Anda di halaman 1dari 21

Proposal Kolokium

IDENTIFIKASI PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA PRODUK MINUMAN OLAHAN


DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Diusulkan Oleh:
1. Zuli Jamiati NIM 16303244006

2. Amanina Zafira NIM 16303244009

3. Febisari Siti Budisulistyani NIM 16303244017

4. Nur Fauziah NIM 16303244019

2
01 1.1 Latar Belakang Masalah

1.2 Identifikasi Masalah

1.3 Rumusan Masalah

1.4 Tujuan Penelitian

1.5 Manfaat Penelitian

DAFTAR 02
2.1 Tinjauan Pustaka

ISI
2.2 Penelitian yang Relevan

2.3 Kerangka Berfikir

2.4 Hipotesis Penelitian

03
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

3.2 Metode Penelitian

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1. Usaha minuman yang dijual di pinggir jalan diduga menggunakan pemanis sintetis
untuk membuat rasa manis pada minumannya.
2. Penggunaan pemanis buatan, siklamat, semakin meluas. Hal ini dikarenakan harganya
jauh lebih murah serta memiliki tingkat kemanisan 30 kali daripada gula.
3. Pemanis buatan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia, misalnya kanker
kandungan kemih dan migrain, sebab berdasarkan penelitian hasil metabolismenya
yaitu sikloheksamina bersifat karsinogenik, toksik dan perangsang tumor.
4. Banyak dijumpai mahasiswa yang mengkonsumsi produk minuman olahan seperti
halnya thai tea, es teh, berbagai produk minuman olahan susu.

5
1.2 Identifikasi Masalah

1. Adanya kandungan pemanis sintetis siklamat pada produk


minuman olahan di sekitar UNY.
2. Jumlah kadar siklamat yang terdapat pada produk minuman
olahan di sekitar UNY.

6
1.3 Rumusan Masalah

1. Apakah terdapat kandungan siklamat pada produk minuman


olahan di sekitar UNY?

2. Berapa kadar siklamat yang terkandung dalam produk minuman


olahan di sekitar UNY?

7
1.4 Tujuan Penelitian

1. Apakah terdapat kandungan siklamat pada produk minuman


olahan di sekitar UNY?

2. Berapa kadar siklamat yang terkandung dalam produk minuman


olahan di sekitar UNY?

8
1.5 Manfaat Penelitian
1. Dapat memberikan informasi pada masyarakat mengenai kandungan pemanis sintetis
siklamat yang terdapat pada produk minuman olahan di sekitar UNY.
2. Dapat memberikan informasi kepada masyarakat dalam memilih produk minuman
olahan yang aman dikonsumsi berdasarkan penggunaan bahan tambahan pangan yang
digunakan.
3. Dapat memberikan informasi mengenai batas aman konsumsi produk minuman
olahan di sekitar UNY.

9
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka
 Pemanis merupakan salah satu jenis bahan tambahan pangan untuk meningkatkan cita rasa dan aroma,
memperbaiki sifat kimia, dan sebagainya. Pemanis buatan atau pemanis sintetis adalah zat yang dapat
menimbulkan rasa manis sedangkan kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada gula, sehingga
pemanis sintetik tidak memiliki nilai gizi. Siklamat merupakan salah satu jenis pemanis buatan yang mana
garam natrium dari asam siklamat bersifat sangat mudah larut dalam air. Tingkat kemanisan siklamat yang
memiliki rumus molekul C6H11NHSO3Na adalah 30 kali dari gula.

 Menurut PKBPOM No. 12 Tahun 2016, pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses
dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan, termasuk pangan olahan tertentu,
bahan tambahan pangan, pangan produk rekayasa genetik, dan pangan iradiasi.
 Pengendapan merupakan salah satu reaksi yang cirinya adalah terbentuknya produk tak larut
atau endapan. Endapan (precipitate) adalah padatan tak larut yang terpisah dari larutan. Reaksi
pengendapan biasanya melibatkan senyawa-senyawa ionik.

