Anda di halaman 1dari 36

KONSEP DASAR

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN


BPH
(Benigna Prostat Hiperplasia)
• INDIRASANTHI
• DEWI AGUSTINI
• BUDI ADNYANA
• DWIJA PUTRA
• AYU SRI ASTUTI
• KENCANA YUNIASIH
• MARTINI
• DESI ANGARAENI
• ARUM PRATIWI
• ARYA NINGRAT
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN BPH

A.PENGKAJIAN
Pre Operasi
I. DATA SUBYEKTIF
- Ps mengatakan takut untuk berkemih
- Ps mengatakan takut inkontinensia/menetes
selama hub intim
- Ps mengatakan nyeri pada perut bagian
bawah,punggung dan panggul
- Ps mengatakan nyeri saat kencing
II. DATA OBJEKTIF
- Pembesaran,nyeri tekan prostat
- Perubahan tonus otot
- Nyeri supra pubis,panggul/Punggung
bawah
- Disuria,Nokturia,Urgency
- Dribling
- Retensi urin
- Ps tampak gelisah, khawatir
- Turgor kulit tidak elastis
- Nadi perifer tidak teratur
- Volume urine menurun
Post Operasi
I. DATA SUBYEKTIF
- Ps bertanya-tanya tentang perawatan
dan pengobatan post op
- Ps mengatakan nyeri akibat
pemasangan / pelepasan kateter
II. DATA OBJEKTIF
- Perdarahan
- Hematuri
- Ps tampak gelisah
- Ps tampak bingung
- Tampak bekas luka insisi pembedahan
- Ps tampak terpasang kateter
- Ps tampak meringis, melindungi
daerah yang sakit
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
( Pre Opetasi )
1. Eleminasi Urin : Perubahan
Dpt dihubungkan dng:
- Obstruksi mekanik, pembesaran Prostat, inflamasi

Kemungkinan dibuktikan oleh:


- Urgensi dan frek, oliguri ( retensi )
- Hematuri

Kriteria evaluasi:
- Berkemih dengan jumlah yang normal dan pola
biasanya
-Tidak mengalami tanda obstruksi
2. Nyeri Akut
Dpt dihubungkan dng:
- Iritasi mukosa, Distensi Kandung kemih,
Kolik ginjal, infeksi urinaria, terapi radiasi.

Kemungkinan dibuktikan oleh:


- Keluhan nyeri (Kandung kemih/spasme
rektal)
- Respon otonomik

Kriteria evaluasi:
- Melaporkan nyeri hilang/terkontrol.
- Tampak rileks
- Mampu untuk tidur/ istirahat dengan tepat
3. Resiko Infeksi
Faktor Resiko:
- Kontaminasi kateter selama pemasangan, perubahan
selang botol/kantong periodik
- Kontaminasi kulit pada sisi pemasangan kateter

Kemungkinan dibuktikan oleh:


- Tidak dapat diterapkan, adanya tanda dan gejala membuat
diagnosa aktual.

Kriteria evaluasi:
- Mengidentifikasi, intervensi untuk mencegah/
menurunkan resiko infeksi.
- Tak mengalami tanda atau gejala infeksi
4. Resiko Tinggi terhadap kekurangan
volume cairan
Faktor resiko :
- Pasca Obstruksi diuresis dari drainase cepat kantung
kemih yang terlalu distensi secara kronis
-Endokrin, ketidakseimbangan elektrolit (Disfungsi
Ginjal)

Kemungkinan Dibuktikan oleh :


- Tidak dapat diterapkan, adanya tanda dan
gejala membuat dignosa aktual.

Kriteria evaluasi:
- Mempertahankan hidrasi adekuat dibuktikan oleh
tanda vital stabil, nadi perifer teraba, pengisian
kapiler baik, dan membran mukosa lembab.
5. Ansietas
Dpt dihubungkan dng:
- Perubahan status kesehatan,kemungkinan prosedur bedah/
Malignasi
- Malu/ Hilang martabat sehubungan dengan pemajanan genital
sebelum, selama dan sesudah tindakan, masalah tentang
kemampuan seksualitas

Kemungkinan dibuktikan oleh:


- Peningkatan ketakutan,ketegangan,kekhawatiran
- Mengekspresikan masalah tentang adanya peubahan.
- Ketakutan akan konsekuensi tak spesifik

Kriteria evaluasi:
- Tampak rileks
- Menyatakan pengetahuan yang akurat tentang situasi
- menunjukkan rentang tepat tentang perasaan dan penurunan rasa
takut.
- Melaporkan ansietas menurun sampai tingkat dapat ditangani,
C. PERENCANAAN KEPERAWATAN
(PRE OPERASI)

