Anda di halaman 1dari 39

Darman Darmin Darso Darno Dardjo

1
Kumpulan orang yg independen yg digabung
kan bersama dg pembagian ketrtarika, tujuan
umum atau kebutuan mutual

STRUKTUR KELOMPOK :
KOMPOSISI
STATUS
PERAN DAN FUNGSI
NORMA & NILAI
POLA KOMUNIKASI
FLEKSIBILITAS
MANUSIA MAHLUK SOSIAL

KEBUTUHAN SOSIAL

Rasa dimiliki oleh orang lain MANUSIA


Pengakuan dari orang lain SELALU ADA
Penghargaan dari orang lain DI DALAM
Pernyataan diri KELOMPOK

Bagaimana Pengalaman di kelompok


2
A. SEBAGAI TERAPEUTIK

Menggunakan kegiatan u/ m’fasilitasi interaksi (hubungan)


Mendorong sosialisasi dg lingk. (hub. dg luar dirinya)
Meningkatkan stimulus, realitas, respon individu
Memotivasi fungsi kognitif, afektif karena stimulus
datang dari lebih dari orang.
Meningkatkan rasa dimiliki
Meningkatkan rasa percaya diri
Belajar cara baru dalam menyelesaikan masalah.

TAK MERUP. : Discharge Planning


Bag. Th/ Kep. (Renc. Kep.)
3
B. REHABILITATIF

Meningkatkan kemempuan expresi diri


Meningkatkan kemamapuan empati
Meningkatkan ketrampilan sosial
Meningkatkan menyelesaikan masalah :

Latihan menyelesaikan masalah di luar rumah


sakit (Sbg program antisipasi)
Sadar bahwa tidak sendiri bermasalah

4
1. FOCAL CONFLICT MODEL

FOCUS  Pada kelompok, bukan individu


PRINSIP : Konflik yg tdk disadari

Konfrontasi

Cari penyelesaian masalah

LEADER : Fasilitasi ungkapan perasaan dan diskusi-


kan dg kelompok 5
2. MODEL KOMUNIKASI

PRINSIP : Teori komunikasi & Kom. Therapeutik.

ASUMSI : Komunikasi yg tidak efektif akan menyebabkan


terjadinya ketidakpuasan dalam kelompok

LEADER : -Memfasilitasi komunikasi efektif, yaitu


komunikasi verbal & non verbal
-Mengklarifikasi yg non verbal

6
3. INTERPERSONAL MODEL

Terapis bekerja pd level individu dan keluarga

Anggota : Belajar interaksi dg orang lain

Proses interaksi  Persepsi yg salah diperbaiki

 TL yg baik dipertahankan.

Jika terjadi konflik leader dapat menggunakanuntuk

menggali perasaan anggota  Cemas ?


4. MODEL PSIKODRAMA

Motivasi anggota u/ berPL. ttg peristiwa yg baru terjadi


Anggota bermain peran sesuai dg peristiwa yg terjadi, misal
bapaknya yg galak, kaku.
Dilakukan dengan spontan
Diskusikan bersama dg kelompok, ttg perilaku yg baru
saja ditampilkan.
TUJUAN : Membantu klien yg mundur/Disorientasi

FOCUS :- Orientasi pada diri sendiri  nama,umur….

-Orientasi pd OL dlm lingkungan dekat

-Orientasi lingk.,waktu,orang, tempat,hari…


TUJUAN : Menolong klien berhub. dengan orang lain

KEGIATAN

Bercerita tentang diri sendiri pada kelompok


Bertanya
Menyapa
Diskusi

Kegiatan dipilih yg memerlukan


interaksi untuk memotivasi sosialisasi
TUJUAN : Untuk memotivasi proses pikir & afektif
TAK ini umumnya untuk klien yang kronis
Berhubungan dengan nilai dan pengalaman.
Kegiatannya :

1. M e m b a c a

Artikel, Buku, Majalah, Cerita pendek, korang, puisi,


Sajak dll

•Diskusikan pendapat anggota


•Saling menanggapi
•Motivasi untuk berhub. dg orang lain.
2. Latihan Assertif

Pada latihan asertif ini klien belajar untuk :


•Memenuhi kebt. anggota tanpa mengganggu anggota
kelompok (hak orang lain)
•Klien bertanggung jawab pada : pilihan dan tindakan.