 Thai tea merupakan minuman berbahan dasar teh hitam khas Thailand yang dicampur dengan
es, gula, kental manis, dan krimmer. Susu adalah cairan putih kekuningan atau putih kebiruan
yang merupakan sekresi kelenjar kambing sapi laktasi tanpa ada penambahan atau
pengurangan komponen dan belum mengalami pengolahan. Coklat merupakan salah satu
produk olahan kakao yang memiliki tiga sifat utama untuk membedakannya dari produk-
produk lain yaitu kekhasan citarasa, tekstur, dan warnanya.
2.2 Penelitian yang Relevan
1) Penelitian “Identifikasi Kandungan Siklamat pada Minuman yang Dijual di
Pinggir Jalan Cihampelas Sampai Jalan Batujajar” oleh Lusi Marlina (2016).
Bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan siklamat pada minuman yang dijual di
pinggir jalan dengan 6 sampel minuman yang berbeda. Dari keenam sampel yang telah
diidentifikasi, seluruhnya positif mengandung siklamat. Kadar siklamat pada seluruh
sampel masih berada di bawah ambang batas normal.

2) Penelitian “Identifikasi Siklamat Pada Kuah Dadar Gulung yang Dijual di Kawasan
Pelabuhan Rambang, Kota Palangkaraya” oleh Nurul Qamariah & Karmila.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi meneliti kandungan siklamat pada 3 sampel kuah
dadar gulung dari 3 penjual yang berbeda. Dari 3 sampel uji, tidak terdeteksi adanya kandungan
siklamat.
2.3 Kerangka Berfikir

H1 H2 H3 H4

Tambahan pemanis buatan siklamat

The Power of PowerPoint | thepopp.com 14


2.4 Hipotesis Penelitian
1) H1 = Terdapat kandungan pemanis sintetis siklamat pada produk minuman olahan thai tea
yang diperdagangkan di sekitar kampus UNY

2) H2 = Terdapat kandungan pemanis sintetis siklamat pada produk minuman olahan coklat yang
diperdagangkan di sekitar kampus UNY

3) H3 = Terdapat kandungan pemanis sintetis siklamat pada produk minuman olahan susu yang
diperdagangkan di sekitar kampus UNY

4) H4 = Terdapat kandungan pemanis sintetis siklamat pada produk minuman olahan teh manis
yang diperdagangkan di sekitar kampus UNY
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat : Laboratorium Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY.

Waktu : minggu terakhir bulan November hingga batas waktu yang belum
ditentukan.
3.2 Metode Penelitian
a) Populasi dan Sampel
Populasi : Minuman yang dijual di sekitar kampus Universitas NegeriYogyakarta.
Sampel : Thai tea, es cokelat, susu dan es teh manis.

b) Definisi operasional variable


 Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis kualitatif dan kuantitatif yang bersifat deskriptif.
 Sampel yang diperoleh dari beberapa penjual minuman di sekitar kampus dianalisis di Laboratorium Pendidikan
Kimia Universitas NegeriYogyakarta.
 Data yang akan diperoleh merupakan hasil dari analisis siklamat secara kualitatif dan secara kuantitatif dengan
menggunakan metode pengendapan.
c) Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel secara sampling
jenuh, yaitu seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Berikut metode penetapan kadar siklamat dengan metode gravimetri:
1) Mengambil sebanyak 100 mL sampel. Kemudian menambahkan arang aktif (norit) hingga larut.
2) Saring menggunakan kertas saring Whatmann 42.
3) Menambahkan 10 mL larutan HCl 10% dan menambahkan 10 mL larutan BaCl2 10%, kemudian dibiarkan selama 30
menit.
4) Filtrat disaring dengan menggunakan kertas Whatmann 42, kemudian menambahkan 10 mL larutan NaNO2 10%.
5) Dipanaskan di atas hot plate. Apabila terdapat endapan terbentuk, disaring, dicuci, dikeringkan, dan ditimbang.
d) Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan diolah secara manual dan di analisis secara deskriptif. Analisis
deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian dari uji laboratorium.
DAFTAR PUSTAKA
Hadju, Nurain A. 2012. Analisis Zat Pemanis Buatan pada Minuman Jajanan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Manado. Manado:
Universitas Sam Ratulangi.

Marlina, Lusi. 2016. Identifikasi Kandungan Siklamat pada Minuman yang Dijual di Pinggir Jalan Cihampelas sampai Jalan Batujajar.
Jurnal TEDC. 10 (3): 181-185.

Mawarni, Nurtriyana, dkk. 2019. Hubungan Higiene Sanitasi dengan Kualitas Mikrobiologis pada Minuman Es Thai Tea di Kecamatan
Tembalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 7 (1): 186-191.

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pendaftaran Pangan Olahan

Praja, Deny Indra. 2015. Zat Aditif Makanan: Manfaat dan Bahayanya. Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca

Purwadi, dkk. 2017. Penanganan Hasil Ternak. Malang: UB Press.

Saparinto, Cahyo dan Diana Hidayati. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
THANK YOU!
ANY QUESTIONS?