Anda di halaman 1dari 32

KEANDALAN TES LABORATORIUM

Prodi Teknologi Laboratorium Medik


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
DASAR – DASAR STATISTIKA

• Rerata (mean)

• Rentang

• Simpangan Baku / Standar Deviasi (SD)

• Koefisien Variasi (CV)


RERATA (Mean)
• Adalah hasil pembagian jumlah nilai hasil pemeriksaan
dengan jumlah pemeriksaan yang dilakukan.

• Mean sering digunakan sebagai nilai target (true value).

σ𝑥
𝑋=
𝑛

Keterangan :
σ 𝑥 = penjumlahan keseluruhan nilai hasil pemeriksaan
n = Jumlah pemeriksaan
RENTANG
• Adalah penyebaran nilai antara hasil pemeriksaan terendah
hingga tertinggi.
• Rentang merupakan nilai batas atas dan batas bawah, dari
suatu rangkaian data.

Rentang = Nilai tertinggi – Nilai terendah


SIMPANGAN BAKU(SD)
• Simpangan baku / Standar Deviasi (SD) adalah
Derajat penyebaran data hasil pemeriksaan di sekitar
rerata.
• Menggambarkan distribusi data yang kita miliki

SD =

Keterangan :
X1 = Nilai hasil pemeriksaan
X = Rerata nilai hasil pemeriksaan
n = jumlah data
KOEFISIEN VARIASI (CV)
• Merupakan suatu ukuran variabilitas yang bersifat relatif

• CV menggambarkan perbedaan hasil yang diperoleh setiap


kali melakukan pengulangan pemeriksaan pada sampel yang
sama.

• Dinyatakan dalam bentuk Persentase (%)

• Semakin besar CV, maka semakin tidak teliti.

• Idealnya, CV < 5%
𝑺𝑫
CV = x 100%
𝑴𝒆𝒂𝒏
Batas CV maksimum
Latihan 1
Tentukan :
1. Mean
2. Rentang
3. SD
4. CV
KEANDALAN TES LABORATORIUM
• Merupakan ukuran untuk menilai sampai
sejauh mana tes tersebut dapat digunakan
untuk kepentingan klinik
• Sebagai penanggungjawab lab, ATLM harus
bisa menjamin hasil yang dikeluarkan adalah
VALID untuk digunakan klinisi mengambil
keputusan
• Untuk dapat menjamin, maka perlu
melakukan kontrol kualitas (Quality Control /
QC)
KENDALI MUTU / Quality Control (QC)
• Merupakan proses atau tindakan untuk menjamin
hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat dan
teliti, sehingga dapat dipergunakan oleh klinisi untuk
mengambil keputusan klinis.

• Pemeriksaan laboratorium dikatakan bermutu, jika


akurasi (ketepatan) dan presisi (ketelitian) nya baik
AKURASI (Ketepatan)

Akurasi adalah Kedekatan antara hasil pengukuran dan


nilai sebenarnya (true value) yang telah ditentukan oleh
metode standar.

Inakurasi (Ketidaktepatan)
adalah Perbedaan antara hasil
pengukuran dengan nilai target
(true value)
Inakurasi = Bias (d)
PRESISI (Ketelitian)
• Presisi : Kemampuan untuk memberikan hasil yang sama
pada setiap pengulangan pemeriksaan dengan sampel yang
sama.

• Impresisi (Ketidaktelitian):
Penyeberan acak dalam satu set
pengukuran
AKURASI ???
SELISIH HASIL
PENGUKURAN DENGAN
NILAI SEBENARNYA

PRESISI ???
DEVIASI HASIL
PENGUKURAN BERULANG
Akurasi OK
Presisi OK

Akurasi NO
Presisi OK

15
AKURASI & PRESISI
PRESISI
Kedekatan nilai hasil
pemeriksaan jika
pemeriksaan dilakukan
berulang dengan
sampel yang sama.

Dinyatakan dalam
bentuk koefisien variasi
(CV)
Impresisi (%CV)

Rerata

Standar Deviasi

Coefficient of
Variation

Presisi dinyatakan baik jika CV < 5 % ,


beberapa parameter CV < 10 %
SENSITIVITAS (Kepekaan)
Kemampuan suatu tes/metode/instrumen untuk mendeteksi
adanya komponen (analit) dalam sampel.

Kemampuan mendeteksi penyakit tanpa melewatkan beberapa


individu yang berpenyakit.

Kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak positif


sebenarnya dan sedikit negatif palsu, pada pasien dari kondisi
penyakit yang positif

Positif sebenarnya
Sensitivitas =
(Positif sebenarnya + Negatif Palsu)
SPESIFISITAS (Spesifik)
Kemampuan suatu tes/metode untuk mendeteksi dengan
akurat suatu analit tanpa terganggu oleh komponen matriks
dalam sampel.

Pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan berapa sering


tes bernilai negatif pada pasien yang tidak mempunyai
penyakit (orang sehat).

Negatif sebenarnya
Spesifisitas =
(Negatif sebenarnya + Positif Palsu)
Sensitivitas & Spesifisitas
• Hasil pemeriksaan terhadap suatu penyakit,
menggunakan metode dengan sensitifitas 100%. Jika
hasil tes negatif, maka pasien tidak mengalami
penyakit.
• Jika hasilnya positif, maka perlu mengkonfirmasi
menggunakan metode dengan spesifitas 100%.
• Jika hasil negatif, hasil tes sebelumnya false positif,
tetapi jika hasilnya positif maka pasien mungkin
mengalami penyakit
Contoh :
• Jika ada kecurigaan terhadap pasien HIV.
• Dengan pemeriksaan ELISA yang mempunyai
sensitivitas tinggi, jika hasilnya negatif, maka pasien
tidak memiliki HIV.
• Jika hasilnya positif, maka lakukan pemeriksaan
Western blot yang memiliki spesifisitas yang tinggi.
• Jika tes kedua menunjukkan hasil positif, hasil dari
ELISA true positif,
• Jika hasil dari tes kedua negatif, maka hasil tes ELISA
false positif dan pasien tidak menderita HIV.
LINEARITAS dan RENTANG
• Linearitas adalah Kemampuan suatu tes/metode untuk
menghasilkan nilai yang berbanding lurus dengan
konsentrasi analit dalam sampel.

• Rentang adalah interval hasil pemeriksaan antara


konsentrasi teratas dan terbawah. Rentang memberikan
nilai batas atas dan batas bawah pada suatu rangkaian
data. Dengan prosedur pemeriksaan yang memiliki tingkat
presisi, akurasi, dan linearitas yang sesuai.

Rentang = Nilai tertinggi – Nilai terendah


BATAS DETEKSI
• Limit of Blank (LoB) : hasil pengukuran tertinggi dari
blanko (> 20 kali pengulangan)
• Limit of Detection (LoD) : Konsentrasi terendah
suatu analit yang dapat di deteksi di atas nilai blanko,
pada suatu tes.
• Limit of Quantification (LoQ) : Konsentrasi terendah
analit yang dapat ditentukan secara kuantitatif
dengan akurasi dan presisi yang bisa diterima (CV
≤20%).
BATAS DETEKSI
• LoB (Limit Blanko)
LoB = Meanblk + 1.65 SDblk
• LoD (Limit Deteksi) :
LoD = LoB + 1,65 SDspk
• LoQ (Limit Kuantifikasi) :
LoQ = Meanspk
LIMIT DETEKSI

Sumber : Basic Method Validation, Westgard, J.O., 2008


Sumber Kesalahan
di Laboratorium

Pra-analitik Pasca-analitik
Analitik (13%)
(68%) (19%)
• Persiapan Pasien • Pemeriksaan spesimen •Test report
• Pengambilan Spesimen • Pemeliharaan dan •Transmittal of report
• Pengolahan Spesimen kalibrasi peralatan •Receipt of report
• Penyimpanan Spesimen • Uji kualitas reagen •Review of test results
• Pengiriman Spesimen • Quality Control (QC) •Action on the test results

Kesalahan akibat human error lebih mendominasi


PERLU PENGENDALIAN ! Sejak Awal
27
KESALAHAN

NON ANALITIS
ANALITIS

SISTEMATIS RANDOM
STATISTIK

Kesalahan Non Analitik :


Terjadi diluar tahap analitik (Pra analitik dan Post analitik)
Random Error (Kesalahan Acak)

Random Error (RE) : variasi atau penyimpangan yang


disebabkan karena “inconsistent” dalam proses analisa,
biasanya dinyatakan dalam “impresisi” → SD atau CV

Contoh kesalahan acak termasuk kesalahan dalam


pipetting dan perubahan dalam masa inkubasi. Kesalahan
acak dapat diminimalkan dengan pelatihan, pengawasan
dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP).
Sistematik Error (Kesalahan Sistematik)

Sistematik Error (SE) : variasi atau penyimpangan


“konsisten” yang menyebabkan perubahan akurasi (nilai
rata-rata dengan nilai sebenarnya), dinyatakan dalam
“inakurasi” → Bias

Kesalahan sistematis dapat disebabkan oleh faktor-faktor


seperti variasi suhu inkubasi, penyumbatan mesin cuci
piring, perubahan batch reagen atau modifikasi dalam
metode pengujian
INAKURASI INPRESISI

SE RE
Total Error
Total Error (TE)
• TE adalah kombinasi atau gabungan antara
kesalahan sistemik dan kesalahan
acak/random
• Total Error = Inakurasi + impresisi

TE = |bias| + (2*SD)
%TE = |%bias| + (2*CV%)
Contoh Soal

Anda mungkin juga menyukai