Anda di halaman 1dari 10

Kharisma Pertiwi (10-168)

PREEKLAMSI
 Tujuan dasar penatalaksanaan untuk setiap kehamilan
dengan penyulit preeklamsi adalah:
1. Terminasi kehamilan dengan trauma sekecil
mungkin bagi ibu dan janinnya.
2. Lahirnya bayi yang kemudian dapat berkembang
3. Pemulihan sempurna kesehatan ibu.
Preeklamsi ringan
 Rawat jalan
- ibu hamil dengan preeklamsi ringan dapat dirwat
secara rawat jalan. Dianjurkan banyak istrirahat. Pada
kehamilan diatas 20minggu, tirah baring dengan
posisi miring.
- diet
 Rawa inap (dirawat di rumah sakit)
kriteria :
a) bila tidak ada perbaikan TD, kadar proteinuria
selama 2minggu
b) Ada satu/lebih gejala dan tanda-tanda preeklamsia
berat.
 Perawatan obstetrik (sikap terhadap kehamilannya)
pada kehamilan preterm (<37minggu ), bila TD
mencapai normotensi selama perawatan,
persalinannya ditunggu sampai atterm.
pada kehamilan aterm (>37minggu), persalinan
ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau
dipertimbangkan untuk melakukan induksi
persalinan pada taksiran tanggal persalinan.
Preeklamsi Berat
 Perawatan dan pengobatan preeklamsi berat
mencakup pencegahan kejang, pengobatan hipertensi,
pengelolaan cairan, pelayanan suportif terhadap
penyulit organ yang terlibat dan saat yang tepat untuk
persalinan.
Pengobatan medikamentosa
 Penderita preeklamsi berat harus segera rawat inap
dan dianjurkan tirah baring miring ke satu sisi.
 Pengelolaan cairan
 Pemberian obat anti kejang : MgSO4
 Antihipertensi
Sikap terhadap kehamilan
 Aktif (aggressive management) : kehamilan segera
diakhiri/diterminasi bersamaan dengan pemberian
pengobatan medikamentosa.

 Konservatif :
kehamilan tetap dipertahankan
bersamaan dengan pemberian pengobatan
medikamentosa.
Perawatan aktif
 Ibu :
- umur kehamilan >37 minggu
- adanya tanda dan gejala impending eclampsia
- kegagalan terapi pada perawatan konservatif.
- diduga terjadi solusio plasenta
- timbul onset persalinan, ketuban pecah atau perdarahan
 Janin : adanya tanda-tanda fetal distress
adanya tanda-tanda intra uterine growth restriction
(IUGR)
terjadi oligohidramnion
Perawatan konservatif
 Indikasinya bila kehamilan preterm ≤ 37 minggu tanpa
disertai tanda-tanda impending eclampsia dengan
keadaan janin baik.
 Diberi pengobatan yang sama dengan pengobatan
medikamentosa pada pengelolaan secara aktif.
 Selama perawatan konservatif, sikap terhadap
kehamilannya ialah hanya observasi dan evaluasi sama
seperti perawatan aktif, kehamilan tidak diakhiri.