Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 5

1. Riska Anisa Mumang


2. Sri Zahara Dewi S
Domisili fiskal (fiscal domicile) atau fiscal resident
adalah status kependudukan yang digunakan untuk
tujuan perpajakan. Pemajakan bukan penduduk
umumnya dikenakan di Negara sumber hanya atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh dari
Negara tersebut.
Sesuai pasal 2 ayat (3) UU PPh, kriteria dari subjek pajak
dalam negeri adalah sebagai berikut:
 Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi wajib
pajak apabila telah menerima atau memperoleh
penghasilan yang besarnya melebihi PTKP.
 Subjek pajak dalam negeri menjadi wajib pajak sejak saat
didirikan atau bertempatkedudukan di Indonesia.
 Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di
Indonesia
 Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan
menggantikan yang berhak
Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di
Indonesia, berada di indonesia tidak lebih darai 183
hari selama jangka waktu 12 bulan, dan badan yang
tidak didirikan di Indonesia yang dapat menerima
atau memeroleh penghasilan dari Indonesia tidak
dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan
melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. Wajib
pajak luar negeri hanaya akan dikenakan pajak atas
penghasilan yang diterima tau diperoleh bersumber
dari Indonesia saja.
Bentuk usaha tetap (BUT) adalah bentuk usaha yang
dipergunakan oleh SPLN (baik orang pribdai atau
badan) untuk menjalankan usaha atau melakukan
kegiatan di Indonesia. adanya suatu tempat usaha
(place of business) yaitu fasilitas yang dapat berupa
tanah dan gedung termasuk juga mesin-mesin,
peralatan, gudang dan komputer atau agen elektronik
atau peralatan otomatis (automated equipment) yang
dimiliki, disewa, atau digunakan oleh penyelenggara
transaksi elektronik untuk menjalankan aktivitas usaha
melalui internet.
Penghasilan yang menjadi objek pajak bagi BUT,
sebagaimana di dalam Pasal 5 ayat (1) UU PPh, terdiri dari
tiga jenis yaitu ;
1. penghasilan dari usaha atau kegiatan bentuk usaha tetap
tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai.
2. penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan,
penjualan barang, atau pemberian jasa di Indonesia yang
sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh
bentuk usaha tetap di Indonesia
3. penghasilan sebagaimana tersebut dalam Pasal 26 yang
diterima atau diperoleh kantor pusat, sepanjang terdapat
hubungan efektif antara bentuk usaha tetap dengan harta
atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud.
1. WPDN dikenai pajak atas penghasilan baik yang diterima
atau diperoleh di Indonesia maupun dari luar Indonesia,
WPLN dikenai pajak hanya atas penghasilan yang berasal
dari sumber penghasilan di Indonesia.
2. WPDN dikenai pajak berdasarkan tarif neto dengan tarif
umum, WPLN dikenai pajak berdasarkan penghasilan
bruto dengan tarif sepadan.
3. WPDN wajib menyampaikan SPT PPh, WPLN tidak wajib
menyampaikan SPT PPh karena kewajiban pajaknya
dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final.
Orang pribadi atas instansi yang tidak termask objek pajak
menurut ketentuan UU PPh adalah:
1. Kantor perwakilan Negara asing
2. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatic dan konsulat atau
penjabat-penjabat yang bekerja pada dan bertempat
tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bkan warga
Negara Indonesia dan di Indonesia tidak menerima atau
memperoleh penghasilan diluar jabatan atau kerjaannya
tersebut serta Negara bersangkutan memberikan
perlakuan timbal balik .
3. Organisasi-organisasi internasional dengan syarat :
a. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut
b. Tidak menjalankan usaha atau kegiatan untuk
memperoleh penghasilan dari indonesia selain
memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya
berasal dari iuran anggota.
c. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional
dengan syarat bukan WNI dan tidak menjalankan usaha,
kegiatan, atau pekerjaan lain untuk memperoleh
penghasilan dari Indonesia.
Dengan tujuan untuk menghilangkan pengenaan pajak
berganda internasional dan juga untuk mencegah
terjadinya penghindaran pajak (tax avoidance),
diperlukan suatu perjanjian perpajakan dengan Negara
lain. Undang-undang PPh, telah memberikan mandat
kepada pemerintah untuk melakukan perjanjian dengan
Negara lain.
Dalam suatu negara untuk membuktikan bahwa seseorang
tersebut adalah warga negara tersebut yaitu dengan
mengunakan Surat keterangan domisili. Surat keterangan
domisili adalah surat yang menerangkan dimana seseorang itu
tinggal ataupun berasal. Dengan Surat Keterangan Domisili (
SKD ), maka seseorang ataupun badan tersebut mendapat
perlindungan pajak sesuai persetujuan P3B.
Surat Keterangan Domisili dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Surat Keterangan Domisili ( SKD ) Wajib Pajak Luar Negeri
b. Surat Keterangan Domisili ( SKD ) Wajib pajak dalam
Negeri.