Anda di halaman 1dari 35

Keperawatan Profesional

Undang-Undang no 36 tahun 2014


tentang tenaga kesehatan
Anggota Kelompok

Bintoro Frida Sri Dewi


Krisdiyanto Ferinia K. Rahayu
201701010 201701020 201701032

Endah Ika Tria


Melati Suci Novianti Nurfitasari
201701010 201701024 201701035
Undang-
Undang no
P E L U A NG 36 tahun A N C A M AN
2014 tentang
tenaga
kesehatan
PELUANG

Pasal 7 Pasal
14

Pasal 3 Pasal Pasal


21 34

Pasal Pasal
22 30 &
31

iki
Pasal Pasal
23 27
Ancaman

Pasal 53

Pasal 54

Pasal 55
Pasal 3
Undang-Undang ini bertujuan untuk:
a Memenuhi kebutuhan masyarakat akan Tenaga
Kesehatan;

b Mendayagunakan Tenaga Kesehatan sesuai


dengan kebutuhan masyarakat;

c Memberikan pelindungan kepada masyarakat


dalam menerima penyelenggaraan Upaya ANALISA
Kesehatan;
d Mempertahankan dan meningkatkan mutu
penyelenggaraan Upaya Kesehatan yang
diberikan oleh Tenaga Kesehatan; dan
e Memberikan kepastian hukum kepada
masyarakat dan Tenaga Kesehatan
Hasil Analisa Pasal 3

Peluang
karena dengan adanya 01
Undang – Undang ini tenaga
kesehatan yang salah satunya
yaitu perawat memiliki 04
perlindungan hukum yang
jelas apabila adanya tuntutan
dari klien / pasien
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, pemerintah daerah kabupaten/kota berwenang
untuk:
a. menetapkan kebijakan Tenaga Kesehatan selaras dengan kebijakan nasional dan
provinsi;
b. melaksanakan kebijakan Tenaga Kesehatan;
c. merencanakan kebutuhan Tenaga Kesehatan;
d. melakukan pengadaan Tenaga Kesehatan;
e. melakukan pendayagunaan melalui pemerataan, pemanfaatan, dan pengembangan;
f. membina, mengawasi, dan meningkatkan mutu Tenaga Kesehatan melalui pelaksanaan
kegiatan perizinan Tenaga Kesehatan; dan
g. melaksanakan kerja sama dalam negeri di bidang Tenaga Kesehatan.
Hasil Analisa Pasal 7

Dalam pasal itu menjadi


peluang bagi tenaga kerja.
Dimana pemerintah
menciptakan peluang
kerja sesuai kebutuhan
dalam daerah masing-
masing.
Pasal 14
Menteri menetapkan kebijakan dan menyusun
perencanaan Tenaga Kesehatan dalam rangka
01
memenuhi kebutuhan Tenaga Kesehatan secara
nasional.

Perencanaan Tenaga Kesehatan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) disusun secara berjenjang
Analisa
02 berdasarkan ketersediaan Tenaga Kesehatan dan
kebutuhan penyelenggaraan pembangunan dan Upaya
Kesehatan.

Ketersediaan dan kebutuhan sebagaimana dimaksud


03 pada ayat (2) dilakukan melalui pemetaan Tenaga
Kesehatan.
Hasil Analisa Pasal 14

Peluang, karena dengan adanya


Undang - Undang ini tenaga
kesehatan khususnya perawat
memiliki peluang kerja yang
banyak dan lebih jelas, sehingga
angka keterserapan dan
kontribusi perawat bertambah
bagi masyarakat
Pasal 21