Pada TAK focus tersebut misalnya :


Terapi rekreasi (Outing)
Terapi seni (musik & menggambar)

Kegiatan TAK focus ini dilaksanakan


sebagai pengisi waktu luang/senggang
TUJUAN

Mengurangi waktu klien pd koping/perilaku mal-adaptif


Meningkatkan partisipasi & kesenangan dlm kehidupan

PRINSIP

Dengan expresi non verbal, banyak perasaan yg dapat di-


ungkapkan bagi klien yg tidak dpt diungkapkan lewat verbal.

KEGIATAN

1. TERAPI MUSIK

Berfocus pd mendengarkan,bermain, bernyanyi


2. TERAPI SENI

Focus pd expresi perasaan mll berbagai pekerjaan seni.


I. FASE PERMULAAN

Kecemasan meningkat  adaptasi


Orientasi  konflik dan kohesif
Bina hub. saling percaya
LEADER sebagai KATALISATOR.

II. FASE PERTENGAHAN ATAU KERJA

Keterbukaan  perasaan positif dan negatif


LEADER  sbg role model dan fasilitator
Proses p’ambil k’putus  melibatkan peran serta anggota
Pemeliharaan trust.
III. FASE AKHIR - TERMINASI

Cuti  ganti anggota


Tidak sukses  DO
Sukses  Tujuan tercapai.

SELEKSI KLIEN

1. Tidak semua klien dpt masuk kelompok, misal : klien yg


sangat autistik, gaya kom. bizar, shg perlu pendekatan indiv.
2. Identifikasi keuntungan kelompok bagi klien :

•Sbl masuk dlm kelompok lihat renpra


•Selama proses kelompok  jika perlu DO dari kelompok
•Setelah proses  lanjutkan dg tindakan berikutnya,sesuai
rencana tindakan berikutnya.
OCCUPATIONAL THERAPY
DISEBUT JUGA SBG
TERAPI KERJA

Mengarahkan partisipasi
seseorang dlm melaksanakan
tugas terpilih yg telah diten –
tukan
Untuk memudahkan belajar fungsi & keahlian yg dibutuh-
kan untuk penyesuaian diri dg lingkungan
Meningkatkan produktifitas
Menurunkan / memperbaiki ketidaknormalan & memlihara
atau meningkatkan kesehatan

Dapat diidentifikasi kemampuan yg ada pd klien

Memelihara/meningkatkan kemampuan klien.


Melalui proses OT, diharapkan :

•Pekerjaan/kegiatan digunakan sbg Terapibukan u/ Institusi


•Mempunyai tujuan yang jelas
•Diskusikan dg klien pada akhir proses OT

PROSES PROGRAM OT :

1. Pengumpulan datamelalui kartu rujukan, dan isian data


pada format.
2. Analisa dan identifikasi masalah : Klien, keluarga, lingk.
3. Penetapan tujuan : Umum dan Khusus
4. Pemilihan kegiatan : Pilih bersama klien, rasional kegiatan
5. E v a l u a s i.
TUJUAN OT  SEBAGAI REHABILITASI

1. Tujuan khusus pd klien ggg. mental :


•Menciptakan kondisi, shg klien dpt m’kembang Hub.
•Membantu melepaskan dorongan emosi scr konstruktif
•membantu menemukan k’mampu kerja sesuai bakat
•Membantu pengumpulan data u/ tindak lanjut th/ & diag.

