp15.000.000,00
Pengurangan:
Biaya Jabatan : 5% x Rp15.000.000
Penghasilan neto sebulan
Penghasilan neto selama 4 bulan: 4x ……
Penghasilan neto disetahunkan: 12x …….
PTKP (TK/0)
WP sendiri (Rp54.000.000,00)
PKP
PPh pasal 21 setahun
5% x ……
15% x …….

PPh pasal 21 terutang pada tahun 2017:


4/12 x ………………
PPh pasal 21 terutang untuk sebulan:
¼ x ………
Rudi yang berstatus belum menikah adalah pegawai pada PT Indah Jaya di kota
Bandung. Sejak 1 Juni 2016, yang bersangkutn berhenti berkerja di PT Indah Jaya.
Gaji rudi sebulan Rp5.000.000 dan yang bersangutan membayar iuran pensiun
kedapa Dana pensiun yang pendirinya telah mendapat persetujuan Menteri
Keuangan sejumlah Rp100.000 setiap bulan. Selama bekerja di PT Indah Jaya, Rudi
hanya menerima gaji. Perhitungkan PPh pasal 21 yang dipotong setiap bulan?
Gaji RP 5.000.000,00

Pengurangan:
1.Biaya jabatan:5% XRp5.000.000 Rp 250.000

2.Iuran pensiun Rp 100.000

(Rp 350.000)
Penghasilan neto Rp 4.650.000

Penghasilah neto setahun 12 X Rp4.650.000 Rp 55.800.000

PTKP
-untuk WP sendiri (Rp 54.000.0000
Penghasilan kena pajak Rp 1.800.000
PPh pasal 21 terutang 5% X Rp1.800.000=Rp90.000
PPh pasal 21 yang harus dipotong sebulan:RP90.000:
7=Rp7.500
Perhitangan PPh pasal 21 yang teruang selama bekerja pada PT Indah Jaya dalam
tahun kalender 2016(s.d. bulan Juni 2016) dilakukan pada saat berhenti bekerja:
Gaji (januari s.d. Juli 2016) Rp 35.000.000
7X 5.000.000

Pengurangan:
1.Biaya jabatan: 5% X RP 1.750.000
Rp35.000.000
2.Iuran pensiun 7 X Rp Rp 700.000
100.000
(Rp 2.450.000)
Penghasilan neto 5 bulan Rp 32.550.000

PTKP setahun (TK/0)


- Untuk WP sendiri Rp 54.000.000
Penghasilan kena pajak NIHIL
Contoh soal, 9 pegawai berhenti bekerja pada tahun berjalan dan sekaigus
kehiangan kewajiban pajak subjektif.
Amjad Maulana (TK/O)mulai bekerja di indonesia pada bulan juni 2014 dan berhenti
berkerja untuk kemudian melanjutkan studi dinegara asalnya pada 1 juli 2017
(kehilangan pajak subjektif). Selama 2017 , iia menerima gaji per bulan sebesar
Rp10.000.000, dibulan juni 2017 ia menerima bonus sebesar Rp20.000.000.
Penghitungan PPh pasal 21 atas gaji adalah.

Gaji sebulan Rp.10.000.000


pengurangan
1. biaya jabatan: 5%×
Rp10.000.000 Rp. 500.000

(Rp.500.000)
pengurangan neto sebulan Rp.9.500.000
penghasilan neto setahun: Rp.114.000.000
Rp9.500.000 x 12
PTKP
Wp Rp54.000.000

(Rp54.000.000)

PKP Rp60.000.000
PPh pasal 21
5% x Rp50.000.000 Rp.2.500.000
15% x Rp10.000.000 Rp.1.500.000
Rp.4.000.000
PPh pasal 21 sebulan:
Rp4.000.000/12 Rp.333,333
Perhitungan PPh pasal 21 untuk gaji dan bonus:

Gaji disetahunkan
Rp10.000.000 x 12 Rp.120.000.000
bonus Rp.20.000.000

Rp.140.000.000
pengurangan
biaya jabatan: 5% x
Rp140.000.000 Rp.7.000000
(Rp.7.000.000)

penghasilan neto setahun Rp.133.000.000


penghasilan neto setahun: Rp.133.000.000
PTKP
WP Rp.54.000.000

PKP Rp.79.000.000
PPh pasal 21
5% x Rp50.000.000 Rp.2.500.000
15% x Rp30.000.000 Rp.4.500.000
Rp.7.000.000
PPh pasal 21 sebulan:
Rp.7.000.000/12 Rp.583,333

Penghitungan PPh pasal 21 atas bonus:


Rp.583,333 ˉ Rp.333,333 = Rp.250,000
Penghitungan kembali PPh pasal 21 terutang pada saat pegawai yang bersangkutan berhenti
dan meninggalkan Indonesia selama-lamanya:
Gaji selama 6 bulan (Rp.10.000.000 x 6) Rp.60.000.000
bonus Rp.20.000.000
Rp.80.000.000
Pengurangan
Biaya jabatan:5% x Rp80.000.000=
Rp.4.000.000
Maksimum diperkenankan : Rp.3.000.000
6 x Rp.500.000
(Rp.3.000.000)
Penghasilan neto selama 6 bulan Rp.77.000.000
PTKP
WP Rp.54.000.000
PPh pasal 21
5% x Rp.23.000.000 Rp.1.150.0000

PPh pasal 21 terutang selama 6 bulan :


6/12 x Rp.1.150.000 Rp.575.000
PPH pasal 21 telah dipotong sampai dg
bln mei 2017 atas gaji dan bonus
(5 x Rp.333.333) + Rp.250.000 Rp.1.916.665
PPh pasal 21 terutang dan harus dipotong
pada bulan juni 2017
Rp.333.333