(1) Mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan vokasi dan
profesi harus mengikuti Uji Kompetensi secara nasional.
(2) Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh
Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Organisasi Profesi, lembaga pelatihan,
atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi.
(3) Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditujukan untuk
mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar kompetensi
kerja.
(4) Standar kompetensi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disusun
oleh Organisasi Profesi dan konsil masing-masing Tenaga Kesehatan dan
ditetapkan oleh Menteri.
Next
(5) Mahasiswa pendidikan vokasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang
lulus Uji Kompetensi memperoleh
Sertifikat Kompetensi yang diterbitkan
oleh Perguruan Tinggi.
(6) Mahasiswa pendidikan profesi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang
lulus Uji Kompetensi memperoleh
Sertifikat Profesi yang diterbitkan oleh
Perguruan Tinggi.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata
cara pelaksanaan Uji Kompetensi diatur
dengan Peraturan Menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang pendidikan.
Analisa
Dimana dalam paszal itu menjelaskan
bahwa setiap mahasiswa kesehatan pada
akhir masa pendidikan vokasi dan
Hasil Analisa Pasal 21 profesi harus mengikuti uji kompetensi.
Dalam ujian ini setiap orang
membuktikan bahwa mereka layak
menjadi seorang tenaga kesehatan.
Pasal 22
1. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan dilakukan oleh
Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau
masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-
masing berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-
Undangan.
2. Pendayagunaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) terdiri atas pendayagunaan Tenaga
Kesehatan di dalam negeri dan luar negeri.

3. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan memperhatikan aspek pemerataan,
pemanfaatan, dan pengembangan.

Analisa
Hasil Analisa Pasal 22

Dalam pasal ini menurut kelompok kami menjelaskan bahwa


pendayagunaan oleh pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-
masing berdasarkan ketentuan perpu, dimana setiap tugas dan fungsi
dilakukan oleh masing-masing tenaga kesehatan. Dimana tugas perawat
sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya.
Pasal 23
1. Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan
pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib
melakukan penempatan Tenaga Kesehatan setelah
melalui proses seleksi.
2. Penempatan Tenaga Kesehatan oleh Pemerintah atau
Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan dengan cara:
a. pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil;
b. pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja; atau
c. penugasan khusus.
3. Selain penempatan Tenaga Kesehatan dengan cara
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah
dapat menempatkan Tenaga Kesehatan melalui
pengangkatan sebagai anggota TNI/POLRI. Next
4. Pengangkatan sebagai pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan 6. Ketentuan lebih lanjut mengenai
perjanjian kerja sebagaimana dimaksud pada penempatan dengan penugasan khusus
ayat (2) huruf a dan huruf b serta sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
penempatan melalui pengangkatan sebagai diatur dengan Peraturan Menteri
anggota TNI/POLRI dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan Peraturan Perundang-
Undangan.

5. Penempatan Tenaga Kesehatan melalui


penugasan khusus sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) huruf c dilakukan dengan
penempatan dokter pascainternsip, residen Analisa
senior, pascapendidikan spesialis dengan
ikatan dinas, dan tenaga kesehatan lainnya.
Hasil Analisa Pasal 23

Menurut kelompok kami, pada pasal 23 ini


adalah peluang karena dengan adanya proses
seleksi tenaga kesehatan maka tenaga
kesehatan di Indonesia dapat memperoleh
peluang pekerjaan yang lebih luas dan tenaga
kesehatan juga memperoleh peluang serta
penempatan melalui penempatan sebagai
anggota TNI / POLRI yang dilaksanakan sesuai
peraturan perundang – undangan
1 3

