Anda di halaman 1dari 8

Mobilisasi Dini Post SC

Oleh : Bintari Tri Anggraeni


Definisi

 Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan
6 minggu (42 hari) setelah itu (Sarwono, 2009).
 Masa nifas (puerperium) adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah plasenta lahir
dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa
nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Saifuddin, 2011).
 Sectio Secarea (SC) adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada
dinding abdomen dan uterus (Oxorn, 2000).
 Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi dimulai dari
latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan bias turun dari tempat tidur, berjalan ke
kamar mandi dan berjalan ke luar kamar (Brunner, 2002).
 Mobilisasi ibu post partum adalah suatu pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang
dilakukan ibu setelah beberapa jam melahirkan dengan persalianan Caesar.
Tujuan
• Menurut Syaifuddin (2011) : Membantu jalannya penyembuhan penderita / ibu yang sudah
melahirkan.
• Menurut Susan J. Garrison (2004) : Mempertahankan fungsi tubuh, memperlancar peredaran dara,
membantu pernafasan menjadi lebih baik, mempertahankan tonus otot, memperlancar alfi dan
miksi.
• Mempercepat proses penutupan jalannya operasi, mengembalikan aktivitas seperti semula.
Manfaat
• Mobilisasi memberikan manfaat seperti perbaikan sirkulasi darah, membuat napas dalam dan
menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal normal (Syaifuddin, 2011).
• Mempercepat proses penyembuhan luka (Irmayanti, 2019).

Kerugian
• Peningkatan suhu tubuh : Karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak
dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu dari tanda infeksi adalah peningkatan
suhu tubuh.
• Perdarahan yang abnormal : Dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik sehingga fundus uteri
keras, maka resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan, karena kontraksi membentuk
penyempitan pembuluh darah yang terbuka.
• Involusi uterus yang tidak baik : Tidak dilakukan mobilisasi secara dini akan menghambat
pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan terganggunya kontraksi uterus.
Indikasi Kontraindikasi

Fraktur ekstremitas bawah yang


Infark miokardio akut
diindikasikan untuk latihan mobilisasi

Post Pengobatan operasi lumbal Diisritmia jantung

Pasien pasca serangan stroke


Syok
dengan kerusakan mobilitas fisik

Pasien post operasi yang


Kelemahan umum
memerlukan latihan mobilisasi,
Pengkajian Intoleransi aktifitas

 Denyut nadi dan frekuensinya meningkat, irama tidak teratur


 Tekanan darah sistolik menurun
 Peningkatan frekuensi nafas, pernapasan cepat dan dangkal
 Warna kulit dan suhu tubuh terjadi penurunan
 Keluhan pusing atau kelemahan luar biasa
 Status emosi labil

(Gordon, 2000)
Rentang Gerak
• Rentang gerak pasif ini Aktif • Berguna untuk memperkuat
berguna untuk menjaga otot-otot dan sendi dengan
kelenturan otot-otot dan melakukan aktifitas yang
• Hal ini untuk melatih
persendian dengan diperlukan.
kelenturan dan kekuatan
menggerakkan otot orang
otot serta sendi dengan
lain secara pasif misalnya
cara menggunakan otot-
perawat mengangkat dan
ototnya secara aktif
menggerakkan kaki pasien
misalnya berbaring pasien
menggerakkan kakinya.
Rentang Gerak Rentang Gerak
Pasif Fungsional

(Carpenito, 2000)
6 jam pertama :
Istirahat tirah baring, mobilisasi dini yang 6-10 jam :
bisa dilakukan adalah menggerakkan >24 jam :
ibu diharuskan untuk dapat miring kekiri
lengan, tangan, menggerakkan ujung jari Bellajar duduk. Setelah ibu dapat duduk,
dan kekanan mencegah trombosis dan
kaki dan memutar pergelangan kaki, dianjurkan ibu belajar berjalan
trombo emboli.
mengangkat tumit, menegangkan otot
betis serta menekuk dan menggeser kaki

(Kasdu, 2003)
• Berbaring miring ke kanan dan ke kiri yang dapat dimulai
sejak 6-10 jam setelah penderita / ibu sadar.
Hari ke-1
• Latihan pernafasan dapat dilakukan ibu sambil tidur
terlentang sedini mungkin setelah sadar.

• Ibu dapat duduk 5 menit dan minta untuk bernafas


dalam-dalam lalu menghembuskannya disertai batuk-
batuk kecil yang gunanya untuk melonggarkan
pernafasan dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan
Hari ke-2 pada diri ibu/penderita bahwa ia mulai pulih.
• Secara bertahap, posisi tidur terlentang dirubah menjadi
setengah duduk
• Belajar duduk selama sehari,

• Pasien mampu Berjalan dan beraktivitas ringan (ke kamar


Hari ke 3-5
mandi, dll).