Anda di halaman 1dari 25

Masalah Penelitian

MEMILIH DAN
MERUMUSKAN MASALAH
Penelitian berangkat dari masalah
Memilih masalah mrpkan langkah awal dari
suatu penelitian

DEFINISI MASALAH:
Penyimpangan antara: apa yang seharusnya – yg terjadi
teori – praktek
aturan – pelaksanaan
rencana – pelaksanaan
pengalaman lampau – sekarang
ALASAN PERLUNYA PENELITIAN PD
BIDANG TERTENTU

 Tidak ada informasi sama sekali


pada aspek tertentu pada bidang
tersebut
 Informasi yang belum lengkap
tentang aspek tertentu dalam bidang
tersebut
 Informasi sudah banyak tetapi belum
dibuktikan kembali kebenarannya
Identifikasi Masalah Riset
 Minat Pribadi
 Masalah Sosial
 Riset Sebelumnya
 Evaluasi Program
Minat Pribadi
 Curiosity (rasa ingin tahu)
 Personal Experience (pengalaman pribadi)
 Contoh:
 Fakta/pengamatan:
 Banyak mahasiswa yang berasal dari SMU daerah (luar kota)
mempunyai IP > 3
 Pertanyaan:
 Apa yang menyebabkan mahasiswa luar kota, IP-nya > 3 ?
 Seberapa besar hubungan antara asal SMU dengan IP ?
Masalah Sosial
 Masalah yang dihadapi oleh masyarakat
 Scientific Journals
 Mass Media
 Biasanya bersifat umum, sehingga perlu untuk
mendeskripsikan masalah lebih spesifik.
 Contoh: masalah kejahatan
 Fakta: Banyak orang yang tidak taat hukum (berbuat
kejahatan)
 Pertanyaan:
 Apa yang menyebabkan orang melakukan kejahatan ?
 Seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap seseorang
dalam berbuat kejahatan ?
Riset sebelumnya (Prior Research)
 Review Literatur
 Mengetahui kondisi terkini (state-of-the-art)
 Laporan Riset
 Keterbatasan atau kelemahan
 Saran untuk riset kedepan
 Replikasi/Ulangan dengan data yang berbeda
 Pengembangan
Sumber Literatur
 Paper yang dipublikasikan dalam jurnal
international yang dinilai dan disertasi doktor
(SpringerLink, Elsevier, dsb)
 Skripsi, Thesis S2, Disertasi dan buku yang
“baik”
 Paper yang dipublikasikan dalam jurnal regional
yang dinilai dan laporan pemerintah & industri
yang “baik”
 Jurnal yang tidak dinilai, paper
konferensi/seminar, skripsi S1
 Majalah, pamflet, kliping
RUMUSAN MASALAH
RUMUSAN MASALAH BEDA DENGAN
MASALAH
Masalah: kesenjangan diharapkan – yg terjadi

Rumusan masalah:
Suatu pertanyaan yg akan dicarikan jawabannya
Melalui pengumpulan data
Rumusan masalah harus dilakukan
dengan kondisi berikut:
 Masalah dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan
 Rumusan masalah hendaknya jelas dan
padat
 Rumusan masalah harus berisi implikasi
adanya data untuk memecahkan masalah
 Rumusan masalah harus merupakan dasar
dalam membuat hipotesa
 Masalah harus menjadi dasar bagi judul
penelitian
Tujuan Perumusan Masalah
 Mencari sesuatu dalam kerangka pemuasan
akademis seseorang
 Memuaskan perhatian serta keingintahuan
seseorang akan hal-hal yg baru
 Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa
penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar
untuk penelitian selanjutnya
 Memenuhi keinginan sosial
 Meyediakan sesuatu yang bermanfaat
Ciri-ciri masalah yang baik
 Mempunyai nilai penelitian
 Sesuai dengan kualifikasi peneliti
Mempunyai nilai penelitian
 Asli/original
 Menyatakan suatu hubungan
 Hal yang penting secara ilmiah
 Dapat diuji
Fisibel
 Masalah dapat dipecahkan
 Tersedianya data dan metode untuk
memecahkan masalah
 Tersedianya biaya
 Dalam waktu yg wajar
Sesuai dengan kualifikasi
 Menarik bagi peneliti
 Sesuai kualifikasi
Cara merumuskan masalah
 Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
 Rumusan hendaknya jelas dan padat
 Rumusan masalah harus berisi implikasi
adanya data untuk memecahkan masalah
 Rumusan masalah dasar dalam membuat
hipotesa
 PROBLEM / MASALAH
 Masalah diperoleh karena adanya
tantangan, kesangsian atau kebingungan
terhadap sesuatu.
 Sumber-sumber untuk memperoleh
masalah diantaranya :
 Pengamatan terhadap kegiatan manusia
atau hal disekeliling kita.
Ciri-ciri masalah yang baik adalah :
 Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.

