Anda di halaman 1dari 22

Manajemen mutu produk

1. Pengertian mutu
perikanan 2. Pengertian mutu
produk
3. Faktor penentu mutu
4. ISO 9001:2008
5. Klausul ISO 9001:2008
6. 8 prinsip manajemen
mutu

Venny Agustin
PPN/04489
Program Studi Magister Ilmu Perikanan
Universitas Gadjah Mada
2019
MUTU
Terdapat banyak pengertian tentang
mutu. Dalam Kamus Lengkap Bahasa
Indonesia, mutu adalah suatu nilai atau usaha memenuhi atau
keadaan. Sementara pengertian lain melebihi harapan
tentang mutu dikemukakan oleh para pelanggan
ahli dilihat dari sudut pandang yang
berbeda.
●Crossby, mengatakan “conformance mencakup produk, jasa,
to requirements”. MUTU manusia, proses dan
lingkungan
●Armand V Feigenbaum, mengatakan
“full customer satisfication”.

kondisi yang selalu


berubah
PENGERTIAN MUTU PRODUK
● Mutu produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi :
1. Daya tahan
2. Keandalan
3. Ketepatan
4. Kemudahan operasi dan perbaikan serta atribut bernilai lainnya. Apabila pelanggan merasa
puas, maka dia akan menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali membeli produk yang
sama.
● Mutu suatu produk adalah keadaan fisik, fungsi dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat
memenuhi selera dan kebutuhan konsumen.
● Makna mutu produk erat kaitannya dengan tingkat kesempurnaan, kesesuaian dengan
kebutuhan, bebas dari cacat, atau bebas dari kontaminasi.
Faktor penentu mutu

•Bentuk rancangan dari suatu barang atau jasa


1 (designing)

• Mutu dan jenis bahan baku yang digunakan


2 (raw material)

• Cara mengirim dan mengemas (delivering and


3 packaging)

• Proses pembuatannya (teknologi yang


4 digunakan)
ISO 9001:2008
● ISO 9001 telah dirumuskan oleh panitia PK 03-02 Sistem manajemen mutu, dan telah di
konsensuskan pada tanggal 23 desember 2008 di Jakarta

● ISO 9001 adalah standarisasi internasional paling dasar yaitu yang mengatur sistem
manajemen mutu, saat ini dengan versi terbarunya yaitu ISO 9001:2008.
Metode pendekatan ISO 9001 menggunakan pendekatan proses ( Process Approach),
pendekatan sistem (system approach) dan juga menggunakan pola PDCA (plan, do, check, and
action).

● ISO 9001:2008 mengatur bagaimana manajemen harus dilakukan oleh suatu organisasi untuk
bisa menjamin mutu produknya, baik barang maupun jasa, agar mutu produk tersebut sesuai
dengan persyaratan pelanggan ataupun persyaratan lain, maupun sesuai standar mutu yang telah
ditetapkan.

● Sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 adalah suatu tatanan yang dapat di jadikan pedoman
dalam menjamin tercapainya visi, kebijakan, tujuan dan sasaran‐sasaran yang direncanakan. Jadi
sistem manajemen mutu adalah tatanan yang menjamin kualitas output dan proses
pelayanan/produksi dengan pengelolaan 5 M (Man, Machine, Money, Material, dan Methode) serta
menurut manajemen sistem dan standard yang di adopsinya.
1. Lingkup
Klausul 1-3 hanya
1.1. Umum bersifat sebagai
1.2. Aplikasi pengantar pada ISO
2. Acuan Normatif 9001:2008
3. Istilah dan Definisi

4. Sistem Manajemen Mutu


4.1. Persyaratan Umum
4.2. Persyaratan Dokumentasi
4.2.1. Umum
Klausul ISO 4.2.2. Manual Mutu
9001:2008 4.2.3. Pengendalian Dokumen
4.2.4. Pengendalian Rekaman

5. Tanggung Jawab Manajemen


5.1. Komitmen Manajemen
5.2. Fokus Pelanggan
5.3. Kebijakan Mutu
5.4. Perencanaan
5.5. Tanggung jawab, wewenang, dan komunikasi
5.6. Tinjauan Manajemen
6. Pengelolaan Sumberdaya
6.1. Penyediaan Sumberdaya
6.2. Sumberdaya Manusia
6.3. Prasarana
6.4. Lingkungan Kerja