Tenaga Kesehatan yang diangkat oleh


Pemerintah atau Pemerintah Daerah
Pasal 27 Dalam hal terjadi kekosongan Tenaga
Kesehatan, Pemerintah atau
dapat dipindahtugaskan antarprovinsi, Pemerintah Daerah wajib
antarkabupaten, atau antarkota karena menyediakan Tenaga Kesehatan
alasan kebutuhan fasilitas pelayanan pengganti untuk menjamin
kesehatan dan/atau promosi. keberlanjutan pelayanan kesehatan
pada fasilitas pelayanan kesehatan
2 yang bersangkutan.
4
Tenaga Kesehatan yang bertugas di Ketentuan lebih lanjut mengenai
daerah tertinggal perbatasan dan pemindahtugasan Tenaga Kesehatan
kepulauan serta daerah bermasalah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
kesehatan memperoleh hak kenaikan dan Tenaga Kesehatan yang bertugas
pangkat istimewa dan pelindungan di daerah tertinggal perbatasan dan
dalam pelaksanaan tugas. kepulauan serta daerah bermasalah
kesehatan sebagaimana dimaksud
Analisa pada ayat (2) diatur dengan Peraturan
Pemerintah
Hasil Analisa Pasal 27

Peluang bagi perawat, karena dengan


adanya Undang - Undang ini berarti
menambah peluang kerja bagi perawat dan
juga dapat menambah pengalaman. Di
Undang – Undang ini perawat
diuntungkan dengan adanya kenaikan
pangkat istimewa dan juga perlindungan
yang jelas saat bertugas
Pasal 30

(3) Dalam rangka


pengembangan Tenaga
(1) Pengembangan
Kesehatan, kepala daerah dan
Tenaga Kesehatan
pimpinan Fasilitas Pelayanan
diarahkan untuk
Kesehatan bertanggung jawab
meningkatkan mutu
(2) Pengembangan Tenaga atas pemberian kesempatan yang
dan karier Tenaga
Kesehatan sebagaimana sama kepada Tenaga Kesehatan
Kesehatan.
dimaksud pada ayat (1) dengan mempertimbangkan
dilakukan melalui penilaian kinerja
pendidikan dan pelatihan
serta kesinambungan dalam
menjalankan praktik.
Next
Pasal 31

(2) Pelatihan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) harus (3) Ketentuan lebih lanjut
(1) Pelatihan Tenaga mengenai penyelenggara
memenuhi program pelatihan dan
Kesehatan dapat pelatihan Tenaga
tenaga pelatih yang sesuai dengan
diselenggarakan oleh Kesehatan, program dan
Standar Profesi dan standar
Pemerintah, Pemerintah tenaga pelatih
kompetensi serta diselenggarakan
Daerah, dan/atau sebagaimana dimaksud
oleh institusi penyelenggara
masyarakat. pada ayat (1) dan ayat (2)
pelatihan yang terakreditasi sesuai
dengan ketentuan Peraturan diatur dengan Peraturan
Perundang-undangan. Pemerintah.

Analisa
Hasil Analisa
Pasal 30 & 31

Dalam pasal ini menjelaskan bahwa


setiap tenaga kesehatan akan
diarahkan untuk meningkatkan mutu
dan karier tenaga kesehatan. Dimana
perawat bisa menambah kemampuan
dalam pelatihan yang bisa dilakukan
pemerintah.
(1) Untuk meningkatkan mutu Praktik
Pasal 34
Tenaga Kesehatan serta untuk memberikan
pelindungan dan kepastian hukum kepada
Tenaga Kesehatan dan masyarakat,
dibentuk Konsil Tenaga Kesehatan
Indonesia.

(2) Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri
atas konsil masingmasing Tenaga
Kesehatan.
(3) Konsil masing-masing Tenaga
Kesehatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) termasuk Konsil Kedokteran dan
Konsil Kedokteran Gigi sebagaimana diatur
dalam Undang-Undang tentang Praktik
Kedokteran.
Next
(4) Konsil masing-masing Tenaga
Kesehatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya
bersifat independen.

(5) Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia


sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertanggung jawab kepada Presiden
melalui Menteri.

