Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN

PENERAPAN CLINICAL PATHWAY

RSI PKU MUHAMMADIYAH TEGAL


 Clinical Pathway (CP) adalah suatu konsep
perencanaan pelayanan terpadu yang
merangkum setiap langkah yang diberikan
kepada pasien berdasarkan pelayanan medis
dan asuhan keperawatan, asuhan kefarmasian,
asuhan gizi, dll yang berbasis bukti dengan
hasil terukur dan jangka waktu tertentu selama
di Rumah Sakit.
 Untuk menunjang keberhasilan di lapangan
diperlukan partisipasi aktif, komitmen dan
konsistensi dari seluruh jajaran direksi,
manajemen dan profesi demi terlaksana dan
suskesnya program tersebut maka peran
organisasi profesi juga cukup penting dalam
mengembangkan Standar Pelayanan Minimal
(SPM) dan Clinical Pathway sebagai acuan
pedoman bagi setiap profesi dalam
melaksanakan praktek keprofesiannya.
Tujuan Umum :
 Untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan
terstandarisasinya proses pelayanan.
Tujuan Khusus :
 Mengurangi jumlah intervensi yang tidak perlu atau
bahaya
 Memberikan opsi pengobatan dan perawatan terbaik
dengan keuntungan maksimal
 Menghindari terjadinya medication eror secara dini

 Memberikan opsi pengobatan dengan risiko terkecil

 Memberikan tata laksana asuhan dengan biaya yang


memadai
 Petugas bangsal mengidentifikasi dan memilah rekam medis
pasien dengan diagnosis yang ada di Clinical Pathway (CP) :
Stroke, Hernia, DHF grade 1&2 anak, Thypoid, dan PEB.
 Petugas bangsal menyertakan lembar formulir CP sesuai
diagnosis pada rekam medis pasien yang masuk kategori.
 Petugas bangsal mengisi identitas pasien di formulir CP.
 SPV/ Kepala ruang mengisi formulir CP dengan memberi tanda
(v) pada kolom yang ada.
 Pengisian formulir diisi setiap hari sampai pasien pulang oleh
SPV.
 Formulir CP yang telah diisi dan ditandatangani oleh SPV dan
DPJP disertakan pada rekam medis pasien pulang.
 Petugas rekam medis memilah dokumen rekam medis yang
terdapat lembar CP
 Petugas rekam medis memisahkan lembar CP dari rekam medis
dan dikolektif untuk diserahkan kepada Penanggung jawab CP.
 Bila perjalanan klinis suatu penyakit sangat
bervariasi maka pasien tersebut dikeluarkan
dari Clinical Pathway dan dirawat dengan
perawatan biasa. Keputusan untuk membuat
clinical pathway pada kasus – kasus ko-
morbiditas dilakukan atas kesepakatan staf
medis dengan mempertimbangkan efektivitas,
sumber daya dan waktu yang diperlukan.
 Terimakasih