7. Realisasi Produk
7.1. Perencanaan Realisasi Produk
7.2. Proses Yang Berkaitan Dengan Pelanggan
7.3. Desain dan pengembangan
7.4. Pembelian
7.5. Produksi dan penyediaan jasa
7.6. Pengendalian peralatan pemantauan dan pengukuran

8. Pengukuran, analisis, dan perbaikan


8.1. Umum
8.2. Pemantauan dan Pengukuran
8.3. Analisis data
8.4. Perbaikan
Klausul 4. Sistem manajemen mutu
● 4.1. Persyaratan umum
Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, dan
memelihara sistem mutu dan terus menerus memperbaiki
efektifitasnya sesuai dengan persyaratan standar berikut :

1. menentukan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu


dan aplikasinya
2. menetapkan urutan dan interaksi proses
3. menetapkan kriteria dan metode yang diperlukan untuk
memastikan bahwa baik operasi maupun kendali proses tersebut
efektif
4. memastikan tersedianya sumber daya dan informasi yang
diperlukan untuk mendukung operasi dan pemantauan proses tsb
5. memantau, mengukur, dan menganalisis proses tsb serta
menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang
direncanakan
6. koreksi berkesinambungan dari proses tsb
Sistem manajemen mutu

● 4.2. Persyaratan dokumentasi


4.2.1. Umum
Dokumentasi sistem manajemen mutu harus mencakup:
1. pernyataan terdokumentasi dari kebijakan mutu dan sasaran mutu
2. pedoman mutu
3. prosedur dan rekaman terdokumentasi yang disyaratkan oleh
standar ini, dan
4. dokumen termasuk rekaman yang ditetapkan oleh organisasi untuk
memastikan efektifitas perencanaan, operasi dan kendali prosesnya.
4.2.2. Pedoman mutu
Apakah organisasi telah menetapkan dan memelihara pedoman mutu yang mencakup:
1. Ruang lingkup sistem manajemen mutu, termasuk alasan setiap pengecualian persyaratan (lihat 1.2);
2. Prosedur terdokumentasi yang ditetapkan untuk sistem manajemen mutu atau referensinya, dan;
3. Suatu penjelasan interaksi dari proses-proses dari sistem manajemen mutu

4.2.3. Pengendalian dokumen


Apakah prosedur tertulis itu telah mencakup pengendalian untuk:
1. mengesahkan dokumen yang telah sesuai sebelum diterbitkan;
2. meninjau dan memperbaharui seperlunya dan mengesahkan ulang dokumen;
3. memastikan bahwa perubahan dan status revisi dokumen teridentifikasi;
4. memastikan bahwa versi yang sesuai dari dokumen yang berlaku tersedia pada saat digunakan;
5. memastikan bahwa dokumen tetap dapat dibaca dan dapat diidentifikasi;
6.memastikan bahwa dokumen yang berasal dari luar yang ditentukan organisasi dan diperlukan untuk
perencanaan dan operasi sistem manajemen mutu diidentifikasi dan distribusinya dikendalikan, dan
7. mencegah penggunaan dokumen kadaluarsa yang tidak semestinya, dan untuk menerapkan identifikasi yang
sesuai jika dokumen tetap disimpan untuk tujuan tertentu;
5. Tanggung jawab manajemen
 5.1. Komitmen manajemen
 Adakah bukti komitmen dari manajemen puncak untuk mengembangkan dan meningkatkan efektivitas SMM dengan:
 1. mengkomunikasikan kepada seluruh organisasi tentang pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan dan undang-
undang serta peraturan;
 2. menetapkan kebijakan mutu;
 3. memastikan bahwa sasaran mutu telah ditetapkan;
 4. melakukan tinjauan manajemen, dan;
 5. memastikan tersedianya sumber daya;

