Anda di halaman 1dari 18

MIKROORGANISME DAN PERANYA

TERHADAP BIOTEKNOLOGI

KELOMPOK 10

JOSUA HUTAJULU
NOVIKA SARI SIREGAR
SAHRITA
UMI ARIANTI
Mikroorganisme yang berperan dalam produksi
antibiotik

Antibiotika merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh


mikroorganisme, dan dapat menghambat atau membunuh
mikroorganisme lain. Perkembangan antibiotika sebagai zat untuk
pengobatan penyakit infeksi lebih banyak mempengaruhi penggunaan
obat dibandingkan dengan perkembangan antibiotik itu sendiri.
Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan sasaran
kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. Ada
enam kelompok antibiotika dilihat dari target atau
sasaran kerjanya:

• Inhibitor sintesis dinding sel bakteri, mencakup


golongan Penisilin, Polipeptida dan Sefalosporin,
misalnya ampisilin, penisilin G;
• Inhibitor transkripsi dan replikasi, mencakup
golongan Quinolone, misalnya rifampisin,
aktinomisin D, asam nalidiksat;
• Inhibitor sintesis protein, mencakup banyak jenis
antibiotik, terutama dari golongan Makrolida,
Aminoglikosida, dan Tetrasiklin, misalnya gentamisin,
kloramfenikol, kanamisin, streptomisin, tetrasiklin,
oksitetrasiklin, eritromisin, azitromisin;
• Inhibitor fungsi membran sel, misalnya ionomisin,
valinomisin
• Inhibitor fungsi sel lainnya, seperti golongan sulfa
atau sulfonamida, misalnya oligomisin, tunikamisin;
dan
• Antimetabolit, misalnya azaserine.
• Pencarian antibiotic baru dapat dilakukan dengan melalukan
fusi sel mikroorganisme yang mampu memproduksi antibiotic.

• Membran luar yang kuat menyelubungi sel bakteri dikelupas


terlebih dahulu sehingga menghasilkan protoplas. Protoplas-
protoplas ini dengan bantuan bakteriofaga atau bahan kimia
akan melakukan peleburan sel sehingga terbentuk hibrida
atau sel rekombinan yang mengandung materi genetic dua sel
atau lebih.
Beberapa contoh antibiotic dan mikroorganisme
penghasilnya :
Mikroorganisme yang berperan dalam produksi
hormon steroid

Hormone steroid yang berfungsi sebagai anti radang sehingga penyakit


yang mempunyai gejala klinis meradang relative tidak semakin parah telah
terjual bebas dipasaran. Hormone steroid dihasilkan cendawan
Cunninghamella blakesleana dan Thieghemella orchidis yang telah
direkayasa materi genetikanya.

Penyakit infeksi oleh bakteri, jamur, dan virus serta penyakit yang
disebabkan karena alergi (hipersensitivitas) biasanya disertai dengan radang
yang jika tidak diobati akan memperburuk prognosis (perjalanan penyakit).
Mikroorganisme yang berperan dalam produksi vaksin

Vaksin biasannya mengandung virus atau mikroorganisme yang telah


dilemahkan atau telah dimatikan yang bila diberikan kepada manusia akan
menyebabkan pembentukan antibody.

Sekarang dengan adanya rekayasa genetika kita dapat mendapatkan


mikroorganisme yang mempunyai antigenitas dan patogenitas yang tinggi
sehingga mampu menghasilakan antibody yang unggul (berkualitas ) untuk
melawan mikroorganisme yang sebenarnya.
Mikroorganisme yang berperan dalam produksi
vitamin

• Vitamin digunakan sebagai tambahan pada makanan manusia dan


pakan ternak. Vitamin B12 dan riboflavin yang terpenting dalam
kelompok vitamin.
• Anggota bakteri dari genus Propionibacterium menghasilkan
vitamin mulai 394 dari 19-23 mg/liter pada proses dua-tahap,
sedangkan bakteri lain, Pseudomonas denitrificans menghasilkan
60 mg/liter pada proses satu-tahap yang menggunakan molase
gula-bit sebagai sumber karbon.
• Vitamin B12 mengandung kobalt sebagai bagian
esensial strukturnya, dan untuk meningkatkan
produksi vitamin, dilakukan dengan menambahkan
kobalt pada medium biakan.
• Riboflavin disintesis oleh beberapa mikroorganisme,
termasuk bakteri, fungi, dan ragi. Fungi Ashbya
gossypii menghasilkan sejumlah besar riboflavin (> 7
gram/liter) dan oleh karena itu sering digunakan
dalam proses produksi mikrobiologi. Hasil perolehan
yang sangat banyak ini menyebabkan persaingan
ekonomi tinggi di antara proses mikrobiologi dengan
proses sintesis secara kimia.
Mikroorganisme yang berperan dalam produksi
asam amino

Asam amino digunakan secara luas dalam industri makanan, tambahan


pakan, dalam obat, dan sebagai bahan pemula pada industri kimia.
Sebagian besar asam amino yang penting secara komersial adalah asam
glutamat, yang digunakan untuk meningkatkan rasa.

Dua asam amino yang juga penting, asam aspartat dan fenilalanin, yang
menyusun bahan pemanis buatan, aspartat, merupakan unsur penting
dalam minuman ringan diet dan makanan lain yang dijual sebagai produk
bebas-gula.
• Lisin, merupakan asam amino esensial untuk manusia,
dihasilkan oleh Brevibacterium flavum juga digunakan sebagai
tambahan makanan.

• Produksi asam amino secara mikrobiologi juga dapat melalui


fermentasi langsung, dimana mikroorganisme menghasilkan
asam amino dalam suatu proses fermentasi standar, atau
melalui proses enzimatik, dimana mikroorganisme sebagai
sumber enzim dan enzim tersebut digunakan dalam proses
produksi.
Mikroorganisme yang berperan dalam produksi
asam organik

Beberapa senyawa organik dihasilkan oleh mikroorganisme dalam


jumlah yang cukup sehingga dapat dibuat melalui fermentasi secara
komersial. Asam sitrat, digunakan secara luas dalam makanan dan
minuman, asam itakonat, digunakan dalam pembuatan resin akrilik, dan
asam glukonat, digunakan dalam bentuk kalsium glukonat untuk
mengobati defisiensi kalsium pada manusia dan dalam industri
digunakan sebagai pelembut dan pencuci, dihasilkan oleh fungi.
mikroorganisme yang berperan dalam produksi
protein pada manusia

Adanya proses rekayasa genetik dengan pemanfaatan


mikroorganisme meningkatan peran industri farmasi dlam memproduksi
protein manusia. Melalui tehnik rekombinasi DNA, sekuens DNA manusia
yang mengkode berbagai protein dapat digabungkan dengan genum
bakteri, dan dengan menumbuhkan bakteri rekonbioanan dalam
fermentor, maka protein manusi dapat diproduksi secara komersial.

Proses yang serupa juga dilakukan pada produksi interferon,
hormon pertumbuhan manusia ( tumour necrosis factor, TNF)
dan interleukin-2 ( IL-2 ). (Lihat gambar)