2. Terapi khusus untuk fungsi fisik :

•Mengembalikan fungsi fisik


•Meningkatkan ROM
•Meningkatkan kekuatan otot
•Meningkatkan koordinasi gerakan.
3. Mendidik ADL
4. Membantu m’selesai / m’sesuai pekerjaan dirumah
5. Meningkatkan toleransi kerja
6. Menyediakan bbg macam kegiatan u/ pra-latihan
7. membantu klien menerima & m’guna waktu yg efektif
8. mengarahkan minat & Hobi agar dpt digunakan dirumah.
TERAPI
LINGKUNGAN

Menggunakan lingkungan total untuk tujuan terapi


LINGKUNGAN Rumah sakit
Rumah/Kelg/Masyrkt.

FISIK &
THERAPY LINGKUNGAN :
PSIKOLOGIS

Menggunakan lingk. scr total u/ tujuan terapi


Lingkungan dg SDI dapat menghadirkan hu. Th/ dg klien :
 Staf yan.kes RS
 Keluarga

Membantu meningkatkan pola perilaku


ke arah adaptif
UMUM

Meningkatkan percaya diri


Meningkatkan percaya pda orang lain
Meningkatkan hub. baik dg orang lain

KHUSUS :

Membekali klien untuk ke kemampuan ke masyarakat &


dapat menjalankan kehidupan fisik, sosial, spiritual yang
optimal
25
KARAKTERISTIK MILLIU THERAPY

Sering terjadi permasalahan bila klien dirawat di rumah sakit :

1. Kemampuan berpikir menurun


2. Bertindak mandiri berkurang
3. Mengadopsi sikap negatif dari institusi
4. Hub. dg dunia luar terbatas.

Keadaan inilah yang harus kita atasi


dengan menata lingkungan yang terapeutik,
yaitu lingkungan fisik dan psikologis, yang
dalam hal ini memerlukan peran perawat
karena perawat merup. kunci dalam mencip-
26 takan lingkungan yg TERAPEUTIK.
PERAN PERAWAT DALAM MILLIU THERAPI

1. Distribusi kekuatan

Semua staf perawatan mengetahui, apa yang terbaik bagi


klien. Sebaiknya staf dapat mendistribusikan pengetahuan
atau pengalaman kepada seluruh staf sesuai dengan kewe-
nangan masing-2, agar semua keputusan yg dibuat bertu –
juan sama dan yang terbaik untuk klien.

2. Komunikasi terbuka

Sangat penting karena untuk membuat suatu keputusan


harus didasari dengan informasi yang tepat & akurat.

27
3. Struktur Interaksi

Meninger (1962) memulai konsep baru dlm “terapi sikap” :


Friendlyness  sikap bersahabat
Penuh perhatian (Continu Observation)
Lembut, tegas dan langsung

4. Peran dalam aktifitas kerja


Bila klien masuk Rs., sering kita temui bahwa klien mempu-
nyai dorongan kehendak menurun, OKI diperlukan dorong-
an kuat dari lingkungan. Kadang-2 ada paksaan agar klien
mau bekerja. Hendaknya aktifitas ini mempunyai tujuan
terapi, yg sesuai dg bakat, minak, kemampuan dan sesuai
dengan kebutuhan klien.
Untuk menghindari paksaan dari kegiatan yg diberikan
maka kegiatan yg diberikan harus melalui proses, yaitu :
28
a. Ijinkan klien untuk memilih kegiatan/pekerjaan
b. Aktifitas yang diberikan harus punya tujuan Terapi.
c. Aktifitas lain juga penting, misal : seni, tari, musik dan
rekreasi yang dapat dipakai untuk meningkatkan kemam-
puan sosial dan expresi

Aktifitas kerja ini akan lebih berarti bila kemampuan


ini dpt diterapkan pd pekerjaan nyata dan alangkah
baiknya bila disertakan dg pendidikan khusus dan me-
ngajarkan pada hidup mandiri.