 5.2. Fokus pada pelanggan


 1. Apakah manajemen puncak menerapkan metode untuk menjamin bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan telah
 ditetapkan melalui SMM dan dijabarkan kedalam persyaratan-persyaratan yang sesuai dengan tujuan untuk
 mencapai kepuasan pelanggan ?
 2. Apakah tangungjawab yang terkait dengan produk, termasuk persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan yang
 berlaku telah diidentifikasi dan telah ditetapkan ukuran-ukuran untuk memenuhi persyaratan pelangan ?
5.4. Perencanaan

5.4.1. Sasaran mutu 5.4.2. Perencanaan sistem manajemen mutu

1. Apakah sasaran mutu telah ditetapkan pada fungsi- 1. Apakah perencanaan SMM telah dilakukan sesuai
fungsi yang relevan pada semua level organisasi? dengan persyaratan klausul 4.1, termasuk sasaran
mutu ?
2. Apakah sasaran mutu sesuai dengan kebijakan
mutu, termasuk komitmen untuk melakukan 2. Apakah perencanaan SMM telah mencakup :
perbaikan yang berkesimanbungan? 2.1.Proses2 dari SMM dan persyaratan dalam realisasi
eproduk.
3. Apakah sasaran mutu yang ditetapkan telah 2.2.Penilaian sumberdaya yang diperlukan
sesuai dengan persyaratan produk ? 2.3.Perbaikan SMM yang berkesimanbungan

3. Apakah keutuhan SMM tetap terpelihara jika dilakukan


prubahan2 dari SMM itu direncanakan dan
diterapkan?
5.5. Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi

5.5.1. Tangung jawab dan wewenang 5.5.2. Wakil manajemen

1. Apakah organisasi telah mengidentifikasi fungsi2 Apakah manajemen puncak telah menunjuk seorang
dan hubungan keterkaitannya guna memudahkan anggota manajemen, yang terlepas dari tanggung jawab
efektivitas manajemen mutu ? lainnya, harus memiliki tanggung jawab dan wewenang,
untuk :
2. Apakah organisasi tekah mendefinisikan 1. Memastikan bahwa proses-proses yang dibutuhkan
komposisi dari manajemen puncak ? dalam sistem manajemen mutu ditetapkan, diterapkan
dan dipelihara;
3. Apakah struktur organisasi telah dibuat untuk
mengidentifikasi berbagai hubungan dan 2. Malapor kepada manajemen puncak atas kinerja dari
keterkaitan fungsional ? sistem manajemen mutu serta setiap kebutuhan untuk
peningkatan dan
4. Apakah tanggungjawab dan wewenang telah
didefinisikan dan dikomunikasikan kepada mereka 3. Menjamin untuk memajukan kesadaran akan
yang terlibat dalam operasional SMM ? persyaratan pelanggan kepada seluruh organisasi;
5.5.3. Komunikasi internal 5.6.2. Masukan untuk tinjauan manajemen
Apakah masukan untuk tinjauan manajemen telah
memasukkan informasi tentang :
1. Apakah manajemen puncak 1. Hasil audit;
menjamin bahwa proses-proses 2. Umpan balik pelanggan;
komunikasi yang tepat telah 3. Kinerja proses dan kesesuaian produk;
ditetapkan dalam organisasi? 4. Status tindakan pencegahan dan perbaikan;
5. Tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya;
2. Apakah komunikasi tersebut 6. Perubahan yang dapat mempengaruhi sistem
berkaitan dengan proses-proses manajemen mutu, dan;
SMM beserta efektivitasnya. 7. Rekomendasi untuk peningkatan

5.6. Tinjauan manajemen 5.6.3. Keluaran dari tinjauan manajemen


Apakah keluaran dari tinjauan manajemen telah
5.6.1. Umum memasukkan setiap keputusan dan tindakan yang
1. Apakah manajemen puncak meninjau ulang berhubungan dengan :
SMM untuk memastikan kesinambungan 1. Peningkatan efektivitas sistem manajemen mutu dan
kesesuaian, kecukupan dan efektivitasnya? prosesnya;
2. Peningkatan produk yang berhubungan dengan
2. Apakah periode peninjauan telah persyaratan pelanggan;
direncanakan dan ditetapkan ? 3. Kebutuhan sumber daya.
7.1. Perencanaan realisasi produk