1. Prioritas Keperawatan

1. M’hilangkan retensi urine akut


2. Meningkatkan Kenyamanan
3. M’cegah komplikasi
4. M’bantu ps u/ menerima mslh psikososial
2. Rencana Tindakan
Dx. Eleminasi Urin : Perubahan
Tindakan / Intervensi Rasional
- Awasi pemasukan dan - Memberikan informasi tentang
pengeluaran dan karakteristik fungsi ginjal dan adanya
urine komplikasi, contoh infeksi dan
perdarahan

- Tentukan pola berkemih normal - Kalkulus dapat menyebabkan


pasien dan perhatikan variasi eksitabilitas saraf, yang dapat
menyebabkan senasi kebutuhan
berkemih segera. Biasanya
frekuensi dan urgensi meningkat
bila kalkulus mendekati
pertemuan uretrovesikal
Tindakan / Intervensi Rasional
- Selidiki keluhan kandung kemih - Berguna u/ m’evaluasi obstruksi
penuh; palpasi untuk distensi dan pilihan intervensi
suprapubik. Perhatikan
penurunan keluaran urine,
adanya edema periorbital atau
tergantung
Dx : Nyeri ( akut )
Tindakan / Intervensi Rasional

- Kaji nyeri, perhatikan lokasi, - M’berikan informasi u/ m’bantu


intensitas ( skala 0-10 ) lamanya dlm m’tentukan
pilihan/keefektifan intervnsi
- Plester selang darenase pada - M’cegah penarikan kandung
paha dan kateter pd abdomen ( kemih dan erosi pertemuan
b/ traksi tdk diperlukan ) penis-skrotal

- Berikan tind kenyamanan, cnth - Meningkatkan relaksasi,


pijatan punggung :m’bantu ps memfokuskan kembali perhatian,
mlkkan posisi yg nyaman : dan dpt meningkatkan
m’dorong penggunaan kemampuan koping
relaksasi/lthn napas dalam
:aktvtas terapeutik
Dx : Resiko Infeksi
Tindakan / Intervensi Rasional
- Observasi tehnik aseptik dan - Mencegah introduksi organisme
gunakan masker selama dan kontaminasi lewat udara yang
pemasangan kateter, ganti dapat menyebabkan infeksi.
balutan dan kapanpun sistem
dibuka.
- Ganti balutan sesuai indikasi - Lingkungan yang lembab
dengan hati- hati, tidak meningkatkan pertumbuhan
mengubah posisi kateter bakteri
- Observasi warna dan kejernihan - Keluaran keruh diduga infeksi
keluaran peritoneal
- Berikan pelindung betadine pada - Menurunkan masuknya bakterial
distal, Klem bagian kateter bila melalui kateter antara tindakan
terapi dialisis intermiten dialisis bila kateter dihentikan dari
digunakan sistem tertutup.
Tindakan / Intervensi Rasional
- Berikan informasi tentang kebutuhan - Meningkatkan proses
untuk diet tinggi TPTK yg dpt penyembuhan. Makan-
diberikan/dimakan dlm jumlah makanan dlm jmlh kecil/tetapi
kecil/tapi sering sering akan memerlukan
kalori yg sedikit pd proses
metabolisme, menurunkan
iritasi lambung dan
meningkatkan pemasukan
secara total
Dx : Kekurangan volume cairan

Tindakan / Intervensi Rasional


- Awasi keluaran dengan hati- hati, - Diuresis cepat dapat
tiap jam bila menyebabkan kekurangan volume
diindikasikan.Perhatikan keluaran total cairan, karena
100-200 ml/jam. ketidakcukupan jumlah Natrium
diabsorpsi tubulus ginjal.

- Dorong peningkatan pemasukan - Pasien dibatasi pemasukan oral


oral berdasarkan kebutuhan dalam upaya mengontrol gejala
individu urinaria,homeostatik pengurangan
cadangan dan peningkatan resiko
dehidrasi/ hipovolemia
- Awasi tekanan darah, Nadi - Memampukan deteksi dini/
dengan sering. Evaluasi pengisian intervensi hipovolemik sistemik
kapilar dan membran mukosa oral.
Tindakan / Intervensi Rasional

- Tingkatkan tirah baring dengan - Menurunkan kerja jantung,


kepala tinggi memudahkan homeostasis
sirkulasi.
- Kolaborasi awasi kebutuhan - Bila pengumpulan cairan
elektrolit khususnya Natrium terkumpul dari area ekstra
selular, Natrium dapat mengikuti
perpindahan, menyebabkan
Hiponatremia.
Dx : Ansietas/ Ketakutan
Tindakan / Intervensi Rasional
- Selalu ada untuk pasien. Buat - Menunjukkan perhatian dan
hubungan saling percaya dengan keinginan untuk membantu,
pasien/ orang terdekat membantu dalam diskusi tentang
subyek sensitif
- Berikan informasi tentang prosedur - Membantu pasien memahami
dan tes khusus dan apa yang akan tujuan dari apa yang dilakukan,
terjadi, contoh kateter, uri dan mengurangi masalah karena
berdarah, iritasi kandung kemih. ketidaktahuan, termasuk kekuatan
Ketahui seberapa banyak informasi akan kanker.
yang diinginkan pasien
Tindakan / Intervensi Rasional

