Anda di halaman 1dari 23

ANEMIA

KELOMPOK 5

ANI SEPTIANINGRUM
ELA PUTRI SETIANI
NANDIKA PANGESTU
RESTU TEO FANDI
YUNI WULANDARI
ANEMIA

Anemia adalah gejala dari kondisi


yang mendasari, seperti kehilangan
komponen darah, elemen tak
adekuat atau kurangnya nutrisi
yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah merah, yang
mengakibatkan penurunan kapasitas
pengangkut oksigen darah
(Doenges, 1999).
ANEMIA MENURUT BADAN POM 2011

Suatu kondisi dimana


terjadi penurunan kadar
hemoglobin (Hb) atau sel
darah merah (eritrosit)
sehingga menyebabkan
penurunan kapasitas sel
darah merah dalam
membawa oksigen (Badan
POM, 2011)
ETIOLOGI
Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12,
asam folat, vitamin C, dan unsur-unsur yang diperlukan untuk
pembentukan sel darah merah.

Darah menstruasi yang berlebihan Operasi

Penyakit tertentu Penyakit radang kronis

Obat-obatan tertentu Kehamilan.

Pada anak-anak, anemia dapat


terjadi karena infeksi cacing

Badan POM (2011)


PATOFISOLOGI
Adanya suatu anemia mencerminkan
suatu kegagalan sumsum atau
kehilangan sel darah merah berlebihan
atau keduanya. Kegagalan sumsum
(misalnya berkurangnya eritropoesis)
dapat terjadi akibat kekurangan
nutrisi, pajanan toksik, invasi tumor
atau penyebab lain yang belum
diketahui. Sel darah merah dapat
hilang melalui perdarahan atau
hemolisis (destruksi).
KOMPLIKASI

Kelahiran Prematur Gangguan Pertumbuhan

Masalah pada Jantung Rentan Terkena Infeksi


PENATALAKSANAAN

• Transpalasi sel darah merah.


• Antibiotik diberikan untuk
mencegah infeksi
• Suplemen asam folat dapat
merangsang pembentukan sel
darah merah.
• Menghindari situasi kekurangan
oksigen atau aktivitas yang
membutuhkan oksigen
• Obati penyebab perdarahan
abnormal bila ada.
• Diet kaya besi yang mengandung
daging dan sayuran hijau.
ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA
1. Identitas klien dan 6. Pemeriksaan fisik
keluarga • Keadaan umum
• Kesadaran
2. Keluhan utama • Tanda – tanda vital
3. Riwayat kesehatan • TB dan BB
dahulu • Kulit
• Kepala
4. Keadaan kesehatan saat • Mata
ini • Hidung
• Telinga
5. Riwayat keluarga
• Mulut
• Leher
• Thoraks
• Abdomen
• Genetalia
• Ekstremitas
• Anus
• Neurologis
ANALISA DATA
1. Aktivitas / stirahat
DS : Keletihan, kelemahan, malaise umum. Kehilangan
produktivitas: penurunan semangat untuk bekerja.
Toleransi terhadap latihan rendah. Kebutuhan untuk
tidur dan istirahat lebih banyak.
DO : Takikardia/ takipnae ; dispnea pada waktu bekerja
atau istirahat. Letargi, menarik diri, apatis, lesu, dan
kurang tertarik pada sekitarnya. Kelemahan otot, dan
penurunan kekuatan. Ataksia, tubuh tidak tegak. Bahu
menurun, postur lunglai, berjalan lambat, dan tanda-
tanda lain yang menunujukkan keletihan.
Doenges, 1999
2. Sirkulasi
 DS : Riwayat kehilangan darah kronik,
misalnya perdarahan GI kronis, menstruasi
berat , angina, CHF (akibat kerja jantung
berlebihan). Riwayat endokarditis infektif
kronis. Palpitasi (takikardia kompensasi).
DS : Tekanan darah peningkatan sistolik
dengan diastolik stabil dan tekanan nadi
melebar, hipotensi postural. Ekstremitas

