Anda di halaman 1dari 23

PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)


Pada Kementerian Agama

Oleh : DR. M. Mudhofar, M.Si.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang


2019
PENGEMBANGAN SDM

Pengembangan adalah usaha-usaha untuk


meningkatkan ketrampilan maupun
pengetahuan umum bagi pegawai agar
pelaksanaan pencapaian tujuan lebih efisien.

(Haidjrahman, SuadHusnan,1990,77)
PERHATIAN
Pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu tahapan
penting dalam pengelolaan SDM, semakin dirasakan pengaruhnya bila
dikaitkan dengan dinamika organisasi yang selalu berubah dan
berkembang.
Semua pegawai membutuhkan pengembangan bila tidak ingin
menjadi penghambat perkembangan organisasi. Tidak jarang
para pegawai baru yang diterima tidak mempunyai kemampuan secara
penuh untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
Bahkan pegawai lama yang dianggap sudah berpengalamanpun
perlu melakukan pengembangan senantiasa melakukan penyesuaian
dengan organisasi, orang-orangnya, kebijaksanaan kebijaksanaan dan
prosedurnya.
TUJUAN UTAMA PROGRAM PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN
PENYULUH AGAMA

Pemberdayaan adalah proses pemberian kekuasaan,


kekuatan atau kemampuan agar individu menjadi
lebih berdaya.

Memberdayakan penyuluh agama Islam di Indonesia


bukanlah perkara yang mudah, apalagi pekerjaan
yang ada di penyuluh agama Islam bisa dilakukan oleh
siapapun yang memiliki kemampuan dalam
berdakwah.
Dengan demikian Penyuluh Agama harus memiliki
kompetensi
KOMPETENSI PENYULUH
AGAMA YANG PROFESIONAL
Menurut Adbul Basit (2014), ada 4 kompetensi yang harus dimiliki
seorang penyuluh agama Islam:
1. Kompetensi substantif : Kemampuan penyuluh agama dalam
penguasaan terhadap pesan-pesan atau materi-materi yang akan
disampaikan kepada objek dakwah
2. Kompetensi metodologis : Kemampuan dalam menyampaikan
pesan-pesan dakwah secara efektif dan efisien
3. Kompetensi sosial : Ditandai dengan adanya kesadaran sosial dan
keahlian sosial dalam diri penyuluh agama
4. Kompetensi personal : Kemampuan yang berkenaan dengan
moralitas dan kemampuan intelektual. Penyuluh agama
hendaknya memiliki performance dan sikap yang menarik dan
kemampuan intelektual akan mengantarkan penyuluh agama
pada kemampuan beradaptasi dengan perkembangan yang
terjadi, seperti pemanfaatan IT dalam setiap kegiatan dakwah
VISI DAN MISI
KEMENTERIAN AGAMA
VISI
"Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, dan
sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat,
mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong"

MISI
1. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama.
2. Memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama.
3. Menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas.
4. Meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi
keagamaan.
5. Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan
akuntabel.
6. Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama,
pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan
keagamaan.
7. Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan
terpercaya.
“ IKHLAS BERAMAL ”

“Bermakna bahwa karyawan Kementerian


Agama RI dalam mengabdi kepada Masyarakat
dan Negara berdasarkan niat ibadah dengan
tulus dan ikhlas”
SUDUT PANDANG DAN HARAPAN
• Atensi dan ekspektasi masyarakat yg tinggi
terhadap Kementerian Agama yg bertugas
menjadi benteng penjaga MORAL BANGSA ini
• Sedikit noda di Kementerian Agama akan terlihat
besar dalam pandangan masyarakat tak ubahnya
nila setitik rusak susu sebelanga karena harapan
yg besar dari masyarakat terhadap Kementerian
Agama untuk menjaga moral bangsa dari
tindakan dan perilaku bangsa yang menyimpang

9
“Lima nilai budaya kerja Kementerian Agama merupakan
cerminan dari motto Kementerian Agama, Ikhlas Beramal”
Menag Lukman Hakim Saifuddin
Integritas didefinisikan sebagai:
“Keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan
benar”.