- Pertahankan perilaku nyata - Menyatakan penerimaan dan


dalam melakukan prosedur menghilangkan rasa malu
atau menerima pasien. Ps.
- Dorong Ps atau orang
terdekan untuk menyatakan - Mendefinisikan masalah,
masalah/perasaan. memberikan kesempatan
untuk menjawab pertanyaan,
Memperjelas kesalahan
konsep, dan solusi
- Beri penguatan informasi pemecahan masalah.
pasien yang telah diberikan - Memungkinkan Ps untuk
sebelumnya. menerima kenyataan dan
menguatkan kepercayaan
pada pemberi perawatan dan
pemberian informasi.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
( Post Operasi )
1. Kekurangan Volume Cairan, Resiko Tinggi
terhadap
Faktor Resiko:
- Area bedah vaskular; Kesulitan mengontrol
perdarahan.
- Pembatasan pemasukan pra operasi
Kemungkinan dibuktikan oleh:
- Tidak dapat diterapkan, adanya tanda dan gejala membuat
diagnosa aktual.
Kriteria evaluasi:
- Mempertahankan hidrasi adekuat dibuktikan oleh TTV
stabil, Nadi periver teraba, Pengisisan kapiler baik,
membran mukosa lembab dan keluaran urine tepat.
- Menunjukkan tak ada perdarahan aktif
2. Infeksi, Resiko Tinggi terhadap

Faktor Resiko:
- Prosedur infasif; alat selama pembedahan,
kateter, irigasi kandung kemih sering.
- Trauma jaringan, insisi bedah (Perianal)
Kemungkinan dibuktikan oleh:
- Tidak dapat diterapkan, adanya tanda dan gejala
membuat diagnosa aktual.

Kriteria evaluasi:
- Mencapai waktu penyembuhan
- Tak mengalami tanda infeksi
3. Nyeri ( akut )
Dpt dihubungkan dng:
- Iritasi mukosa kandung kemih; refleks spasme otot
sehubungan dengan prosedur bedah dan/tekanan dari balo
kandung kemih ( traksi )

Kemungkinan dibuktikan oleh:


- Keluhan Nyeri spasme kandung kemih
- Wajah meringis, melidungi daerah yang sakit, gelisah
- Respon Otonomik

Kriteria evaluasi:
- Melaporkan nyeri hilang/terkontrol
- Menunjukan penggunaan ketrampilan relaksasi dan aktivitas
terapiutik sesuai indikasi untuk situasi individu.
- Tampak rileks, tidur atau istirahat dengan tepat.
4. Kurang Pengetahuan (Kebutuhan belajar)
tentang kondisi,prognosis dan kebutuhan
pengobatan.
Dpt dihubungkan dng:
- Kurang terpajan atau mengingat; salah interpretasi
informasi
- Tidak mengenal sumber informasi
Kemungkinan dibuktikan oleh:
- Pertanyaan, meminta informasi, pernyataan salah
konsepsi.
- Menyatakan masalah
- Tidak akurat mengikuti instruksi/ Terjadinya komplikasi
yang dapat dicegah
Kriteria evaluasi:
- Menyatakan pemahaman prosedur bedah dan pengobatan
- Melakukan dengan benar prosedur yang perlu dan
menjelaskan alasan tindakan
- Melakukan perubahan perilaku yang perlu.
- Berpartisipasi dalam program pengobatan
C. PERENCANAAN KEPERAWATAN
( Post Opetasi )

1. Prioritas Keperawatan

1. M’cegah komplikasi
2. Meningkatkan Kenyamanan
3. M’berikan informasi ttg
penykt/prognosis dan kebut
pengobatan
2. Rencana Tindakan
Dx. Kekurangan Volume Cairan,Resiko Tinggi
terhadap
Tindakan / Intervensi Rasional
- Benamkan kateter, hindari - Gerakan/ penarikan kateter
manipulasi berlebihan dapat menyebabkan perdarahan
atau pembentukan bekuan dan
pemendaman kateter pada
distensi kandung kemih

- Awasi pemasukan dan - Indikator keseimbangan cairan


pengeluaran dan kebutuhan penggantian.
Pada irigasi kandung kemih,
awasi pentingnya perkiraan
kehilangan darah dan secara
akurat mengkaji haluaran urine
Tindakan / Intervensi Rasional

- Observasi drainase kateter, - Perdarahan tidak umum


perhatikan perdarahan terjadi selama 24 jam
berlebihan atau berlanjut pertama tetapi perlu
pendekatan perineal.
Perdarahan kontinue/Berat
atau berulangnya
perdarahan aktif memerlukan
intervensi/ evaluasi medik
- Inspeksi balutan/ luka - Perdarahan dapat dibuktikan
drain.Timbang balutan bila atau disingkirkan dalam
diindikasi. Perhatikan jaringan perinium.
pembentukan hematoma
Dx. Infeksi, Resiko Tinggi terhadap
Tindakan / Intervensi Rasional
- Pertahankan sistem kateter steril; - Mencegah pemasukan bakteri dan
berikan perawatan kateter regular infeksi/ sepsis lanjut
dgn sabun dan air.