Doenges, 1999
3. Integritas Ego
DS : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi
pilihan pengobatan, misalnya penolakan transfuse
darah.
DO : depresi.
4. Eliminasi
DS : riwayat pielonefritis, gagal ginjal. Flatulen,
sindrom malabsorpsi (DB). Hematemesis, feses
dengan darah segar, melena. Diare ataukonstipasi.
Penurunan haluara nurine.
DO : Distensi abdomen
Doenges, 1999
5. Makanan/cairan
DS : penurunan masukan diet, masukan diet
protein hewani rendah/masukan produk sereal
tinggi. Nyeri mulut atau lidah, kesulitan menelan
(ulkus pada faring). Mual/muntah, dyspepsia,
anoreksia. Adanya penurunan berat badan. Tidak
pernah puas mengunyah atau peka terhadap es,
kotoran ,tepung jagung,dan sebagainya.
DO : lidah tampak merah daging/halus (defisiensi
asam folat dan vitamin B12). Membrane mukosa
kering, pucat. Turgor kulit : buruk, kering, tampak
kisut/hilang elastisitas. Stomatitis dan glositis
(status defisiensi). Bibir : selitis, misalnya
inflamasi bibir dengan sudut mulut pecah.

Doenges, 1999
6. Neurosensori
DS : Sakit Kepala, berdenyut, pusing, vertigo,
tinnitus, ketidak mampuan berkonsentrasi.
Insomnia, penurunan penglihatan, dan bayangan
pada mata. Kelemahan, keseimbangan buruk, kaki
goyah ; parestesia tangan/kaki (AP) ;
klaudikasi.Sensasi manjadi dingin.
DO : Peka Rangsang, gelisah, depresi cenderung
tidur, apatis. Mental : tak mampu berespons,
lambat dan dangkal. Oftalmik : hemoragis retina
(aplastik). Epitaksis : perdarahan dari lubang-
lubang (aplastik). Gangguan koordinasi, ataksia,
penurunan rasa getar, dan posisi, tanda Romberg
positif, paralysis.
7. Nyeri/kenyamanan
• DS : Nyeri kepala
• DO : Terlihat pucat, lemas
8. Keamanan
• DS : Riwayat pekerjaan terpajan terhadap
bahan kimia, riwayat terpajan pada radiasi ; baik
terhadap pengobatan atau kecelakaan. Riwayat
kanker, terapi kanker. Tidak toleran terhadap
dingin dan panas . transfusi darah sebelumnya .
gangguan pengelihatan, penyembuhan luka buruk,
sering infeksi
• DO : Demam rendah, menggigil, berkeringat
malam, limfadenopati umum, ptekie dan ekimosis
(aplastik).
9. Seksualitas
• DS : perubahan aliran menstruasi,
misalnya menoragia atau amenore .
hilang libidp (priadan wanita ).
Imppoten.
• DO : serviks dan dinding vagina
pucat.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan perfusi jaringan tubuh berhubungan


dengan tidak adekuatnya sirkulasi darah

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh b.d inadekuat intake
makanan.

Intoleransi aktifitas b.d


ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan
oksigen.
DX INTERVENSI TUJUAN RASIONAL

