Anda di halaman 1dari 36

PEMERIKSAAN

GINEKOLOGI
SADARI
• Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
dilakukan dengan menggunakan tangan dan
penglihatan untuk memeriksa apakah ada
perubahan fisik pada payudara.

• semua perubahan yang mengarah pada kondisi


yang lebih serius dapat segera ditangani.
• Penting menyadari bagaimana bentuk normal
payudara dan ada tidaknya perubahan dari waktu
ke waktu.
– Masa menstruasi : kebanyakan wanita merasa
payudaranya akan menjadi
• makin kencang
• padat.
– Memasuki masa menopause :
• terasa lebih kendur
• Lebih lembut.

ada perubahan tertentu harus diwaspadai  dapat


menjadi indikasi adanya penyakit.
CARA MEMERIKSA PAYUDARA

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI :


beberapa hari setelah menstruasi.
SADARI DIDEPAN CERMIN
7 langkah
• Diperlukan
– tangan,
– penglihatan,
– cermin.
• Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam
ruangan tersebut
• Langkah-langkah
1. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas ,
lengan di samping tubuh,
2. Perhatikan : bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti
permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara,
kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya
sama besar
3. Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk
mengencangkan otot dada
4. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan
sebaliknya.
5. Membungkuklah di depan kaca  payudara terjulur ke bawah
 perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan
tertentu pada payudara.
6. Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam 
perhatikan kedua payudara , termasuk di bagian bawah.
7. Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari putting dg cara
tempatkan jempol dan jari telunjuk sekitar puting, tekan
perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi
pada payudara yang lain.
• SADARI