29
Peran serta keluarga dan masyarakat

•Dahulu  RSJ dibangun jauh dari pemukiman masyarakat


dg tujuan  untuk melindungi masyarakat.
•Sekarang :

RSJ mudah dijangkau masyarakat


Melindungi klien
Pertahankan selama mungkin di Keluarga/masyarakat
Selama di RSJ  kontak keluarga diharapkan sering
Dalam rangka DISCHARGE PALNNINGsertakan kelg.
dan masyarakat.
Kalau perlu, sekarang keluarga juga boleh dirawat.

30
Penyesuaian lingkungan
•Lingkungan perawatan klien disesuaikan dengan kebutuhan
dan perkembangan klien.
•Tujuan  mengembangkan – meningkatkan potensi klien.
Lingkungan Anak :
1. Mainan
2. Sekolah-alat belajar dll.
Lingkungan Dewasa :
1. Informasi majalah, koran, televisi, radio
2. Lingk. yg menyediakan aktivitas kerja
31 3. Lingk. yg menstimuli hub. sosial/interaksi
4. Rekreasi.
Lingk. USILA lingk. dg fasilitas usila
Karakteristik Terapis : Flexibel, toleran, demokratis, terbuka,
bertoleransi thd kecemasan dan konflik & konfrontasi.
Menciptakan lingk. yg terapeutik untuk memenuhi kebutuhan
klien, memerlukan pengetahuan ttg aspek-2 lingk.

5 Komponen yang perlu di kaji :

1. Komponen fisik
2. komponen intelektual KOMPONEN :
32 •SUBYEKTIF
3. Komponen sosial 32
•OBYEKTIF
4. Komponen Emosional
5. Komponen Spiritual

•Lingkungan obyektif : yg mencakup orang, benda-2 dan ben-


tuk ruangan.
•Lingkungan subyektif : Persepsi thd lingkungan.

Lingk. Obyektif & Subyektif  berinteraksi scr terus- menerus


1. PENGKAJIAN LINGK. FISIK

Ciri lingkungan yang tetap :


•Bentuk gedung
•Hubungan antara gedung dg gedung yang lain
•Ruangan yg dapat menjaga Privasy klien/harga diri, misal :
Kamar mandi, kamar tidur, tempat barang klien dll.

33
Ciri lingkungan yang 0,5 tetap :
•Penataan ruangan  ruang tamu, tempat tidur
•Ruangan yg menyediakan pergerakan bebas pd klien
2.Lingkungan Intelektul.
* Desain lingk.  stimuli sensori
* Aspek lain  Warna dinding, Sinar, Suara, Suhu
Bau, Pencahayaan.

3. Lingkungan Sosial
Peran klien di ruang perawatan
Pola komunikasi P – K, K – Medis dst.
Pola interaksi diruang perawatan
4. Lingkungan Emosional
Semua faktor fisik-intelektual-sosial  yang meng
hasilkan suasana emosi.
5. Lingkungan Spiritual
Tempat ibadah, nara sumber, kesempatan
Gagal menjaga Privacy  KM tdk ada pintu, tidak
ada tempat untuk ganti baju, dll.
Kurangnya dukungan orientasi realitas
Bangsal perawatan yg terlalu padat
Situasi dingin dan bersaing
Dinding kurang therapeutik
Kekuasaan ruang perawatan yg otoriter.
1. FISIK
Desain ruang perawatan
Renovasi Ruangan
Modifikasi ruang perawatan

2. INTELEKTUAL
Desain (warna,Cahaya,Peta)  Sbg alat bantu
Peran serta klien di ruangan :
Mengecat
Berteman
Menjahit taplak, sarung bantal, dll
3. LINGKUNGAN SOSIAL
Aspek sosial lingkungan
Peningkatan interaksi
Peningkatan komunikasi
K’libat dlm pengambilan keputusan.
Komunikasi Terbuka

4. Lingk. Emosional
Perlu perasaan harmonis
Kerja sama
Ada kesempatan untk. berhubungan.
5. LINGK. SPIRITUAL
Kesempatan beribadah
Adanya Nara sumber, tempat ibadah, kitab