1. Gangguan perfusi 1. kaji kembali tanda tanda Setelah dilakukan 1. data dasar untuk menentukan perkembangan
jaringan tubuh gangguan perfusi jaringan.
tidakan status pasien .
berhubungan dengan 2. observasi keadaan kulit :
keperawatan 2.merupakan indikasi gangguan perfusi jaringan .
tidak adekuatnya suhu, tugor, kelembapan
selama 3 x 24 jam 3.adekuatnya intake nutrisi akan meningkatkan
sirkulasi darah setiap hari.
3. catat intek nutrisi diharapkan nyeri niai hb dan eritrosit.
4. ukur tanda vital setiap 8 pada anak dapat 4.gangguan perfusi biasanya didapatkan penurunan
jam : tekanan darah, berkurang / tekanan darah, peningkatan pernafasan.
pernapasan, nadi dan suhu,
teratasi. Dengan 5.jalan nafas yang efektif memperudah masuknya
5. kaji dan observasi jalan
KH : oksigen kedalam paru-paru
napas pasien
1. Berkomunikasi 6.pengisian kapiler menentukan efektif tidaknya
6. observasi capilari revil
pasien setiap 8 jam dengan jelas perfusi jaringan .
7. atur posisi dengan 2. TTD dalam 7.meningkatkan efektifitan pernafasan.
semifowler rentan normal 8.meningkatkan suplai oksigen.
8.berikan oksigen sesuai
3. Tekanan sistoe 9.hb berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh
program
dan diastoe sesuai jaringan .
9.observasi,darah lengkap
yang diharapkan 10.meningkatkan sirkulasi darah
dan HB.
10.lakukan latihan
ekstremitas sesuai
kemampuan .
Ketidakseimbangan 1. monitor adanya penurunan Setelah dilakukan 1. Berat badan salah satu indikator
nutrisi kurang dari berat badan tidakan gangguan nutrisi
kebutuhan tubuh b.d 2. anjurkan pasien untyk keperawatan 2. Meningkatkan nafsu makan dan
inadekuat intake meningkatkan protein dan selama 3 x 24 jam meningkatkan asupan makanan
makanan vitamin C diharapkan nyeri 3. Meningkatkan pengetahuan
3. berikan informasi tentang pada anak dapat 4. Validasi data untuk menentukan
kebutuhan nutrisi berkurang / intervensi lebih lanjut
4. kaji kemampuan pasien untuk teratasi. Dengan 5. Menentukan perkembangan status
mendapatkan nutrisi yang KH : nutrisi pasien
dibutuhkan 1. Adanya peningkatan 6. Meningkatkan asupan makan
5. monitor lingkungan selama berat badan sesuai pasien
makan dengan tujuan 7. Gejala GI dapat menunjukan efek
6. jadwalakan pengobatan dan 2. Berat badan sesuai anemia (hipoksia) pada organ
tindakan selama jam makan dengan tinggi badan 8. Menentukan perkembangan status
7. monitor mual dan muntah 3. Mampu pasien
8. monitor kadar albumin, total mengidentifikasi 9. Menilai kebutuhan nutrisi pasien
protein,Hb dan kadar Ht. kebutuhan nutrisi
9. monitor kalori dan intake 4. Tidak ada tanda
nutrisi tanda mal nutrisi
5. Tidak terjadi
penurunan berat
badan yang berarti
1. Intoleransi 1. Kaji kemampuan Setelah dilakukan tidakan 1. Mempengaruhi pilihan intervensi/bantuan.
ADL pasien.
aktifitas keperawatan selama 3 x 2. menunjukkan perubahan neurology karena
2. Kaji kehilangan atau
b.d pengiriman dan 24 jam diharapkan nyeri defisiensi vitamin B12 mempengaruhi
ketidaksei kebutuhan. pada anak dapat keamanan pasien/risiko cedera
3. Observasi tanda-tanda
mbangan berkurang / teratasi. 3. manifestasi kardiopulmonal dari upaya
vital sebelum dan
suplai dan sesudah aktivitas. Dengan KH : jantung dan paru untuk membawa jumlah
kebutuhan 4. Berikan lingkungan 1. Mampu melakukan oksigen adekuat ke jaringan.
oksigen. tenang, batasi aktivitas sehari-hari secara 4. meningkatkan istirahat untuk menurunkan
pengunjung dan
kurangi mandiri kebutuhan oksigen tubuh dan menurunkan
suara bising, 2. TTD normal regangan jantung dan paru.
pertahankan 3. Energi psikomotor 5. meningkatkan aktivitas secara bertahap
tirah baring
4. Level kelemahan sampai normal dan memperbaiki tonus
bila di indikasikan.
5. Gunakan 5. Mampu berpindah dengan otot/stamina tanpa kelemahan.
teknik menghemat atau tanpa bantuan alat Meingkatkan harga diri dan rasa
energi, anjurkan
6. Status respirasi pertukaran terkontrol.
pasien 20 menit
istirahat bila terjadi gas dan ventilasi adekuat
kelelahan dan
kelemahan, anjurkan
pasien melakukan
aktivitas semampuny
a (tanpa memaksaka
n diri)
Ingat !!!

Thank You