Indikasi positif integritas adalah:


• Bertekad dan bekemauan untuk berbuat yang baik dan benar;
• Berpikiran positif, arif, dan bijaksana dalam melaksanakan tugas dan
fungsi;
• Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
• Menolak korupsi, suap, atau gratifikasi.

Indikasi negatif integritas adalah:


• Melanggar sumpah dan janji pegawai/jabatan;
• Melakukan perbuatan rekayasa atau manipulasi; dan
• Menerima pemberian dalam bentuk apapun di luar ketentuan.

“Siapapun dia yang ada di Kementerian Agama, harus selalu tertanam pada dirinya nilai
untuk supaya senantiasa menjaga integritas”
Menag Lukman Hakim Saifuddin
Profesionalitas didefinisikan sebagai:
“Bekerja secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan
hasil terbaik”

Indikasi positif profesionalitas adalah:


• Melakukan pekerjaan sesuai kompetensi jabatan;
• Disiplin dan bersungguh-sungguh dalam bekerja;
• Melakukan pekerjaan secara terukur;
• Melaksanakan dan menyelesaikan tugas tepat waktu;
• Menerima reward and punishment sesuai dengan ketentuan.

Indikasi negatif profesionalitas adalah:


• Melakukan pekerjaan tanpa perencanaan yang matang;
• Melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan tugas dan fungsi;
• Malas dalam bekerja;
• Melakukan pekerjaan dengan hasil yang tidak sesuai dengan standar.
“Di manapun kita dituntut untuk menguasai betul bidang kerja kita, itu artinya
profesional di bidangnya. Kita ingin tumbuhkan (profesionalitas) ada dalam diri
setiap kita, sebagai nilai yang selalu melekat pada diri kita”
Menag Lukman Hakim Saifuddin
Inovasi didefinisikan sebagai:
“Menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru
yang lebih baik”

Indikasi positif inovasi adalah:


• Selalu melakukan penyempurnaan dan perbaikan berkala dan berkelanjutan;
• Bersikap terbuka dalam menerima ide-ide baru yang konstruktif;
• Meningkatkan kompetensi dan kapasitas pribadi;
• Berani mengambil terobosan dan solusi dalam memecahkan masalah;
• Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja secara
efektif dan efisien.

Indikasi negatif inovasi adalah:


• Merasa cepat puas dengan hasil yang dicapai;
• Bersikap apatis dalam merespons kebutuhan stakeholder dan user;
• Malas belajar, bertanya, dan berdiskusi;
• Bersikap tertutup terhadap ide-ide pengembangan.
“Kita harus termotivasi untuk melahirkan kreasi inovasi baru di bidang kita
masing-masing. Sesuatu yang baru tentu membawa manfaat yang lebih banyak,
sesuai dengan konteks situasi dan kondisi kita”
Menag Lukman Hakim Saifuddin
Tanggung Jawab didefinisikan sebagai:
“Bekerja secara tuntas dan konsekuen”

Indikasi positif tanggung jawab adalah:


• Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu;
• Berani mengakui kesalahan, bersedia menerima konsekuensi, dan melakukan
langkah-langkah perbaikan;
• Mengatasi masalah dengan segera;
• Komitmen dengan tugas yang diberikan.

