Anda di halaman 1dari 13

BENZOILASI GLUKOSA

Nama anggota
Rani Ruhajjah 06618161
Anwar Fuady 066118162
Shofa Shofiatunnisa 06618170
Reni Lestari 066118181
Zeinhara Enggar 066118186
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 TUJUAN
melakukan sintesis benzoilasi glukosa

1.2 Dasar Teori


Glukosa adalah monomer dari karbohidrat. Glukosa termasuk monosakarida
yang mempunyai rumus C6HnO6 yang disebut dekstrosa. Tumbuh tumbuhan
menyimpan glukosa sebagai karbohidrat seperti beras, jagung, dan sebagainya.
(Edahwati, 2010).
Karbohidrat terdiri dari 3 kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida, dan
polikosakarida. Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana. (Respati, 1990)
Contoh monosakarida yang penting yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, dan
pentose. Oligosakarida yang lain ialah trisakarida (Maggy, 1990).
BAB II
METODE KERJA
2.1 Alat dan Bahan
2.1.1 Alat
1. Erlenmeyer
2. Corong Buchner
3. Kertas Saring
2.1.2 Bahan
1. Benzoil Klorida
2. Larutan glukosa 2%
3. Larutan NaOH 10%
+ 12,5 ml lar. Glukosa 2%
+ 7 ml NaOH 10%
+ 2 ml benzoil klorida
Aduk 15 menit dan tambahkan NaOH 10% jika
masih bau

Saring kristal
Reakristalisasi dengan etanol
2.3 Sifat Fisikokimia
1. Glukosa
◦ Mudah larut dalam air
◦ Glukosa murni berbentuk padatan
◦ Densitas = 1,54 g/cm3
2. NaOH
◦ Massa molar 39,8871 g/mol
◦ Massa jenis 2,1 g/cm3
◦ Zat padat berwarna putih
◦ Larut dalam pelarut air
◦ Bersifat higroskopis
3. Benzoil Klorida
◦ Cairan tidak berwarna dan berbau tajam
◦ Iritasi pada kulit dan mata
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data Pengamatan

BAGAN KERJA HASIL PENGAMATAN

Larutan berwarna bening


Kristal berwarna putih

% Rendemen : 86,866%
Berat teoritis : 0,967 gram
Berat percobaan : 0,84 gram
3.2 Perhitungan
2
𝑥 12,5 𝑚𝑙 = 0,25 𝑔
100

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 0,25
Mol glukosa = 𝑚𝑟.𝑔𝑙𝑢𝑘𝑜𝑠𝑎 = 180
= 0,0138 mol

Berat teoritis = mol x mr D- Glukosa Pentazoat


= 0.0138 mol x 700,9 mol/gram
= 0,967 gram

Berat Percobaan = kertas saring isi – kertas saring kosong


= 1,42 gram – 0,58 gram
= 0,84 gram

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Rendemen = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠
x 100%
0,84
= 0,967
x 100%
= 86, 866%
3.3 Reaksi
◦ Reaksi benzoil klorida dengan katalisator
◦ Reaksi dengan D – glukosa
3.4 Pembahasan
Benzoilasi adalah suatu proses pemasukan gugus asil kedalam senyawa
benzene, dimana gugus asil ini merupakan sebuah gugus fungsional yang didapatkan
dari asam karboksilat dan membuang gugus hidroksil.
Benzil klorida digunakan karena lebih mudah terhidrolisis oleh air dan lebih
banyak mengesterifikasi daripada mengadisi karbon. Fungsi penambahan naoh adalah
sebagai katalisator dan etanol sebagai pelarut pada saat rekristalisasi.
Reaksi antara benzoil klorida dan naoh menghasilkan garam netral nacl yang
ikut terbentuk sehingga residu dilarutkan kembali agar kristal yang diperoleh murni
senyawa d – glukosa pentabenzoat.
Penambahan benzil klorida yang sedikit demi sedikit dilakukan dengan tujuan
agar klorida habis bereaksi yang dipercepat dengan pengocokan sehingga
mendapatkan larutan jernih. Dikarenakan benzoil klorida memiliki bau yang menyengat
dan bersifat toxic maka ditambahkan naoh agar bau benzene yang terkandung hilang
secara perlahan.
BAB IV
KESIMPULAN
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Reaksi benzoil klorida dari NaOH akan menghasilkan garam murni
2. Persen rendemen yang dihasilkan adalah 86,866 %
3. Benzil klorida memiliki bau yang menyengat
DAFTAR PUSTAKA
EDAHWATI. 2010. Kimia Organik. Jakarta. Erlangga
Maggy. 1990. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta. Erlangga
Respati.1990. Pengantar Kimia Organik. Jakarta. Aksara Biru