Anda di halaman 1dari 18

Disusun oleh : dr. Nyoman Yudha Santosa, Sp.

KK
Rosariala Dyta, S.Ked dr. Aris Aryadi T. Oedi, Sp.KK
FAB 118 068 dr. Sulistyaningsih, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
2019
PENDAHULUAN Faktor noninfeksi

• Cairan mukopurulen Chlamydia trachomatis


• Perdarahan SERVISITIS
abnormal Neisseria gonorrhea
• Ektropion serviks
Trichomonas vaginalis

Herpes Simplex Virus

1
PATOFISIOLOGI
Agen infeksi

Stimulus menetap
Respon inflamasi

Tanda peradangan Servisitis berulang


Produksi sitokin interferon-1 pada serviks atau kronis

Produksi respon imun sel limfosit Vasodilatasi & peningkatan Komplikasi


Th1-2 aliran darah

Peningkatan hormon estrogen


& progesteron
PENEGAKKAN DIAGNOSIS

Anamnesis
Pasangan seks, riwayat IMS Disuria

Riwayat PAP smear Discharge vagina yang abnormal

Penggunaan kondom Keluhan traktus genitalia bagian atas

Penggunaan produk pembersih, lubrikan, Nyeri atau perdarahan saat berhubungan


antijamur  alergi pada mukosa
Vaginal discharge
Jenis discharge Kemungkinan penyebab Gejala lain
Darah atau kecoklatan Siklus menstruasi yang Perdarahan vagina abnormal,
irregular, ca cervix atau nyeri pelvis
endometrium
Kuning atau keabuan Gonorrhea Perdarahan abnormal, nyeri
pelvis
Kuning, kehijauan dengan Trichomoniasis Nyeri atau rasa gatal saat
keluhan bau berkemih

Putih, seperti keju Infeksi jamur Nyeri disekitar vulva, rasa gatal,
nyeri saat berhubungan

Keputihan, keabuan atau Bakterial vaginosis Rasa gatal atau terbakar,


kuning dengan bau amis kemerahan, bengkak pada
vagina atau vulva
KANDIDIOSIS VULVOVAGINALIS

BV TRICHOMONIASIS
• Infeksi T. vaginalis :
strawberry cervix
Discharge patologis Disuria

Discharge mukopurulen Lesi, rasa gatal, bau


pada genital

Perdarahan setelah
berhubungan

Perdarahan • Ektopi edematosa


intermenstruasi

Nyeri perut bagian


bawah, nyeri saat
berhubungan
Herpes : Servisitis
Bisa terjadi di exocervis atau endoserviks.
Lesi ulseratif, eritema atau friability
Servisitis Chlamydial : discharge
Servisitis gonococcal : discharge
endoserviks bersifat mukopurulen, dan
smukopurulen atau purulent pada serviks
perdarahan yang mudah terjadi
Uji khusus
PEMERIKSAAN LAIN 1. Pemeriksaan Chlamydia
Nucleic acid amplification test (NAAT)
yang paling spesifik, termasuk PCR.
1. Pewarnaan gram
Sel PMN >10-30 PMN per lapang 2. Pemeriksaan Gonore
pandang mendukung diagnosis Nucleic acid amplification test (NAAT) atau
servisitis kultur.

2. Pap Smear 3. Pemeriksaan lain

3. Pemeriksaan mikroskopik Diagnosis BV : secret vagina homogen, pH


vagina >4,5, clue cell >20% total sel
epitel vagina pada mikroskop, fishy odor.
Skrining serologi
Pap smear menunjukkan 2 struktur ”pear- Pap smear dari infeksi HSV
shaped” dari infeksi Thrichomonas. Sel dengan inti yang multiple dengan
Kecil, nuclei yang berwarna pucat dan batas kromatin pada batas luar nuclei
granula sitoplasmik (+)
PEMERIKSAAN KHUSUS DIAGNOSIS BANDING

Pemeriksaan pelvis Endometriosis


•Nyeri goyang serviks atau uterus
•Nyeri adneksa Pelvic Inflammatory disease

Menyingkirkan PID
Lesi ovarium
PENATALAKSANAAN
Etiologi Manajemen
Azitromisin 1 g PO (dosis tunggal)
Chlamydia trachomatis atau
Doksisiklin 2x100 mg PO selama 7 hari
Dosis tunggal dari:
 Cefixime 400 mg PO
 Ciprofloxacin 500 mg PO
 Levofloxacin 250 mg PO
Neisseria gonorrhea  Ceftriaxone 125 mg IM
Alternatif:
 Cefpodoxime 400 mg PO
 Cefuroxime axetil 1 g PO
 Spectinomycin 2 g IM
Metronidazole 2 g PO (dosis tunggal)
atau
Trichomonas vaginalis Tinidazole 2 g PO (dosis tunggal)
atau
Metronidazole 2x500 mg PO selama 7 hari
Salah satu agen dibawah diberikan secara oral selama 7-10 hari:
 Asiklovir 3x400 mg per hari
Herpes simplex virus (HSV)  Famciclovir 3x250 mg per hari
 Valacyclovir 2x1 g per hari
KOMPLIKASI

1. Pelvic inflammatorry disease

2. Risiko perburukan kehamilan

3. Peningkatan risiko HIV


PENCEGAHAN
Menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang
terinfeksi

Penggunaan kondom secara konsisten dan benar

Menghindari produk-produk kewanitaan yang mengandung


parfum, karena bisa menyebabkan iritasi pada vagina
maupun serviks.
Kapan waktu yang tepat untuk merujuk ke spesialis?

Penilaian PID pada pasien (+)

Banyak sekret endoservikal Ginekologis  cryotherapy


PROGNOSIS
Prognosis : Ad bonam

Umumnya sembuh sempurna dengan terapi


antibiotik yang sesuai dengan pathogen
penyebabnya