1. Dalam perencanaan realisasi produk apakah 2. Apakah perencanaan realisasi produk telah
organisasi telah menetapkan hal-hal berikut : konsisten dengan persyaratan2 lain dari SMM serta
● Sasaran mutu dan persyaratan produk; telah didokumentasikan?
● Kebutuhan untuk menetapkan proses,
dokumen, dan menyediakan sumber daya 3. Apakah ada klausul dalam bagian realisasi produk
yang spesifik untuk produk; (klausul 7.0) yang tidak dapat diterapkan organisasi
● Kegiatan verifikasi, validasi, pemantauan, dan telah dipertimbangkan untuk dikeluarkan serta
pengukuran, inspeksi dan kegiatan pengujian telah dinyatakan dalam Manual Mutu (4.2.2.)
yang spesifik untuk produk dan kriteria
keberterimaan produk yang diperlukan
● Rekaman yang dibutuhkan untuk
memberikan bukti bahwa realisasi proses dan
produk yang dihasilkan memenuhi
persyaratan (lihat 4.2.4).
7.2. Proses yang berkaitan dengan pelangan 7.4. Pembelian
7.2.1. Penetapan persyaratan yang berkaitan 7.4.1. Proses pembelian
dengan produk 7.4.2. Informasi pembelian
7.2.2. Tinjauan persyaratan yang berkaitan dengan 7.4.3. Verifikasi produk yang dibeli
produk
7.2.3 Komunikasi pelangan 7.5. Produsi dan penyediaan jasa
7.5.1. Pengendalian produksi dan penyediaan jasa
7.3. Desain dan pengembangan 7.5.2. Validasi proses produksi dan penyediaan
7.3.1. Perencanaan desain dan pengembangan jasa
7.3.2. Masukan desain dan pengembangan 7.5.3. Identifikasi dan mampu telusur
7.3.3. Keluaran desain dan pengembangan 7.5.4. Milik pelanggan
7.3.4. Tinjauan desain dan pengembangan 7.5.5. Preservasi produk
7.3.5. Verifikasi desain dan pengembangan
7.3.6. Validasi desain dan pengembangan 7.6. Pengendalian peralatan pemantauan
7.3.7. Pengendalian perubahan desain dan dan pengukuran
pengembangan
8. Pengukuran, analisis dan perbaikan
8.1. Umum

8.2. Pemantauan dan pengukuran


8.2.1. Kepuasan pelanggan
8.2.2. Audit internal
8.2.3. Pemantauan dan pengukuran proses
8.2.4. Pemantauan dan pengukuran prduk

8.3. Pengendalian produk yang tidak sesuai

8.4. Analisa data

8.5. Perbaikan
8.5.1. Perbaikan berkesinambungan
8.5.2. Tindakan korektif
8.5.3. Tindakan pencegahan
Penjabaran ke 8 Prinsip Manajemen Mutu ISO 9001:2008

1. Costumer Focus : Organisasi harus mengerti keinginan pelanggan baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.

2. Leadership : Pemimpin menetapkan tujuan, arah organisasi dan menciptakan kondisi dimana karyawan terlibat
secara penuh dalam mencapai tujuan organisasi.

3. Engagement of People: Kompeten, mampu diberdayakan, dan keterlibatan orang-orang di semua tingkatan, adalah
hal yang penting untuk menambah kapabilitas organisasi dalam menciptakan dan memberikan nilai.

4. Process Approach : Suatu hasil yang diinginkan akan dicapai secara lebih efisien jika sumberdaya dan aktivitas
yang saling berkaitan diatur sebagai satu proses.

5. System Approach to Management : jika proses-proses yang saling berkaitan dapat diidentifikasikan dan diatur
sebagai suatu sistem, maka tujuan dan sasarannya dapat dicapai dengan lebih efektif dan efesien

6. Continual Improvement : peningkatan yang berkesinambungan harus menjadi suatu tujuan permanen dari
organisasi

7. Factual Approach Decision Making : keputusan efektif berasal dari data dan informasi yang dianalisis dengan baik

8. Mutual Benefical Suppliers : hubungan antara suatu organisasi dan para pemasoknya adalah saling
ketergantungan, dan hubungan saling ketergantungan itu menghasilkan nilai lebih bagi keduanya