Anda di halaman 1dari 16

DISTRIBUSI PELUANG BINOMIAL

Matematika Peminatan Kelas XII MIA Semester 2

SMA Negeri 3 Tarakan


Tahun Pelajaran 2018/2019
1. Konsep Variabel Acak
Perhatikan sisi uang logam pada gambar di samping
Uang logam tersebut memiliki sisi angka (A) dan sisi
Gambar (G).
Jika uang logam tersebut dilambungkan 3 kali maka
Sisi Angka (A) Sisi Gambar (G)
ruang sampel percobaan adalah
S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}
Misalkan X = banyak sisi gambar yang terlihat pada percobaan melambungkan
sekeping uang logam sebanyak tiga kali , maka:
a. Nilai X = 0, jika muncul AAA;
b. Nilai X = 1, jika muncul AAG, AGA, GAA;
c. Nilai X = 2, jika muncul AGG, GAG, GGA;
d. Nilia X = 3, jika muncul GGG.
1. Konsep Variabel Acak
Variabel adalah sesuatu yang memiliki nilai tidak tunggal.
Contoh variabel antara lain:
1. Banyak sisi gambar pada percobaan melempar uang logam sebanyak 3 kali
2. Banyak bilangan kuadrat yang kurang dari 30
3. Banyak bilangan bulat lebih dari 3
4. Banyak kendaraan yang melewati sebuah jalan
Ada 2 jenis Variabel, yaitu Variabel Diskrit dan Variabel Kontinu
a. Variabel Diskrit adalah variable yang memiliki nilai-nilai yang dapat dihitung (berhingga)
Contoh: - Banyak sisi gambar pada percobaan melempar uang logam sebanyak 3 kali
- Banyak bilangan kuadrat yang kurang dari 30
b. Variabel Kontinu adalah variable yang memiliki nilai-nilai yang tidak bisa dihitung (tak
berhingga).
Contoh: - Banyak bilangan bulat lebih dari 3
- Banyak kendaraan yang melewati sebuah jalan
1. Konsep Variabel Acak
Variabel Acak adalah variabel yang nilainya ditentukan dalam ruang sampel suatu
percobaan.
Variabel acak dinyatakan dengan huruf besar, misalnya X, Y, dan Z, sedangkan nilai
variable acak dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya x, y, dan z.
Ada 2 jenis Ruang Sampel Percobaan, yaitu:
1. Ruang sampel percobaan yang memiliki titik sampel berhingga atau terhitung (Ruang
Sampel Diskrit)
2. Ruang sampel percobaan yang memiliki titik sampel tak berhingga atau tak terhitung
(Ruang Sampel kontinu)

Hal ini yang mengakibatkan Variabel acak ada 2 jenis, yaitu:


1. Variabel acak diskrit, yaitu variable acak dalam ruang sampel diskrit.
2. Variabel acak kontinu, yaitu variable acak dalam ruang kontinu.
1. Konsep Variabel Acak
Variabel acak diskrit diperoleh dari hasil menghitung/membilang dan nilainya berupa
bilangan bulat.
Contohnya:
X = banyak sisi gambar yang terlihat pada percobaan melambungkan sekeping uang
sebanyak tiga kali

Variabel acak kontinu diperoleh dari hasil mengukur dan nilainya berupa bilangan real.
Contohnya:
X = hasil penimbangan berat badan
Y = hasil pengukuran tinggi badan
Z = hasil pencatatan waktu yang diperlukan peserta lomba lari mencapai garis finish.
2. Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit

Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit merupakan suatu cara untuk menyajikan peluang
nilai-nilai variable acak diskrit.
Peluang nilai variable acak X dinotasikan dengan f(x) = P(X = x)
Distribusi peluang variabel acak diskrit dapat dinyatakan dalam bentuk tabel, grafik, atau
fungsi.
Distribusi peluang disebut juga distribusi probabilitas atau fungsi peluang atau fungsi
probabilitas.
2. Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit
Misalkan variabel acak X = banyak sisi gambar yang terlihat pada percobaan
melambungkan sekeping uang logam sebanyak tiga kali
Nilai-nilai variabel acak X adalah x = 0, 1, 2, 3.
Peluang nilai-nilai variable acak X sebagai berikut:
Ruang sampel percobaan adalah S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}
Sehingga banyak anggota ruang sampel percobaan n(S) = 8
Nilai-nilai X dan titik sampelnya disajikan dalam table berikut.
Nilai-nilai variable Acak x
Nilai x Titik Sampel Banyak Anggota
0 AAA n1 = 1
1 AAG, AGA, GAA n2 = 3
2 AGG, GAG, GGA n3 = 3
3 GGG n4 = 1
2. Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit
n1 1
Peluang muncul AAA: f (0)  P ( X  0)  
n( S ) 8
n2 3
Peluang muncul AAG, AGA, atau GAA : f (1)  P ( X  1)  
n( S ) 8
n3 3
Peluang muncul AGG, GAG, atau GGA : f ( 2)  P ( X  2)  
n( S ) 8
n4 1
Peluang muncul GGG : f (3)  P ( X  3)  
n( S ) 8
2. Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit
Distribusi peluang variable acak X dalam bentuk table dan grafik fungsi sebagi berikut.
Tabel Distribusi Peluang Variable Acak x
X=x 0 1 2 3
f(x) 1 3 3 1
8 8 8 8

3
8
2
8
1
8

0 1 2 3
2. Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit
Distribusi peluang variable acak X dalam bentuk persamaan fungsi sebagi berikut.


