Anda di halaman 1dari 10

STROKE

(CEREBROVASCULAR ACCIDENT)

Reja Sanova
Menurut (WHO)
Stroke (cerebrovascular accident / CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika
pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya
aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusak atau mematikan
sel-sel saraf di otak.
Penyebab kematian no 3 di Indonesia maupun di dunia
Bentuk-Bentuk Klinik dari Stroke

Stroke terbagi menjadi 2, yaitu:


1. Stroke Hemoragik
Stroke Hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak.
Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.
2. Stroke Iskemik
Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak
sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke iskemik.
Faktor-Faktor Resiko Stroke

1. Hipertensi
2. Arteriosklerosis, hiperlipidemia, merokok, obesitas, diabetes melitus, usia lanjut,
penyakit jantung, penyakit pembuluh darah tepi, hematokrit tinggi, dan lain-lain.
3. Obat-obatan yang dapat menimbulkan addiksi (heroin, kokain, amfetamin)
4. Alkohol
5. Diet
6. Tingginya kadar kolesterol
7. Kelainan-kelainan hemoreologi darah, seperti anemia berat, polisitemia, kelainan
koagulopati, dan kelainan darah lainnya.
Gejala Klinis Dari Stroke

1. Hemiplagia (kelumpuhan lengan atau tungkai pada salah satu sisi tubuh)
2. Gangguan pendengaran
3. Gangguan penglihatan (diplopia)
4. Bicara cadel (disartria)
5. Inkontinensi kandung kemih
6. Ataksia dan pingsan
7. Koma
8. Kadang-kadang disertai oleh ketidakmampuan mengendalikan emosi
Patofisiologi Stroke

Pada dasarnya stroke terjadi karena terjadinya gangguan suplai oksigen ke otak,
gangguan suplai tersebut dapat terjadi karena terjadinya sumbatan pada arteri maupun arteri
pecah. Berikut ini adalah mengapa stroke dapat terjadi:
1. Otak membutuhkan banyak sekali oksigen
2. Berat otak manusia kira-kira 2,5% dari berat badan namun kebutuhan oksigen otak
mencapai 20% dari kebutuhan oksigen tubuh
3. Di otak hampir tidak ada cadangan oksigen
4. Bila suplai oksigen keotak terganggu selama 8-10 detik maka terjadi gangguan fungsi
otak
5. Bila gangguan tersebut terjadi selama >6-8 menit terjadi lesi yang ireversibel
Pencegahan Stroke

1. Untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup
sehat, olahraga teratur, menghindari stress.
2. Cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan mengidentifikasi
orang-orang yang berisiko tinggi dan mengendalikan faktor risiko stroke sebanyak
mungkin, seperti kebiasaan merokok, hipertensi.
3. Mengatur pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang mengandung
kolesterol jahat (LDL), serta olaraga secara teratur.
Epidemiologi Stroke

Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan
junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi
750.000 kasus stroke baru di Amerika. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa
setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke dan 4 dari 5
keluarga di Amerika terkena stroke.
Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah
jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1
di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia. Kejadian stroke di Indonesia pun selalu
meningkat dari tahun ke tahun.
Setelah mengalami stroke di masa lalu sangat meningkatkan risiko seseorang stroke
di masa depan.
Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namum kini cenderung
menyerang generasi muda yang masih produktif.
Terima Kasih