Analisa
Hasil Analisa Pasal 34
Dalam pasal ini menjelaskan tentang
pembentukan konsil tenaga kesehatan
dimana nantinya tenaga kesehatan akan
dilindungi dan kepastian hukum. Dalam
melaksnakan tugasnya tenaga kesehatan
akan lebih maksimal dan juga perlindungazn
yang jelas saat melaksnakan tugasnya.
Pasal 53
2. Pendayagunaan
1. Fasilitas Pelayanan
Tenaga Kesehatan
Kesehatan dapat
warga negara asing
mendayagunakan
sebagaimana
Tenaga Kesehatan
dimaksud pada ayat
warga negara asing
(1) dilakukan
sesuai dengan
dengan
persyaratan.
mempertimbangkan:

a) alih
teknologi b) ketersediaan
dan ilmu Tenaga
pengetahu Kesehatan
an; dan setempat.

Analisa
Hasil Analisa Pasal 53
Undang Undang ini bias dikatakan
sebagai ancaman karena dengan
adanya Undang Undang ini perawat
asing bisa masuk ke Indonesia dan
sudah tidak diragukan lagi kompetensi
perawat asing tersebut dalam
melakukan pelayanan kesehatan. Hal
ini bias mempersempit peluang kerja
perawat local.
Pasal 54
(1) Tenaga Kesehatan warga negara asing yang akan menjalankan
1. praktik di Indonesia harus mengikuti evaluasi kompetensi.

(2) Evaluasi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


2. dilakukan melalui:
a. penilaian kelengkapan administratif; dan
b. penilaian kemampuan untuk melakukan praktik.
(3) Kelengkapan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf a paling sedikit terdiri atas:
3. a. penilaian keabsahan ijazah oleh menteri yang bertanggung jawab
di bidang pendidikan;
b. surat keterangan sehat fisik dan mental; dan c. surat pernyataan
untuk mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi. Next
(4) Penilaian kemampuan untuk melakukan praktik sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf b dinyatakan dengan surat keterangan
yang menyatakan telah mengikuti program evaluasi kompetensi dan
Sertifikat Kompetensi.

(5) Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Tenaga


Kesehatan warga negara asing harus memenuhi persyaratan lain sesuai
dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Analisa
Hasil Analisa
Pasal 54
Dalam pasal ini dijelaskan bahwa tenaga
kesehatan warga negara asing akan
menjalankan praktik di indonesia harus
mengikuti evaluasi kompetensi. Dimana
pasal tersebut seperti memberi
kesempatan tenaga aszing untuk masuk
dalam dunia kesehatan indonesia. Maka
menjadi suatu ancaman yang sangat
serius bagi perawat indonesia karena
peluang kerjanya semakin sempit.
Pasal 55
2. STR sementara bagi
1. Tenaga Kesehatan warga Tenaga Kesehatan warga
negara asing yang telah negara asing sebagaimana
mengikuti proses evaluasi dimaksud pada ayat (1)
kompetensi dan yang akan berlaku selama 1 (satu)
melakukan praktik di tahun dan dapat
Indonesia harus memiliki STR diperpanjang hanya untuk 1
Sementara dan SIP. (satu) tahun berikutnya.

Analisa

4. SIP bagi Tenaga 3. Tenaga Kesehatan warga


Kesehatan warga negara negara asing sebagaimana
asing berlaku selama 1 dimaksud pada ayat (1)
(satu) tahun dan dapat melakukan Praktik di
diperpanjang hanya Indonesia berdasarkan atas
untuk 1 (satu) tahun permintaan pengguna Tenaga
berikutnya Kesehatan warga negara asing.
Menurut kelompok kami, pada
pasal ini adalah ancaman karena
warga negara asing (WNA) yang
telah memiliki STR sementara dan
SIP diperbolehkan bekerja di
Indonesia, itu menyebabkan
Hasil Analisa ancaman bagi perawat yang ada di
Pasal 55 Indonesia. Karena dapat
menyebabkan menyempitnya
lapangan pekerjaan karena telah
diduduki oleh WNA dan lama
kelamaan tenaga kesehatan di
Indonesia akan tersisihkan.
Thank You for Watching!
Any Questions?