 0, untuk x yang lain
 1
f ( x)   , untuk x  0 atau x  3
8
 3 , untuk x  1 atau x  2
 8

Perhatikan bahwa peluang setiap nilai variable acak X di atas lebih dari atau sama
dengan 0 (nol) dan kurang dari 1, serta jumlah dari peluang nilai-nilai variable acak X
tersebut sama dengan 1.
2. Distribusi Peluang Variabel Acak Diskrit
Misalkan X adalah suatu variable acak yang bernilai x1, x2, x3, . . . , xn dan f(xi) merupakan
peluang nilai-nilai variable acak X dengan i = 1, 2, 3, . . ., n maka f(x) memenuhi dua sifat
sebagai.
a. 0  f ( xi )  1 untuk i = 1, 2, 3, . . . , n

b.  f ( x )  f (1)  f (2)  f (3)  ...  f (n)  1


x 1
i
Soal dan Pembahasan UK 1 (no. 1 hal. 67)
Sebuah toko sepeda mencatat jumlah sepeda yang terjual setiap hari.
Misalkan X = jumlah sepeda terjual dalam sehari selama bulan April 2018 sebagai berikut.

x Jumlah Hari
0 3 Tentukan distribusi peluang variabel acak X
1 6 Diketahui n(S) = 3 + 6 + 9 + 3 + 9 = 30
2 9
3 3
4 9

Pembahasan:

X=x 0 1 2 3 4
f(x) n1 3 n2 6 n2 9 n1 3 n2 9
  0,1   0,2   0,3   0,1   0,3
n( S ) 30 n( S ) 30 n( S ) 30 n( S ) 30 n( S ) 30
Soal dan Pembahasan UK 1 (no. 2 hal. 67)
Sebuah dadu dilambungkan sebanyak dua kali. Tentukan Distribusi peluang pasangan
kedua mata dadu yang terlihat berjumlah genap.
Pembahasan.
Misalkan X = banyak pasangan kedua mata dadu yang terlihat berjumlah genap

Nilai x Titik Sampel Banyak f(x)


Anggota
n1 1

2 (1,1) n1 = 1 n( S ) 36
n2 3 1
4 (2,2), (1,3), (3,1) n2 = 3  
n( S ) 36 12
n3 5

6 (1,5), (5,1), (2,4), (4,2), (3,3) n3 = 5 n( S ) 36
n4 5

8 (2,6), (6,2), (3,5), (5,3), (4,4) n4 = 5 n( S ) 36
n5 3 1
 
10 (4,6), (6,4), (5,5) n5 = 3 n( S ) 36 12
n6 1

12 (6,6) n6 = 1 n( S ) 36
Soal dan Pembahasan UK 1 (no. 3 hal. 68)
Sebuah kantong berisi 4 kelereng biru dan 6 kelereng merah. Dari kantong diambil 3
kelereng secara berurutan. Setelah kelereng diambil, kelereng tidak dikembalikan lagi.
Tentukan peluang jumlah kelereng biru yang diambil
Pembahasan.
Misalkan X = jumlah kelereng biru yang diambil

Nilai x Titik Sampel Banyak f(x)


Anggota
 m (m / m ) (m / m / m )   6 5 4  1
n1  1  2 1  3 2 1   1    
0 MMM n1 = 1  n( S ) n( S / m1 ) n( S / m1 / m2 )   10 9 8  6
 m (m / m ) (b / m / m )   6 5 4  1
n2  1  2 1  3 2 1   3    
1 MMB, MBM, BMM n2 = 3  n( S ) n( S / m1 ) n( S / m1 / m2 )   10 9 8  2
 m (b / m ) (b / b / m )   6 4 3  3
n3  1  2 1  3 2 1   3    
2 MBB, BMB, BBM n3 = 3  n( S ) n( S / m1 ) n( S / m1 / b2 )   10 9 8  10
 b (b / b ) (b / b / b )   4 3 2  1
n4  1  2 1  3 2 1   1    
3 BBB n4 = 1  n( S ) n( S / b1 ) n( S / b1 / b2 )   10 9 8  30
Soal dan Pembahasan UK 1 (no. 4 hal. 68)

 0, untuk x yang lain

 x
Diketahui f ( x)   , untuk x  1, 2, atau 3
 15
 x  2 , untuk x  4, 5, atau 6

 15
Tentukan nilai P  X  3  2   . . .
Pembahasan.
P X  3  2   P(2  x  3  2)
 P(2  3  x  3  3  2  3)
 P(1  x  5)
 f (2)  f (3)  f (4)
2 3 2 7
   
15 15 15 15
Soal dan Pembahasan UK 1 (no. 5 hal. 68)

 0, untuk x yang lain

 x
Diketahui f ( x)   , untuk x  1, 2, atau 3
 15
 x  2 , untuk x  4, 5, atau 6

 15
Tentukan nilai P  X  5  F ( 2)  . . . .
Pembahasan.
P X  5  F (2)  P X  5  P( X  2)
  f (5)  f (6)   f (1)  f (2)
5  2 6  2   1 2 
     
 15 15  15 15 
3 4 3 4
     
15 15  15  15