 Merupakan pernyataan yang menanyakan


hubungan apa yang terdapat antara dua
variabel atau lebih.
 Masalah harus jelas dan tidak ambigu.

 Asli. Orisinil, up to date dan mempunyai


manfaat atau kegunaan tertentu.
 Mengisyaratkan bahwa variabel yang ada
dapat diuji secara empirik.
 Masalah dalam penelitian harus sesuai
dengan kualifikasi peneliti itu sendiri dan
menarik minatnya. Dalam pemilihan
masalah penelitian ada prinsip yang
mendasar yakni :
 Kita harus mengetahui secara umum apa
masalahnya.
 Pemecahan masalah nantinya sebagian
terletak pada pengetahuan kita tentang
hal-hal yang sedang kita teliti dan
sebagaian lagi terletak pada pengetahuan
kita tentang sifat-hakikat suatu masalah
ilmiah.
BENTUK-BENTUK RUMUSAN MASALAH

1). Rumusan masalah deskriptif


berkenaan dg pertanyaan terhadap keberadaan
variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih
(variabel berdiri sendiri)
CONTOH:
- Bagaimanakah kondisi pelayanan publik di kab
Sumenep?
- Bagaimanakah peran penyuluh pertanian dalam
mengembangkan agroindustri di Kab. Sumenep?
- Sejauh mana keterlibatan perempuan dalam
pembangunan sektor ekonomi di desa Lalangun ?
2). Rumusan masalah komparatif
membandingkan keberadaan satu variabel
atau lebih pada dua atau lebih sampel yang
berbeda atau pd waktu berbeda
CONTOH:
- Apakah terdapat perbedaan keuntungan
antara usahatani tembakau gunung dan
usahatani tembakau tegal?
- Apakah produktivitas petani tebu kelom-
pok kolektif berbeda dg kelompok kooperatif
- Adakah perbedaan kualitas pelayanan bank
swasta dengan bank pemerintah?
3) Rumusan masalah asosiatif
bersifat menanyakan hubungan antara
dua variabel
1. Hubungan Simetris
Adakah hubungan antara pendidikan
petani dg tingkat adopsi teknologi baru?
Adakah hubungan antara banyaknya
semut di pohon dengan tingkat
manisnya buah?
Adakah hubungan antara banyaknya
radio di pedesaan dengan jumlah sepatu
yg dibeli?
4) Hubungan kausal
Hubungan yg bersifat sebab akibat
contoh:
Adakah pengaruh ketinggian tempat
terhadap produksi bawang putih?

Seberapa besar pengaruh kepuasan


pelanggan terhadap behavioral
intentions pada konsumen supermaket?
5) Hubungan interaktif/timbal balik
Hubungan saling mempengaruhi (tidak di-
ketahui mana variabel independen dan
dependen)
contoh:
Hubungan antara motivasi dan prestasi
Hubungan antara kecerdasan dengan ke-
kayaan