• SADARI
SADARI SAAT MANDI
• Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan
untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada
payudara.
• Langkah :
– Angkat satu tangan ke belakang kepala.
– Tangan lain dilumuri sabun, raba payudara di sisi
tangan yang terangkat.
– Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi
bagian dengan lembut.
– Lakukan pada payudara di sisi lain.
SADARI DENGAN BERBARING
• Pilih tempat tidur atau permukaan datar yang
nyaman.
• Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan
memudahkan untuk diperiksa.
• Langkah :
– Berbaribg
– tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di
bawah pundak.
– Tempatkan tangan kanan di bawah kepala.
– Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan
jari untuk meraba payudara kanan.
– Mulailah gerakan sesuai arah jarum jam dengan
gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser
jari dan mulailah kembali hingga seluruh
permukaan payudara hingga ke puting selesai
teraba.
• segera periksakan diri ke dokter jika dalam
pemeriksaan mandiri menemukan:
– Benjolan keras pada payudara atau ketiak.
– Perubahan pada permukaan kulit: kulit menjadi berkerut,
atau terdapat cekungan.
– Perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika
mengangkat payudara atau menggerakkan lengan.
– Keluar cairan dari puting payudara, tapi bukan ASI.
– Keluar darah dari puting.
– Terdapat bagian puting yang memerah dan menjadi lembap,
serta tidak kunjung berubah menjadi seperti semula.
– Puting berubah bentuk, misalnya menjadi melesak ke dalam.
– Ruam di sekitar puting.
– Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada
payudara.
Siapa Yang Perlu Melakukan SADARI?
1. Wanita usia subur : 7-8 hari setelah menstruasi
2. Wanita pascamenopause : pada waktu tertentu setiap bulan
3. Setiap wanita berusia diatas 20 tahun perlu melakukan
pemeriksan payudara sendiri (SADARI)setiap bulan.
4. Wanita yang berisiko tinggi sebelum mencapai 50 tahun perlu
melakukan mamografi setiap tahun, pemeriksaan payudara oleh
dokter setiap 2 tahun.
5. Wanita yang berusia antara 20-40 tahun :
a. Mamogram awal atau dasar antara usia 35 sampai 40 tahun.
b. Melakukan pengujian payudara pada dokter setiap 3 tahun.
6. Wanita yang berusia antara 40-49 tahun melakukan
pemeriksaan payudara pada dokter dan mamografi setiap 1-2
tahun.
7. Wanita yang berusia diatas 50 tahun melakukan pemeriksaan
payudara pada dokter dan mamogarfi setiap tahun.
MAMOGRAM
APUS VAGINA
IVA
IVA - Inspeksi Visual dengan Asam asetat.
–Merupakan deteksi dini yang dapat
dilakukan di klinik.
–Caranya : oleskan larutan asam asetat 3%-
5% ke leher rahim, kemudian mengamati
apakah ada perubahan warna, misalnya
muncul bercak putih. Jika ada, berarti
kemungkinan terdapat infeksi pada serviks
dan harus dilakukan pemeriksaaan lanjutan.
19
PAP SMEAR
• Pap Smear pertama kali dikenalkan oleh : George
Nicholas Papanicolaou (1928), pemeriksaan
morfologi sel leher rahim:
– Mudah
– Murah
– Sederhana
– Aman
– Akurat
Defenisi Pap Smear
• Pap smear merupakan suatu metode untuk
pemeriksaan sel cairan dinding leher rahim
dengan menggunakan mikroskop, yang
dilakukan secara cepat, tidak sakit, serta hasil
yang akurat.
Tujuan Pemeriksaan Pap Smear
1. Untuk mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan
menjadi kanker.
2. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sel-sel di
serviks
3. Untuk mendeteksi perubahan prakanker pada serviks
4. Untuk mendeteksi infeksi-infeksi disebabkan oleh virus
urogenital dan penyakit-penyakit yang ditularkan
melalui hubungan seksual.
5. Untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal yang
terdapat hanya pada lapisan luar dari serviks dan tidak
menginvasi bagian dalam.
6. Untuk mengetahui tingkat berapa keganasan kanker
serviks
Indikasi
1. Wanita yang berusia muda sudah menikah atau
belum namun aktivitas seksualnya tinggi.
2. Wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau
pernah menderita HPV (Human Papilloma Virus) atau
kutil kelamin.
3. Wanita yang berusia diatas 35 tahun.
4. Sesering mugkin jika hasil pap smear menunjukkan
abnormal
5. Sesering mugkin setelah penilaian dan pengobatan
prakanker maupun kanker serviks.
6. Wanita yang mengunakan pil KB (sukaca, 2009).
Waktu untuk Melakukan Pap Smear
1. Setiap 6-12 bulan untuk wanita yang berusia muda sudah menikah atau
belum menikah namun aktivitas seksualnya sangat tinggi.
2. Setiap 6-12 bulan untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual
atau pernah menderita infeksi HPV (Human Papilloma Virus) atau kutil
kelamin.
3. Setiap tahun untuk wanita yang berumur diatas 35 tahun.
4. Setiap tahun untuk wanita yang mengunakan pil KB.
5. Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun atau untuk
wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker, jika 3 kali
