Anda di halaman 1dari 14

PENGATURAN DOSIS GANDA

JUITA SIMBOLON
JULIANA
JUSTICA
KHOIROTUN NISA ARUAN
PENDAHULUAN
 Pengaturan dosis ganda adalah suatu
pengaturan dosis untuk memperpanjang
aktivitas terapetik dengan mempertahankan
kadar plasma obat didalam batas yang
sempit untuk mencapai efektivitas klinik yang
maksimal.

 Prinsip pengaturan dosis ganda yaitu aturan


dosis ditetapkan untuk memberikan kadar
plasma yang benar tanpa fluktuasi dan
akumulasi obat yang berlebihan
 Syarat pemberian dosis ganda
pada pemberian dosis ganda,dosis
berikutnya tidak mempengaruhi
farmakokinetik dosis sebelumnya

prinsip puperposisi
terjadi overlay pada cp atau
superimpose pada dosis.
 Faktor yang berpengaruh:
 adanya perubahan phatofisiologi
penderita
 terjadi penjenuhan carrier
obat/enzim
 ada induksi enzim
 Ada inhibisi enzim
PENENTUAN BIOAVAILIBILITAS DAN
BIOEKIVALEN PADA PENGATURAN DOSIS
GANDA

 Pengaturan dosis ganda untuk


mencegah kambuhnya suatu
penyakit kronis, misalnya:
antikonsulvan,kardiotonika,hiperglike
mi,antiasmatik
 Penentuan bioavailibilitas jika hanya
dengan uji dosis tunggal → dapat
berbahaya
Lanjutan.....

 Dengan dosis ganda dapat terungkap


adanya:
A. Perubahan farmakokinetik obat
B.akan terlihat jika ada sindrom
malabsorbsi
 Pengamatan bioavailibilitas pada
dosis ganda→setelah kondisi tunak
TAHAP PENENTUAN BIOEKIVALEN PADA
DOSIS GANDA

1. Menentukan bioavailibilitas produk


standar setelah kondisi tunak pada
pasien
2. setelah tunak, pemberian diganti
dengan produk lain yang akan
dibandingkan
3. Uji bioekivalensi dilakukan dengan
membandingkan AUC produk
standart dengan produk yang diuji .
KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN DOSIS
GANDA

 KEUNTUNGAN
 pasien bertindak sebagai kontrol diri
sendiri
 Pasien dapat mempertahankan kadar
terapetik
 Hasil analisis kadar Cp obat lebih
teliti karena kabarnya relatif lebih
tinggi
 KELEMAHAN
 Perlu waktu panjang
 Pengambilan sampel lebih banyak
biaya analisisnya lebih tinggi
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Dosis Obat
1.Faktor Obat:

a. Sifat fisika : daya larut obat dalam


air/lemak, kristal/amorf, dsb.
b. Sifat kimiawi : asam, basa, garam,
ester, garam kompleks, pH, pKa.
c. Toksisitas : dosis obat berbanding
terbalik dengan toksisitasnya.
2.  Faktor Cara Pemberian Obat Kepada
Penderita:
a.Oral : dimakan atau diminum
b.Parenteral : subkutan, intramuskular,
intravena, dsb
c. Rektal, vaginal, uretral
d.Lokal, topikal
e. Lain-lain : implantasi, sublingual,
intrabukal, dsb
3.Faktor Penderita:

a. Umur : neonatus, bayi, anak,


dewasa, geriatrik
b. Berat badan : biarpun sama-sama
dewasa berat badan dapat
berbeda besar
c. Jenis kelamin : terutama untuk obat
golongan hormon
Lanjutan....
d. Ras : “slow & fast acetylators”
e. Toleransi
f. Obesitas : untuk obat-obat tertentu
faktor ini harus diperhitungkan
g. Keadaan pato-fisiologi : kelainan
pada saluran cerna mempengaruhi
absorbsi obat, penyakit hati
mempengaruhi metabolisme obat,
kelainan pada ginjal mempengaruhi
ekskresi obat
 Thanks you