- Ambulasi dengan kantung drainase - Menghindari refleks balik urine,


dependen. yang dapat memasukan bakteri ke
dalam kantung kemih.
- Awasi tanda vital, perhatikan - Pasien yang mengalami sitoskopi
demam ringan, menggigil, nadi dan dan/ atau TUR prostat beresiko u/
pernafasan cepat, gelisah, peka, syok bedah/septik sehubungan
disorientasi. dengan manipulasi/ instrumentasi.

- Observasi drainase dari luka, - Adanya drain, insisi suprabubik


sekitar kateter suprapubik. meningkatkan risiko untuk infeksi,
yang diindikasikan dengan
eritmia, drainase purulen.
Tindakan / Intervensi Rasional
- Ganti balutan dengan sering (Insisi - Balutan dasah menyebabkan kulit
supra/retropubik dan perineal), iritasi dan memberikan media untuk
Pembersihan dan pengeringan kulit pertumbuhan bakteri, peningkatan
sepanjang waktu. risiko infeksi luka.

- Kolaborasi (Berikan Antibiotik sesuai - Mungkin diberikan secara profilatik


indikasi) sehubungan dengan peningkatan
risiko infeksi pada prostatektomi.
DX Nyeri ( akut )
Tindakan / Intervensi Rasional

- Kaji nyeri, perhatikan lokasi, - Nyeri tajam, intermitan dengan


intensitas ( 0-10). dorongan berkemih/pasase urine
sekitar kateter menunjukkan
spasme kandung kemih, yang
cenderung lebih berat pada
pendekatan suprapubik atau TUR.
- Pertahankan potensi kateter dan - Mempertahankan fungsi kateter
sistem drainase. Pertahankan dan drainase siste, menurunkan
selang bebas dari lekukan dan risiko distensi/spasme kandung
bekuan. kemih
- Tingkatkan pemasukan sampai - Menurunkan iritasi dengan
3000ml/hari sesuai toleransi. mempertahankan aliran cairan
konstan ke mukosa kandung kemih
- Berikan ps informasi akurat - Menghilangkan ansietas dan
tentang kateter, drainase, dan meningkatkan kerjasama dengan
spasme kandung kemih. prosedur tertentu.
Tindakan / Intervensi Rasional
- Berikan tindakan kenyamanan - Menurunkan tegangan otot,
(sentuhan terapiutik, memfokuskan kembali perhatian,
pengubahan posisi, pijatan dan dapat meingkatkan
punggung) dan aktivitas kemampuan koping.
terapiutik.
- Berikan rendam duduk atau - Meningkatkan perfungsi jaringan
lampu penghangat bila diindikasi dan perbaikan edema, dan
meningkatkan penyembuhan
(Pendekatan perineal)
Dx. Kurang Pengetahuan (Kebutuhan
belajar) tentang kondisi,prognosis dan
kebutuhan pengobatan.

Tindakan / Intervensi Rasional


- Kaji Implikasi prosedur dan - Memberikan dasar pengetahuan
harapan masa depan. dimana pasien dapat membuat
pilihan informsi.
- Tekankan perlunya nutrisi yang - Meningkatkan penyembuhan dan
baik; dorong konsumsi buah ; mencegah komplikasi, menurunkan
meningkatkan diet tinggi serat. reisko peradangan pasca operasi.

- Diskusikan pembatasan aktivitas - Peningkatkan tekanan abnormal/


awal, contoh menghindari meregangkan yang menempatkan
mengangkat berat, latihan keras, stres pada kandung kemih dan
duduk/mengendarai mobil terlalu prostat, menimbulkan risiko
lama, memanjat lebih dari 2 perdarahan.
tingkat tangga sekaligus
Tindakan / Intervensi Rasional
- Intruksikan perawatan kateter - Meningkatkan kemandirian dan
urine bila ada. Identifikasi kompetensi dalam perawatan
sumber alat/ dukungan. diri.
D. PELAKSANAAN KEPERAWATAN

Sesuai dengan rencana tindakan


pada perencanaan
E. EVALUASI KEPERAWATAN

Sesuai dengan kriteria evaluasi


pada masing- masing diagnosa