Indikasi negatif tanggung jawab adalah:


• Lalai dalam melaksanakan tugas;
• Menunda-nunda dan/atau menghindar dalam melaksanakan tugas;
• Selalu merasa benar dan suka menyalahkan orang lain;
• Menolak resiko atas hasil pekerjaan;
• Memilih-milih pekerjaan sesuai dengan keinginan pribadi;
• Menyalahgunakan wewenang dan tanggung jawab.
“Aparatur Kemenag harus mempunyai kesadaran yang tinggi bahwa kiprah mereka di Kementerian
Agama itu akan dipertanggungjawabkan. Inilah cara kita untuk selalu membentengi diri untuk selalu
on the track dalam mengemban kepercayaan, dan menjalankan tugas dan fungsi masing-masing”
Menag Lukman Hakim Saifuddin
Keteladanan didefinisikan sebagai:
“Menjadi contoh yang baik bagi orang lain”

Indikasi positif keteladanan adalah:


• Berakhlak terpuji;
• Memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, ramah, senyum, cepat, adil
dan ikhlas;
• Membimbing dan memberikan arahan kepada bawahan dan teman sejawat;
• Melakukan pekerjaan yang baik dimulai dari diri sendiri.

Indikasi negatif keteladanan adalah:


• Berakhlak tercela;
• Melayani dengan seadanya dan sikap setengah hati;
• Memperlakukan orang berbeda-beda secara subjektif;
• Melanggar peraturan perundang-undangan;
• Melakukan pembiaran terhadap bentuk pelanggaran.

“Aparatur Kementerian Agama, mereka adalah teladan di lingkungan masing-


masing. Karenanya, keteladanan sangat penting ditanamkan kepada diri kita”
Menag Lukman Hakim Saifuddin
Jenis Pengembangan Kompetensi

- Formal
Pelatihan,
- Sekolah
Pendidikan Seminar,
1. Kader
Kursus,
Melalui Tugas
Belajar Penataran
- Klasikal
(tatap
muka) Bimb di tempat
2. Pelatihan kerja, pelatihan
- Non jarak jauh,
Klasikal magang dan
Pertukaran
PNS dan
swasta
Peningkatan Kompetensi SDM
Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh pegawai atau
karyawan dalam melaksanakan tugasnya
(bandingkan dengan UU No 14 Tahun 2005)
Kompetensi :
1. Knowledge
2. Skill
3. Attitude
Tujuan Pengembangan SDM
• Meningkatkan produktivitas kerja; { 5 budaya kerja}
• Meningkatkan efisiensi;
• Mengurangi terjadinya berbagai kerusakan;
• Mengurangi tingkat kecelakaan dalam bekerja;
• Meningkatkan pelayanan yang lebih baik;
• Meningkatkan moral karyawan;
• Meningkatkan kemampuan manajer mengambil keputusan;
• Meningkatkan kepemimpinan seseorang lebih baik;
• Meningkatkan balas jasa;
• Memberikan manfaat yang baik bagi konsumen.
• PERUBAHAN
PENGEMBANGAN dan PERUBAHAN
ORGANISASI

Adalah proses dimana terjadi perubahan


struktur dan fungsi suatu sistem (organisasi) :

Kegiatan “baru” Perubahan struktur dan fungsi

Perubahan nilai dan norma Perubahan organisasi


(organisasi)

Perubahan budaya organisasi (baru) AGENDA KERJA (BARU)


TARGET PERUBAHAN ORGANISASI

1. Menciptakan perubahan pada kepribadian


seseorang
2. Menciptakan perubahan kelompok
3. Menciptakan perubahan keseluruhan
organisasi
4. Menciptakan perubahan struktur organisasi
FAKTOR KEENGGANAN TERHADAP PERUBAHAN

A. KEENGGANAN INDIVIDUAL:
- Kebiasaan
- Keamanan
- Perhitungan biaya ekonomis
- Rasa takut akan sesuatu yang tidak pasti/tidak diketahui
- Perubahan akan menambah tugas baru (EGP)

B. KEENGGANAN ORGANISASI:
- Inersia (kelembaman) struktur
- Terbatasnya pengetahuan tentang perubahan
- Dianggap ancaman terhadap :
* Keahlian
* Kekuasaan yang sudah mapan
* Alokasi sumberdaya yang sudah
Selamat berkhitmad pada
Kementerian Agama..
Jadilah Penyuluh hebat dan bermartabat
yang senantiasa dekat dengan umat