berturut-turut hasil pap smear menunjukan negative.
6. Setahun sekali bagi wanita yang berumur 40-60 tahun.
7. Sesudah 2x pap tes hasilnya negative dengan interval 3 tahun dengan
catatan bahwa wanita yang resiko tinggi harus lebih sering menjalakan
pap tes .
8. Sering mungkin jika hasil pap smear menunjukan abnormal sesering
mungkin setelah penilain dan pengobatan prakanker maupun kanker
serviks.
Syarat Pengambilan Pap Smear
1. Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah
menstruasi dimulai dan sebelum menstruasi berikutnya.
2. Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan
tentang riwayat kesehatan dan penyakit yang pernah
diderita
3. Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 24 jam
sebelum pengambilan bahan pemeriksaan.
4. Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia
tidak boleh dikerjakan dalam 24 jam sebelumnya.
5. Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke
dalam vagina 48 jam sebelum pemeriksaan.
6. Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan
kepada petugas kesehatan, karena ada beberapa jenis
obat yang dapat mempengaruhi hasil analisis sel.
Kendala Pap Smear
1. Kurangnya tenaga terlatih untuk
pengambilan sediaan.
2. Tidak tersedianya peralatan dan bahan untuk
pengambilan sediaan.
3. Tidak tersedianya sarana pengiriman sediaan.
4. Tidak tersedianya laboratorium pemprosesan
sediaan serta tenaga ahli sitologi
Tata cara Pap Smear
• Persiapan alat
a. Air mengalir
b. Spatula Ayre
c. Sabun cair
d. Pensil kaca (marker)
e. Larutan antiseptik
f. Spekulum
g. Lap
h. Alkohol 95%
i. Larutan hipoklorit
j. Kaca benda (object glass)
k. Lap bersih atau tissue
l. Baskom berisi larutan klorin 0,5%
m. Handuk kecil atau tissue
n. Sarung tangan steril
o. Formulir pemeriksaan
p. Tempat sampah non-medis
q. Tempat sampah medis
• Persiapan pasien
1) Sapalah pasien dan keluarganya dengan ramah dan perkenalkan
diri, serta tanyakan keadaannya, kemudian pasien dipersilakan
duduk.
2) Berikan informasi umum pada pasien atau keluarganya tentang
pengambilan Pap Smear, tujuan dan manfaat untuk keadaan
pasien.
3) Berikan jaminan tentang keamanan atas tindakan yang anda
lakukan serta jaminan tentang kerahasiaan yang diperlukan
pasien kepada pasien atau keluarganya.
4) Mintalah kesediaan pasien untuk pengambilan Pap Smear,
namun barengi dengan penjelasan tentang hak-hak pasien atau
keluarganya, misalnya tentang hak menolak tindakan
pengambilan Pap Smear tanpa kehilangan hak akan pelayanan
lain.
5) Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan melepas
pakaian dalam.
6) Persilahkan pasien untuk berbaring di bed ginekologi dan
mengatur pasien pada posisi litotomi.
7) Hidupkan lampu sorot, arahkan dengan benar pada bagian yang
akan diperiksa
• Pengambilan Sampel dan Pembuatan Pap Smear
1) Siapkan peralatan dan bahan.
2) Cuci tangan
3) Pasang sarung tangan steril.
4) Pemeriksa duduk menghadap ke aspekus genitalis.
5) Lakukan inspeksi pada daerah vulva dan perineum.
6) Pasang spekulum, atur shg lumen vagina dan serviks
tampak jelas  perhatikan ukuran dan wama porsio,
dinding dan sekret vagina dan forniks.
9) Jika sekret vagina banyak, bersihkan secara hati-hati
10) Pengambilan sampel pertama kali dilakukan pada porsio
dengan menggunakan spatula Ayre yang diputar 360°.
11) Oleskan sampel pada gelas objek diusahakan tidak terlalu
tebal/terlalu tipis.
12) Sampel segera difiksasi sebelum mengering, dapat
menggunakan spray yang disemprotkan dari jarak 20-25 cm,
atau dengan merendam pada etil alkohol 95% selama 15
menit kemudian dibiarkan mengering dan diberi label.
13) Setelah pemeriksaan selesai, keluarkan spekulum desinfeksi.
14) Beritahukan pada ibu bahwa pemeriksaan sudah selesai dan
persilahkan ibu untuk mengambil tempat duduk.
15) Desinfeksi sarung tangan
16) bereskan alat
33
Pengiriman Spesimen
• Dalam melakukan pengiriman spesimen Pap Smear,
pengirim harus menuliskan secara lengkap surat
pengantar pemeriksaan laboratorium yang berisi:
a. Tanggal pengiriman
b. Tanggal dan jam pengambilan spesimen
c. Data penderita (nama, umur, jenis kelamin, alamat, nomor
rekam medik)
d. Identitas pengirim
e. Jenis spesimen : Pap Smear
f. Pemeniksaan laboratorium yang diminta
g. Transport media / pengawet yang digunakan : Alkohol 95%
atau hair spray
h. Keterangan klinis: riwayat KB, jumlah anak, keluhan
Hasil Pemeriksaan Pap Smear
1. Kelas 0 : Tidak dapat dinilai
– Segera diambil smear ulang
2. Kelas I : Normal Smear
– Kontrol ulang 1-2 tahun lagi
3. Kelas II : Proses radang dengan atau tanpa
Displasia ringan
– Kontrol ulang 3-6 bulan lagi
4. Kelas III : Displasia Sedang – Berat
– Kontrol ulang segera
5. Kelas IV : Karsinoma Insitu
– Kontrol ulang segera
6. Kelas V : Karsinoma Invasif
– Kontrol ulang segera
• PAP SMEAR

• PAP SMEAR