Anda di halaman 1dari 31

TURBIN CINTA

Oleh GET POKJA PLTB


Jakarta, 25 oktober 2016
Pengertian Umum
Garis Besar Pendahuluan
PLTB
Skema PLTB
Sejarah
Motto Dan Pengenalan Cara Kerja PLTB
Tujuan Bengkel
Prestasi Energi Baru
Terbarukan

Spesifikasi
TURBIN
Komponen CINTA
Utama

Perancangan Pembuatan
Bilah Secara Penutup
Manual
Pembuatan
 Pengertian Umum PLTB
1.Turbin Angin : Alat konversi energi angin menjadi energi
mekanik.
2.Kelengkapan Turbin Angin :
 Blade
 Generator
 Fin
 Kontrol
 Batrei
 Skema Sistem
Cara kerja PLTB
 Angin Memutar Bilah Turbin angin
 Bilah yang berputar mengonversi energi angin menjadi
energy mekanik
 Energi mekanik yang dihasilkan oleh bilah digunakan untuk
memutar generator
 Generator yang berputar menghasilkan energi listrik yang di
kontrol dengan controller sebelum ke baterai
 Daya listrik yang di hasilkan di simpan di baterai
 Agar dapat digunakan pada rumah atau alat elektronik
lainnya maka digunakan Inverter dari DC ke AC 220v 50-
60Hz
 Bengkel Energi Baru Terbarukan
 Sejarah :
Awal 2013, sekumpulan mahasiswa STTPLN Dari berbagai Jurusan yang ingin mengembangkan
teknologi energi baru terbarukan. Memutuskan membentuk sebuah wadah yang diberi nama workshop
energy baru terbarukan dengan ide riset awal yaitu tentang penggabungan PLTB Dengan PLTS satu tiang.
Yang berlokasi di pintu masuk STT-PLN Jl. Lingkar luar Barat Cengkareng Jakarta Barat
Motto Dan Tujuan
 Motto : “ Kami Disini Untuk Berbagi “
 Tujuan : Mengembangkan Energi Baru Terbarukan dan Dapat Mengaplikasikan
Ke Tempat Yang Belum Terjamah Listrik
 Turbin Cinta System Name Turbin Cinta
Blade Turbin Type HAWT
Fin
Max OutPower 200 WP in 12 m/s
Start Up 2.5 m/s
Cut In wind Speed 3 m/s
Generator Type 3 phase Permanent
Generator

Blade Diameter 1,6 m


Number of Blade 3
Blade Material Pinewood
Storage System 12V
Weight 25Kg
Pole Generator
GAYA DIALAMI BLADE

Airfoil= Airfoil adalah bentuk dari suatu sayap pesawat


yang dapat menghasilkan gaya angkat (lift) atau efek
aerodinamika ketika melewati suatu aliran udara
JENIS BLADE
 media yang pertama berinteraksi dengan angin
 media pengkonversi energi angin menjadi energi mekanik
TIPE BILAH
Perancangan Bilah

Hugh Piggot Taper

Hugh
MODEL ACUAN
Piggot
Taper
The Sky Dancer
Taper
Less
TaperLess
Perubahan

Hugh Piggot Taper

PAKAI TWIST DAN AIRFOIL


Turbin Cinta HUGH PIGGOT & PAKAI
JENIS BILAH TAPERLESS TSD

The Sky
TaperLess
Dancer
Pembuatan Bilah
1.Gambar Desain Bilah Yang Akan Dibuat

95

800 mm

Chord = 95 mm
Thickness = 8 mm
Jenis Clark Y
 Pemilihan Material Kayu
2. Siapkan Alat Dan Bahan Pembuatan Bilah

No Alat Bahan
1 Golok Kayu Pinus
2 Amplas
3 Gergaji
4 Pensil Dan Penggaris
PENGUKURAN

Garis Pensil Gambar


Desain Yang digambar
ulang di Permukaan Kayu
Balok
Proses
pembuatan
Before

After
Proses Finishing

Assembly Blade

Pendempulan

Pengecatan
Alumunium
Sheet Pemasangan Baut dan Assembly
Blade Pada Poros
Kendala Dalam Membuat Blade Manual
 Kurang Presisi
 Emosi
 Alat dan bahan seadanya
 Secara Visual Hasil Blade yang dibuat secara manual Agak Kurang Baik
 Waktu yang dibutuhkan untuk membuat blade lama
 Berat yang didapatkan antar blade cenderung bebeda
Pengujian Berat Blade @0.5kg

Uji Balance

Lapangan
Pengujian Di ketinggian
Uji Performa 4m ( Tiang WT 4 )

Mendapatkan Power
Coefesien (Cp)
Simulasi
Software
Mengetahui Tip Speed
Rasio
 Percobaan Tahap Pertama Kendala Pada
Percobaan Pertama
- Blade Belum
Seimbang
- Susah Bergerak
Bebas
- Yaw Bearing
Belum Dapat
Berakselerasi
- Terjadi Banyak
Getaran
- Start up Sulit
- Adanya Getaran
Tinggi
- Furling Belum
Bekerja
Pengujian Tahap Kedua

Kendala :
- Getaran Masih Tinggi
- Mur Longgar Akibat
Rpm Blade Tinggi
- Furling Belum Bekerja
ketika angina 12 m/s
 Pengujian Tahap Ketiga

-Furling Sudah
Berjalan tetapi Masih
Malu Malu Untuk
Menari
-Getaran Yang
Dihasilkan Masih
Tinggi
-Yaw Bearing Sudah
Bisa Mengikuti Arah
Angin
-
Hasil Simulasi Dengan Menggunakan Software Q blade
Kincir Pada Kondisi Angin 10,45 m/s
Analisis

Daya Pada Bilah Hugh Piggot 200 w sedangkan pada TSD 500
watt. Dari hasil perhitungan perancangan Bilah dengan
Daya Bilah
Perancangan Hugh Piggot dengan Perubahan Tipe dari Taper
ke taper less menjadi 480

Terjadinya Getaran pada Putaran Bilah yang diduga


disebabkan posisi bilah tidak berada pada titik tengah shaft
sehingga menyebabkan putaran tidak simetris yang
menyebabkan getaran

Performa Bilah
Besar gesekan yang terjadi antara bearing dan besi pipa
menyebabkan getaran di yaw bearing ketika fin
mengarahkan kincir ke arah angin